
Jing chang xi yang kini tengah berada di kediamannya sedang menyiksa seorang pelayannya, ia dengan sadis menusuk pelayannya dengan jarum-jarum yang tengah ia gunakan untuk menyulam pakaian pernikahannya.
"Pergi !!!"bentak chang xi kesal.
"Cih, melihat wajahmu sudah mengotori mata ku !!!"decih chang xi kasar.
Pelayan yang ia siksa dengan kejam langsung memohon ampun dan melarikan dirinya sendiri dari hadapan tuannya dengan rasa ketakutan. Chang xi menatap darah yang mengotori lantai kediaman langsung muak dan merasa jijik.
"Kau ! Cepat bersihkan darah jalang itu !!"ucapnya memerintah salah satu pelayannya.
"Ba..baik, nona"jawab pelayan itu ketakutan.
Chang xi menatap kain yang belum ia selesaikan sulamannya, diatas kain hitam dengan kualitas nomor satu itu terdapat sebuah sulaman berbentuk naga dan phoenix yang baru terbentuk setengahnya. Ia menyulam kain untuk pakaian ini dengan alasan ia akan membuat hanfu pernikahannya sendiri yang disisi lain ia berfikir dengan serakah membuat hanfu itu untuk calon suami masa depannya, Zheng bai. Tapi ditengah-tengah menyulam ia mendengar pelayan kecil busuk itu bergosip tentang kisah cinta antara raja dan ratu dunia bawah, ia langsung murka. Chang xi langsung memanggil pelayan itu dan menyiksanya dengan sadis.
"Anakku, kenapa wajahmu yang indah ini muram ??"tanya lembut seorang wanita padanya.
"Ah, ibu kapan kau datang ??"tanya chang xi.
"Baru saja, apakah pelayan kecil itu membuat mu tidak baik ??"tanya ibunya.
"Hmpt...!! Jalang kecil itu berani membandingkan kecantikan nona muda ini dengan kakak jalang itu !!!"desis chang xi kasar.
"Hmm... apakah kita perlu memberi pelayanmu itu hadiah ??"tanya ibunya lembut, mata ibu chang xi berkilat saat mengatakannya.
"Sepertinya tidak buruk juga ibu"sahut chang xi.
"Kalian dengar ?.. panggil pelayan itu sekarang juga !!"ucap selir chang, ibu jing chang xi.
Wajah selir chang yang lembut dan penuh dengan aura keibuan sangat tidak cocok dengan ucapannya yang penuh dengan racun berbisa. Ia juga sangat membenci jing mei, karena sampai sekarang posisi wanita utama klan tak bisa ia dapatkan.
Selir chang, juga seorang wanita kejam dan manipulatif. Ia membunuh semua selir muda yang dibawa oleh suaminya, pemimpin klan jing. Jika ia mengetahui salah satu dari selir-selir atau wanita penghibur itu ada yang mengandung benih pemimpin klan, disaat itu pula ia akan membingkai mereka dengan kejam.
Pemimpin klan mengetahui dengan apa yang dilakukan selir utama favoritnya itu kepada para wanita yang ia ajak bersenang-senang dari balik punggungnya, tapi menutup mata. Asalkan tidak merusak atau menyentug rencana yang sudah ia buat dengan matang, itu takkan menjadi masalah. Tapi, pemimpin klan jing juga tidak bisa memberikan posisi nyonya utama kediaman klan jing jadi karena hal itu juga yang membuat lelaki paruh baya pemimpin klan jing membiarkan wanitanya berbuat semena-mena.
Karena putri sulungnya yang berharga, Jing Mei. Tak mengizinkan wanita itu menduduki tempat yang pernah di pegang teguh oleh istri utamanya atau bisa dibilang ibu kandung jing mei. Jing mei menarik hati raja kerajaan dunia bawah dan mengirimi mereka petisi tentang pernikahan antara raja dan putri sulung klan jing, cukup membuat mata para tetua dan pemimpin klan jing menjadi serakah.
Kehormatan yang akan mereka terima akan berlipat ganda.
Kekuasan yang akan mereka dapatkan akan semakin luas.
Dan akan banyak klan-klan yang tunduk dibawah kaki mereka.
