The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 87



BingBing yang setiap hari terus datang kekekaisaran dunia atas untuk mendetoksinifikasi racun ditubuh yuan harus menahan emosinya takkala mendapat laporan dari para pengawal bahwa wanita yang beberapa hari lalu datang kembali memaksa untuk menemui yuan.


Ia yang sudah sangat jengah karena wanita dungu itu tetap tak mengidahkan ancamannya dan ia juga sedikit menyimpan dendam karena ucapan wanita tanpa otak itu.


"Kalian... jika ada yang meloloskan wanita dari klan duyung itu untuk mendekati yang mulia kaisar agung... habis !"ucap bingbing memberi perintah dengan muka sadis.


"Sayang, ada apa ??"tanya Hui bingung melihat tingkah istrinya.


"Tidak ada apa-apa... ayo temani aku mencari ramuan langka"ucap bingbing dengan nada anggun penuh kasih sayang.


Hui hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah istrinya yang sering berubah-ubah itu, kadang ia juga takut jika sewaktu-waktu dirinya yang menjadi sasaran ganas wanita harimau itu yang tak lain tak bukan adalah istrinya sendiri walau kadang ia bersyukur bahwa istrinya juga tipe wanita anggun diwaktu tertentu.


Atau mungkin orang ini menyinggung perasaan bingbing ?..


Entahlah, semoga saja orang itu selamat..


Lie Li Shi yang tetap keras kepala untuk menemui yuan akhirnya menyuap beberapa pelayan dengan energi spiritual roh tanaman.


Energi spiritual roh tanaman itu sangat diperlukan tubuh mereka apalagi para pengawal karena bisa menambah kekuatan dan stamina mereka walaupun tidak banyak tetap saja berharga. Ia juga mendapat informasi bahwa wanita yang entah siapa itu karena para pengawal tak berani membicarakannya tidak ada ditempat, Lie Li Shi berfikir bahwa wanita itu hanyalah wanita hina yang sedang dibutuhkan kaisar agung saja sehingga wanita itu mendapat hak khusus dari kaisar dan tidak mungkin juga sebagai pemimpin klan karena pakaiannya terlihat sangat buruk dan menjijikan.


Dan untuk kedua kalinya Lie Li Shi berhasil menginjakkan kakinya datang ketaman kekaisaran agung.


Ia melihat yuan dari kejauhan yang terlihat sedang tidur digazebo, melihat ada peluang besar didepan matanya ia dengan percaya diri datang menghampiri gazebo yang ditempati yuan.


"Ck"desis yuan kesal, ia yang masih memangku dagunya dengan malas membuka matanya dan bisa ia lihat ada seorang wanita yang entah itu siapa tepat didepan matanya.


Yuan menatap Lie Li Shi dengan malas.


"Maafkan gadis ini karena mengganggu ketenangan anda yang mulia kaisar agung"ucap Lie Li Shi dengan suara lembut.


"Katakan"ucap yuan datar tanpa basa basi.


"A..aku.. ahh maa..maaf hamba disini ingin mengantarkan ramuan herbal yang dikirimkan ayahanda untuk anda yang mulia tetapi tidak bisa karena waktu itu ada wanita tak tahu sopan santun yang mengusir hamba"ucap Lie Li Shi dengan nada yang merasa diperlakukan salah, ia juga berharap bahwa kaisar agung masih mengingatnya.


Yuan hanya diam tak menjawab sepatah katapun, ia juga tak menyuruh lie li shi untuk berdiri dari duduk penghormatan untuknya dan membiarkan wanita itu tetap diluar gazebonya.


Lie Li Shi yang menunggu respon dari yuan tapi tidak mendapatkan respon apapun hanya bisa diam, berusaha meneguhkan hatinya dan berharap kaisar agung akan luluh karena keteguhan hatinya tapi hal itu nihil hingga ia merasa kakinya terasa kering dan kaku, tubuhnya juga sedikit merasa dingin karena terpaan angin dingin sore.


"yuan gege..."sapa zhe ze yang berjalan dengan senang kearah yuan.


"Siapa lagi ini !!!"desis lie li dalam hatinya, ia melirik wajah zhe ze yang terlihat cantik itu dengan pandangan geram.


Wajah yang dimiliki sosok yang sudah duduk itu bukan kecantikan lemah ataupun kecantikan yang bisa meruntuhkan sebuah kekaisaran melainkan kecantikan seorang wanita tegas dan berani dengan semangat pahlawan dalam sebuah pertempuran.


Zhe ze yang memang tidak peka dengan sekelilingnya hanya mengacuhkan keberadaan lie li, sedangkan Long Feiyi yang mengikuti zhe ze juga mengabaikan keberadaan lie li.


"Gege... jiejie menitipkan ini untukmu"ucap zhe ze yang dengan santainya mengambil sebuah roti bulan dan memakannya.


Mata Lie Li melotot melihat tingkah zhe ze.


