The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 220



Tempat Suci Kekaisaran Dunia atas.


"Ge ge, dimana ailuan ??", tanya ying yue pada kakak lelaki kembarannya.


"Paman dai mungkin sedang mengerjakan sesuatu, mei mei", sahut xi yao lembut.


"Benarkah ???... tapi tapi aku merindukan ailuan, ge ge", sungut gadis kecil itu sedih.


"Tapi, Fuqin dan muqin juga... aku sangat merindukan mereka hiks", lanjutnya lagi dengan mata bulat beningnya yang memerah menahan air mata.


"Apakah aku harus bertanya pada bibi rou shu ??", tanya nya cepat. Mata bulat berairnya yang masih basah itu menatap penuh harap pada kakak lelakinya.


Xi yao tak tahu harus menjawab apa lagi untuk adiknya yang manis ini, dirinya tahu kenapa mereka harus berdiam diri disini. Ia melihat langit cerah jauh didepan mereka dengan pandangan dingin khas replika weida de tianghuang dalam sosok kecilnya.


.


.


.


Kerajaan Dunia Bawah.


"Long ge, bangunn", teriak pelan zhe ze.


Tubuhnya tak bisa ia gerakan, entah apa yang telah terjadi ia tak bisa menggerakan anggota tubuhnya dengan benar.


"Kumohon hiks ge ge... ge ge bangunnn", teriak zhe ze dengan suara serak.


Kini ia sangat ketakutan, seluruh mahluk asing buas tampak mengelilingi penjara yang tengah mengurung mereka. Ia sangat tertekan dan terhina !!.. sebagai seorang pewaris dari salah satu empat klan tertingggi untuk pertama kali dalam hidupnya ia harus direndahkan.


Seluruh mahluk yang berasal dari dunia bawah melihat tindakan zhe ze yang kacau dan ketakutan tertawa senang dan bahkan mengejeknya.


Disisi lain, long yang masih dalam pengaruh yuan tetap diam. Ia lebih dulu terbangun tapi ia tak merespon apapun yang ada dihadapannya, tatapan mata kosong dan wajah dingin tanpa ekspresi bernyawa terpantul jelas di wajahnya. Semua hal yang telah terjadi juga ikut terlihat oleh yuan lewat mata long.


"Apa itu ??", tanya jing mei yang penasaran  dengan pertunjukkan yang telah zheng bai lakukan.


Dayang yang berada dibelakangnya hanya diam tak berani menjawab pertanyaan ratu mereka. Mereka tak berani, karena kalimat yang keluar dari mulut mereka akan menghantarkan leher mereka ke tiang pancung dan itu mungkin lebih baik daripada harus mati karena disiksa.


Tanpa jing mei ketahui, dayang-dayang baru miliknya adalah para manusia yang telah di beri aura pekat para mahluk dunia bawah.


Jing mei yang melihat seluruh dayang baru miliknya hanya diam, ia melirik dingin penjara pertunjukkan yang berada jauh didepan gerbang itu dengan pandangan tak terbaca.


Jing mei berjalan dengan cepat menuju keatas benteng kerajaannya. Ia melihat sosok zheng bai yang tengah tertawa kejam.


"Lepaskan", ucap jing mei.


"Apa yang harus dilepaskan ???... bukankah mereka pertunjukkan yang menyenangkan untuk sementara ini hahaha... dikemudian hari akan bertambah banyak... raja ini harus memerintahkan para monster itu untuk membuat lebih banyak penjara", ucap zheng bai senang.


"Apakah kau tidak punya hati", ucap jing mei kosong.


"Apa yang anda inginkan, yang mulia ratu", potong cepat cheng rou.


"Jangan menyela kesenangan kerajaan dunia bawah, mereka patut menerimanya karena telah membuat dunia kita menjadi rendah", ucap cheng rou.


Jing mei terdiam, dan zheng bai hanya mengeraskan ekspresi wajahnya dengan apa yang telah diucapkan jing mei padanya.


"Ikut aku !!", desis zheng bai dingin, ia mencengkeram tangan jing mei dan menghilang bersamanya.


"Ukh", desis jing mei yang kaget saat tubuhnya dengan keras menghantam tempat tidur.


"Apa yang kau inginkan !!", desis zheng bai dingin ditelinga jing mei.


Hening.


"Bukankah kau sedari dulu tau bahwa raja ini tak manusiawi !!", desis zheng bai lagi.


Jing mei terdiam mendengar ucapan zheng bai.


"Lihat aku !!", desis zheng bai mengancam.


