
Yuan yang melihat yi tiba-tiba berdiri didalam tendanya hanya terdiam mengamati raut wajah sahabatnya sekaligus tangan kanan paling ia percayai itu dari balik topengnya dengan dingin.
"Ada apa ?"tanya yuan dingin.
"Yang mulia permaisuri hilang"jawab yi sembari menunduk.
"Bagaimana bisa ??"tanya yuan dengan suara dingin.
"Beberapa hari yang lalu, Yang mulia permaisuri memasuki kawasan hutan sungai xilang dan sekarang para jenderal sedang mencari yang mulia permaisuri tetapi hasilnya tetap saja kami tak bisa merasakan hawa keberadaan permaisuri agung yang mulia"jawab yi tegas.
Yuan hanya terdiam dan menutup matanya, ia dengan cepat memusatkan kekuatannya dan mencari keberadaan so ah tapi hasilnya tetap sama. Ia juga tak bisa merasakan keberadaan wanita itu, hatinya mulai tak tenang.
"Kenapa bisa begini !!!..."batin yuan dingin.
"Kau gantikan posisi ku"perintah yuan dan ia langsung pergi menghilang dengan cepat.
Yuan dengan cepat menuju ke hutan belantara sungai xilang, butuh waktu satu hari penuh tanpa istirahat ia bisa sampai kembali ke wilayah kekaisaran Qi dengan kekuatannya itu. Tanpa memperdulikan apapun, yuan melesat ke hutan itu.
Didepan hutan, yuan merasakan banyak sekali hawa binatang buas didalam kedalaman hutan belantara ini.
Perasaannya mulai bergetar tak menentu mengetahui fakta bahwa wanita ini tengah mengandung anak yang tak ia inginkan keberadaannya. Mengabaikan fakta itu, yuan melihat kesekelilingnya dan mulai memusatkan penglihatannya menelusuri setiap hawa mahluk yang ada di hutan belantara itu tetapi hasilnya selalu nihil tak bisa ia temukan hawa keberadaan so ah.
Kenapa bisa seperti ini !!!... semua hal yang ia lihat bercampur aduk menjadi satu, para mahluk gaib itu berlalu lalang terlihat sangat banyak dan hal itu cukup membuat yuan ingin memusnahkan hutan ini dengan kekuatannya.
Merasa pencariannya tak membuahkan hasil, yuan langsung bergegas melesat masuk kedalam hutan terus dan terus menelusuri hutan dengan pikiran kacau.
Pohon tua yang menjadi pusat hutan mengeluarkan energi misterius yang menyelubungi tubuh so ah hingga wanita itu terus terlelap tidur.
Xuan yang ada didalam tubuh yuan hanya tersenyum sinis melihat kebodohan dari sebagian jiwa kekuatannya ini. Walau terasa sangat samar dirinya tau wanitanya ada di kedalaman hutan ini sedang dilingkupi aura energi yang sangat halus keberadaannya. Tapi kita lihat sejauh mana kemampuan yuan... ck dasar bodoh,pikir xuan sinis.
Hmm.... energi yang sangat kukenal ada disini !!!...pikir xuan yang matanya langsung tersentak terbuka.
Ia langsung tersenyum senang takkala tau dengan energi yang sangat akrab dengannya itu.
Dia bangkit.
Hahaha bukankah keberuntunganku semakin bagus....
Dengan santai xuan mulai memejamkan matanya...
Dia tau energi itu datang kepada so ah....
So ah mati atau tidak itu tergantung bagaimana wanita itu bisa melindungi dirinya sendiri dan anaknya...
Kejam bukan ??!!...
Tidak...
Karena diam-diam tanpa yuan sadari, dirinya sudah memasang sebuah pelindungan ditubuh wanitanya itu.
Ya...
So ah adalah wanitanya...
Tidak ada yang bisa mengambil wanita itu dari sisinya...
Dengan so ah yang lepas dari belenggu emas yang yuan buat untuk melindungi so ah, ia ingin wanita itu bisa melindungi dirinya sendiri.
Karena ada anak yang wanita kandung itu adalah anaknya...
Sekalipun Yuan yang menjadi bagian dari jiwa kekuatannya tapi jiwa kekuatannya itu akan melebur dan hilang karena jiwa kekuatan itu bukanlah sesosok dewa ataupun mahluk lainnya.
Hanya tubuh ini yang memang secara tak sengaja sudah ia persiapkan lebih awal sejak kejadian besar itu begitupun dengan jiwa yuan.
Disatu sisi zheng bai yang ada di dunia bawah dikejutkan dengan laporan bawahannya.
"Apa kau bilang !!!"desis zheng bai.
"Maafkan hamba yang mulia... tetapi hal itu memang bensmar terjadi "jawab bawahannya ketakutan.
