
"Apakah mereka terluka sangat parah ??"tanya so ah yang kasihan melihat kondisi sosok-sosok didepannya.
Kini, rou shi telah membaringkan keempat sosok immortal itu didalam salah satu bilik besar didalam paviliun lembah dengan bantuan sulur teratainya.
"Hamba akan mengurus mereka yang mulia permaisuri, anda bisa menyerahkan tugas itu kepada hamba"ucap rou shi sopan.
"Tidak... tidak... aku akan ikut membantumu"sahut so ah cepat.
Akhirnya setelah sedikit perdebatan dengan dayangnya, so ah dengan santai menyalahgunakan perintahnya dan rou shi hanya bisa menurut pada perintah tuannya.
Rou shi dengan enggan dan berat hati membiarkan tuannya merawat kedua mahluk immortal lainnya.
Disisi ruangan lain, Bing bing dan zhe ze ditempatkan didua tempat tidur yang berbeda setelah sebelumnya dengan bantuan rou shi pakaian keduanya yang sudah tidak layak lagi dipakai dibuang dan diganti dengan pakaian baru.
Dalam keheningan so ah membersihkan luka-luka ringan yang berada di tubuh zhe ze dan bingbing secara bergantian. Setelah membersihkan luka keduanya dan membalut luka mereka, so ah menatap kearah jendela.
Gelap.
Langit mulai gelap.
Ia berjalan perlahan keluar dari dalam ruangan, udara malam sedikit menghembuskan angin dinginnya menerpa tubuh mungil so ah.
Hanfu hitam sepekat malamnya sedikit terbang ringan tersentuh angin malam, ia berhenti dibawah pohon persik dengan batangnya yang besar, terlihat pohon ini tertanam jauh lebih dulu daripada pohon lainnya.
Kelopak-kelopak merah jambu memenuhi rumput hijau disekeliling pohon yang hanya tumbuh sendiri tepat disamping paviliun lembah ini.
Tak ada kehidupan ditempat ini, tapi segala sesuatu tertata dengan baik hanya bagian dalam paviliun saja yang mungkin sedikit berdebu.
Kenapa xuan memilih tempat ini sebagai tempat favoritnya ??...
Adakah memori kenangan yang tersimpan rapi ditempat ini ??...
So ah menyandarkan punggungnya dibatang pohon persik tua itu. Ia menatap langit malam yang bahkan tidak ada bintang malam ini.
Apakah akan turun hujan ??, pikir so ah.
"hahh..."desah so ah berat.
Dua bibir merah alami itu terlihat menghembuskan nafas berat, hidung mancung mungilnya mengerut merah karena udara malam yang semakin dingin. So ah berdiri dari duduknya dan kembali berjalan-jalan disekitar paviliun lembah utara. Ia tak takut tersesat karena cahaya kunang-kunang dan juga cahaya lentera misterius yang mengeluarkan pendaran api merah terang hingga ujung di jalan sana ia bisa melihatnya.
Apakah tempat ini begitu istimewa bagi xuan ??, pikir so ah lagi.
So ah melihat jembatan batu yang melengkung di ujung jalan yang ia tapaki ini, tubuhnya dengan alami bergerak kearah jembatan itu.
Gazebo ?..
Ya, dihadapannya ini terdapat satu gazebo yang sama persis seperti gazebo yang berada didunia atas atau lebih tepatnya tempat suci kekaisaran dunia atas.
So ah berjalan masuk kedalam gazebo itu, dan ia langsung tercenga melihat pemandangan malam dari gezebo itu.
Pendaran cahaya dari kerajaan utara ia bisa melihatnya, rumah-rumah di pusat kerajaan utara yang hidup bagaikan cahaya kunang-kunang yang berterbangan dan tak jauh dari sana ia melihat desa-desa kerajaan utara, terlihat sama makmurnya seperti kerajaan utara. Ditengah kedinginan yang membeku itu, ada kehangatan besar disetiap rumah.
Indah.
Lama so ah melihat pemandangan itu dari gazebonya, ia terduduk dan menyandarkan kepalanya ditiang gazebo. Bahu kecilnya dalam balutan hanfu hitam menyatu dengan gelapnya malam, rambut panjangnya yang tersanggul rapi kini telah ia buka karena panjangnya rambut milik so ah hingga tubuhnya sendiri tertutupi rambut panjangnya.
"Mungkin aku harus memotong sedikit rambut ini"pikir so ah saat melihat rambut hitamnya.
