The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 203



Keesokan harinya, zhe ze dan bingbing yang masih belum percaya atas ucapan yi berusaha terus menggali informasi dari pemimpin dari klan rubah merah itu, mereka tak henti-hentinya terus bergelayutan disekitar yi hingga terlihat tiga perempatan didahi mulus pemimpin dari klan rubah itu.


Hui yang tidak tahu situasi dan kondisi apa yang tengah terjadi hanya terduduk diam melihat tingkah tak biasa dari dua wanita berbeda usia dihadapannya itu.


"Istriku, apa yang telah terjadi ??"tanya hui pada akhirnya ia penasaran dan bertanya pada istrinya.


"Hui ge, ada berita yang akan membuatmu tercenga tak percaya !!!"ucap zhe ze yang mendramatisir suasana.


"Hahaha... informasimu kadang-kadang mencurigakan dan tidak sesuai informasi zhe mei"jawab hui sembari bercanda.


"Cih !!!... aku ada di tempat kejadian hui ge !!!"decih kesal calon pemimpin dari klan vermillion.


"Ck, tingkah macam apa itu"decak bingbing sembari menyentil ringan dahi anak didik sekaligus mei mei angkatnya itu.


"Sebenarnya..."ungkap bingbing terputus karena pintu kamar mereka terbuka.


Rou shi dengan bantuan monster kecil bunga teratai buatannya membawa nampan buah-buahan spiritual serta teh dan menyajikannya. Tapi saat ia merasakan bahwa keempat tamunya ini hanya duduk diam tak memakan buah-buahan spiritual yang telah ia bawa, rou shi merasa tidak enak hati serta ia merasa telah tanpa sadar menjatuhkan harga diri tuannya.


"Maafkan karena ketidaksopanan dayang ini dalam melayani tuan dan nyonya"ucap rou shi membungkukkan badannya sopan.


"Hah..."ucap zhe ze yang bingung.


Hui, Bingbing dan Yi langsung dengan cepat merespon ucapan dayang yang telah merawat serta melayani mereka itu.


"Tidak, bukan... ah... tidak apa-apa dirimu tak mempunyai kesalahan apapun"ucap bingbing yang dengan cepat menguasai suaranya yang sedikit gugup.


Di kekaisaran dunia atas yang walaupun kekayaan mereka melimpah tapi tidak dengan mudah mereka bisa memakan buah-buahan spiritual yang langka apalagi teh dengan esensi spiritual murni yang kini tengah disajikan rou shi membuat inti spiritual mereka yang awalnya setengah gersang mulai sedikit merasakan kesejukkan.


"Maafkan atas ketidaksopanan kami nona rou shi tapi apakah tuan ditempat ini adalah anda ??"tanya bingbing perlahan dan hati-hati.


Rou shi yang mendengar pertanyaan tiba-tiba dari wanita dihadapannya ini sedikit terdiam.


"Maafkan dayang ini nyonya, tetapi tuan saya sedang dalam kondisi yang tidak cukup baik"ucap rou shi kemudian. Hal itu terjadi semenjak tuannya menyelamatkan orang-orang ini, dan ia tahu bahwa api merah mengerikan itu bukan api miliknya hanya saja api itu tersulut dari api miliknya.


"Baiklah, sampaikan salam terima kasih kami pada tuanmu"ucap bingbing lagi.


Sama seperti hari-hari sebelumnya, dayang itu dengan cepat meninggalkan ruangan mereka setelah mengantarkan makanan untuk mereka. Setelah kepergian rou shi, ruangan itu sepi senyap dengan pemikiran mereka yang berbeda.


"Yi, apakah kau tahu kita dimana ??"tanya hui.


Yi terdiam. Ia mulai sedikit curiga dengan tempat yang kini mereka tinggali ini.


"Aku tidak tahu, tapi yang pasti tempat ini jauh dari tangan para abadi dan dunia bawah termasuk juga tangan para manusia"jawab yi dingin.


"Tempat ini diselimuti tabir besar"ucap zhe ze.


Ketiganya langsung menoleh melihat kearah mahluk yang paling muda diantara mereka itu dengan pandangan tak percaya.


"Aku terbang, dan aku jatuh"decak zhe ze kesal bercampur malu.


