
Ruang dimensi milik burung spiritual dari klan vermillion itu bergetar hebat membuat zhe ze yang awalnya memohon kebebasan long harus tersungkur jatuh kedepan.
Retakan-retakan besar terus terbentuk didalam ruang dimensi yang kini tengah menampung tubuh mereka.
Yi, Hui, dan bingbing masih berusaha berdiri tegak tapi karena getaran semakin hebat didalam ruang dimensi, mereka tak bisa bertahan lebih lama dan ikut terjatuh.
Cheng rou yang duduk diatas kursi kebesaran milik klan vermillion tertawa terbahak-bahak penuh dengan kesenangan.
"Ahh, sayang sekali sepertinya aku harus membebaskan kalian atau mungkin aku bisa membawa kalian, itu akan lebih baik khikhihihi", ucap cheng rou sembari terkikik santai.
"Apa yang ingin kau lakukan !!!", desis yi dingin.
"Aku ??", tanya cheng rou menunjuk dirinya sendiri.
"Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada duduk diatas pangkuan kaisar agung", ucap cheng rou girang.
"Kau gila !!!... kau tak waras !!!", ucap bingbing.
"Aku tak waras ??!! Hahahaha....", tawa cheng rou semakin menjadi-jadi.
"Kaisar agung hanya menjadi belahan dari jiwa putri ini !!", bentak cheng rou penuh dengan otoritas.
"Apa yang kau katakan !!!", ucap bingbing.
"Kaisar agung telah mengangkat seorang permaisuri agung disisinya, ****** sepertimu hanya bisa mati di sudut menjijikan", desis bingbing tajam.
"Cih, immortal rendahan seperti kalian hanya serangga kecil dibawah kaki putri ini !!!", desis cheng rou dingin. ia juga telah mengetahui bahwa kaisar memiliki wanita disisinya, tapi hal itu hanyalah setitik debu dimatanya. ia kapan saja bisa menyiksa wanita yang masih belum diketahui seperti apa sosoknya itu.
Cheng rou dengan kejam mengikat ketiganya dengan rantai hitam miliknya. Ia hanya tertawa girang ketika melihat ketidakberdayaan para pemimpin klan dunia atas sekaligus jenderal tertinggi kekaisaran dunia atas tak berkutik dibawah kekuatannya.
"Cheng rou jie ku mohon, cheng rou jie ku mohonn lepaskan kami berdua", ucap zhe ze dengan pandangan mata kosong.
"Tidak !!!... mei mei sadarr !!!", teriak bingbing panik.
Nyonya besar dari kediaman klan Harimau itu menggeliat panik saat mengetahui bahwa zhe ze terus memohon pada cheng rou.
Crakk...
Crakk....
Bingbing tak perduli beberapa bagian kulit ditubuhnya tergores dan semakin tergores karena bergesekan dengan rantai kasar milik cheng rou, hui yang melihat bagaimana istrinya berjuang untuk melawan rantai yang mengikatnya kini ia tak bisa berbuat apa-apa.
Tenaga spiritual mereka telah dihisap habis, dan kemungkinan besar kini benar apa yang dikatakan cheng rou bahwa mereka hanyalah serangga yang tak berguna.
"Hikss... zhe ze lihat jie jie !!!... longg !!!...", panggil bingbing yang terus bergerak brutal hingga ia merasakan rasa kesakitan menyengat ditubuhnya. Ia telah mencapai batasnya, dan kegelapan merenggut kesadarannya.
"Ahhh, dimana suami yang penuh kasih sayang ???", tanya cheng rou sembari melirik hui.
"Lebih baik ia kesakitan dan tertidur sebentar daripada harus melihat wajah ****** mu itu", desis hui dingin.
"Ohh, hatiku sakit hahaha", jawab cheng rou.
"Apa yang akan kalian lakukan", sela yi dingin.
Yi merasa bahwa pergerakan dari dunia bawah semakin liar. Kemungkinan besar perbuat mereka ini akan memicu peperangan yang mereka inginkan. Tapi, ia yang melihat long hanya berdiam diri tak bergerak satu incipun dari tempatnya itu sedikit bisa merasakan ada sesuatu yang tidak beres dan hanya satu hal yang melintas di pikirannya,
Pergerakan pemimpin klan kura-kura hitam itu telah di manipulasi oleh orang lain !!!...
Yi beramsumsi bahwa dalang dibalik sikap long adalah perbuatan cheng rou.
Mereka harus lebih waspada dan berhati-hati dengan sosok didepan mereka ini !!!...
