The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 71



"Apakah dirimu bukan keturunan seorang Naga Agung, suamiku ???"tanya permaisuri Yan Ran.


"Bukan"jawab kaisar Lian Long.


"Kekuatanku memang layaknya seorang naga agung itu karena tetua memberikan kepercayaan mereka padaku, semua itu terjadi karena Weida De Tianhuang He Jun Lianxu "ucap kaisar Lian Long pada permaisuri.


*Weida De Tianghuang : Kaisar langit Agung


Mata permaisuri Yan Ran terbelalak terkejut, ia tak menyangka bahwa ada konspirasi besar tepat dibawah matanya sendiri dan ia juga tau bahwa nama agung yang disebut kaisar Lian Long bukan hanya nama sembarangan tetapi nama yang membawa banyak teror ratusan tahun yang lalu. Ia perlahan mulai menormalkan ekspresinya walaupun ia tetap gemetaran hebat karena mendengar nama itu diucapkan suaminya sendiri.


"Tapi kenapa tetua agung bertindak seperti itu ??"tanya permaisuri Yan Ran.


"Jadi apa identitas aslimu ??"lanjut permaisuri Yan Ran lagi.


Jujur hatinya merasa sedih karena suaminya sendiri menyembunyikan identitasnya, tapi ia bisa memakluminya karena hal itu bermanfaat bagi semua orang.


"Nama ku Tang Mo Cou, aku berasal dari klan harimau... aku berani seperti ini karena aku mencintaimu Yan'er"ucap kaisar Lian Long.


"Dan lagi keturunan Naga agung hanya tersisa dua orang dan tak banyak orang tau akan hal itu, karenanya aku yang sebagai murid tetua agung mengajukan diri untuk melindungi dunia atas dari kehancuran dan aku tidak ingin hal yang diperbuat weida da tianhuang terjadi seperti ratusan tahun yang lalu"sahut kaisar lian long.


"Maafkan aku"lanjutnya lagi sembari memegang lembut tangan permaisuri.


Permaisuri Yan Ran yang mendengar hal itu menjadi sangat terharu karena kasih sayang mereka yang semakin kuat. Kaisar Lian Long atau bisa dikatakan kaisar Tang Mo Cou  berbicara tentang semua yang telah ia ketahui kepada Yan Ran.


"Apakah kau tau dimana naga agung yang lainnya ??"tanya permaisuri Yan Ran hati-hati.


"Ya aku tau... dan sebenarnya ia juga bukan seorang naga agung melainkan ia keturunan seorang naga pelindung yang membuat kontrak dan melindungi naga agung"sahut Tang Mo Cou.


"Apakah mungkin kita bisa melanjutkan garis keturunan kita suamiku ??"tanya Yan Ran tiba-tiba, kepalanya menunduk sedih.


Tang Mo Cou yang melihat istrinya sedih dan menundukkan kepala langsung memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Jika kau ingin seorang anak... aku akan mengabulkannya untukmu"sahut Tang Mo Cou lembut yang disambut dengan senyuman bahagia dari Yan Ran.


Di hari yang telah ditentukkan, Tang Mo Cou pergi menuju dunia bawah tanpa mengatakan sepatah apapun pada semua orang terutama istrinya, permaisuri Yan Ran.


Sampai di dunia bawah, ia langsung melesat menuju kesebuah hutan terlarang dan masuk kedalamnya.


Hutan yang khas dengan kegelapan dan kesuraman itu tak membuat Tang Mo Cou gentar sekalipun perjalanannya harus berhenti sebentar karena halangan darj hewan-hewan buas dunia bawah. Ia terus memasuki kedalaman hutan itu sampai akhirnya ia berhenti disebuah padang tandus.


Matanya yang tajam mengawasi kesegala arah dan ia langsung memusatkan perhatiannya pada pusat padang tandus ini.


Disana ia bisa melihat sebuah gua yang pintu masuknya tertutupi bebatuan hitam tinggi.


Berjalan dengan hati-hati memasuki gua itu, Tang Mo Cou yang sudah berada didalam terus masuk kekedalaman gua sampai ia berhenti diruang bawah tanah yang gelap dan suram.


Samar namun dengan pasti ia bisa tau bahwa itu adalah suara hembusan nafas hewan buas apalagi energi tenang namun berbahaya ini, ia dengan perlahan terus berjalan hingga berhenti karena tepat didepannya terlihat seekor naga hitam besar yang tertidur, didepan naga itu terdapat pecahan kecil kristal putih yang berkilauan unik  yang mengambang dan sedikit menarik perhatiannya ia berfikir mungkin jika kristal itu dibuat menjadi sebuah perhiasan akan terlihat cantik serta langka apalagi dengan energi spiritual kuat yang keluar dari dalam pecahan kristal putih itu.


