
"Xuan..."ucap so ah tak percaya dengan apa yang telah ia lihat dengan mata kepalanya sendiri.
Suaminya kini telah di kepung oleh banyak mahluk-mahluk asing dan mengerikan dengan niat membunuh kuat yang keluar dari tubuh mereka.
Rasa serakah.
Rasa dendam.
Amarah.
Dan rasa permusuhan terlihat kental menyatu dengan ekspresi mengerikan yang mahluk-mahluk itu keluarkan.
"Tidakk... kumohonnn.. lariiii"teriak so ah kepada xuan yang masih diam berdiri ditengah kepungan mengerikan itu.
Grrooooaaaaaaaarrr....
Grrrrrrr...
Bumm...
Bummmm...
Suara dentuman besar hujan meteor semerah api jatuh dari atas langit yang telah berubah menjadi gelap kelam.
Dari atas sana so ah melihat naga lain yang bergerak dengan ganas.
Bummm...
Bummm..
Bumm...
Krakk...
Krakk...
Hujan meteor itu jatuh dengan ganas kebawah dimana para mahluk mengerikan itu berkumpul. Bara api merah membakar seluruh mahluk yang berada disana, teriakan demi teriakan mulai terdengar mengerikan dan memekakan telinga.
So ah terdiam kaku melihat peperangan dihadapan matanya.
Naga yang menyatu dengan awan hitam gelap itu dengan ganas turun dan membakar seluruh mahluk yang masih tersisa dengan api merah panasnya.
"Ge ge"ucap so ah yang tercenga melihat wujud sosok yang ia kenali berubah dari naga menjadi sosok manusia itu berlumuran darah, terlihat sama mengerikannya dengan xuan.
Dua sosok yang ia lihat dan ia kenali sekarang ini sangat berbeda, berbanding terbaik sosok yang ia kenal kini.
So ah dengan nekat meloncat dari atas tebing curam itu, ia bisa merasakan bagaimana tubuh transparannya ini bisa dengan mudah ia kendalikan.
"Pergilah"
So ah mendengar suara berat dari lelaki yang telah menjadi bagian dari hidupnya itu memerintahkan dai luan pergi.
"Tapi yang mulia"ucap dai luan.
"Pergi dan bawa ini"ucap xuan dingin.
So ah melihat dai luan yang pergi bersama dengan sebuah serpihan dan menghilang dari pandangan xuan.
"Xuan.."panggil so ah.
"Xuann... apa yang kau lakukan !!!"ucap so ah mulai panik saat melihat gerakan suaminya.
"Tidakkk... xuannn"teriak so ah.
Ledakan besar terjadi dan memusnahkan seluruh mahluk yang berada disegala penjuru daratan ini hingga menembus langit dunia atas.
Kobaran api hitam terlihat berada dimana-mana, memakan semua mahluk yang mati hangus tak tersisa satupun badan yang utuh.
"Xuann"ucap so ah terisak hebat.
Ia langsung berlari memeluk satu-satunya tubuh yang masih hidup itu.
"Tidakk... kumohonn"ucap so ah panik.
Ia tak bisa menyentuh tubuh xuan, so ah putus asa.
"Ku mohon hiks hiks hiks"ucap so ah.
So ah berdiri terdiam dihadapan tubuh yang kini masih tetap dalam posisinya.
Tetes, setetes demi setetes air hujan mulai jatuh dengan deras turun dari langit membasahi seluruh tempat yang berada disini dan seakan mengatakan bahwa air hujan ini untuk membersihkan sisa kekotoran peperangan didaratan ini.
So ah tetap menemani xuan yang masih tetap berdiri bagaikan patung porselin dengan kedua tangan memegang pedang hitam yang tertancap tajam kedalam tanah.
Ia dengan lirih menyanyikan lagu kuno dari tulisan asing yang tak bisa banyak orang baca, bisa ia baca dengan mudahnya. dan dulu tak sengaja perawat basahnya memberikan ia harta peninggalan ibunya, sebuah lagu yang sampai saat ini tak bisa ia nyanyikan kini keluar dari kedua belah bibirnya.
Sembari terisak so ah terus menyanyikan lirih, lirik demi lirik hingga ia terlelap di hadapan tubuh kaku xuan.
Tes.
Tes.
Hujan terhenti.
So ah yang kaget karena tertidur langsung melihat kearah dimata suaminya yang tetap berdiri dalam kondisi yang sama.
"Xuann !!"pekik so ah kaget.
Ia melihat dengan jelas bagaimana bulu mata xuan sedikit bergerak-gerak walaupun lemah, mata merah dan disisi lain biru tajam itu terbuka.
***
"Bajingan busukk !!!"bentak marah yuan.