"Apa yang kau inginkan !!", desisnya lagi.


"Lepaskan aku", ucap jing mei.


"Mereka mati", desis zheng bai tersenyum dingin.


"Itu keinginkan ku, lepaskan aku dan bebaskan mereka", ucap jing mei putus asa.


"Sampai aku mati, tidak ada siapapun diketiga dunia yang akan mengambil dirimu dari genggaman ku... bahkan jiwa dan abumu akan aku ikat masuk kedalam jiwa raja ini", desis zheng bai.


Setelah kepergian zheng bai, jing mei hanya bisa terdiam hampa dan menatap kosong langit gelap diluar jendela.


"INI HANYA PERMULAAN !!!!... KALIAN HARUS IKUTI PERINTAH RAJA INI UNTUK MEMBALAS DUNIA ATAS YANG BUSUK ITU !!!... DARAH HARUS DIBAYAR DENGAN DARAH !!!.. DAN NYAWA HARUS DIBAYAR DENGAN NYAWA !!!... PEMBALASAN ITU HARUS LEBIH BERKALI-KALI LIPAT MENYAKITKAN !!!", teriak keras zheng bai pada rakyatnya.


"PENGHINAAN BESAR YANG TELAH MEREKA LAKUKAN PADA KERAJAAN INI HARUS KITA BAYAR DENGAN DARAH MEREKA DIBAWAH KAKI KALIAN !!!", ucap zheng bai lagi.


Sorak-sorak bergema atas jawaban yang zheng bai terima, seluruh rakyatnya terlihat puas dan puas bahkan raungan serta gonggongan dan hentakan-hentakan kaki monster mengerikan dari dunia bawah pun ikut serta menambah kesenangan raja mereka, Zheng bai tertawa kejam. Ini yang ia harapkan !!!...


Disisi lain, yuan memanas atas hinaan zheng bai padanya.


Wajahnya berubah kelam.


Persetan xuan !!!... yang harus ia musnahkan terlebih dahulu adalah zheng bai yang ia anggap sebagai batu kerikil dibawah kakinya !!...


.


.


.


.


.


.


Wilayah Selatan.


"Apa yang calon peliharanku itu coba bawa ??", tanya chen qi.


Wan yu hanya diam melihat mahluk yang telah chen qi incar sebagai hewan peliharaan itu. Tak butuh waktu lama untuk mengejar mahluk yang kini tepat berada dibawah mereka karena chen qi yang gila akibat menemukan barang baru.


Wan yu memperhatikan sosok di bawah mereka dengan pandangan minat. Apa yang tengah roh spiritual itu bawa ??


Sulur besar yang melingkar satu sama lain membuatnya merasa bahwa ada sesuatu yang disembunyikan disana. Mata wan yu sedikit melengkung penuh perhitungan.


Yi, Hui dan bingbing yang lolos dari cheng rou kini tengah berusaha untuk terus menyembunyikan diri mereka.


"Melihat pergerakan dunia bawah, perang akan lebih cepat terjadi", ucap yi.


"Apa yang akan kita lakukan jika perang ??", tanya bingbing lemah, kini wanita itu tengah bersandar di dalam lengan suaminya.


"Tenangkan dirimu, istriku", ucap hui lembut.


"Kita sudah tak lagi mempunyai hubungan dengan dunia atas semenjak kaisar memutuskan kita sebagai pengkhianatnya", desis hui dingin.


"Apa yang kau katakan !!!", ucap bingbing berusaha menahan kesadarannya.


"Kaisar juga berusaha membunuh kita !!!.. jadi, aku memutuskan bahwa kami tidak akan terlibat oleh perang dan lagi hui lan kecil kami kemungkinan besar tengah menunggu kami", ucap hui.


Yi tahu apa yang dipikirkan pemimpin klan dihadapannya, dan yi juga sangat tahu bahwa apa yang diucapkan hui sangat benar dan faktanya tak bisa mereka elak. Yi berfikir mungkin akan hidup didunia manusia dan terus menyamar serta berbaur dengan mereka akan sedikit lebih menyenangkan.


"Permaisuri", ucap yi lirih tanpa sadar.


"Apa yang kau katakan ??", tanya hui.


"Aroma permaisuri berada disekitar hutan ini", ucap yi dingin.


Indera penciumannya sebagai rubah abadi sangatlah tajam dan lagi ia merasakan bahaya datang mendekati permaisuri dunia atas atau mungkin mantan permaisuri dunia atas seperti yang disebutkan wanita itu.


"Tidak !!!... ini jebakan !!!", ucap hui dingin.