Mereka mengorbankan putri sulung demi sebuah kejayaan tanpa tahu bahwa nyawa mereka berada di ujung tanduk.
Mereka bersenang-senang atas air mata orang lain.
Mereka membuat jing mei menjadi bonekah cantik yang bisa di atur semau mereka.
Tapi, itu dulu.
Semua kini berbalik secara drastis, putri sulung dari klan jing yang sudah menjadi ratu kerajaan dunia bawah tak mengizinkan satu pun orang dari klannya untuk datang bertamu kecuali ada sesuatu yang sangat mendesak.
Ia iri setengah mati.
Ia juga saat itu jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat ketampanan dari raja dunia bawah, Zheng bai. Waktu itu, lelaki yang sedang menunggu pengantin wanita memasuki istana kerajaan dunia bawah, berdiri di atas dengan pandangan yang dipenuhi aura bermartabat.
Ia iri pada kakak perempuannya yang bisa dengan mudah mendapatkan seorang raja tampan yang terkenal tidak bisa disentuh hatinya, ia juga iri dengan kehormatan yang terus di bawa kakak perempuannya. Semua hal tentang jing mei membuat jing changxi iri hingga mati ingin memuntahkan darah dari lambungnya.
Kini, ia lebih kesal saat tak sengaja dan sering mendengar para pelayannya membanding-banding kecantikannya dan kecantikan ratu kerajaan dunia bawah, jing mei.
"Jing mei jalang !!!"desis jing chang xi kesal.
"Semua kasih sayang itu hanya untukku !!!... lihat saja suatu hari hati yang mulia akan jatuh kepadaku"pikirnya lagi.
Dan kembali kemasa sekarang, para pelayannya masih suka diam-diam berbicata tentang jing mei dibelakang punggungnya.
"Ampuniii akuu, selir chang"ucap pelayan wanita itu ketakutan hingga tak berfikir rasional lagi ia memanggil sosok didepannya dengan nama yang seharusnya tidak ia ucapkan.
Selir chang menatap pelayan kecil dibawahnya dengan tatapan lembut. Ia tersenyum penuh kasih pada pelayan yang saat ini sedang bersujud penuh rasa ketakutan.
"Apa yang akan aku lakukan ??"tanya selir chang lembut.
Semua pelayan yang mendengar ucapan lembut dari selir chang merinding. Semakin lembut ucapan selir cantik itu, semakin mengerikan pula siksaan yang akan diberikan, apalagi memanggilnya dengan nama itu.
"Maafkan akuu... selir chang"ucap pelayan itu, suaranya terus gemetaran hebat.
Mata selir chang menyipit tajam.
"Katakan sekali lagi !"ucapnya masih dengan suara lembut.
Semua orang yang menyaksikan hal didepan mereka hanya bisa ketakutan diam-diam menyayangkan nasib teman mereka.
"Pukul dan injak anjing jalang itu !!"ucap selir chang santai.
Plakkk...
Buk...
Bukk...
Suara pukulan-pukulan yang memenuhi ruangan itu. Pelayan wanita yang sudah hampir menemui ajalnya itu hanya bisa pasrah, tapi ketika ia melihat setitik harapan, harapan itu hancur ketika mendengar selir chang memerintahkan para pelayannya untuk memasukkan tubuhnya kedalam tong air asin.
Jeritan penuh rasa sakit yang memilukan menjadi hiburan yang menyenangkan bagi selir chang dan anaknya, chang xi.
"Aku adalah nyonya utama dikediaman ini !!... sekali lagi jika kalian memanggilku dengan mulut kotor kalian, saat itu juga aku akan merobeknya !!"desis selir chang kasar.
"Anakku, lihat... dimasa depan kau harus mendidik para anjing-anjing ini dengan benar... jika tidak mereka tidak akan mengenali pemiliknya"ucap selir chang pada anaknya dengan penuh kasih sayang dan tanpa rasa bersalah.
Jing chang xi hanya mengangguk tanda setuju karena rasa sakit dihatinya sedikit terangkat saat membayangkan jika jing mei yang ia siksa dihadapannya, itu mungkin lebih menyenangkan.