The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 192



So ah membuka matanya, perlahan menyesuaikan kondisi cahaya disekitarnya dan saat tersadar ia tengah berada diruangan asing.


Soah terdiam.


Dimana ini ??...


Apakah ini mimpi ??..


So ah melihat tangannya yang tak lagi tembus transparan seperti roh gentayangan, ia masih belum tersadar sepenuhnya dengan apa yang telah ia alami dialam bawah sadarnya.


Apa yang telah terjadi ??.., pikir so ah linglung.


.


.


.


Xuan ?!


So ah dengan cepat mendudukan dirinya dengan cemas dan khawatir, segala sesuatu yang terjadi di dalam mimpinya terasa sangat nyata, bahkan ia masih bisa merasakannya.


Siapa wanita itu ??... apa hubungan antara kami ??, pikir so ah.


So ah masih belum tersadar sepenuhnya kembali melihat kedua tangannya yang berada diatas selimut tebal yang membalut setengah tubuhnya.


"Ukh"desis so ah pelan saat merasakan kepala terasa sakit seakan dihantam sesuatu yang berat, luapan ingatan dari mimpinya mengalir dengan kacau dan itu lebih dari cukup sangat menyakitkan.


So ah terdiam menahan rasa sakit dikepalanya, ia hanya bisa bersandar pada dinding tempat tidurnya.


"Selamat pagi, yang mulia permaisuri agung"ucap rou shi pada so ah, dayang dari roh spiritual teratai itu memberikan salam penghormatannya pada tuannya, permaisuri agung dunia atas.


"Kau kah itu ??.. rou shi ??"tanya so ah dengan suaranya yang serak.


"Ughh"desis so ah sedikit sakit karena tenggorokkannya terasa sangat kering dan sakit.


Rou shi yang melihat tuannya kesusahan dengan cepat memberikan air minum.


"Uhh... terima kasih"ucap so ah, suaranya sedikit membaik karena rou shi tapi tidak dengan kepalanya yang terasa berat.


"Tidak apa-apa yang mulia, sudah tugas dayang ini..... terima kasih atas kemurahan hati anda yang mulia permaisuri agung"ucap rou shi sembari tersenyum pada tuannya.


So ah balas membalas senyuman dayangnya dan melambaikan tangannya agar rou shi berdiri dan mendekat kearahnya.


"dimana kita sekarang ?"tanya so ah pada rou shi.


"Sekarang, untuk sementara waktu kita berada di gunung utara yang mulia"jawab rou shi.


"Ada sesuatu yang mengejar anda dan saya memutuskan bahwa sementara ditempat ini adalah pilihan yang terbaik"ucap rou shi lagi.


So ah terdiam mendengar ucapan dayangnya.


Sejauh itukah ia sekarang ?!!... apa yang harus ia lakukan ??.., so ah berfikir dan ia kebingungan, ia merasakan memorinya terpecah dan sedikit kusut karena mimpi yang ia alami itu.


Benar !!... roh teratai yang menyerang mereka !!, pikir so ah lagi, ia langsung melihat kearah rou shi dengan pandangan mengamati.


"Ada apa yang mulia ??"tanya rou shi.


"Bagaimana kita bisa lolos dari roh teratai itu ?"tanya so ah.


"Apakah kau tidak apa-apa ??"tanya so ah lagi.


"Anda terjatuh dari tempat suci dan dayang ini diperintahkan weida de baohu long dai untuk melindungi anda yang mulia, dayang ini tidak apa-apa yang mulia, weida de baohu long dai menolong dayang ini"ucap rou shi.


"Weida de baohu long dai ??... ah dai luan ge ?.. kenapa ia memerintahkan mu ??"tanya so ah.


"Weida de baohu long dai tak bisa pergi dari tempat suci karena weida de tianghuang mengikat perjanjian disana"jawab rou shi dan roh teratai itu menjelaskan apa yang telah terjadi.


"Apa maksudnya ?"tanya so ah sedikit kebingungan.


"Weida de bohu long dai telah menerima perintah mutlak dari weida de tianghuang yang mulia permaisuri, dan jika weida de baohu long dai mengingkari perjanjian dan perintah kaisar agung, naga pelindung akan terkena kutukan paling mengerikan bagi para immortal adalah kematian menyakitkan dengan serpihan jiwa inti yang dihancurleburkan hingga tak tersisa lagi untuk kembali berreinkarnasi"ucap rou shi berusaha menjelaskannya kepada so ah.


So ah hanya bisa terdiam mendengar penjelasan rou shi, setidaknya ia sedikit lega karena yao'er dan yue'er ada yang melindungi disana.


"Tempat apa ini ??"tanya so ah pada rou shi.


"Tempat ini adalah lembah utara, yang mulia permasuri"ucap rou shi.


"Lembah utara ?? Kenapa tidak terasa hawa dingin disini ?"tanya so ah.


