The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 69



Mata yuan terbuka secara perlahan dan ia langsung memperhatikan sekelilingnya, bisa ia rasakan tatapan dari Yi dan bingbing serta hui diarah samping ranjangnya.


"Yuan bagaimana ?? Apakah masih terasa sakit ??"tanya bingbing.


"Tidak... aku sudah mengambil darah baobao"ucap yuan singkat.


"Ahhh syukurlah tapi dimana kita akan mencari darah phonix ??"tanya hui.


"Tidak perlu... dengan darah naga ilahi kuno yang mengalir dipembuluh darahku... aku takkan mati semudah itu"desis yuan yang dengan santainya mendudukkan dirinya.


"Tapi yuan... racun itu takkan sepenuhnya bersih ?! Kau tau sendiri racun ini seakan dibuat untuk kaum immortal !!"ucap bingbing.


Yuan hanya diam mendengar ucapan bingbing. Entah apa yang ia pikirkan, yuan langsung bangkit dari ranjangnya dan langsung mengambil jubah hitamnya.


"Kau mau kemana ?!"tanya bingbing.


"Pergi... so ah"ucap yuan lirih.


Kulitnya yang memang pucat bertambah pucat ketika sinar matahari menerpa dirinya, bibirnya yang pucat kering dengan mukanya yang terlihat tidak baik-baik saja itu berusaha berjalan tapi kemudian sedikit terhuyung jika tidak ditahan Yi.


"Tunggulah beberapa hari lagi"ucap Yi.


"Berapa lama ??... satu hari ?? Berapa minggu dibumi ??... dan sekarang aku ada disini sudah hampir lebih dari dua belas jam... berapa hari disana ?!!... berapa minggu disana ?!!..."desis yuan dingin.


Aku takkan membiarkan bayi itu tumbuh lebih cepat jika aku terus berada didunia atas, sekalipun racun ini menggerogoti tubuhku dan membunuhku, tak apa karena xuan juga akan ikut mati !!!... pikir yuan yang masih saja tetap pada pendiriannya.


Ia memejamkan matanya sejenak menetralkan emosinya dan perlahan melepaskan tangan yi yang menyanggah tubuhnya.


"Sementara dunia atas ku serahkan pada kalian... jangan lupa untuk terus memantau pergerakan dunia bawah !"ucap yuan yang memberikan perintah pada yi.


"Yuan, tunggu... untuk sementara datanglah kepada tetua agung"ucap yi tiba-tiba.


"Baiklah"sahut yuan.


Hui dan BingBing hanya terdiam mendengar ucapan yuan yang sarat akan makna lain. Sebagai salah satu empat penjaga arah mata angin dunia atas, Hui dengan tegas mematuhi perintah yuan begitupun dengan Yi.


Hari berganti hari dan menjadi minggu kemudian berubah menjadi bulan, So ah yang sedang berada di gazebo duduk diam menikmati pemandangan yang ada didepan matanya. Ia tak pernah bosan karena bunga-bunga persik itu selalu bermekaran berkat kekuatannya. Ia juga tak menyangka bahwa dirinya bisa menyembuhkan hewan dan tumbuhan yang sudah mati atau layu, hal itu ia ketahui ketika ia merasa kasihan pada pohon apel yang dalam kondisi sudah mengering, dan seketika itu pohon apel yang tadinya sudah sekarat perlahan langsung tumbuh dan berbunga.


Daripada tinggal di rumah, so ah lebih suka berdiam diri di gazebo kecil ini. Disini ia merasa aman, apalagi dengan kandungannya yang sedikit demi sedikit mulai membesar membuatnya susah untuk berjalan, dari rumah menuju ke gazebo saja membutuhkan waktu yang cukup lama dan untungnya dai luan sebelum pergi dengan baik hati membangunkannya sebuah rumah mungil disamping gazebo ini.


So ah yang duduk dipinggiran kolam dengan kaki putih jejangnya yang ia masukkan kedalam air melihat atas langit malam. Udara dingin menusuk tidak membuat ia mengangkat kakinya dari air dingin, tetapi ketika mengingat ada kehidupan lain di rahimnya, so ah dengan enggan mengangkat kakinya dan kemudian mengelapnya.


"Apakah dingin ??"tanya so ah lirih.


"Maafkan niang... niang hampir terlupa jika dirimu masih ada didalam..."ucap so ah sembari sedikit terkikik lucu.


Ia tau hanya dengan mengelus lembut perutnya, pergerakan yang terasa samar mulai bisa ia rasakan, perlahan hatinya menghangat.


