
Ruang kerja yang gelap tanpa penerangan, buku-buku yang berserakan dimeja dan lantai kayu tak beraturan ada yuan yang duduk di belakang meja ruang kerja kediaman Qi Rui Wang dengan keadaan yang kacau.
Yi yang ia tugaskan untuk mengantikkan dirinya sudah pulang dan kini ada tepat di depan matanya.
"Apa yang kau dapat"tanya yuan datar.
"Para mahluk dunia bawah mulai bergerak secara membabi buta yang mulia"jawab yi melaporkan apa yang telah ia lihat.
"Tugaskan seluruh pasukan dunia atas untuk membuat pelindung di setiap desa manusia dan bagi tugas mereka masing-masing...."perintah yuan dingin.
Mata yuan yang bersinar biru gelap dengan percikan sedikit merah itu terlihat berkilat mengerikan di kegelapan.
"Dan kau awasi raja dunia bawah, dia akan memulai perang"ucap yuan dingin.
Yi hanya mengangguk dan langsung menghilang.
Dalam keheningan di ruangannya, yuan diam beberapa menit dan kemudian ia memutuskan untuk berjalan keluar ruang kerjanya. Lorong-lorong yang biasa ia lewati terasa dingin dan suram tidak seperti biasanya walaupun banyak lentera yang tergantung dengan mewah rasanya tetap berbeda, sampai dikamar utama dirinya baru sadar bahwa sudah hampir lebih dari dua bulan lamanya ia tak mendatangi kamar utama ini. Sekarang kamar ini terasa sangat hampa dan sepi tanpa ada pemiliknya yang menunggu kehadiran dirinya di jendela itu.
Kau dimana ??...pikir yuan kacau.
Kenapa kekuatan yang ku punya seakan tak berguna karena tak bisa mencari keberadaanmu.
Seharusnya aku bisa merasakan kehadiran mu, seharusnya aku bisa merasakan setiap helaan nafasmu... tapi kenapa kau menghilang !!?...pikir yuan frustasi.
Jika bukan karena janin itu mungkin sekarang kejadiannya takkan begini !!...
Xuan brengsekk !!...
Yuan yang tersulut emosi langsung memasuki alam bawah sadarnya untuk menemui xuan secara paksa.
Pohon-pohon yang melingkupi pagoda besar masih tetap sama. Yuan dengan kekuatannya menghempaskan pohon-pohon itu hingga menjadi serpihan-serpihan debu.
Xuan yang ada didalam pagoda merasa terusik akibat ulah yuan yang mulai menghancurkan pohon-pohon di sekitar pagoda.
Xuan dengan santai membuka matanya dan langsung melesat keluar dari pagoda.
"Apa mau mu ?"tanya xuan santai.
"Dimana so ah ?!"tanya yuan dingin.
"Haruskah aku beritahu ?"tanya xuan sembari tersenyum santai.
"Brengsek !!"desis yuan yang langsung mengeluarkan pedang peraknya mulai menyerang xuan.
Duummmm.....
Duummm...
Krrraakk....
Brakkk....
Suara kekuatan yang saling berbenturan satu sama lain mengisi keheningan dialam bawah sadar itu.
Yuan yang kesal karena pertarungan yang alot antara dirinya dan xuan langsung melesat menjauh begitupun xuan.
"Apakah kau marah ?"tanya xuan dengan nada mengejek.
"Hahaha untuk apa aku marah"jawab yuan tertawa dingin.
"Kau marah karena itu bukan anak mu"ucap xuan santai.
"Hahaha cih aku tak perduli dia anak siapa...!! Pada akhirnya dia akan kubunuh dengan tanganku karena dia adalah keturunanmu !!"desis yuan dingin.
"Aku bisa merasakan hembusan dan detak jantung itu hmm lembut sekali"lanjut xuan memejamkan matanya tak menanggapi ucapan yuan.
Yuan yang mendengar ucapan xuan langsung tersentak kaget. Kenapa ikatan itu ada pada xuan ??!!... ya itu kesalahan terbesar karena dirinya yang lemah.
Yuan langsung melesat membawa pedangnya, menebas xuan. Xuan langsung mundur dan menangkis pedang perak yuan dengan pedang hitamnya yang memercikkan api hitam.
Kobaran-kobaran api hitam dan biru yang saling melahap satu sama lain membuat tanah menjadi gersang hitam mengerikan.
"Hahaha kau ingin melarikan diri ??!!"desis xuan sinis.
"Ayo hadapi aku hingga salah satu diantara kita ada yang mati !!"lanjut xuan dengan mata yang menatap yuan dengan tatapan mengejek.
"Cih jika aku melayani mu, so ah takkan bisa ku temukan"desis yuan yang langsung menghilang dari hadapan xuan.
Xuan hanya berdiri diam, matanya yang merah menatap tajam tempat dimana yuan menghilang.
"Percuma"desis xuan tersenyum mencemooh.