So ah masih terdiam hingga rou shi pergi mengundurkan dirinya sendiri.


Ia memperhatikan setiap sudut ruangan yang terbuat dari kayu, terasa hangat sekaligus hampa.


Kini, ia harus terpisah dari tiga orang yang berharga baginya.


Dua yang ia yakin mereka akan tetap terlindungi dan aman, satu yang ia khawatirkan setiap saat hingga rasanya setengah mati, tapi pada akhirnya ia harus mencari tahu apa yang tak ia ketahui selama ini.


Cheng rou dengan gesit mengejar aroma samar yang so ah tinggalkan, aroma yang terasa lemah itu tetap bisa menjadi petunjuk baginya.


Cheng rou berhenti di pertengahan jalan, ia tak menemukan sosok yang ia cari.


Ia disesatkan !!!


"Apa-apaan ini ?!!!"desisnya kesal.


"Cih, bedebah busuk !!!... siapa sebenarnya yang membawa wanita itu pergi ?.. atau mungkin wanita itu yang diam-diam melarikan diri ??"pikir cheng rou kesal.


"Jika iya wanita itu melarikan diri hahahahaha hebat hebat sekali aku bisa terkecoh !!"desisnya lagi.


Disisi lain, yuan kini tengah berada didaratan kekaisarannya.


Dari atas puncak menara utama istana kekaisaran dunia atas, ia melihat sebagian daratan istana ini hangus terbakar api merah milik naga pelindung dunia bawah.


Disisi lain daratan kekaisaran, daratan lain yang ditempati oleh rakyatnya juga ikut terkena imbas dari hujan api yang telah naga pelindung itu buat.


Bedebah !!..., desis yuan dingin.


Ia dalam diam mendengarkan setiap ucapan antara yi dan bingbing dan pada akhirnya ia harus mengernyitkan dahinya saat suara long dan zhe ze yang beradu ucapan.


Suara berisik membuat ia kembali kehilangan fokusnya, dan dirinya hanya bisa berdecak kesal.


"Hui, long"desis yuan dingin memanggil dua jenderal tertinggi kekaisaran dunia atas sekaligus pemimpin klan itu untuk datang ke hadapannya.


Disisi lain, Hui dan Long terdiam. Mereka memandang satu sama lain dan mengangguk.


"Ada apa ??"tanya bingbing pada keduanya, ia mulai khawatir.


"Kaisar agung memanggil kami"ucap hui pada istrinya.


Bingbing terdiam.


Ia tak tahu harus berkata kepada suaminya bahwa mereka harus berhati-hati pada sosok yuan sekarang ini. Sosok yang mereka kenal kini telah hampir berubah menjadi kaisar tiran kejam.


"Baiklah, hati-hati"ucap bingbing.


Hui dan long langsung pergi melesat kembali menuju ke istana kekaisaran dunia atas.


Ruangan itu hening saat hui dan long pergi, bingbing menatap yi dengan pandangan sedikit goyah dan yi hanya memberikan anggukannya agar bingbing sedikit tenang.


"Luka ku sedikit lagi hampir sembuh, besok aku akan turun kedunia manusia untuk mencari tikus kecil itu"ucap yi pada bingbing.


"En, aku akan menyiapkan semua persiapan kita berdua"sahut bingbing mengangguk pada yi.


Zhe ze yang hanya diam tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan langsung tersentak kaget mendengar bahwa jie jienya yang tak pernah sekalipun menginjakkan kaki kedunia manusia itu sekarang sangat ingin pergi ketempat itu.


"Jie jie, bolehkan aku ikut ??"tanya zhe ze dengan suara manjanya.


"Tidak !... ini bukan urusan anak kecil jadi jangan ikuti kami"ucap bingbing sadis.


"Jie jieee"sahut zhe ze merengut kesal.


"Aku akan tetap ikut"ucap zhe ze lagi.


Bingbing memandang tajam pewaris dari klan vermillion itu yang hanya tersenyum bodoh padanya.


"Ck, bisakah kau menuruti ucapan jie jie mu"ucap bingbing sembari menghela nafasnya.


"Tidak, aku sangat ingin pergi"sahut zhe ze.


Bingbing melirik yi dan hanya disambut tatapan kosong dari lelaki dingin itu, dan ia hanya bisa menghela nafas dua kali lebih berat.


Sejak kapan ada dua bayi besar disini ?!! Tidak tidak !!... tapi kenapa aku mengurusi bayi-bayi besar yang sangat menyebalkan ini, cih... hanya bayi kecilku hui lan yang paling lucu,  pikir bingbing penuh kasih sayang saat mengingat anaknya dan ia menggelengkan kepalanya saat kembali melihat dua sosok disekitarnya itu.


Ia berdiri dan kemudian pergi keluar dari dalam ruangan yang telah ia siapkan untuk yi.