Tang Mo Cou dengan cepat mendekati naga hitam yang tertidur itu dan ia dengan lihainya mengambil pecahan kristal itu dan langsung menyimpannya di ruang dimensi dan bertepatan dengan hal itu, sang naga pelindung membuka matanya.


Sang naga pelindung, Dai Luan yang sedang dalam wujud naganya tersentak karena energi tuannya yang berada didalam pecahan kristal itu menghilang tepat dibawah matanya sendiri.


Ggrrrrooooaaarrrr....


Gemuruh suara mematikkan tak membuat Tang Mo Cou takut tetapi ia bergairah karena sudah lama ia tak bertempir dengan mahluk yang kuat.


Dai luan yang mengejar Tang Mo Cou keluar dari dalam gua bawah tanah keluar menuju keatas.


Dduummm...


Dddumm...


Kraakk...


Terdengar suara mengerikan karena pertempuran mereka tapi ketika mata dai luan melihat sayap naga dibelakang tubuh Tang Mo Cou, ia mendesis meremehkan.


"Cih naga palsu"pikirnya.


Dai luan yang dengan kejam menyerang Tang Mo Cou dengan membabi buta dan ganas. Tang Mo Cou yang merasakan bahwa naga didepannya ini marah karena ia mencuri kristal yang sekarang ini berada didalam ruang dimensinya hanya menyipitkna matanya. Sebagai seseorang yang terlahir di klan harimau, ia diajarkan untuk mengikuti hukum alam, yang terkuat dialah pemenangnya dan hal itu sudah menjadi hukum alam yang digunakan semua mahluk tanpa terkecuali.


Ia dengan berani mengeluarkan pedangnya dan mulai melesat keatas punggung naga pelindung itu, melihat naga pelindung itu sedikit lengah tang mo cou langsung menancapkan pedangnya tepat di jantung dai luan tapi karena mendapat sinyal bahaya dengan kecepatannya dai luan menghindar dan pedang itu tertancap tepat dilengannya.


Tang Mo Cou terlempar jauh karena hempasan ekor dai luan yang sekarang ia sudah mulai berubah menjadi sosok manusia.


"Kenapa kau mencuri pecahan kristal itu !!"desis dai luan kejam.


Wajahnya yang tampan itu terlihat sangat mengerikan dengan sepasang mata caramel yang menyala mengerikan.


"Cih dan kau dengan bangganya menunjukkan sayap naga palsu yang lemah... kau sungguh menghinaku !!"desis dai luan lagi.


Kuku-kuku tangannya mulai memanjang tajam, ia dengan cepat langsung melesat kearah Tang Mo Cou.


Pedang yang digunakan Tang Mo Cou berderit tajam memekakkan telinga. Tang Mo Cou bertempur habis-habisan melawan naga pelindung yang menurut para tetua sangat kejam dan tanpa ampun sama seperti tuannya. Tang Mo Cou yang terpojok karena kekuatan Dai  luan sangat ganas serta membabi buta, membuatnya memikirkan strategi lain agar bisa lolos dari mahluk didepannya ini.


"Maafkan aku"ucap Tang Mo Cou sebelum pergi melesat melarikan diri.


Dai luan yang melihat musuhnya lolos dan berhasil membawa pecahan kristal itu mengamuk. Semua hal yang ada disekitarnya hancur berantakkan tak berbentuk.


"Siall !!!"geramnya penuh amarah.


Ia tak bisa keluar dari kawasan hutan terlarang dunia bawah ini tanpa perintah langsung dari tuan agungnya. Dan sekarang hal yang seharusnya ia jaga dengan benar harus hilang tepat dibawah pengawasan matanya. Ditambah lagi kondisi tubuhnya yang masih terluka parah akibat perang ketiga dunia, ia bertambag kesal.


Dai luan memejamkan matanya, ia berusaha menetralkan amarahnya dan mulai berfikir dingin.


Seharusnya ia menunggu kebangkitan tuannya dan sekarang ini luka yang ia terima bertambah parah, karena tidak ada pilihan lain akhirnya dai luan lebih memilih untuk bersemayam kembali mengumpulkan energi spritual untuk menyembuhkan dirinya sendiri.


Ketika ia sudah bersemayam kedalam gua dan menghilangkan auranya seketika itu matanya terbuka dan ia tersenyum mengerikkan.


"Hahaha bodoh... bukankah tuankj juga butuh sedikit bantuan dari mahluk-mahluk bodoh itu !!"pikirnya penuh perhitungan.