"Atau mungkin tidak ??"pikirnya lagi, dan ia kembali menyandarkan kepalanya ditiang gazebo.
"Kenapa lembah ini terasa lebih menenangkan, tapi disisi lain aku merasa kesepian.. apakah ini yang kau rasakan ???", tanya so ah pada udara kosong.
Istana kekaisaran dunia atas bagian barat telah hancur karena serangan naga pelindung dunia bawah dan sekarang bagian utara telah yuan hancurkan dengan energi spiritualnya sendiri.
Long yang yuan berikan sebuah perintah, kini tengah berada didaratan tempat dimana rakyat dunia atas tinggal.
Long dengan pandangan mata kosong terlihat kembali menambahkan lapisan demi lapisan tabir besar yang mengurung mahluk-mahluk dari dunia atas.
Bumm....
Bummm...
Bummm...
Brakkk...
Semua kekuatan spiritual milik rakyat dunia atas terutama para pemimpin klan yang ikut dikurung bersatu ingin memecahkan tabir pengurung itu.
"Kau anjing kaisar !!!! Kembalikan kehidupan cucuku... membusuklah dineraka !!!" bentak seorang nenek tua pada long.
Nenek itu terlihat marah atas tindakan long, dengan mata melotot marah ia menyumpah serapah dari dalam tabir pengurung itu. Pandangan long masih tetap kosong, ia dan semua kekaisaran masih dalam kendali kaisar agung hingga ledakan kekuatan spiritual menyadarkan long dan ia mendengar ucapan nenek tua itu yang penuh amarah padanya.
Nenek tua roh bunga yang menjual ramuan itu, ia tahu bahwa wanita tua itu mempunyai seorang cucu laki-laki dan ia yang telah menangkap cucu nenek itu hingga yuan mengambil inti spiritual kehidupan anak lelaki itu.
Long terdiam kaku, pikirannya seakan meledak hingga akhirnya kesadarannya kembali diambil paksa oleh sesuatu.
Yuan mengerang kesakitan saat setengah energi spiritualnya kembali bergerak liar, ia menggeram penuh rasa sakit sekaligus amarah. Yuan memejamkan matanya, ia menarik nafasnya dengan berat dan kemudian membuka matanya kembali, dengan bantuan dari seluruh pasukan yang ia buat sebagai boneka hidup, energi spiritualnya sedikit mulai stabil.
Pupil mata yang tadinya sehitam malam kini telah berganti menjadi sebiru lautan, tapi hanya satu mata.
Yuan bisa merasakannya, ada sesuatu yang perlahan mulai hilang dari tubuhnya.
Sisi logikanya terlihat mulai terkikis sedikit demi sedikit, ia berusaha menahannya.
Yuan berjalan keluar dari dalam paviliun naga miliknya dan saat ia melihat kondisi disekililingnya, ia sedikit bisa menebak bahwa itu semua adalah ulahnya.
Hancur.
Sebagian dari daratan yang terbang dikekaisaran dunia atas hancur, perlahan yuan kembali membangun daratan yang hancur itu dengan kekuatan spiritualnya. Ia sedikit berfikir saat melihat tabir pengekang yang ia yakini adalah buatannya dan buatan long di sekitar daratan dimana semua rakyatnya tinggal. Ia tetap membiarkan tabir pengekang yang mengurung semua mahluk disana.
Itu cara yang terbaik yang bisa aku lakukan, pikir yuan dingin.
Setelah memperbaiki semua kerusakan yang terjadi, ia kembali melihat danau besar istananya yang kini telah penuh dengan lubang besar menganga, saat yuan akan memperbaiki daratan istana dunia atas seteguk darah hitam keluar dari dalam mulutnya.
Hal yang sama kembali lagi terjadi saat ia akan membebaskan semua prajuritnya dari kekuatannya, dan yuan melihat dingin sekelilingnya dengan pandangan yang tak terbaca.
"Ugh"desis yuan.
Yuan terdiam, dan berdiri diatas puncak menara kekaisarannya. Ia menatap tempat suci dengan pandangan dalam. Akhirnya yuan memilih kembali masuk kedalam paviliunnya, ia duduk diam dan masuk kedalam ruang dimensinya.
Tak ada apapun didalam ruang dimensinya.
Ia tak lagi melihat jiwa xuan.
Dimana jiwa lelaki bedebah itu !!!!...