
Punggung dai luan yang tadinya sedikit rileks karena kehadiran so ah tanpa belahan jiwanya harus kembali tegang akibat pertanyaan so ah, itu sangat menyudutkannya.
Dan untuk kedua kalinya ia merasa tak berdaya karena kejadian dan kejadian yang terus berdatangan termasuk mahluk kecil didalam paviliun itu yang membuatnya terus merasa tak berdaya.
Dai luan terdiam saat mendengar pertanyaan so ah padanya, ia harus bingung akan mulai dari mana. Segala yang terjadi masa lalu, ia takut jika kebiadapan sifat xuan dan dirinya di masa lalu terungkap pada sosok yang ada didepannya ini.
Ia merasa jauh lebih menakutkan jika harus menjelaskan tentang xuan dari pada tentang dirinya sendiri, ia takkan mempermasalahkan jika so ah jijik dan ketakutan padanya tapi tidak berarti jika ia harus melihat so ah menjadi benci kepada weida de tianghuang karena kesalahpahaman yang mungkin saja tak sengaja terbuat dari ucapannya.
Akan lebih baik jika so ah mendengarnya langsung dari mulut weida de tianghuang.
Tapi, gelar kebesaran yang sudah mereka kenakan itu juga bukan satu hal yang bisa ia dan xuan, kaisarnya bisa banggakan dan lepas dengan mudahnya.
Kenapa aku harus mengurus hal-hal yang membuat diriku sendiri menjadi seorang pecundang !!!, desah dai luan pada dirinya sendiri.
Dasar bajingan busuk !!, umpat dai luan. Ia sudah sangat frustasi hingga tidak seperti biasanya tanpa menaruh rasa hormatnya kembali menyumpahi sumber masalahnya, weida de tianghuang He Jun Lianxu.
Ia tidak perduli jika nantinya ia mendapat hukuman dari xuan, itu lebih baik daripada harus diberi pertanyaan yang sangat menyudutkannya itu.
"Gege ??"tanya so ah lembut, tangannya melambai-lambaikan didepan wajah dai luan yang saat ini tengah diam, seperti melamun.
"Apa ?"tanya dai luan menoleh.
"Dimana suamiku ??"tanya so ah pelan.
"Aku, aku tidak mengetahuinya ah mei"sahut dai luan.
Ah, ia juga baru ingat bahwa xuan belum mengetahui bahwa dirinya mengangkat so ah sebagai adik angkatnya. Ck, jika saja ia tahu bahwa so ah adalah permaisuri xuan mungkin ia takkan menambah bara api cemburu milik lelaki iblis itu. Tapi, mengangkat so ah sebagai adik angkatnya juga sebuah keberkahan baginya yang tidak pernah merasakan bagaimana mempunyai keluarga sekaligus membawa mahkul kecil itu.
Dai luan memilih untuk melemparkan masalah tentang ia mengangkat so ah sebagai adik perempuannya ataupun sosok yang lain.
"Gege... kau kenapa ??"tanya so ah sekali lagi membangunkan dai luan dari pikirannya.
"Aku.. aku tidak apa-apa ah mei"sahut dai luan sedikit kaku.
"Gege pasti tahu dimana suamiku berada ?"tanya so ah yang berusaha mencari jawaban atas pertanyaannya.
"Kenapa gege bisa berada ditempat ini ?? Apa hubungan gege dengannya ??..."tanya so ah sekali lagi pada dai luan.
Dai luan terdiam, ia seperti menimbang pertanyaan mana yang akan ia jawab terlebih dahulu.
"Untuk hubunganku dengan weida de tianghuang hanyalah sebatas sebagai naga pelindung bagi yang mulia kaisar agung"ucap dai luan.
"Naga pelindung ??"tanya so ah.
"Iya benar, aku seorang naga pelindung yang bertugas mematuhi semua perintah kaisar agung karena kami... ah tidak bukan apa-apa"ucap dai luan.
Kenapa disini ia seperti diinterogasi oleh mei mei nya !!, batin dai luan yang kaku serta terpojok akibat pertanyaan dan pertanyaan so ah yang terus membombardir dirinya.
Dai luan menghela nafasnya.
"Itu, aku hanya mematuhi perintah yang mulia kaisar agung"jawab dai luan.
