
Dai luan yang sudah kembali dari pasar mencari keberadaan so ah disetiap sudut kediaman rumah ini tapi ia tetap tak menemukan dimana wanita itu berada, memutuskan untuk keluar dari rumah yang bertepatan dengan so ah yang baru saja sampai di halaman rumah dengan mata yang melengkung tersenyum padanya dari balikĀ tabir penutup tipis diwajah wanita itu.
"Gege akan kemana lagi ??"tanya so ah pada dai luan. Ia melihat lelaki itu yang sepertinya akan pergi lagi.
"Tidak tidak... aku hanya mencarimu"jawab dai luan singkat.
"Ahaha maafkan aku gege... ada apa mencariku ??"tanya so ah.
"Kau tidak ada disekitaran halaman rumah ini jadi wajar saja aku mencarimu"kata dai luan yang langsung menyuruh so ah masuk kedalam rumah karena hari yang sudah mulai menggelap.
Setelah menghidupkan semua lampu lentera di dalam rumah, dai luan ikut duduk di depan so ah yang kini sedang duduk dikursi santai.
"Apa yang kau beli gege hingga begitu lama ??"tanya so ah pada dai luan dengan penasaran.
"Aku hanya membelikan beberapa kain untuk mu dan calon keponakanku saja"jawab dai luan.
"Kain ?? Mana ??"tanya so ah penasaran.
"Itu"jawab dai luan santai sembari jari telunjuknya yang mengarah di sisi lain rumah.
"Apa itu ??"tanya so ah saat melihat gundukan besar yang memenuhi hampir seluruh tempat itu dan karena bantuan dari sinar rembulan, gundukkan itu hampir terlihat samar-samar.
"Kain"jawab dai luan santai.
"Hah ?!... sebanyak itu ??"ucap so ah dengan suara terkejut, ia langsung berdiri ingin mengecek apakah benar kain yang dai luan beli sebanyak itu. Lantas bagaimana ia membawanya seorang diri ??!..
"Kau mau kemana ??"tanya dai luan.
"Melihat kain-kain itu"jawab so ah polos.
"Sudahlah besok saja... sekarang kau tidur kasihan calon keponakanku jika dirimu tidur terlalu larut"ucap dai luan mengingatkan.
"Ah... iya baiklah terimakasih gege"kata so ah sembari tersenyum.
Dai luan yang melihat punggu wanita mungil itu menghilang dari balik pintu, ia langsung pergi keluar dari rumah. Dirinya sangat penasaran kemana wanita itu pergi, yang ia khawatirkan jika so ah pergi melewati pelindung yang ia buat dan bisa saja mahluk-mahluk buas dari dunia bawah bisa tau keberadaan so ah.
Ia berjalan mengikuti sisa aroma yang so ah tinggalkan disepanjang jalan sampai ia berhenti di sebuah danau dengan satu gazebo kecil yang sudah bersih.
"Sepertinya seharian ini dirinya membersihkan tempat ini"pikir dai luan.
Sejak pertama bertemu wanita yang tengah hamil ditengah pedalaman hutan belantara yang tak bisa di kunjungi manusia biasa itu ada rasa penarasan dihatinya sekaligus ia juga merasa ditarik oleh sesuatu yang secara terus menerus tak bisa ia kendalikan bahkan akal sehatnya sendiri. Sampai sekarang ia masih menyelidiki apa yang membuat dirinya terus tertarik.
Dai luan yang melihat kondisi gazebo ini sedikit tidak layak akhirnya memperbaiki gazebo tersebut dan membuat beberapa tempat yang mungkin dimasa depan dibutuhkan so ah karena mungkin dimasa depan ia tak bisa selalu ada disamping wanita itu.
Setelah membereskan semuanya dan meras bahwa so ah tidak akan kekurangan jika ke tempat ini. Dai luan langsung kembali ke rumah.
Keesokkan paginya so ah langsung pergi melihat kain yang dibelikan dai luan untuknya, walau semalam ia sudah tau bahwa ada gundukan besar ditempat ini ternyata kain-kain ini sangat banyak.
"Astaga gege"ucap so ah takjub sekaligus ngeri, bagaimana ia bisa menjahit sebanyak itu.
"Apa ??"tanya dai luan.
"Sangat banyak"balas so ah kaku.
"Gege akan pergi ??"tanya so ah kaget.
"Ya aku akan mulai mencari dimana keberadaan tuanku dulu so ah mei... maafkan aku"ucap dai luan.
Segalanya berlalu dengan cepat dan besoknya dai luan pergi dari gunung ji untuk terus mencari keberadaan kaisar agung sekaligus tuannya, Xuan.
