
"Ugh"
Mata Lin qi terbuka perlahan, ia melihat sekelilingnya yang penuh dengan kegelapan samar.
Dimana ini ?!!...
Setelah mengingat sedikit ingatannya yang lalu, giginya langsung bergemeletuk geram sekaligus marah. Tapi, ia harus menggeram menahan rasa sakit pada tubuhnya.
Tubuhnya kini tengah tertempel di tiang besi dingin dan di ikat dengan tangan serta kaki yang disilangkan ke empat arah, bunyi keras rantai yang membelenggunya terdengar diruangan sunyi itu. Darah dari bekas lukanya yang menganga perlahan menetes kebawah, membasahi lantai yang kini secara pasti bisa lin qi lihat adalah genangan darahnya sendiri.
Lekukan-lekukan jalur aneh terlihat di lantai yang terkena darahnya, lekukan jalur berwarna merah itu membentuk sebuah lingkaran besar disekelilingnya dengan dirinya sebagai pusatnya.
"Apa ini !!!...", desis lin qi marah.
"Akhh"desisnya lagi menahan sakit.
"Sudah bangun hmm ??"ucap suara rendah yang menggema ke segala arah sudut ruangan ini.
Dua sosok dengan pakaian berbeda datang datang dari arah yang sudah di pastikan adalah pintu masuk ruangan ini, lin qi memandang nyalang kearah dua sosok itu.
"Hahaha lihat babi bodoh yang kau bawa"ucap suara itu dingin.
Sosok lain hanya mengangguk, diam.
"Cheng rou kenapa kau dingin sekali dengan gadis cantik didepan kita sekarang hmm ??"tanya sosok lain terkekeh.
"Maafkan hamba rendah ini, tuan"sahut cheng rou sopan.
"Hahahaha... tidak apa... tidak apa"ucap sosok yang dipanggil tuan itu, santai.
"Kau melakukannya dengan sempurna"sahut suara itu yang kini dengan santai membuka tudung jubahnya hingga menampakan sosok dengan rambut penuh kepangan kecil dan cincin-cincin perak yang mengikatnya, ciri khas sang raja dari kerajaan dunia bawah, zheng bai.
"Dimana 'dia' ??"tanya zheng bai santai.
"Beliau sedang beristirahat yang mulia raja"jawab cheng rou sopan.
"Bagus... semakin dia cepat pulih, semakin cepat aku bisa berpesta dengan kaisar menjijikan itu dan membunuh semua pengikutnya... rasanya tempat duduk megah penuh kehormatan sudah menunggu ku dimasa depan, tak sabar ingin ku duduki sama seperti para jalang dibawah tubuhku.... hahahahaha"ucap zheng bai yang tak senonoh kemudian tertawa gila.
Tawa mengerikan menggema diseluruh ruangan gelap itu, membuat bulu kuduk lin qi meremang ngeri.
"Kau...!!... apa yang akan kau lakukan pada diriku brengsek !!!"ucap lin qi marah.
"Ouhh... babi kita masih mempunyai tenaga dan suara ternyata"sahut zheng bai dingin.
"Apakah anda ingin saya membungkamnya, yang mulia raja ??"tanya cheng rou dingin.
"Tidak... tidak perlu... itu tidak akan seru, jika tidak ada suara yang tidak terdengar oleh telinga raja ini"sahut zheng bai santai.
Lin qi terdiam saat mendengar ucapan lelaki asing itu, tapi ia langsung terbelalak kaget saat mendengar perintah lelaki itu.
"Cambuk ia dengan mainannya sendiri"ucap zheng bai memberikan perintahnya kepada cheng rou.
"Baik, yang mulia raja"sahut chebg eou dingun.
Ctakk....
Plass...
Suara-suara cambukan memenuhi ruangan itu, lin qi yang suaranya sudah habis karena berteriak keras dan kesakitan sudah diambang antara hidup dan mati. Ia yang ingin segera menghabisi nyawanya sendiri dengan cara menggigit lidahnya tapi dengan cepat cheng rou menyumpal mulut gadis itu dengan kain.
"Jangan biarkan babi kita mati"ucap zheng bai mengingatkan, ia bosan melihat penyiksaan mengerikan yang telah cheng rou lakukan.
Tubuh didepan mereka sekarang seperti daging merah segar, darahnya menetes dengan deras dan jatuh membentuk genangan merah pekat.
