
So ah dengan nekat bergerak cepat menjatuhkan dirinya ke bawah. Ia tak berfikir bahwa mungkin jika tubuhnya menyentuh tanah akan terasa sangat menyakitkan. Tapi, ia tak merasakan apapun !!!...
"Apa yang terjadi ??", pikir so ah bingung.
"ASTAGA !!", Pekiknya kaget.
Beberapa tumbuhan yang tumbuh disekitar istana kekaisaran dunia atas menyelamatkannya !!.. apa yang terjadi disini ??...
Seluruh tubuh so ah bergetar, ia sedikit kaget dengan kondisinya kini. Dan jujur saja kedua pergelangan tangannya sangat sakit apalagi luka-luka yang ia dapatkan sewaktu melarikan diri. ia dengan tangannya yang masih terluak itu perlahan mencoba menggerakan tanaman disekitarnya, dan yang terjadi berikutnya cukup membuatnya yakin bahwa ia memilik sesuatu di tubuh lemahnya ini. setidaknya, ia mempunyai sesuatu yang berharga untuk melindungi dirinya sendiri. So ah memandang keatas dimana tempat suci berada.
Ia sangat merindukan buah hatinya, tapi ia tak mungkin pergi ketempat suci dan itu sama saja memberitahukan keberadaan anak-anaknya. So ah menggelengkan kepalanya keras, yang harus ia pikirkan kini adalah bagaimana sejauh mungkin dari yuan.
Ia harus mencari xuan !!..
Dan lagi ia mulai merasakan sesuatu yang terasa sangat aneh dan familir baginya. Antara rasa kesengsaraan dan kehidupan manusia, ia bisa merasakannya. segala sesuatu terasa kacau dan kacau. hal yang ia alami terasa begitu biasa untuknya, tapi dimana ia pernah mengalami hal ini ?!... atau mungkin karena mimpinya yang masih terus menghantuinya ini ??...
So ah mengedarkan pandangannya, dirinya berusaha mengingat dimana tempat awal ia dibawa yuan. ia melihat pilar putih.
Disana !!..
Saat so ah akan menuju pilar itu tiba-tiba segerombol prajurit mengejarnya. Dan ratusan anak panah mulai menghujani dirinya.
Sinyal bahaya berdering nyata diseluruh tubuhnya, dan tubuhnya memberikan respon yang sempurna dan tumbuhan-tumbuhan yang bergerak hidup dibelakangnya itu membentuk sebuah pelindung. merasa aman. Ia melesat pergi menuju pilar putih itu sebelum suara ledakan besar menggetarkan pikirannya, dan saat ia menoleh satu daratan telah runtuh. Tubuh so ah ikut terhempas gelombang angin akibat ledakan itu.
Mata so ah terbelalak melihat teriakan-teriakan ketakutan terdengar dari sisi lain. disana, didalam kubah pelindung disalah satu daratan dan segalanya hancut dengan satu ledakan besar.
Air mata so ah menetes deras melihat pembantaian besar-besaran yang tepat berada didepan matanya, ia melihat tatapan putus asa para mahluk dunia atas dan teriakan mereka.
Ia melihatnya.
karena ledakan besar itu, Tubuhnya kembali jatuh kedunia manusia. So ah tak lagi merasakan rasa sakit karena tubuhnya menghantam tanah telah dilindungi sesuatu yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
Tatapan matanya kosong.
Air matanya mengalir keras, ia merasakan kesedihan besar yang menggantungi hatinya.
.
.
.
"Ck, ck, ck", decak sebuah suara yang mengagetkan so ah.
So ah menoleh, ia melihat sosok berjubah yang tadinya berada diatas sana kini ada dihadapannya. Sosok itu menyentuh dagunya yang penuh dengan tanah kotor ah tidak kini seluruh tubuhnya mungkin telah tertutupi kotoran.
Zheng bai melihat penampilan kacau manusia dibawah kakinya ini dengan pandangan hina. Rambut panjang kusut berantakan penuh dengan sisa tanah kering dan beberapa ranting serta daun-daun, seluruh tubuh yang hampir semua bagian kotor itu seperti babi didalam kubangan lumpur tapi sisa-sisa bau darah yang ia cari berada ditubuh manusia ini.
"Bau darah memikat datang darimu tapi berbanding jauh terbalik dengan penampilanmu ?.. keh menjijikan", desis zheng bai.
"Manusia menjijikan", hinanya.
"Apakah kau memohon belas kasih diantara kaki lelaki busuk itu ?... cih harusnya aku tahu bahwa kau bukanlah mahluk abadi", decih zheng bai karena merasa kesal telah tertipu oleh fasad surgawi milik manusia busuk dibawahnya.
"Keh, kenapa kau menangis ?", tanya zhenh bai santai.
