
"Obsesi kotor menjijikan mu membuat air di danau keabadian perlu disucikan kembali"ucap so ah.
Bulu mata panjang so ah terkulai, menatap dingin wajah rou chi, bibir pucatnya mengatup rapat dan kemudian ia tersenyum datar.
Rou shi serta rou shu yang untuk pertama kalinya melihat ekspresi penuh rasa mengancam yang menekan kekuatan jiwa roh spiritual mereka langsung menunduk dengan penuh rasa takut. Tapi, tidak dengan rou chi.
Wanita lotus itu masih tetap pada pendiriannya, tuan agung takkan menghukumnya karena ia mempunyai banyak keistimewaan disini.
Wanita manusia didepannya ini hanyalah menggertaknya dengan gertakan sambal dan ia tak perlu takut karena ia mahluk yang menguasai sebagian besar dayang-dayang ditempat suci ini sekaligus satu-satunya lotus yang bisa memurnikan danau keabadian.
Dai luan yang berada dibelakang so ah tak bisa dengan jelas melihat ekspresi diwajah so ah. Ia sedikit merasa aneh dengan sikap so ah yang berubah tajam, apalagi hingga sampai membuat ekspresi ketiga lotus itu berubah, cukup signifikan dan ia sedikit merasa senang tanpa ada rasa curgia sedikitpun.
"Yang mulia permaisuri, tetapi dayang ini sudah menyucikan seluruh danau keabadian karena disana kami tinggal dan menetap serta yang mulia kaisar agung memulihkan tubuh agungnya disana"ucap rou chi sedikit meninggikan suaranya, sombong.
"Aku tak pernah bertanya"sahut so ah dingin.
"Seorang dayang rendah tanpa moral dan mempunyai hati hitam busuk akan merusak tatanan roh spiritual lainnya, dengan ini aku menghukum roh spiritual pemimpin para roh teratai"ucap so ah dingin, ia membisikkan kata-katanya tepat ditelinga rou chi.
Rou chi terdiam mendengar ancaman so ah padanya. Wajahnya memerah menahan amarah saat ucapan so ah terdengar jelas di telinganya.
"cih, seorang manusia takkan bisa menghukumku"pikir rou chi sombong.
"Kau... ke..kenapa yang mulia permaisuri menyuruhku enyah hiks hiks"ucap rou chi menangis, ia ingin memutar balikkan fakta dihadapan naga agung pelindung itu.
Tapi sayang dai luan memutar matanya bosan, tak menatapnya dan acuh tak acuh meminum tehnya dengan santai menganggap suara rou chi seperti hembusan angin yang lewat.
Mata so ah menatap datar dayang yang tengah menangis di hadapannya ini.
"Pergi lah kepenjara bawah air, inti roh spiritualmu ada digenggaman tanganku"ucap so ah.
Dai luan yang mendengar ucapan so ah mulai tersadar bahwa sosok yang tengah berdiri membelakanginya ini aneh.
Dari mana so ah tau tentang penjara bawah air yang berada di bawah danau keabadian, tempat dimana para roh spiritual pendosa dihukum dengan kejam.
Tunggu, inti spiritual ??..
"Ah mei"panggil dai luan.
Diam.
So ah tak menanggapi panggilannya, ia melihat telunjuk so ah yang menyentuh tanda teratai tiga kelopak di kening rou chi. Ia dengan jelas melihat sinar sebesar biji kelerang terbang keluar dari kening rou chi.
Inti spiritual !!
Dai luan kaget ia langsung pergi dan menyentuh bahu so ah, tapi terlambat. Inti spiritual itu sudah hilang terlebih dahulu. Hancur dengan serpihan serbuk debu yang berkilauan diujunh jari telunjuk so ah.
"Ahh... apa"ucap so ah kaget.
Mata so ah berkedip-kedip melihat sekelilingnya dan menatap dai luan serta kedua dayangnya, ia kaget menatap tubuh rou chi yang menggelepar penuh rasa kesakitan.
"Aakhhh...."ucap rou chi kesakitan, wanita itu menutupi wajahnya.
"akhh sakitt !!"desisnya lagi, ia mengguling-gulingkan kasar tubuhnya yang terbaring dilantai, menahan rasa sakit dikening dan seluruh tubuhnya.
Kulitnya yang semula kencang serta sehat perlahan mengendur, terus mengendur hingga berkeriput dan bergelambir.
"Apa... apa yang kau lakukan pada tubuhkuuu !!!"bentak kasar rou chi, menatap nyalang so ah dengan tubuh tuanya.