"Hamba tidak tau yang mulia... semua orang yang sudah dikerahkan untuk mengikat naga itu tewas tanpa tubuh yang tersisa"jawabnya lagi.
"Brengsekk !!!"desis zheng bai murka.
Kenapa naga hitam penjaga itu bangkit !!... siapa yang berani membangkitkan naga itu ??.. dulu ia berfikir bahwa naga penjaga dunia bawah itu hanyalah sebuah mitos omong kosong dari para leluhurnya. Tetapi ketika ia menerima laporan bahwa naga pelindung yang bersemayam di dunia bawah itu benar-benar ada membuat hatinya yang serakah ingin agar naga itu tunduk padanya.
Hahahaha jika naga itu tunduk padaku, bukankah dunia atas akan terguncang dengan bodohnya...batin zheng bai tersenyum senang.
"Kerahkan semua pasukan untuk mengejar naga itu.... tangkap naga itu dan biarkan ia tunduk"perintah zheng bai mutlak.
"Baik yang mulia"jawab bawahannya dan langsung pergi melaksanakan perintahnya.
So ah yang terbangun dari tidurnya langsung bergegas turun dari atas pohon dan ia langsung berjalan terus menelusuri tumbuhan-tumbuhan liar yang rimbun.
Suara-suara hewan tak ia perdulikan, dirinya terus berjalan tanpa rasa takut. Dengan hanya berbekal satu belati berukuran sedang yang terus ia acungkan untuk berjaga-jaga bila ada hewan buas yang menyerangnya.
Matanya yang sayu menatap tajam sekelilingnya dengan telinga yang mendengarkan setiap suara dengan awas. Satu tangan kirinya memegang perutnya dengan tangan kanan yang mengacungkan belati.
"Aku lelah"batin so ah dan akhirnya ia lebih memilih duduk di sebelah pohon.
"Apakah kau tau dimana jalan menuju ke wilayah manusia ??"tanya so ah lirih pada pohon yang ia sandari itu.
Pohon yang tadinya hanya diam mulai menggerakkan dahan-dahan pohonnya yang mengarahkan so ah pada satu arah. Mata so ah yang tadinya sayu karena lelah langsung bersinar dengan terang.
"Terima kasih pohon"ucap so ah sambil mengelus pohon itu.
So ah perlahan mulai berjalan lagi tetapi ia harus berhenti takkala melihat tumbuhan yanh amat sangat rimbun didepannya. Melihat belatinya dan tumbuhan-tumbuhan didepannya dengan bergantian kemudian ia menghela nafas dan langsung menaruh belatinya di paha kanannya.
"Bukalah jalan untukku"ucap so ah lirih.
Seakan mengerti dengan perkataan so ah tumbuhan itu langsung membuat jalan lurus membentuk terowongan untuk so ah.
So ah yang berjalan memikirkan sesuatu yang membuatnya sedikit kebingungan.
Siapa aku ??...
Semua tumbuhan menuruti apa yang aku perintahkan...
Dan sejauh ini tak ada hewan buas yang berusaha menyerangku walaupun suara-suara mereka terdengar amat sangat jelas didepan sana dan juga jejak-jejak kaki mereka yang terlihat disepanjang perjalananku.
Melihat hari yang akan gelap, so ah bergegas naik kesebuah pohon dengan cara yang sama.
"Pohon bisakah kau memberiku buah ??"tanya so ah.
Ya seharian ini ia belum memakan apapun dan tenaga yang ia keluarkan sudah sangat banyak apalagi ditambah dirinya tengah mengandung.
Matanya menatap takjub takkala satu dahan kecil pohon yang ia tempati itu menumbuhkan beberapa apel merah segar matang.
...
...
"Astaga ??!!"batin so ah terperangah.
"Apakah ini kemampuan spesial ??"lanjutnya lagi sambil memetik apel matang itu dan langsung memakannya.
Rasa manis dan asam yang segar segera membasahi indra pengecapnya. So ah yang dengan lahap menghabiskan beberapa apel itu langsung tersenyum bahagia dan mengucapkan terimakasih pada sang pohon.
So ah mengusap-usap perutnya, dan merasakan perasaan hangat yang memancar dari sana.
"Apakah dirimu lelah ??"lirih so ah pada janinnya.
"Anak ku apakah kau tau alam sangat baik kepada kita.... mereka melindungi niang niang"lirih so ah lagi sembari membaringkan tubuhnya yang lelah.
"Besok kita akan melanjutkan perjalan kita ... jadi niang harap dirimu sedikit bersabar sedikit lagi ya"lanjut so ah lirih.
Angin malam yang semilir membuat so ah memejamkan matanya, ia tak perduli udara malam yang dingin dihutan belantara. Yang ia tau ia sangat merasa aman bersama janinnya ini.