Rambut panjangnya yang sehitam tinta mengalir terurai, pakaian sederhana berwarna putih yang terlihat lembut saat ia pakai dengan nyaman walau sekarang ia sudah berbadan dua tetapi bentuk tubuhnya masih tetap sama malahan aura kecantikkannya bertambah. Kulitnya yang kenyal seperti tahu dan wajahnya yang berseri-seri indah dengan bibir lembut basah alami sewarna bunga persik segar yang bermekaran itu tertutup rapat tanpa suara tapi terlihat melengkung sedih yang samar, matanya yang sayu dengan bulu mata lentik lebar menatap langit malam.


Sepi.


Hampa.


Tidak !!!... so ah menggelengkan kepalanya sedikit keras, ia berusaha mengembalikan pikirannya pada dunia nyata. Ia mengelus perutnya perlahan dan lembut.


Beberapa bulan lagi aku takkan sendiri, bukankah akan ada buah hatiku ?... pikir so ah yang berusaha menghibur diri.


So ah yang tertidur lelap tak tau bahwa yuan sedang menuju kepadanya.


Sedangkan didunia bawah, Zheng Bai yang sedang bersenang-senang dengan para kecantikan langka harus mendengus kesal takkala salah seorang bawahannya mengusik kegiatannya.


"Apa !?"tanya zheng bai dingin.


"Maafkan hamba yang mulia, tetapi kami baru mendapatkan informasi bahwa kaisar dunia atas bertarung dengan naga pelindung dunia bawah"kata pengawal itu takut-takut.


"Apa kau bilang ?!!"bentak zheng bai tak percaya. Cincin-cincin yang ada di rambutnya bergemirincing satu sama lain takkala ia bangkitberdiri dari duduknya.


"Be...benar yang mulia... akan tetapi kami hanya menemukan bekas pertarungan mereka saja dan itu sudah beberapa hari yang lalu"ucap bawahannya.


"Hahaha besok bawa aku kesana"ucap zheng bai tertawa bahagia seakan menemukan harta karun baru.


"Baik yang mulia"ucap pengawal itu yang kemudian langsung mengundurkan dirinya.


"Ada kemungkinan keduanya sama-sama terluka, hahaha jika begini bukankah mereka menggali lubang untuk kuburan mereka sendiri !!!"pikir zheng bai tertawa penuh dengan ambisi dan kesombongan.


"Apakah kau bahagia ??"tanya Ling Zhi tiba-tiba. Ia datang karena mendengar bahwa kaisar dunia atas bertarung dengan naga pelindung dunia bawah yang masih belum ia ketahui bagaimana sosoknya.


"Kenapa kau disini ??"tanya zheng bai sembari mengerutkan keningnya.


"Aku merindukanmuu"desis Ling Zhi yang mendekat kearah zheng bai dengan gerakan sensual dan menggoda.


"Ahahaha dari pertama kita bertemu kau memang tau gaya ku"balas zheng bai yang langsung memeluk pinggang ramping wanita beracun itu.


Bibir ungu Ling zhi mengecup rahang tegas zheng bai dengan ganasnya sampai jemari tangan zheng bai menahan pergerakannya.


"Kenapa ??"tanya Ling Zhi.


"Bagaimana racun yang kuminta ??"tanya Zheng Bai.


"Uhh tenang saja... semua sudah ku buat dan tak ada obat penawarannya"balas Ling Zhi bangga.


"Chen Qi, Cheng Ru, Wan Yao"bisik Zheng Bai.


Tiba-tiba nama-nama yang ia panggil itu datang menghadapnya dan berdiri tepat dihadapannya.


"Salam kami yang mulia"ucap mereka serempak.


"Dimana Chen Qu ?"tanya zheng bai.


"Chen Qu sekarang berada di bekas tempat pertarungan naga pelindung yang mulia"ucap Chen Qi, saudara kembar Chen Qu. Lelaki dengan mata almond itu menunduk penuh hormat pada zheng bai.


"Hahaha bagus seperti yang kukira ia memang selangkah kedepan"ucap zheng bai tertawa.


"Baiklah... besok kalian akan ikut aku untuk melihat apakah ada sesuatu yang tersisa disana"desis zheng bai penuh makna.


"Baik yang mulia..."ucap mereka yang langsung menghilang seakan mereka tak pernah ada ditempat itu.


"Siapa mereka ?"tanya Ling Zhi. Ia bisa merasakan bahwa aura yang dikeluarkan ketiga orang dengan balutan jubah hitam itu terasa pekat akan kegelapan.


"Hahaha mereka anak-anak kesayanganku"desis zheng bai yang langsung menyentuh tubuh yang dibalut pakaian minim itu.