"Apakah menyakitkan ?"tanya dai luan santai.
"Kau.. kehh !!"desis yuan mulai kesakitan saat racun ular kuno yang berada didalam jiwanya mulai menyakitinya kembali.
Yuan yang berdiri dengan bantuan pedang peraknya mulai memandang dai luan dengan pandangan mata ganas dan gelap penuh kebencian.
"Aku tak perduli omong kosong apa yang kau katakan... tapi satu hal yang harus kau ketahui... so ah bukan milikmu !!"desis dai luan tajam.
Ia langsung dengan cepat pergi menghilang dan kembali ketempat suci.
Yuan yang melihat bagaimana ia di lecehkan dan dihina habis-habisan oleh naga pelindung dunia bawah menahan amarahnya.
Ia sudah tak bisa lagi berfikir jernih, segala sesuatu saling tumpang tindih mengacaukan pikirannya.
Kemana naga brengsek itu pergi !!!...
Disisi lain, dai luan panik karena belahan jiwanya saat ini tengah memanggilnya.
Tunggu !!!...
Apa yang telah aku lakukan ??..
Dai luan diam mematung didepan paviliun milik mei meinya dan ia menatap dimana ruangan milik yue'ernya berada.
Brengsek !!!... apa yang kau pikirkan...
Aku harus mencari sesuatu yang lain...
Haa.. benar lotus busuk itu !!, pikir dai luan jijik.
Dai luan menahan dirinya sendiri dan langsung melesat kembali menuju danau keabadian.
"Wah wah wah"ucap dai luan dingin.
Rou chi yang telah berkubang dalam genangan darahnya hanya diam menatap penuh rasa dendam kepada dai luan. Dai luan berjalan kearah dimana rou chi tergeletak tanpa bisa berbuat apapun.
"Apakah kau ingin merasakan sesuatu lain yang menyenangkan !"desis dai luan dingin yang saat ini tengah berjongkok dan menatap rou chi sinis.
"Lotus busuk"desisnya lagi.
Rou chi tersulut emosi karena ucapan dai luan, tubuhnya menggeliat penuh rasa amarah. Matanya memelotot merah hampir keluar dari dalam rongga-rongganya, terlihat sangat menjijikan di hadapan dai luan.
"Bedebah !!"umpat rou chi kasar.
"Ternyata mulut busukmu masih bisa berbicara eh mungkin hadiah ringan ini bisa membuatmu senang"ucap dai luan menyeringai santai.
Dai luan dengan dingin mengeluarkan sulur-sulur penuh racun dan memunculkan kuncup bunga hidup dari ujung sulur racun itu. Kuncup bunga hidup itu membuka kelopak mereka menampilkan gigi-gigi berbentuk gergaji tajam yang langsung melahap tubuh rou chi hidup-hidup.
Rou chi mulai menjerit penuh rasa ketakutan saat melihat tanaman kuno bunga pembunuh disekelilingnya itu, ia menangis pilu memohon pengampunan dari dai luan. Tapi sayang, penyesalannya sangatlah terlambat.
"Keh"desis dai luan dingin.
"Itu hukuman ringan untuk lotus busuk menjijikan"desis dai luan.
Dai luan mengabaikan suara teriakan nyaring penuh rasa ketakutan dan rasa kesakitan serta kunyahan menjijikan dibelakangnya, sedangkan disisi lain rou shi terpatung melihat hal sadis tepat dihadapan matanya itu.
"Kau... apakah lukamu sudah kau urus"ucap dai luan pada rou shi.
"Sudah, weida de baohu long dai"sahut rou shi.
"Turun dari tempat ini... lindungi permaisuri dan kembali bersama permaisuri ke tempat ini"ucap dai luan dingin.
"Baik, weida de baohu long dai"sahut rou shi cepat.
Satu masalah sudah selesai, seharusnya ia memusnahkan lotus busuk ini terlebih dahulu agar hal seperti ini tak terjadi. Bidak catur yang baru ia pasang masih sering melawannya dan belum patuh kepada perintahnya, hanya menungggu hari saja sampai bidak itu patuh dengan sendirinya.
Dai luan tak bisa keluar dari tempat suci ini jika bukan karena mendesak. Ia juga panik memikirkan bagaimana kondisi mei mei nya sekarang ini.
Kaisar brengsek !!... kenapa situasi seperti ini terlihat rumit !! Aku lebih memilih bertarung dengan ribuan pasukan, umpat marah dai luan kepada xuan.
Dan lebih menyiksa lagi, ia harus menahan diri untuk melihat pertumbuhan belahan jiwanya karena jika ia melihat bagaimana yue er tumbuh mungkin didetik itu pula ia akan terus tertampar kenyataan yang terus menghantam mentalnya.