So ah terdiam mendengar penghinaan zheng bai padanya. ia yang masih syok dengan apa yang telah ia alami sebelumnya hanya bisa diam mendengar ocehan lelaki aneh dihadapannya ini.
Sesaat yang lalu, zheng bai dengan liciknya menukar tubuh aslinya dengan tubuh palsu yang telah ia isi dengan inti spiritual dari mahluk dunia bawah yang sengaja ia persiapkan untuk sesuatu yang seperti ini. Dewi keberuntungan tengah berpihak padanya !!!..., selain telah menghancurkan sebagian daratan inti, tubuh itu juga berhasil berlari kearah salah satu daratan yang ia yakini penuh dengan para mahluk dunia atas hingga matanya tertarik pada sosok wanita yang tengah berlari menghindari beberapa pasukan dari dunia atas yang uniknya, serbuan panah para pasukan itu tak berkutik karena sulur-sulur aneh serta tumbuhan spiritual bergerak hidup melindungi wanita itu.
Zheng bai tertarik. tapi ia juga sedikir merasakan hal menjijikan karena terkecoh. mungkin saja hal itu manipulasi dari kaisar agung. dan lagi, melihat ekspresi kaisar dunia atas yang panik melihat wankta itu akan pergi dari wilayah dunia atas menambah ras tertarik zheng bai ditengah-tengah pertarungan mereka, yuan yang fokusnya terbagi hanya bisa mendapatkan serangan telak dari raja dunia bawah, yang berakhir merugikan dirinya sendiri dan wilayah kekaisarannya.
Satu setengah daratan dunia atas dan beberapa ratusan rakyatnya mati ditangan zheng bai, hal itu juga telah menjadi pukulan besar baginya.
Emosi gila merambat naik, tanpa berfikir lagi ia memerintahkan seluruh pasukannya untuk datang ke lembah kematian dan menyerang kawasan dunia bawah.
.
.
"LEPASKAN !!", desis so ah dingin.
"Auuu, aku takutt~~", ucap zheng bai dingin.
"Hahaha, biar ku tebak bukankah kau yang berada didalam sulur itu bukan ??... sangat menyenangkan melihat rubah busuk itu memohon dikaki ku untuk tidak mengejarmu", ucap zheng bai santai.
DEG.
Mata so ah sedikit terbelalak kaget.
"Apa yang kau lakukan pada lelaki itu !!!", ucap so ah marah.
"Aku ??... aku telah memerintahkan beberapa prajurit ku untuk menyiksanya", desis zheng bai sembari tersengum senanh.
"KAU !!!!...", ucap so ah.
PLAKKK...
PLAKKK...
Tamparan keras mengenai pipi kanan zheng bai, disana bekas merah padam tercetak helas. Zheng bai terdiam melihat reaksi so ah.
"Kenapa manusia rendahan seperti mu mengkhawatirkan mahluk immortal yang jelas-helas takkan bisa hidup bersama mahluk fana seperti kalian", desis zheng bai dingin.
"Mahluk sepertimu takkan mengerti sebuah hutang nyawa dan rasa terima kasih !!!", desis so ah dingin.
PLAKK...
PLAKKKK...
"Diam ****** !!!", bentak sinis cheng rou yang telah keluar dari dalam ruang dimensi milik zheng bai.
Pipi so ah memanas karena tamparan itu, sudut bibirnya yang sudah terkoyak kembali mengeluarkan darah segar, so ah cepat-cepat mengelap darah disudut bibirnya itu.
Ia menatap waspada dua sosok dihadapannya.
"Babi busuk sepertimu ingin berhutang budi pada mahluk immortal ??? Hahahahahahahaha tak berguna !!!", ucap sinis cheng rou.
"Aku tau, pasti kau ingin menjadi wanita dari rubah itu bukan hahaha atau karena kau telah ditolak oleh kaisar !!... hahaha ****** seperti mu memang tak tahu malu.... ", ucap cheng rou dingin.
"PELACUR menjijikan", tekan cheng rou dengan senyum mirinh dibibringa.
Cheng rou yang sebelumnya emosi karena ulah zheng bai padanya, sekarang tengah melampiaskan seluruh emosinya pada so ah.
Ia mengeluarkan cambuk hitam miliknya.
Splassshhh....
Spllassshhh...
Kilatan-kilatan aliran hitam keluar setiap kali cheng rou mencambukkan cambuk miliknya ketanah.
Pantulan sinar memantul dari mata bening milik so ah. ia merasakan bahaya yang besar datang kepadanya, tanpa sadar ia mundur.
"Kenapa kau mundur ??.. keh", desis dingin cheng rou yang berjalan perkahan kearah so ah.
So ah yang lebih waspada dengan hati-hati melangkahkan kakinya menjauh dari wanita asing dengan cambuk ditangannya itu hingga bahunya menabrak benda keras, seketika tubuh so ah mendingin.
Ia menabrak sebatang pohon.
Tak ada jalan keluar !, pikir so ah.