
"Aduhhh", ucap so ah kesakitan. Sekali lagi, ia berusaha untuk menarik sulur batang pohon raksasa yang berada dibawahnya dan setelah berusaha keras akhirnya ia berhasil menarik batang-batang kayu disekelilingnya.
Batang pohon raksasa yang dengan cepat menumbuhkan banyak sulur, terlihat lembut lentur tapi keras mulai tumbuh naik keatas mengejar kaki burung yang mencengkeram tubuh soah.
Getaran besar kembali terdengar saat sulur-sulur raksasa bergerak hidup mengejar burung raksasa, semua hewan buas yang berada tepat dibawah pohon besar buatan so ah harus mati mengenaskan karena tak bisa menghindari benturan keras antar sulur yang hidup dan bergerak liar mengejar burung raksasa itu.
"Ughh", desis so ah merasakan ngilu saat cengkeram ditubuhnya semakin erat.
Dimana rou shi ??..., pikir so ah saat gerombolan mahluk buas dibawahnya mulai sedikit berkurang drastis. ia juga bergidik ngeri melihat hal yang telah ia lalukan dibawah sana.
"ugh", desis so ah.
Dirinya mulai meringis kesakitan ketika cengkeraman pada tubuhnya semakin keras, burung raksasa yang tengah mengcengkeramnya ini mulai merasakan bahaya besar karena sulur-sulur liar yang terus mengejarnya tanpa henti.
Disisi lain, rou shi tercengang saat melihat jauh didepan sana, burung raksasa yang mencengkeram tubuhnya ini berusaha untuk melarikan diri dari pohon-pohon yang mendadak tumbuh ini. Tubuhnya sendiri telah terombang-ambing karena berusaha mengejar kecepatan dari mahluk raksasa diatasnya, ia hampir mengeluarkan isi perutnya.
rou shi berusaha menyadarkan dirinya sendiri dan bertahan yang terpenting sekarang, dayang ini harus bisa menyelamatkan permaisuri agung !!!, pikir rou shi cepat.
Sedangkan itu, Yi, Hui dan bingbing yang telah ditinggalkan cheng rou kini berada didalam ruang spiritual milik zhe ze, mereka baru menyadari sosok lain di samping mereka.
"Bedebah !!!... jika aku tahu dimasa depan wanita tak tahu malu itu akan berbuat seperti ini, demi dewa dan atas nama kaisar agung aku akan memenggal kepalanya terlebih dahulu !!!", ucap hui yang terus menyumpahserapahi cheng rou. Ia terus mendecih kasar ditengah rasa kesalnya hingga ia terdiam karena menyadari suasana aneh diantara mereka.
"Hihihihi, gege apakah ini takdir ??"tanya seseorang yang tertawa senang.
Hening.
Keheningan menyelimuti setiap sudut ruang spiritual itu, danmereka menatap kesatu sudut ruang spiritual yang sedikit gelap.
Cheng rou berada disana !!!...
Wanita itu duduk diatas kursi kebesaran klan vermilion yang diwariskan para leluhur pemimpin klan vermillion kepada darah suci pewaris klan mereka.
Hui langsung melihat kearah zhe ze yang hanya terdiam lesu.
Siapa itu ??!!... Sosok yang berdiri tak jauh dari cheng rou ??!...
Long !!...
Kenapa long bisa berada disini ??!!...
Apa yang tengah terjadi ??!!..
Ketika Hui menatap Yi dan istrinya, mereka tak memberikan jawaban padanya. hingga getaran besar dari luar dimensi menyadarkan mereka.
BUMMM...
BUMMM...
KRAKK...
Ledakan-ledakan besar kembali membuat ruang dimensi yang berada didalam tubuh burung milik zhe ze sedikit goyah dan bergetar.
"Sangat hebat... aku suka", desis cheng rou santai.
"Kenapa kalian semua diam ??... bukankah ini pertemuan keluarga yang sangat berkesan... ah satu lagi bukankah kita harus mengundang kaisar agung, Long ??", tanya cheng rou santai.
Diam.
Long hanya diam, ia tak menjawab pertanyaan cheng rou padanya, terlihat dari matanya yang dingin.
Cheng rou yang merasakan bahwa mahluk yang tengah ia tanyai itu tak memberikan respon yang baik, ia dengan santainya mengeluarkan rantai-rantai hitam dari ruang hampa dan langsung mengikat keras tubuh long.
"Tidakk !!!..... jie jie, long tak bersalah... jie jie ampuni long kumohon ampunii", ucap zhe ze panik.
Sedangkan itu, long hanya berdiri diam seperti patung dan tak bergerak seincipun dari tempatnya.
