The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 168



"Apa yang kau katakan ??"tanya yuan.


"Benar, yang mulia... kami mengejar sosok itu bersama dengan jenderal Yi"ucap hui.


Long memelotot saat mendengar suara hui, "ck, pembohong bukankah tadi dia yang mengejar yi, tapi itu sama saja kami ikut mengejar sosok itu..."decak long dalam hatinya merasa terhina karena tidak sanggup mengejar yi.


"Apa kau merasakan kekuatan spiritual milik mahluk itu ??"tanya yuan.


"Tidak yang mulia tetapi energi spiritualnya tidak segelap seperti yang dikatakan long itu lebih ke energi spiritual tumbuhan"ucap yi.


Yuan terdiam mendengarnya.


Jika ada energi spiritual tumbuhan bisa dipastikan bahwa itu adalah roh spiritual. tapi, kenapa roh lemah bisa dengan mudah keluar dari tempat suci itu.


"Yi, bawakan seluruh buku kuno yang berkaitan dengan tempat suci"ucap yuan.


"Maafkan hamba yang mulia, tetapi semua buku kuno tentang tempat suci tidak ada didalam perpustakaan kekaisaran"jawab yi.


"Apa yang kau maksud ??"tanya yuan.


"Semua tentang tempat itu tidak tersedia di buku kuno manapun"jawab yi.


"Bisa dipastikan tempat itu hanyalah rumor yang mulia"ucap yi lagi.


"Tunggu... tunggu... itu bukan rumor bodoh"sahut long kesal.


"Dan apakah kau tau seperti apa tempat suci heh"desis yi kesal.


"Diam"desis yuan dingin.


Keduanya langsung terdiam dan kembali serius.


"Katakan, long... apa yang kau ketahui"ucap yuan.


"Di tempat suci dulu berisi para roh tumbuhan kuno yang telah disegel oleh weida de tianghuang, mereka tak bisa kembali hidup karena segel itu masih mengunci tempat suci tetapi jika apa yang aku rasakan itu benar bisa jadi kini tempat suci sudah kembali, tapi mereka tidak melakukan aktivitas normal"ucap long.


"Jika mereka melakukan aktivitas normal, tentu saja dari istana ini kita bisa ikut merasakan hawa kehidupan dari sana"ucap long lagi.


"Tunggu, jika begitu yang kau rasakan waktu itu apa ??"tanya hui.


"Entahlah, aku juga tidak mengetahuinya"jawab long.


Yuan diam mendengar ucapan long. Jika memang benar tempat suci bisa dimasuki kembali tapi kenapa saat ia mencoba memasuki tempat itu, ia tidak bisa. seakan ada dinding penghalang yang dipasang di sana sangat kuat.


Tunggu !!!...


Dinding penghalang ?!!...


Ya, benar...


Bisa jadi ada sebuah penghalang besar disana, dan mungkin saja mahluk yang berada didalam penghalang itu bisa keluar dari sana tapi bukan berarti ia bisa masuk kembali sesuka hati mereka.


Ia harus mengejar mahluk itu.


Ia harus tahu apa yang terjadi diatas sana.


Dan mungkin saja ia bisa menemukan so ah disana.


"Yi, bawa pasukanmu dan cari roh itu sekarang juga !!"desak yuan.


"Baik, yang mulia"sahut yi.


***


"Apa yang kalian lakukan hingga tahanan itu lepas !!!"ucap dai luan murka kepada dua penjaga yang ditugaskan untuk menjaga keempat arah mata angin tempat suci ini.


Ia merasakan bahwa tabir sedikit goyah, berfikir jika mungkin saja so ah yang keluar dari dalam tabir dan kemudian jatuh kebawah. Pikirannya sudah ketakutan tapi ia sedikit tenang saat tahu bahwa so ah masih tetap dipaviliunnya, dan pikirannya langsung tertuju pada penjara bawah air.


Rou chi keluar dan lolos.


"Katakan !!!"desis dai luan dingin.


Semua mahluk yang berada ditempat itu ketakutan saat melihat naga pelindung agung. Para roh spiritual saling memandang satu sama lain dan panik, mereka juga saling membaca isi hati sesama roh tumbuhan hingga udara spiritual disekitar mereka kacau, dai luan dengan kesal menarik seluruh kekuatan spiritual milik roh spiritual dihadapannya ini dan menyimapnnya ditabung kaca.


