
Huang de yang menaiki kudanya dengan cepat datang ke kedai dimana xuan dan so ah tadi sebelumnya membeli roti kukus, disana ia mengedarkan pandangannya seakan mencari-cari sosok lain yang lebih menonjol tapi sayangnya sosok yang ia cari tidak ada. Huang de mendengus kesal karena mangsa yang ia cari tidak ada akhirnya ia memutuskan untuk memerintahkan bawahannya mencari sosok yang menjadi buah bibir rakyat kerajaan timur malam ini.
"Yang mulia, wanita yang anda cari sudah bersuami dan sekarang ini kondisi wanita itu sedang hamil"ucap seorang pengawalnya takut-takut.
Pengawal itu memandang temannya yang lain, ia terus waspada menunggu respon apa yang akan ditunjukkan padanya karena informasi yang telah ia sampaikan kepada tuannya.
Mereka sangat tahu dengan tabiat buruk milik tuan mereka ini yang sangat suka mengumpulkan kecantikan dan membawanya dengan paksa kedalam kediaman milik tuan mereka, bahkan beberapa bulan yang lalu ada pasangan pengantin baru yang wanitanya secara tak sengaja tertangkap mata oleh pangeran huang de hingga membuat wanita itu sekarang berpisah dari suaminya.
"Bersuami ? Hahahaha apa yang kalian takutkan hah aku hanya ingin menikmati kecantikan langka yang sedang menjadi perbincangan itu !!!... bedebah bodoh !!... kau pikir yang mulia ini suka pada sepatu bekas milik orang lain !!"bentak huang de arogan.
Dan seperti itulah kata-kata tanpa tahu malu yang keluar dari bibir huang de, ia dengan arogan tak menganggap bahwa apa dan apa yang ia inginkan bertentangan dengan peraturan milik kerajaannya.
"Maafkan kami yang mulia.... kami bodoh karena tidak mengerti maksud anda"jawab para pengawalnya.
"Jadi dimana wanita itu ?!"tanya huang de pada pengawalnya.
"Menurut orang-orang yang kami tanyai, keduanya menginap di rumah penginapan ujung sana yang mulia"jawab pengawalnya dengan sopan.
"Rumah penginapan ??.. haa ternyata pendatang baru eh"desis huang de terkekeh-kekeh.
Ia langsung berjalan keluar kedai dan menaiki kudanya menuju ke rumah penginapan seperti yang dikatakan para pengawalnya.
Pemilik rumah penginapan dibuat kaget dengan kehadiran pangeran dari kerajaannya, pemilik rumah penginapan itu langsung tergesah-gesah menjamu huang de. Pemilik rumah penginapan itu memerintahkan semua pelayannya untuk mengeluarkan barang-barang terbaik mereka saat menjamu huang de.
"Hmm tidak buruk.... tidak buruk"ucap huang de saat ia dilayani dengan cepat. Ia menatap para gadis-gadis muda yang baru saja mekar itu dengan pandangan segar, hal itu wajar karena dirinya sangat mencintai kecantikan-kecantikan yang menurutnya segar menggiurkan serta lebih menantang. Hal apa saja yang menurutnya susuh untuk ditaklukkan maka ia akan menaklukknya sama halnya seperti xi mei.
Huang de yang tanpa sadar memikirkan wanita jalang kecil yang hampir merusak jalannya menuju tahta kerajaan langsung kesal, jika bisa ia akan menyiksa wanita jalang kecil itu hingga dengan sukarela memberikan informasi tentang wanita yang xi mei tolong.
Memikirkan xi mei yang terus saja membuat dirinya kesal, huang de memerintahkan pemilik rumah penginapan itu untuk duduk didepannya.
Pemilik rumah penginapan seakan mengerti dengan apa yang akan dikatakan oleh pangeran kerajaan timur itu langsung cepat-cepat duduk di tempat rendah takkala ia melihat beberapa ingot emas berharga.
"Disini ada seorang wanita yang memiliki kecantikan bagai mahluk surgawi seperti yang di rumorkan orang-orang ?.."tanya huang de langsung tanpa basa-basi, ia sudah sangat penasaran dan ingin melihat wanita yang malam ini dalam hitungan menit langsung merebak luas dipenuhi dengan kalimat pujian.
Pemilik rumah penginapan langsung kaget dengan pertanyaan huang de, ia masih kebingungan ingin mengatakan apa dan bagaimana ketika dirinya sendiri tahu bahwa wanita itu sedang dalam keadaan hamil dan mempunyai seorang suami. Entah kesialan apa yang dimilik wanita itu hingga bisa menarik perhatian dari seorang pangeran bejat semacam huang de ini.