"Hahaha... mei mei... kenapa kau menangis ??", tanya cheng rou sedih.
"Hiks... hiks.. kumohon jie jie... jangan bunuh long... kumohon... apapun.. apapun akan aku lakukan jika kau mau aku bisa membunuh siapapun sekarang !!!", ucap zhe ze kacau.
Hui, Bingbing dan Yi yang mendengar ucapan zhe ze tersentak kaget.
"Zhe ze !!!... dimana akal sehatmu !!!", bentak bingbing tak percaya.
"Diam !!!... kalian diam !!!...", bentak zhe ze.
Cheng rou tersenyum bahagia.
Yi yang menyipitkan mata melihat senyum bahagia milik cheng rou yang penuh dengan kelicikan biadab disana, ia merasa yang mereka hadapi kini bukanlah jiwa asli dari pemilik tubuh.
Dai luan yang terus menebas liar hewan-hewan buas disekelilingnya, ia berusaha untuk lebih cepat sampai ke lembah utara. Saat matanya menatap kearah dimana para manusia tinggal, matanya menyipit tajam.
Bedebah busuk, desis dai luan dingin.
Ia melemparkan sesuatu keatas langit dan diatas langit terlihat empat cahaya yang berbentuk bola melesat kearah empat penjuru arah mata angin, dan salah satunya menuju ke tempat dimana para hewan buas dan monster yang dilepaskan dari dunia bawah untuk menyerang wilayah manusia. Bola cahaya itu dengan cepat berubah menjadi formasi yang membentuk benteng spiritual melindungi wilayah utara.
Penduduk dan prajurit yang tadinya ketakutan karena hewan-hewan buas terus menerus bertambah semakin banyak dikejutkan dengan gelombang besar energi aneh yang secara tiba-tiba datang.
"Apa itu ??", tanya salah seorang prajurit.
"Lihat ukiran ituuu.... cepat masuk kedalam !!!!... lari secepat mungkinnnn !!!!", teriak salah seorang prajurit lainnya dari atas benteng pertahan mereka.
"Dewi kehidupan kembali melindungi tanah iniii", ucap para penduduk penuh dengan suka cita.
"Roh jahat, akan segera pergiiii", teriak mereka girang.
"Kitaa dilindungiii...", teriak mereka lagi.
Sorak sorai kegembiraan terdengar dari wilayah kerajaan utara yang dilindungi benteng besar spiritual yang dai luan lemparkan.
Sampai tiba waktunya, benteng itu harus bertahan, pikir dai luan.
Jika bukan karena weida de tianghuang yang mempunyai pemikirannya sendiri dan memberikan bola cahaya itu kepadanya, mungkin saja dai luan sedikit kewalahan. Pada awalnya, dai luan sedikit bingung dengan pemberian kaisar agungnya. Tapi, ia tetap menerima karena ia tahu kemungkinan besar benda itu akan sangat berguna. Dan yang mengganjal hatinya kini saat ia membaca pesan rou shi saat ia sampai di lembah utara.
SO AH TAK BERADA DI LEMBAH SUCI UTARA !!!!....
Bajingan busuk mana yang berani menginjakkan kaki ditempat inii !!!!....
Ekspresi dai luan berubah drastis, tapi ekspresinya kemudian berubah tegang.
Siapapun bedebah itu, ia akan memberi pelajaran dikemudian hari !!!...
"Ugh", desis so ah.
Darah yang keluar dari luka goresan-goresan kasar ditubuhnya mulai mengering karena angin kecang tapi kembali harus terbuka saat burung yang mencengkeramnya itu sedikit goyah.
Kesempatan !!!..., Pikir so ah yang berusaha menarik keras sulur miliknya. Dan....
BUMM...
BUMMM...
KRAKKK...
KRATAKK...
Tubuh burung raksasa itu terlilit sulur raksasa miliknya, so ah meremat tangannya seolah-olah itu menggunakan tangannya ini untuk meremat burung kejam raksasa itu.
Kkaakkk...
Kkkakkk... kkaakk...
Kkkyakkk...
Suara nyaring yang berderak satu sama laim terdengar keras saat tubuh burung spiritual yang tengah mencengkeramnya ini bertabrakan dengan pohon-pohon besar di bawah lereng gunung.
"Ughh", desis so ah yang merasakan kesakitan ditubuhnya karena ikut bertabrakan keras dengan benda-benda disekelilingnya.
Ggrrrr....
Krakk...
Brukk....
"Tidak, kumohon !!!... aku harus tetap sadar dan melarikan diri", pikir so ah yang mulai panik karena tubuhnya mulai melemah dan hilang kesadaran.