"Maafkan... maafkan kami weida de baohu long dai"ucap mereka ketakutan.


Dai luan dalam keheningan yang menakutkan tetap diam dengan tatapan tajam.


"Kena kau !!"desisnya tajam.


Ia dengan kejam menarik dua roh spiritual teratai. Diantara semua roh yang panik hanya mereka yang berwajah pias pucat serta ketakutan. Dai luan juga bisa merasakan aura kebencian dengan jelas disana, tak bercampur lagi dengan aura spiritual yang kacau tadi.


"Akh..."ucap kedua roh teratai itu kesakitan saat dai luan menarik keduanya dengan sulur beracun.


"Ampunii kami, weida de baohu long"


"Ampuniii kamiiiii"ucap keduanya, tersiksa karena siksaan dai luan.


"Apakah aku mengizinkan kalian bertindak semaunya !!"desis dai luan tajam.


"Tidakk.... ini... ini salah kami yang muliaa"sahut keduanya semakin ketakutan.


Dai luan mengeratkan cengkeraman dua sulur tanaman spiritual kuno yang beracun dileher mereka, ia mengikatnya dengan kuat hingga terdengar suara tulang patah dan tubuh dua roh spiritual yang ambruk terjatuh tanpa nyawa.


"ini yang akan kalian terima jika kejadian ini terulang kembali... sekarang hidup kalian adalah milik permaisuri agung"desis dai luan dingin, memperingatkan.


"Jika kalian tidak ingin mengakui permaisuri agung sebagai permaisuri dari weida de tianghuang, neraka adalah tempat yang baik untuk membusukkan tubuh kalian !!"desis dai luan lagi.


"Perketat keamanan disini, dan jangan membuat banyak aktivitas hingga istana kekaisaran tahu akan keberadaan kalian... semuanya harus tetap seperti semula"perintah dai luan dingin, ia dengan aura gelap pergi meninggalkan para roh spritual yang ketakutan.


Didalam hati para roh spitiual itu memarahi kedua mayat roh spiritual teratai, jika bukan karena kedua roh bodoh itu mungkin setengah dari setengah kekuatan spritual mereka takkan ditahan oleh weida de baohu long dai dan juga leher mereka tidak akan diikat dengan tali spiritual ini.


Sangat tidak nyaman.


Mereka menatap penuh kebencian pada dua mayat roh teratai itu dan kemudian pergi.


"Ge ge"panggil so ah saat ia melihat sosok dai luan yang melewati paviliunnya.


Dai luan langsung menoleh dan melihat kearah mei meinya yang kini tengah berada di jendela kamarnya bersama dengan yue er.


Ohh jangan lagi, ia sudah berkeringat dingin.


Ia beberapa hari ini sengaja menghindari kontak dengan so ah karena ia tak ingin bertemu dengan belahan jiwanya walau disisi lain hatinya sangat-sangat ingin melihat mahluk mungil itu. Tapi, ia merasa berdosa jika harus melihat mahluk kecil itu. Alhasil ia harus menahan diri dengan bermeditasi didalam paviliunnya sendiri yang juga baru ia bangun.


Dai luan dengan terpaksa datang kepavoliun milik so ah, ia berjalan memasuki paviliun milik so ah dan disambut oleh rou shi dan rou shu.


"Selamat datang weida de baohu long dai"ucap rou shi san rou shu sopan.


Dai luan menganggukkan kepalanya.


"Ge ge"sapa so ah, ia kini tengah menimang-nimang yue er yang terlelap digendongannya.


Balita bertubuh montok itu kini tengah terlelap damai. kepala mungilnya yang menggantung disisi bahu so ah dengan mulut kecilnya yang menghisap salah satu jari tangannya.


"Apakah tidak berat mei mei"tanya dao luan pelan, ia mengantisipasi jika mahluk mungil itu bangun dan mengagetkannya. Tapi, ia sedikit lupa akan fakta lain kenapa ia menghindari so ah.


"Tidak, gege..."sahut so ah lembut.


Hening.


"Ge ge, bolehkan aku pergi sebentar dari tempat ini ??"tanya so ah hati-hati.


"aku ingin mencari suamiku gege"ucap so ah lagi.


Dai luan mematung saat so ah mengatakan hal itu lagi. Apa yang harus ia katakan kali ini ??!!...