
Kaisar lian long yang sudah menjelaskan segala sesuatu kepada yuan menjadi sedikit mulai bimbang. Jika ia melakukan deklarasi perang bukankah akan banyak pihak yang dirugikan dan lagi segalanya seakan bertambah lebih rumit dari yang ia pikirkan.
Kekuatan putranya yang mengerikan walau masih diusia muda tetapi sudah cukup melukai dirinya sendiri yang seorang kaisar ini. Apakah mungkin apa yang dikatakan para tetua itu benar adanya bahwa weida de tanghuang hidup didalam diri anaknya...??
Sampai sekarang kaisar lian long terus memerintahkan para bawahannya untuk mencari lukisan weida de tianghuang. Jika benar putranya adalah malapetaka bagi ketiga dunia, mungkin dengan tangannya sendiri ia akan melenyapkan ancaman malapetaka itu sendiri.
Tetapi tetap saja hatinya merasakan kemarahan sekaligus kesedihan yang mendalam karena wanita yang ia cintai, permaisurinya harus mati dengan cara yang amat sangat ia benci yaitu dibunuh dengan racun.
Segala macam pertanyaan terus menerus memasuki pikirannya dan membuat kaisar lian long menjadi bertambah dingin dan tertutup pada siapapun, Ia mulai tidak percaya pada siapapun termasuk putranya sendiri.
Hingga suatu waktu ia mendeklarasikan perang pada dunia bawah karena telah berani membunuh permaisuri agung dunia atas dan meminta putri Mei Shi untuk pergi memikul hukuman yang sama tetapi dunia bawah yang mendengar hal itu ikut merasa terhina dan entah bagaimana mereka lebih memilih perang daripada menyerahkan putri mei shi.
Kaisar lian long yang berusaha mencari alasannya langsung tersenyum kaku karena ternyata wanita itu adalah calon permaisuri raja dunia bawah, Zheng Xu.
Jika ia akan menjadi permaisuri masa depan dunia atas maka darahnya sendiri yang akan basah ditanah dunia bawah, pikir kaisar lian long yang mulai termakan rasa amarah serta kebencian.
Perang antara dunia atas dan dunia bawah terjadi lagi di padang kematian dan peperangan itu berakhir dengan kekalahan dari dua belah pihak dengan sebuah insiden mengerikan ditengah peperang.
Yuan yang kala itu ikut perang tiba-tiba saja tertawa mengerikan dan langsung menebas habis para mahluk dunia bawah dengan tanpa ekspresi ia membunuh semua mahluk itu seakan tempat yang seharusnya tak pernah ia ijak karena usianya yang masih muda itu seakan menjadi tempat yang sudah biasa ia kunjungi.
Gerakan yuan yang malas tapi tepat dalam membunuh titik-titik vital tubuh mahluk dunia bawah membuat semua yang berada di area peperangan menggidik ngeri karena ancaman yang besar terasa dari aura yuan.
Raja zheng xu yang melihat sebagian besar prajuritnya harus mati sia-sia ditangah bocah kecil itu menjadi sangat murka. Ia langsung turun tangan dalam peperangan itu dan sayangnya dalam detik itu pula pedang putih yuan memutus lehernya dan anak lelaki remaja itu juga menyiksa putri mei shi dengan sangat kejam.
Kaisar lian long yang melihat tingkah anaknya sendiri seperti iblis kejam langsung berusaha untuk menyadarkan anaknya tetapi naas untuk menyadarkan diri yuan kali ini adalah pengorbanan nyawanya sendiri.
Ia yang merasa sudah tidak bisa lagi untuk bertahan hidup berusaha untuk menghapus ingatan yuan tetapi entah apa yang terjadi ia lengah kemudian terhempas dan langsung merenggang nyawa sedangkan yuan yang baru tersadar langsung menoleh melihat ayahnya sendiri yang bersimbah banyak darah.
Yuan yang menjerit marah mulai menebas mahluk-mahluk didepannya tanpa memandang apakah ia sekutu atau lawan. Yuan berusaha mengangkat ayahnya dan membawa ayahnya menuju ke dunia atas, ia membawa ayahnya menuju kekediaman para tetua.
Tetua lou yang melihat tang mo cou sudah tak bisa diselamatkan hanya bisa terdiam hingga mereka bisa melihat ada sebuah kode tersembunyi ditelapak tangan tang mo cou. Disana tang mo cou memerintahkan para tetua melakukan ritual terlarang untuk menghapus ingatan yuan. Karena yuan tak bisa dibunuh dengan kekuatan mereka, kaisar lian long hanya berusaha tak ingin anaknya menjadi malapetaka bagi ketiga dunia dengan cara melakukan ritual terlarang itulah, ingatan yuan bisa hilang.