So ah yang merasa kesepian hanya bisa terdiam melihat kesunyian pekat disekitarnya.
"Hahh tidak apa-apa.... bukankah ada dirimu yang menemani niang ??"ucap so ah sembari tersenyum mengelus perutnya yang sedikit mulai menonjol dari balik pakaian yang ia pakai.
Ia akhirnya memutuskan untuk pergi berjalan ke tempat itu lagi. Ia juga mengingat pesan dai luan yang mengatakan padanya untuk tidak pergi terlalu jauh dari area rumah dan gazebonya dan untungnya dai luan dengan baik hati membuatkannya sebuah jembatan kayu yang langsung mengarah ke kolam teratai itu jadi ia tidak perlu bersusah payah memutar jalan lagi karena jembatan yang dibuat dai luan lebih dekat.
Kain-kain putih yang terpasang menjadi kelambu tipis di tiang-tiang gazebo menutupi bagian dalamnya dari luar itu berterbangan diterpa angin dan samar-samar seseorang bisa melihat bahwa ada seseorang didalam sana.
So ah yang ada didalam gazebo sedang menjahit kain, membuat pakaian untuk dirinya sendiri karena semakin hari perutnya yang mulai sedikit demi sedikit terlihat membesar.
Satu bulan telah berlalu tanpa dirinya sadari ia nyaman menjalani hari-harinya di gunung ji ini. Ia juga bersyukur karena kekuatannya, dirinya tidak harus bersusah payah mencari makanan diatas gunung karena ia bisa menumbuhkannya.
Disisi lain yuan yang sudah mulai putus asa mencari keberadaan so ah, perubahan drastis terjadi pada sikapnya yang semakin mendingin dan kejam. Setiap kali ada peperangan di dunia manusia atau di dunia atas yang mencari para mahluk gaib yang mengacau ingin merusak dunia manusia ia selalu terus ikut serta tanpa berfikir untuk istirahat karena hal itu setiap kali peperangan dirinya selalu membabi buta, membunuh, mencabik dan memusnahkan musuhnya tanpa ampun hingga kadang para prajuritnya yang ada di dunia manusia atau didunia atas menjadi ngeri.
Mereka tau bahwa perubahan yang terjadi pada Qi Rui Wang dan Kaisar dunia atas itu karena kehilangan wangfeinya, tapi apalah daya mereka tak bisa berbuat banyak karena keberadaan wangfei yang seperti hilang ditelan bumi.
"Kau tau dimana so ah berada bukan !!"ucap yuan pada xuan.
"Tidak"jawab xuan santai.
"Apa mau mu !!"ucap yuan tajam.
"Tidak ada hahaha aku hanya ingin tubuhku kembali lagi padaku"jawab xuan dingin.
"Persetan dengan tubuhmu... sekarang katakan padaku dimana keberadaan so ah !!!"kata yuan tajam.
"Kenapa kau tanya padaku sedangkan yang membuat ia menjauh adalah dirimu sendiri"ejek xuan sinis pada yuan.
Yuan hanya terdiam tak bisa berkata apapun.
"Bukankah perkataan ku benar eh"ejek xuan lagi.
Disisi lain, zheng bai mulai menyiapkan semua pasukannya didunia bawah. Ia akan menyerang dunia atas dengan pasukannya ini. Mata ambisius yang bernafsu ingib menguasai ketiga dunia ini menjadi gelap penuh dengan keserakahan abadi. Ia juga sudah mendengar dari mata-mata yang ia kirim bahwa sekarang kondisi dari kaisar dunia atas sedang dalam keadaan yang bisa dibilang kacau dan hal itu sudah cukup membuatnya yakin bahwa ia akan menang dalam peperangan kali ini.
Satu persatu pasukan nya ia kirim untuk terus mengacau didunia manusia karena dengan hal itu pikiran dunia atas akan terpecah belah.
Rencana-rencana licik yang ia rencanakan dengan sangat matang diotaknya membuat zheng bai menjadi lebih penuh dengan kesombongan.
Yi yang terus memerintahkan semua pasukan dunia atas untuk membunuh semua monster-monster yang berasal dari dunia bawah, ia menjadi sangat kesal karena seakan tak ada habisnya. Melihat kekacauan yang semakin berantakkan karena para monster itu terus membelah diri, yi yang juga ikut turun tangan sedikit mengernyitkan dahinya melihat para monster dunia bawah yang mundur dan menghilang.
Yi akhirnya menemui yuan dan melaporkan semua yang terjadi padanya dan hanya ada satu jawaban yang ia terima.
"Kita akan perang"ucap yuan dingin dengan mata sebiru lautan pekat yang terlihat berkilat dingin penuh bahaya.