"Aku... aku akan pergi berkeliling sebentar melihat tabir pelindung disekitar tempat ini, ah mei"ucap dai luan lagi, ia dengan cepat berdiri dari tempat duduknya dan berpura-pura ingin pergi dari gazebo kolam keabadian.
Ia harus secepatnya bersembunyi dalam kegelapan dan memantau so ah diam-diam saja, tanpa diketahui sang empunya. Jika ia tetap ditempat ini bisa-bisa jiwa tidak akan bertahan lama dan akan melayang menuju ke alam lain.
"Gege, apa yang sebenarnya kalian sembunyikan ??"tanya so ah pelan.
Dai luan terdiam mendengar ucapan so ah.
"Itu bukan sesuatu yang pantas untuk aku katakan kepadamu ah mei, tetapi biarkan weida de tianghuang yang menjelaskannya"sahut dai luan penuh hati-hati.
Setelah kepergian dai luan, so ah masih terduduk diam ditempatnya. Ia dengan pandangan kosong perlahan berjalan pergi menuju ke dalam paviliun.
Disisi lain, rou shi dan rou shu sekarang ini sedang duduk diam didalam bilik kamar mereka yang berada didalam sungai keabadian.
"Apa yang harus kita lakukan ??"tanya rou shi pada rou shu, cemas.
Ia sangat cemas dengan apa yang ditugaskan weida de baohu long dai, rou shi merasakan ada yang mulai tidak benar dengan pemimpin roh spiritual teratai mereka.
Bukan suatu hal biasa yang bisa dibilang sepele karena weida de baohu long dai memberi mereka tali pengikat spiritual ini, nyawa mereka ada diujung tanduk jika mereka berani berkhianat pada sang tuan. Selain weida de tianghuang, orang kedua yang paling mereka takuti adalah sosok naga pelindung yang terkenal akan kebengisannya dan kegilaannya pada suatu eksperimen mengerikan, tak ada racun yang tak dikenal baik oleh weida de baohu long dai dan tak ada penawar racun yang bisa berubah menjadi racun mematikan jika tidak melewati tangan dingin weida de baohu long dai.
Pengikat spiritual yang saat ini menjerat leher mereka tak akan terlihat oleh mahluk lain karena tali spiritual itu meresap kedalam roh jiwa spiritual. Jika salah satu dari mahluk yang diikat itu mempunyai setitik saja niat untuk berkhianat maka didetik itu pula kekuatan serta energi roh jiwa spiritual mereka akan dihisap habis oleh tali pengikat spiritual.
Dahulu dikekaisaran agung yang dipimpin weida de tianghuang, semua prajurit dan dayang serta orang-orang yang berada didalam kekaisaran agung atau mereka yang berhubungan dengan kekaisaran akan secara langsung diberi tali pengikat spiritual. Sampai suatu hari ada salah satu dari roh tanaman yang tanpa sengaja mendengarkan sebuah rencana penting peperangan antara kekaisaran dunia atas dengan kerajaan dunia bawah, berniat untuk berkhianat karena merasa bahwa hidupnya tidak memuaskan dikekaisaran dengan pemimpin yang bersifat mengerikan. Tapi, saat roh tanaman itu akan mengatakan siasat perang pada kerajaan dunia bawah tapi berakhir tragis dengan mayat yang mengering serta matanya yang memelotot penuh rasa kesakitan. Karena hal itu juga semakin banyak roh spiritual yang menaruh rasa takut serta hormat kepada kaisar agung mereka yang tanpa cela itu.
Sangat sial jika pemimpin tertinggi roh tanaman teratai spiritual, rou chi mempunyai hati hitam yang busuk berdarah nanah hanya karena cemburu pada permaisuri agung mereka, keduanya hanya bisa merinding ngeri.
"Bunga teratai merambat yang sudah ciptakan secara diam-diam"ucap rou shu singkat.
"Tapi, kapan kau membuatnya ?!"tanya rou shi kaget.
"Di tiap titik sudut tempat ini sudah tertanam teratai"sahut rou shu santai, dari raut wajahnya yang mengatakan bahwa ia sangat tahu akan ada masalah ini dikemudian hari.
"Apakah kau mata-mata milik tuan agung ?"tanya rou shi hati-hati.
"Bukan, tapi aku hanya baru diberi tugas itu oleh weida de tianghuang beberapa waktu yang lalu"sahut rou shu.
"Dan teratai merambat yang aku katakan tadi adalah kekuatan milik weida de tianghuang"ucap rou shu lagi.