The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 88



"Hahahaha wanita tuaa"tawa Long terdengar menyebalkan ditelinga bingbing.


"Diam kau long !"desis bingbing tajam.


Saat ini setelah kejadian Lie Li Shi, mereka sedang berkumpul seperti biasanya di dalam taman kekaisaran dunia atas. Yuan yang menutup matanya tidak terganggu dengan pertengkaran antara long dan bingbing, ia hanya tetap diam kaku mendetoksinifikasi dirinya sendiri dengan bantuan jarum dari bingbing.


"Long, diamlah biarkan bing er memfokuskan dirinya..."sela hui yang ada disebelah yi.


Bing Bing melirik kedua lelaki yang berekspesi seperti papan itu dengan tatapan sadis.


"Hahaha baiklah... baiklah aku mengalah"ucap long yang sudah puas menggoda bingbing.


"Dimana zhe ze ??"tanya bingbing.


"Entahlah..."sahut long santai.


"Apa yang kau lakukan padanya hah ?!!..."ucap bingbing dengan penuh penekanan.


"Tidak ada, mungkin sebentar lagi kalian akan melihat bayi-bayi lucu vermilion atau mungkin bayi kura-kura yang imut.."sahut long dengan santai.


"Dasar bodoh !!!... apa yang kau lakukan hah..."ucap bingbing lagi.


"Apa salahku ??"tanya long santai.


"Sebentar lagi, cepat atau lambat kita akan mulai berperang dengan kerajaan dunia bawah !.. mau kau taruh dimana zhe ze nanti jika dia mengandung hah sedangkan zhe ze mempunyai jiwa seorang petarung yang sudah mengalir dengan deras di nadinya"jelas bingbing.


"Hah..."ucap long terdiam.


"Aku pergi.."ucap yuan tiba-tiba.


Dirinya sangat tidak suka jika ada yang membahas tentang bayi ataupun sejenisnya karena pada akhirnya dirinya akan mengingat kebenciannya pada mahluk yang sedang berkembang didalam perut so ah.


"Ada apa ??"tanya bingbing.


"Aku ingin menetralkan kekuatanku..."jawab yuan.


"Baiklah kami juga akan kembali"ucap bingbing yang langsung menghilang bersama hui diikuti dengan yi dan long.


Tempat yang tadinya sedikit berisik berubah menjadi hening tanpa suara. Yuan yang masih menutup matanya, ia masih berusaha untuk memusatkan pikirannya menuju inti kekuatannya tapi suatu hal terjadi secara tiba-tiba tertarik kedalam ruang dimensi dimana xuan yang sedang bermeditasi berada karena hal itu terjadi terus dan berulang-ulang yuan hanya diam, dirinya tau alasan kenapa ketika ia mencari inti kekuatannya sendiri dan selalu berujung ditempat yang sama itu karena inti kekuatannya berada di dalam jiwa xuan.


Semenjak hari dimana dirinya ingin membunuh benih milik xuan didalam rahim so ah dan setelah pertarungan mereka berdua lelaki didepannya ini langsung diam tak betindak brutal seperti biasanya.


Yuan berjalan dengan santai menuju kedalam kediaman naga tempat peristirahatannya.


Ruangan yang penuh dengan furnitur langka dan kualitas nomor satu itu terasa sangat dingin dan suram. Ia perlahan membuka jendela besar di ruangan peristirahatannya itu, angin dingin terasa bergerak kacau lebih cepat dan kencang seakan mengekspresikan perasaannya sendiri.


Yuan menatap paviliun-pavilun kekaisaran dunia atas yang melayang diantara awan-awan tersambung satu sama lain dengan jembatan besar melayang yang terlihat sangat kokoh dan indah. Ia menerawang dari kejauhan memikirkan keadaan ribuan nyawa yang ada digenggaman tangannya mungkin saja di masa depan bisa terancam karena peperangan yang cepat atau lambat akan terjadi.


Mungkin saja kedamaian yang sedang rakyatnya nikmati sedang berlangsung saat ini, tapi entah dilain hari...


Pandangan dinginnya yang tak terbaca itu menatap tajam kejauhan.


So ah...


Apakah sekarang so ah sedang dalam keadaan kesakitan ??..