Tetapi karena tindakan yang egois itulah yang membuat diri yuan menjadi kehilangan ingatan yang paling penting didalam hidupnya.
Yuan mendengar semua yang dikatakan tetua lao dan istrinya tentang peperangan itu dan bahwa ia diciptakan karena keegoiskan kedua orang tuannya.
"Hahaha bukankah yang egois itu para mahluk yang berusaha merebut tahkta dunia atas dan kalian menyalahkan diriku atas kematian kaisar dan permaisuri terdahulu !!... kenapa ??!!.."tanya yuan dingin.
"Maafkan kami yang mulia..."jawab tetua lao terdiam.
"Tapi itulah apa yang kami tau selama ini... anda hanya akan membawa bencana pada dunia ini..."jawab istri tetua lao.
"Hahaha malapetaka ??!!... bukankah malapetaka itu adalah mahluk-mahluk yang haus akan kekuasaan... kalian berfikir weida de tianghuang adalah mahluk kejam !!... dia memang kejam dan memang seharusnya lelaki itu mati !!... lantas kenapa kalian menghubungkannya denganku !!..."desis yuan dingin.
Yuan merasa bahwa takdirnya adalah ketidaksengajaan untuk hidup atau mungkin memang ini sudah direncanakan xuan dari waktu itu.
Pikirannya kosong, hatinya terasa sangat kesakitan dan mungkin saja rasa yang ia rasakan untuk so ah adalah kepalsuan belaka dan atau mungkin saja so ah adalah pengantin agung yang memang ditakdirkan untuk xuan.
Emosi yuan meluap, ia tak terima dengan takdir yang mengikat mereka.
Kenapa harus dirinya ??!!...
Kenapa semuanya terasa sangat kejam untuknya dirinya sendiri...
Ia merasa sangat marah...
Tapi kepada siapa ia akan meluapkan rasa amarah bercampur kesal dihatinya !!??...
Dan ketika ia tau bahwa dirinya yang membunuh kedua orangtuanya walau pada kenyataannga bahwa ia bukan darah daging mereka tapi tetap saja ada rasa penyesalan hebat yang terus menggerayangi pikirannya...
Mereka bukan orang yang bersalah tapi ia dengan bodohnya membunuh kedua orang itu sedangkan selama ini dirinya terus menghindari statusnya yang sebagai kaisar agung dunia atas dengan terus hidup menjadi orang lain dibumi....
Dan mungkin statusnya sebagai kaisar agung dunia atas bukan miliknya tapi milik xuan.
Semuanya...
Semuanya milik lelaki keji itu !!!...
"Aaarrrggghhhhhh"desis yuan yang pikirannya seakan ingin meledak keluar dari otaknya.
Kenapa segala hal begitu rumit untuk dicerna !!!...
Ia benci mahluk yang hidup didalam dirinya walau kenyataannya bahwa mahluk itulah adalah pemilik tubuh ini dan jiwanya sendiri....
Ia juga benci dengan anak yang berada dikandungan so ah yang terus membuat ia tau bahwa ia bukanlah mahluk yang mempunyai ketidaksengajaan kehidupan !!...
Xuan...
Segala hal yang terjadi padanya berasal dari kaisar busuk itu...
Kekuatan spiritual mulai mengelilingi tubuh yuan dan bergejolak dengan liar. Tetua lao dan istrinya yang melihat energi spiritual kaisarnya mulai bergejolak liar berusaha untuk meredakan amarah yuan tapi hal itu malah berbalik pada diri mereka sendiri yang terhempas dengan keras menabrak dinding-dinding gua.
Yuan yang pikirannya sudah tak bisa lagi berfikir dengan jernih dan ditambah lagi jiwanya yang menjadi tidak stabil sangat terguncang dengan apa yang ia dengar langsung melesat keluar dari dalam gua.
Hal pertama yang berada didalam pikirannya adalah membunuh !!...
Membunuh benih yang mungkin dimasa depan akan terus mengingatkannya akan keberadaannya yang tidak sempurna ini...
Setelah itu ia akan membunuh jiwa xuan !!..
Ini tubuhnya, dan semua itu adalah haknya !!...
Termasuk so ah... xuan tak berhak menjadikan so ah istrinya karena so ah adalah wanitanya...
Ia akan mencari cara untuk membunuh jiwa busuk yang berada di dalam tubuhnya entah bagaimana itu...