Yuan yang melesat pergi dari kediaman Qi Rui Wang bersama dengan yi harus mendecih kesal karena ketika mereka sampai di didalam hutan sungai xilang ada banyak hewan gaib yang menghalangi jalan mereka.
"Habisi semua !"perintah yuan pada yi.
Yi langsung mengeluarkan lima ekor rubahnya tanpa merubah wujud manusianya dan langsung menyerang hewan-hewan itu dengan cepat.
Tapi ditengah-tengah pertarungan, para mahluk dunia bawah yang diperintah zheng bai untuk mencari keberadaan permaisuri dunia atas datang.
"Apa yang dilakukan kaisar agung di hutan ini ??"tanya jenderal yang zheng bai tugaskan untuk mencari permaisuri agung tanpa sopan santun.
Yuan hanya diam tak menanggapi ucapan jenderal dengan wujud yang menjijikan itu, matanya hanya menatap bosan pada pasukan dari dunia bawah. Sedangkan Yi, ia dengan waspada menatap mereka dengan tatapan tajam.
Merasa provokasinya tak mempan, jenderal itu hanya bisa menelan bulat-bulat rasa marahnya karena ucapannya yang diabaikan yuan.
"Haha mahluk lemah seperti itu berani menggonggong didepan kaisar agung ?! Cih menjijikan"desis yi dengan suara mengejek.
Mendengar ucapan yi membuat jenderal yang manusia setengah banteng itu marah dan langsung memerintah semua pasukannya untuk menyerang yi.
"Dasar rubah licik !!... serang rubah itu"ucap jenderal dengan suara serak mengerikan.
Yi hanya menanti serbuan semua mahluk-mahluk itu dengan ekspresi tersenyum mengejek. Sedangkan yuan hanya berdiri santai dibelakangnya dengan ekspresi dingin.
"Selesaikan dengan cepat !"ucap yuan yang langsung melesat pergi meninggalkan yi.
"Titah di terima yang mulia kaisar agung"ucap yi tegas.
Dengan kapak besar, jenderal manusia setengah banteng itu langsung memerintahkan semua bawahannya untuk menyerang yi diikuti dengan serbuan semua pasukannya dari segala arah. Yi langsung menggerakkan kelima ekornya itu diiringi dengan pedang merahnya yang keluar dari api merah.
Yi dengan muka senang bertarung dengan santai tapi cukup membuat siapa saja menggidik karena tebasannya yang selalu tepat mengenai tubuh para mahluk dari dunia bawah.
Tak berselang lama, semua pasukan yang jenderal banteng bawa itu sudah bercampur jadi satu dalam genangan darah hitam milik mereka sendiri.
"Menjijikan"desis yi ketika mencium bau darah dan mayat-mayat mahluk dunia bawah yang berserakan dimana-mana.
Jenderal banteng yang melihat semua bawahannya mati hanya bisa bergetar merasakan teror yang mulai merambat naik ke jantungnya.
Rumor tentang kaisar dan tangan kanan setianya, sang rubah memang benar adanya. Betapa bodohnya ia tak mempercayai rumor itu, rumor yang mengatakan bahwa kekuatan sang rubah yang beberapa tingkat dibawah sang kaisar agung itu sendiri membuat dua orang itu sanggup membunuh beribu-ribu pasukan dari berbagai kasta dan tingkat kekuatan. Bahkan ia ingat, rubah ini lah yang membunuh semua keturunan rubah kuno dunia atas dengan tangannya sendiri padahal klan rubah kuno memiliki kekuatan serta ketahanan tubuh yang sulit ditembus. Baru kali ini ia merasakan penyesalan karena dihadapkan dengan kematiannya sendiri yang tepat didepan matanya.
"Kenapa kau gemetar ?"tanya yi santai sambil menghilangkan pedangnya.
"A..kku.. am..ampun.. ammpuni aku aku tuannn"ucap jenderal banteng itu dengan suara tercekat memohon ampunan yi.
Yi hanya berjalan perlahan dengan santainya mendekati jenderal banteng rendahan itu.
"Hahaha ku ampuni !!"ucap yi tertawa santai.
"Ahh tidak jadi"lanjutnya lagi yang membuat jenderal banteng itu tambah ketakutan.
Dengan ekornya, yi melilit leher jenderal banteng itu dan mengangkatnya.
"Sampaikan pada rajamu bahwa jika ia menginginkan perang... kaisarku menunggunya !! Dan jika kalian masih tetap mencari permaisuri agung dengan cara diam-diam, lihat apa yang akan terjadi !!"desis yi penuh ancaman yang langsung melepaskan tubuh jenderal rendahan itu dan melenggang pergi menyusul yuan meninggalkan jenderal banteng yang terduduk gemetaran ketakutan.
"Yang ku hadapi baru tangan kanannya ?!.. bagaimana jika suatu hari dengan pasukan-pasukannya yang lain, apakah kami bisa menang melawan mereka ?!!", pikirnya penuh dengan teror ketakutan.