Yuan kemudian berjalan masuk kedalam sebuah ruangan yang sudah ia beri sebuah kubah pelindung yang sangat kuat, Ia duduk di tengah ruangan itu dan perlahan memejamkan matanya.


Ia masuk kedalam ruang dimensi penyimpanannya, matanya melihat semua benda langka dan berharga tersusun rapi di ribuan rak-rak yang tak terhitung jumlahnya. Ia memikirkan benda yang ia cari tapi benda itu tak kunjung keluar dari tempatnya membuat yuan curiga jika ada yang sudah mencuri benda itu tanpa sepengetahuannya dan yang mencurinya sudah pasti xuan karena hanya xuan yang bisa bebas keluar masuk kedalam setiap ruang dimensi miliknya.


Kenapa harus sisa dari ketiga mutiara merah darah itu yang di ambil xuan !!..


Yuan langsung pergi ke ruang dimensi dimana xuan berada, ia melihat lelaki itu masih duduk diam tak bergerak sama sekali. Alis yuan mengerut tajam, ia dengan cepat mengeluarkan pedang peraknya dari ketiadaan dan langsung menebaskan pedangnya itu kearah leher xuan.


Traanggg...


Blaaarrr....


Suara benda yang beradu keras satu sama lain terdengar nyaring memekakan telinga, yuan yang tau bahwa xuan menggunakan sebuah pelindung disekeliling jiwa itu langsung menebaskan pedangnya lagi dengan menambah banyak kekuatannya.


Bllaarrr...


Bllaarrr....


"Apa yang kau inginkan"ucap xuan dingin, ia membuka matanya yang tajam itu dan menatap yuan dengan tatapan malas, ia sangat merasa kesal karena pemulihannya sedikit terganggu.


"Dimana mutiara-mutiara merah itu !"desis yuan tajam.


"Apa ?"tanya xuan menaikkan sebelah alisnya.


"Hahaha ah aku baru ingat sekarang tiga mutiara merah itu sudah lenyap ah atau lebih tepatnya dua mutiara merah darah itu"lanjut xuan lagi sembari tertawa mengejek.


"Kau !..."ucap yuan marah.


Ketiga mutiara itu sangatlah berguna bagi so ah karena dengan memakan mutiara merah darah yang terbuat dari darahnya sendiri itu so ah bisa menjadi mahluk setengah immortal dan sekarang xuan menghancurkan rencananya.


"Hahaha bukankah sudah ku bilang kau sudah kehilangan pacuan pertama"kata xuan santai.


"Darah dari pecahan kekuatan jiwa suciku yang sudah mulai tercampur dengan jiwa mahluk lain takkan bisa membuat tubuh manusia menjadi immortal... mimpi mu terlalu besar"desis xuan dingin.


Darah agungnya yang dulu sengaja ia minumkan dengan paksa kepada so ah sewaktu wanita itu terluka parah karena disiksa di kediaman Lu membuat kapsul darah yang sudah menjadi mutiara merah darah itu tak berarti apa-apa.


Dan satu lagi racun di pedang perak milik yuan.


So ah bisa bertahan dengan racun itu jika itu hanyalah racun biasa tetapi ia juga tahu jika racun yang di lumurkan pada bilah pedang perak itu bukan sembarang racun.


"Temui so ah, sembuhkan racun itu"ucap xuan dingin.


"Kau berkata seperti itu karena so ah sedang mengandung anakmu bukan..."ucap yuan tajam.


"Apakah kau merasa terhina dengan hal itu ?"tanya xuan santai.


Yuan tak menjawab apapun, tetapi tetap ia merasa sangat terhina walaupun xuan melakukan hal itu dengan tubuhnya tapi tetap saja mereka jiwa yang tak sama.


"Hahahha bagus bagus hahahaha itulah hal yang ku inginkan... bukankah dengan demikian so ah cepat atau lambat akan menemui kematiannya... dan hal pertama yang ia ingat saat kematian itu datang menjemput jiwa wanita itu adalah kau !!..."ucap xuan tertawa sadis seperti setan jahat yang haus akan dosa.


"Anak ku akan terus di lindungi wanita itu... dan kau hahahaha kau tak bisa membunuh so ah tapi kau membenci darah dagingnya hahahaha bukankah ini lebih menarik..."desis xuan dengan suara sedingin es, matanya yang semula hitam legam layaknya langit malam pekat berubah menjadi merah darah mengerikan haus darah.