"Pelan-pelan"bisik long feiyi lembut.


"Diam kau lelaki tua !"desis zhe ze sembari mencubit lengan long feiyi.


"Menjijikan"ucap bingbing yang baru saja sampai dan duduk didepan zhe ze tepat menghadap lie li shi.


"Kau !!"ucap lie li shi geram karena merasa  bingbing menghinanya.


"Apa ??"tanya bingbing santai.


"Dasar wanita tua munafik... kau pasti penuh dengan trik bukan !! Dan lihat teman wanitamu itu pasti juga berhasil memainkan trik kotor hasil ajaranmu"ucap lie li geram pasalnya ia tak di respon sedikitpun oleh yuan dan tiba-tiba orang-orang yang entah siapa ini datang mengacaukan segalanya.


Zhe ze hanya melihat bingbing dengan pandangan kebingungan sedangkan long feiyi mendengar ucapan kurang ajar dari wanita kecil gila di luar gazebo itu kesal dan dengan cepat menutup kedua telinga zhe ze tapi terlambat.


"Cih..."decih bingbing kesal mendengar kata yang tak ingin ia dengar diucapkan wanita gila itu lagi.


"Oohh tidak... kau menggali kuburanmu nona hahahaha"ucap long tertawa gila dan langsung menutup kedua telinga zhe ze dengan kedua tangannya.


"tuan.. to..tolong aku"ucap lie li yang mulai merasa tak nyaman dengan tatapan tajam bingbing.


"ahh... aku lupa bukankah kau wanita dungu yang ingin memanjat phoenix ?!.."ucap bingbing anggun.


"Kauu !!... hiks yang mulia agung, wanita j*l*ng ini memfitnahku"ucap lie li terisak-isak.


"Leluconmu sungguh tak lucu, hari ini aku tak punya emosi untuk bermain gadis kecil"ucap bingbing santai.


"Hahaha lihatlah wajah mudamu sungguh sangat anggun dan cantik tapi sayang sekali sifatmu sangat lah tidak etis dengan cara tanpa tahu malu menggoda kaisar agung secara langsung seperti ini... kau sengaja ingin mendapatkan kasih sayangnya bukan ??... dan sayangnya aku terlalu malas untuk menurunkan levelku"ucap bingbing santai.


Lie Li Shi terlalu gugup untuk membalas setiap perkataan yang dilontarkan bingbing padanya.


"Sayang, kenapa kau marah ??"tanya hui tiba-tiba dan ia langsung duduk disamping bingbing.


Hui Lan yang ia bawa pun langsung menerjang tubuh bingbing, bocah kecil itu sangat merindukan niangnya terlihat dari bagaimana ia memeluk tubuh ramping ibunya.


"Niang..."ucap hui lan terendam dalam pelukan bingbing.


"Gege..."ucap lie li shi tak percaya.


"Siapa yang kau panggil gege ?!!.."ucap hui dingin.


"Karena kau jiejie ku menderitaa !!!... dan sekarang kau sedang berbahagia diatas penderitaan jiejieku..."ucap lie li shi dengan suara menyedihkan.


"Hahaha sudah kesalahpahaman ini gadis kecil atau mungkin bisa dibilang nona Lie... jika kau tak tau apa yang sebenarnya terjadi jangan kembali membuka luka lama kakakmu dan klanmu"ucap hui dengan santai, ia sedikit berkeringat dingin karena aura yang di tujukan bingbing padanya.


"Tidak... kaulah pemimpin klan yang tidak kompeten"ucap lie li shi.


"Jika aku tidak kompeten berarti itu sama halnya dengan klan kalian yang lebih tidak konpeten dan telah menampar mukaku secara tidak langsung bukan... untung saja waktu itu aku tidak meratakan kediaman kalian menjadi tanah tandus dan jika bukan karena kakakmu yang lari dari pernikahannya kemudian menangis ketakutan meminta maaf dengan hina didepan ku dengan berkata bahwa ia mempunyai sosok yang ia cintai... dan sekarang kau berkata aku yang tidak kompetan telah membuat kakakmu menderita ??"ucap hui santai.


Tubuh Lie Li Shi langsung tersentak, ia tak menyangka jika hal itu ternyata benar. Ia juga melihat bahwa pemimpin klan harimau sangatlah berbeda dari rumor-rumor yang ia dengar bahwa pemimpin klan harimau hanyalah seorang lelaki tua berkeriput dan sekarang ia melihat pemimpin dari klan harimau ini sangat tampan.


Hui memerintahkan para pengawal untuk menyeret Lie Li Shi dengan tanpa kehormatan.


Ia juga memerintahkan seluruh pengawal untuk menyebarkan semua hal yang dilakukan Lie Li Shi keseluruh penjuru wilayah kekaisaran.


Dan mulai detik itu, seluruh anggota dari klan duyung menjadi bahan lelucon diseluruh wilayah kekaisaran.