Zheng bai dan cheng rou akhirnya pergi dari dalam ruangan itu. Dilorong gelap, zheng bai diam dan terus berjalan menuju ruangan yang selanjutnya akan mereka kunjungi.
"Ini yang terakhir, yang mulia"sahut cheng rou sopan.
"Tapi, kita hanya kurang inti spiritual milik klan duyung"ucap cheng rou lagi.
"Apa maksudmu ?!!"ucap zheng bai, suaranya sedikit meninggi.
"Semua anggota klan duyung sudah dibantai habis oleh wanita ini"ucap cheng rou.
"Cih, babi dungu !!!"decak zheng bai kesal.
"Kenapa kau tidak memerintahkannya untuk mengambil inti spiritual mereka ??!!"bentak zheng bai kesal.
"Rencana awal akan seperti itu, yang mulia tetapi pasukan dari dunia atas lebih dulu membuat pergerakan selangkah lebih cepat dari rencana kita.... mereka membantai seluruh anggota klan dan saat kami berniat akan mengambil inti spiritual yang tersisa seluruh inti spiritual milik anggota klan duyung hilang dari rongga mereka"ucap cheng rou menjelaskan.
Zheng bai berhenti, dan ia terdiam.
"Siapa yang mengambil inti spiritual hingga sebanyak itu ?!... apakah ada yang berkhianat !!!"bentak zheng bai dingun, ia menatap cheng rou dengan tajam.
"Tidak ada, yang mulia"sahut cheng rou tanpa emosi disuaranya.
"Apakah kau mempunyai alasan lain heh.... bukankah rencana ini hanya diketahui oleh aku, kau dan dia !!"desis zheng bai tajam.
"Kaisar dunia atas"sahut cheng rou.
"Apa katamu ?!!"tanya zheng bai.
"Kaisar dunia atas, yang mulia"sahut cheng rou.
Zheng bai terdiam mendengarnya.
"Jelaskan"desis zheng bai.
"Seluruh inti spiritual milik anggota klan duyung diambil oleh kaisar dunia atas"jawab cheng rou.
Mata zheng bai didetik itu pula langsung melotot penuh rasa kesenangan, lelaki itu tertawa terbahak-bahak. Suaranya yang menggema dilorong besar terdengar mengerikan.
"Baguss hahahahaha bagus"ucap zheng bai senang.
"Kita harus mempercepat kesembuhannya !!!"ucap zheng bai penuh dengan rasa serakah dan ambisius, matanya berkilat penuh kekejaman.
"Maafkan kelancangan hamba yang mulia, apakah pelayan ini boleh bertanya ??"tanya cheng rou dingin.
"Hmmm... sangat langka mengetahui kau ingin tahu tentang sesuatu ???... aku sedang bahagia saat ini... apa yang ingin kau tanyakan ??"tanya zheng bai.
"Kenapa anda senang saat mengetahui fakta bahwa kaisar agung yang mengambil semua inti spiritual milik klan duyung ??"tanya zheng rou dingin.
"Hahaha hanya satu fakta jika seorang mahluk ingin mengambil inti spiritual mahluk lain... apakah kau tahu itu ??"tanya zheng bai, berbalik memberikan pertanyaan pada sosok yang berada dibelakangnya.
"Jiwa mahluk itu tidak utuh dan mungkin saja sedang retak ??... apakah itu mungkin ??"tanya cheng rou, tak percaya.
"Hahahah itu tidak mungkin tapi kebaikan sedang datang kepada kuu... dan kemungkinan lain adalah kekuatan milik kaisar agung itu tengah melemah hahahaha... lihat apa yang kita dapatkan sekarang"ucap zheng bai.
Cheng rou diam saat mendengar ucapan raja dunia bawah, entah apa yang ia pikirkan tapi tatapan matanya sangatlah dalam dan rumit.
"Kenapa harus inti spiritual milik klan duyung bukankah inti spiritual milik mahluk lain bisa, yang mulia ??"tanya cheng rou lagi.
"Hahahaha sejak kapan kau ikut menjadi bodoh heh... tentu saja barang kualitas terbaik harus didapatkan terlebih dahulu sama seperti inti spiritual milik klan duyung yang memilik banyak manfaat"ucap zheng bai.
"Apakah itu adalah kekuatan spiritualnya bertambah abadi ?? Atau mungkin pelengkap jiwa spiritual yang rusak ??"tanya cheng rou.
"Keduanya tidak jauh berbeda tapi ada yang lebih menguntungkan...."sahut zheng bai dingin.