"Cepat katakan !!"desis huang de tidak sabaran, ia sendiri sudah tahu bahwa pemilik penginapan ini menyembunyikan sesuatu dan ia dengan santai menambah beberapa ingot emas diatas mejanya.
Mata pemilik rumah penginapan yang sebelumnya ragu-ragu langsung bersinar cerah melihat bisnis yang ada didepan matanya. Ia dengan cepat membenarkan apa yang ditanyakan oleh huang de bahkan pemilik rumah penginapan itu memberitahukan dimana salah satu sudut dari dua rumah penginapannya yang istimewa dipesan oleh suami wanita dengan kecantikan langka itu.
"Berapa ??"tanya huang de santai.
"Ahh tidak perlu... berapapun itu tidak akan menguras isi kantong uangku hahahaha.... cepat antarkan aku"ucap huang de lagi, ia bertindak bagaikan seorang bandit liar yang sedang mengintai mangsanya. Tindakannya yang menjijikan itu membuat beberapa gadis pelayan yang berjejer rapi melayaninya menggidik ngeri sekaligus merasa kasihan dengan nyonya muda yang sedang hamil itu.
Seperti yang dikatakan pemilik rumah penginapan yang ia tempati dekat dengan rumah penginapan yang wanita itu tempati, bahkan hanya dihalangi danau kecil dan taman di ujungnya dan ruang luar sebelah selatan tepat menghadap kejalanan, sungguh tempat yang strategis sekaligus nyaman.
Para pengawal huang de perintahkan untuk tidak berbuat sesuatu yang mencurigakan, ia memerintah para pengawalnya untuk berdiam diri disudut-sudut tertentu saja.
"Apakah kau lelah ??"tanya xuan pada so ah, ia masih melihat so ah yang menatap aliran penuh lentera apung.
"Hari semakin larut dan dingin"lanjut xuan lagi, ia semakin mendekap erat tubuh wanita mungil didalam pelukannya itu dan sesekali juga mengelus lembut perut so ah.
"ayo kita kembali"ucap xuan.
"En"jawab so ah sembari mengikuti langkah kaki xuan, kadang-kadang ia berhenti sebentar menarik nafas sedikit kelelahan hal itu wajar karena beban yang ia bawa semakin hari semakin bertambah beratnya untungnya xuan dengan perhatian berjalan sedikit lebih pelan dan santai.
Xuan melihat bagaimana istri kecilnya ini berusaha keras untuk terus berjalan akhirnya ia memutuskan untuk menggendong so ah.
"Apa... apa yang kau lakukan ??"tanya so ah kaget, ia menepuk-nepuk pelan dada bidang xuan dengan satu tangannya yang mencengkeram erat bahu suaminya itu.
"Semua orang memperhatikan kita"lanjut so ah lagi, ia berusaha menahan rasa malu karena mereka menjadi pusat perhatian dari orang-orang di sepanjang jalan yang mereka lalui.
"Hahaha istri kecilku ini ternyata berkulit tipis eh"jawab xuan sembari terkekeh lucu menggoda so ah.
"Bukan... bukan begitu"ucap so ah dengan suara gagap, karena hanya ditambah dengan kalimat godaan dari xuan, so ah menjadi bertambah malu dan mukanya semakin memerah.
"Hanya saja apakah tanganmu baik-baik saja ??... ahh su..sudah lupakan saja"ucap so ah lagi dengan suara teredam.
Ia menyembunyikan wajahnya yang tertutup setengah itu di dada xuan, tak berani menatap sekelilingnya lagi apalagi mendengarkan kalimat-kalimat menggoda dari orang-orang yang berpas-pasan dengan mereka.
Xuan yang tau bahwa so ah sangat tidak nyaman disisi lain ia juga puas dan senang bisa menggoda istri kecilnya ini langsung melompat tinggi keatas atap-atap rumah.
Ia menatap para manusia-manusia menjijikan dibawahnya dengan pandangan datar, dari awal ia memang tak suka berbaur dengan para manusia fana tapi karena so ah sangat terhibur dengan pertunjukkan yang mereka tampilkan jadi ia menoleransi walau hanya sedikit tapi itu lebih dari cukup untuk tidak menumpahkan darah disetiap pijakan kakinya.
Ia dalam diam dan dengan cepat berjalan diatas atap-atap, sesekali xuan melompati atap-atap lain dengan tenang hingga dalam hitungan menit mereka sampai dirumah penginapan.