Wajah yang tak lagi muda dan cantik itu kini penuh dengan guratan keriput kering amat teramat sangat mengerikan saat matanya yang terlihat hampir keluar dari rongganya, melotot tajam kearah so ah.
"Kauu !!!"bentak rou chi pada so ah.
Dai luan dengan sigap melindungi tubuh mei meinya ini dari tindakan brutal rou chi.
Wanita lotus gila itu dengan cepat mengubah arah dan mengambil pisau yang tadinya digunakan rou shu untuk mengupas buah persik digenggam erat oleh rou chi yang kacau, rou chi berlari kearah ayunan bayi so ah.
"Tidak !!"pikir so ah.
Ia menahan tangan rou chi yang akan menghunus keayunan anaknya. Mata so ah menatap dingin rou chi, dalam mata itu tak ada ekspresi manusiawi.
Krakk...
Trang...
Suara tulang pecah dari arah so ah dan rou chi terdengar sangat jelas hingga membuat dai luan sadar. Lengan yang digenggam tangan so ah itu patah dan membuat tangan keriput milik rou chi terkulai dengan pisau tajam yang jatuh didepan ayunan.
"Aaaaaakkkkgggg"teriak rou chi kesakitan.
"Dimana kekuatan spiritual ku ??!! Dimana !!!"tanya rou chi penuh kepanikan, saat ia merasakan rasa sakit yang amat sangat menyengat datang dari lengan tangannya yang patah. Ia terus berusaha mengalirkan energi spiritualnya untuk menyembuhkan lukanya tapi usahanya tetap sia-sia, kekuatan spiritualnya tak keluar.
"Kauu !!!... manusia licik... jalang !!"desis rou chi kasar, tapi terpotong karena tangan so ah dengan cepat mencengkeram erat lehernya.
"Ternyata hukuman yang kau terima terlalu ringan"desis so ah santai.
Seketika udara diruangan itu langsung turun dan terasa menekan tanpa ampun.
"Aghh... aaggk.."
"Agghkk"
Mata rou chi memelotot keatas dan mulai memutih saat cengkeraman so ah semakin kuat, hampir meremukkan lehernya jika saja dai luan tidak dengan cepat mengambil tubuh wanita lotus itu dan menjauhkannya dari so ah.
"Pergi"ucap so ah dingin.
"Bawa sampah itu dan kurung ia diruang penjara"ucap so ah lagi.
"Pergi !"ulang so ah.
Dai luan masih belum mencerna apa yang telah terjadi sangat cepat hingga ia sedikit merasa kaget serta kebingungan akan tingkah permaisuri agung.
Rou shi dan rou shu juga langsung dengan patuh menyeret tubuh rou chi ke penjara yang sudah ditetapkan permaisuri agung mereka.
"Ah mei"panggil dai luan.
"Pergi"ucap so ah dingin, sorot matanya kosong tanpa ekspresi manusiawi disana.
Dai luan yang di usir so ah hanya terdiam dipaviliunnya, ia merasakan ada sesuatu yang tidak beres.
Ia merasakan sebuah kekuatan spiritual ditubuh so ah, tapi itu terasa mengambang seperti hilang dengan cepat saat dihembus angin ringan yang kecil.
Ruangan kosong itu hanya diisi so ah dan kedua bayinya, ia berdiri diam dan berjalan menuju ayunan bayi.
"Akhh"desis so ah, ia memegang pinggiran ayunan dan terduduk disebelah ayunan kedua anaknya.
Rasa sakit menghantam kepalanya, ia merasakan kekosongan pekat disana. Hangat kemudian dingin kembali, rasa panas juga terasa menyengat di dada sebelah kirinya tepat diatas jantungnya.
"Akhhh"ucap so ah.
Keringat dingin dengan deras keluar dari tubuhnya yang terasa sangat terbakar serta kesakitan ini.
"Apa yang terjadi ??"tanya so ah pada dirinya sendiri.
Ia ingat tadi masih ada dua dayangnya dan ge ge nya tapi kemana semua orang saat ia tengah merasakan sakit ini.
"Akhhh"desis so ah lagi.
"Apa yang telah terjadi ??..."pikir so ah yang masih berusaha mengingat apa yang telah ia lakukan.
Ia dengan cepat menyingkap sebagian pakaiannya, dan kaget saat mengetahui ada sebuah tanda aneh semerah darah muncul di dada sebelah kirinya.
Apa ini ?!!