"Sebentar lagi ruang dimensi ini akan pecah, hui bersiaplah", pikir yi yang memberikan kode pada hui.
Hui mengangguk memahami maksud yi, ia mempersiapkan dirinya sendiri dan diam-diam sedikit demi sedikit berjalan menuju tempat dimana istrinya itu terikat.
Yi berdiri tegak menghitung pergerakan cheng rou, saat ini mereka harus bisa lepas dari cengkeraman wanita itu entah bagaimana caranya.
.
.
.
.
.
"Ughhh", ucap so ah yang kini tubuhnya terbaring diatas tanah yang telah menghitam.
Matanya sedikit berputar pusing melihat sekitarnya saat ia berusaha duduk.
"Suara apa itu ??!!", tanya so ah yang langsung waspada.
Raungan mengerikan terdengar sayup dari kejauhan, dan itu membuat tubuhnya bergetar takut.
"Aku harus pergi", pikir so ah yang berusaha membawa tubuhnya menjauh dari tempatnya berada.
Raungan yang ia dengar sayup-sayup semakin terdengar jelas mengarah padanya, seakan dejavu dengan hal yang ia alami ini so ah berusaha menutup jalan yang ia lewati dengan pohon-pohon yang ia tumbuhkan.
"Huh... huh", deru nafasnya semakin terasa sesak.
Tubuh so ah bergetar ketakutan, tapi ia terus berusaha lari secepat mungkin.
Bahaya ada tepat didepan matanya !!!...
Deru jantung yang berdetak cepat dan dengan nafas yang terus terpompa sesak, so ah terus berusaha berlari sembari membentengi dirinya sendiri dengan kekuatan yang baru ia miliki ini.
"Ada hal yang menarik", ucap wan yu yang saat ini tengah melihat hewan-hewan buas dari dunia bawah hasil buatannya.
"Apa yang menarik ??... hanya sekumpulan hewan buas menjijikan", decak chen qi dingin.
"Tidak, lihat lagii bodoh !!", bentak wan yu kesal.
"Ck, jangan melampiaskan rasa kesalmu padaku bodoh !!!..", bentak chen qi pada wan yu pasalnya rencana mereka di keempat kerajaan besar milik para manusia harus berantakan hanya karena formasi benteng spiritual raksasa yang tiba-tiba datang, dan lagi belum dengan kemurkaan raja mereka yang juga akan mereka hadapi.
Chen qi memelototi wan yu dengan penuh dendam dan amarah disana.
"Aroma ini~~~", desah wan yu.
"Ahh, ini sungguh sangat memikat....", desis wan yu.
"Apa kau bisa menghirupnya juga ???", tanya wan yu santai.
"jangan katakan padaku bahwa kau kinj tengah terangsang ?!!", desis jijik chen qi yang melihat ekspresi wan yu.
wan yu melirik sinis lelaki disebelahnya.
Mata lelaki gila itu terlihat terpejam penuh dengan gairah karena terpikat akan sesuatu dan hal itu sukses membuat chen qi ikut penasaran pasalnya ia tak pernah melihat wan yu tertarik pada hal lain selain percobaan-percobaan menjijikan didalam ruang pribadi lelaki gila itu. Saat chen qi ikut mencari sumber aroma itu, ia tersentak.
Begitu memikat !!!...
Bahkan aliran spiritual didalam tubuhnya bereaksi atas aroma memikat ini !!...
Ia menatap kearah wan yu yang juga menatapnya dan kemudian mereka menyeringai kejam.
Mereka harus mendapatkan sumber aroma ini !!!...
Disisi lain, Rou shi yang merasakan perubahan haluan besar dari hewan-hewan buas disekitarnya dengan cepat ikut pergi kearah dimana hewan-hewan buas itu pergi.
Tuannya sedang dalam bahaya besar !!!...
Sekuat tenaga rou shi melewati hewan-hewan buas itu hingga pada akhirnya ia memimpin didepan.
Pohon ??...
Tuan kuu !!!...
Rou shi dengan cepat berusaha melewati pohon-pohon yang so ah buat sebagai benteng pertahanan.
"Hah... hah... hah", keringat dingin mengalir deras dari dahi tanaman spiritual kuno itu saat ia berusaha membuka sedikir celah dari benteng tebal buatan tuannya.
DUMM...
DUMMMM...
BAKKK... BRAKKK...
GRRROOOAAAAAAAAAA....
GRRRRRR....
Geraman demi geraman mengerikan yang terdengar keras dari arah belakangnya tak membuat rou shi gentar, sedikit celah berhasil ia buat dibenteng itu dan ia terus bergerak menuju tuannya.