"Dayang itu tak ingin memberikan secuil kecil informasi untuk kita, jadi apakah jika kita telah sepenuhnya pulih kita akan dusir dari tempat ini ??"tanya zhe ze polos.


"Bodoh !!!"decak bingbing kesal, tanpa rasa kasihan menyentil keras kening calon pemimpin klan vermillion itu.


"Awww"teriak zhe ze kesakitan.


"Jie jieeeeee...."teriak zhe ze lagi.


"Diamlah"ucap yi yang melihat situasi mulai melenceng jauh dari pembicaraan mereka.


"Apa ??... permaisuri agung ??!!!"ucap hui yang sedikit tidak percaya dengan pendengarannya.


"Iya suamiku, permaisuri agung kekaisaran dunia atas"ucap bingbing yang menjawab ketidakpercayaan suaminya.


Setelah menjelaskan apa yang terjadi, hui langsung mengerti dan ia kini terlihat mulai berfikir lagi dengan kemungkinan apa yang akan terjadi kedepannya.


"Kita harus pergi dari tempat ini"ucap hui.


"Apa yang kau maksud ??"tanya bingbing.


"Kita tak bisa mengacaukan permaisuri dunia atas"ucap hui.


"Tidak gege, kita akan melindungi permaisuri ditempat aneh ini"ucap zhe ze.


"Tidak bisa, jika kita berkumpul ditempat ini dan tidak berpindah, yang mulia kaisar pasti akan menemukan permaisuri atau mungkin kaisar telah tahu dimana permaisuri berada!!"ucap hui lagi.


"Hal itu tidak masuk akal"ucap bingbing.


"Tapi sepertinya apa yang dikatakan hui benar adanya, kita tidak tahu apakah kaisar agung tetap akan membunuh kita atau hanya tengah memberikan kita sebuah tes kesetiaan seperti beberapa ratus tahun lalu"ucap yi.


"Tes !!!... ini bukanlah tes kesetiaan melainkan rencana pembunuhan masal untuk kita !!!"benyak zhe ze kesal.


"Jaga bicaramu zhe mei !!"ucap hui.


"Kalian tak melihat tatapan mata kosong milik para prajurit itu ??!"jawab zhe ze lagi.


"Yi ge, bukankah kau yang mengatakan bahwa seluruh pasukan itu menyerang kita karena perintah kaisar !!... hui ge bukankah kau juga tahu akan hal itu !!"ucap zhe ze.


"Bagaimana setelah keluar dari tempat ini kaisar benar akan membunuh kalian !!!... ingat beberapa hari yang lalu kita hampir kehilangan nyawa dan kalian masih berfikir kaisar tidak berubah !!"ucap zhe ze lagi.


Zhe ze keluar dari dalam ruangan itu dengan kesal ia juga membanting pintu besar ruangan mereka.


"Tidak ada pilihan, kita harus meninggalkan gadis kecil itu ditempat aman ini"ucap yi pada akhirnya. Pemimpin klan rubah itu menghela nafas berat.


"Benar, kita harus hisa melihat situasi diliar"jawab hui.


"Aku bisa merasakan situasi kacau tengah terjadi diluar, tapi aku tidak tahu apa itu"ucap bingbing lagi.


Setelah berdiskusi secara rahasia, keesokkan harinya ketiga mahluk immortal itu meminta rou shi untuk membawa mereka keluar dari tempat aneh ini yang pada kenyataannya sangat indah dan nyaman.


"Yang mulia permaisuri, mereka ingin pergi dari tempat ini"ucap rou shi pada so ah.


"Biarkan mereka pergi, aku mengizinkan mereka keluar dari lembah utara"ucap so ha lembut.


Yi, Hui dan bingbing yang secara diam-diam berhasil keluar dari lembah suci atas izin so ah, mereka dengan cepat bergerak menuju ketempat dimana pertarungan terakhir mereka terjadi.


"Tunggu !!!"tahan yi.


"Apa yang terjadi..."bisik hui.


"Kita mundur !!"desis yi.


Apa yang kini berada jauh didepan mereka mengirimkan sinyal bahaya, terlalu pekat hingga yi sebagai pemimpin klan rubah yang telah bertarung dengan berbagai musuh harus berfikir ulang kembali.


"Lebih cepat kita harus menghilangkan jejak kita"desis yi yang nada suaranya terdengar tergesah-gesah.