
Lin Qi dengan cepat pergi menuju dunia manusia dengan portal yang sudah ia buat.
Sedangkan itu, disisi lain Yi bersama para pasukan yang ia pimpin pergi menuju kediaman klan duyung, dalam diam mereka mengepung kediaman klan duyung dan menangkap satu persatu mahluk yang menjadi bagian dari klan duyung.
Yi memerintahkan para pasukan yang ia bawa untuk tidak membuat keributan. Yi bergerak senyap pergi menuju ke kediaman utama milik pemimpin klan dan para tetua. Perlahan ia bergerak dalam kegelapan, mengikat satu persatu para tetua klan duyung dengan gelembung merahnya hingga yi sampai di kediaman milik pemimpin klan.
Kepala yi mendongak keatas menatap setiap sudut tempat yang berdiri tepat didepannya ini dan dengan waspada ia menyelinap masuk kedalam rumah besar utama kediaman pemimpin klan duyung. Saat pintu masuk terbuka secara perlahan, hal pertama yang menyambutnya adalah ceceran banyak darah. Semua pelayan dan pengawal dikediaman utama keseluruhannta sudah tidak bernyawa lagi dengan luka parah di tubuh mereka.
"Siapa yang dengan brutal membunuh semua orang ini ??"tanya yi pada dirinya sendiri.
Ia berjalan dengan hati-hati hingga sampai di ruangan utama milik pemimpin klan yang ternyata tak berisi apapun. Ruangan milik pemimpin klan duyung masih rapi tapi tidak dengan meja utama miliknya, terlihat kacau dan berantakan. Yi hanya debgan sekali pandang tahu bahwa ada sesuatu yang penting disana dan sekarang sudah dicuri.
Yuan yang berada didalam istana kekaisaran menunggu dengan bosan, ia kemudian berdiri dan berjalan santai keluar dari istana kekaisarannya menuju kediaman klan pertama yang akan dimusnahkan terlebiu dahulu.
"Akar inti harus dimusnahkan, dan mengambil manfaatnya juga tidak salah", pikir yuan santai.
Dalam hembusan angin malam, ia pergi melesat menuju ke kediaman klan duyung.
Yi yang tidak tahu bahwa kaisarnya akan datang ke kediaman klan yang akan mereka basmi terlebih dahulu kaget saat melihat sosok yuan yang berada di ujung lorong utama kediaman klan duyung.
"Salam kepada yang mulia kaisar agung"ucap yi yang masih setengah kaget.
"Apa yang akan anda lakukan, yang mulia ??"tanya yi sopan.
"Melihat manfaat mana yang bagus untuk digunakan"sahut yuan santai.
Ia melenggang masuk kedalam ruangan kamar milik nona utama kediaman klan duyung.
Yi sedikit kaget melihat yuan yang tak bertingkah seperti biasanya, biasanya kaisar agungnya ini akan memerintahkan dirinya terlebih dahulu untuk masuk kedalam ruangan seorang wanita. Entah itu iblis atau sesama mahluk immortal lainnya, yuan enggan jika harus melihat kondisi memalukan pihak lain alhasil ia yang selalu menerima beban moral itu.
"Yang mulia..."ucap yi yang berusaha memberhentikan langkah yuan, tapi ia terlambat. Pintu kamar milik sang nona muda utama kediaman klan duyung terbuka lebar atau lebih tepatnya hancur menjadi serpihan serbuk kecil kayu.
Langkah kaki yuan terasa dingin saat memasuki ruangan kamar itu, yi hanya bisa mengikutinya dari belakang.
Ditengah ruangan itu, terdapat seonggok mayat wanita paruh baya yang tergeletak kaku disamping kursi santai milik sang nona muda utama kediaman klan duyung.
Yi memeriksa setiap jendela besar kamar itu juga tertutup rapat saat yi melihatnya, ia langsung melihat ke langit-langit kamar yang masih tetap tanpa celah mencurigakan.
"Dia pergi kedunia manusia"ucap yuan santai.
Yi langsung menatap yuan.
"Kejar wanita itu"ucap yuan dingin.
"Baik, yang mulia"sahut yi.
Yi langsung pergi melesat menuju kedunia manusia, ia menyebar rubah kecilnya ke segala penjuru arah dan memantau rubah-rubah miliknya dari atas. Yi berdiri diam diatas sebuah pohon besar, ia menutup matanya dan ikut melihat dari tubuh rubah-rubahnya itu. Kilasan demi kilasan aktivitas padat manusia melewati matanya dan Aroma demi aroma manusia melewati indera penciumannya sampai ia mencium aroma tak biasa milik kaum dunia atas yang sangat khas berbaur dengan aroma kegelapan dunia bawah.
Gunung Ji selatan !!
Mata merah rubah milik yi langsung mencari dimana pemilik aroma itu, hingga sampai disebuah hutan besar. Semakin rubah yang ia kirim itu masuk kedalam semakin jelas kerutan yang terlihat dikening halus miliknya.
Sejak kapan hutan gunung ji selatan mempunyai aura yang sangat pekat ?!...
Yi menarik semua rubahnya dan memerintahkan mereka untuk menyebar dengan cepat keseluruh sudut hutan guning ji selatan.
Kenapa nona muda itu melarikan diri kedunia manusia dan bukan laut barat yang menjadi kekuasan mereka ??!
Apa yang berada didalam hutan gunung ini hingga dua aroma serta aura yang berbeda itu datang dan mengarah kedalam hutan ini yang termasuk kedalam hutan terlarang, terdapat banyak hewan buas spiritual disini.
Yi juga tahu bahwa disudut lain hutan ini juga mereka pernah membantai habis-habisan hewan-hewan buas dan mahluk spiritual ganas yang mengamuk.
"Ukh"desis yi.
Yi melihat bulatan besar benteng pertahanan spiritual terbentuk didepannya. Sesuai namanya, benteng pertahanan spiritual ini tidak bisa dimasuki oleh mahluk-mahluk yang mempunyai kekuatan spiritual besar ditubuh mereka.
Tapi, kenapa bisa ada benteng disini ?!!..
"Hui, Long"desis yi memanggil kedua sahabatnya itu.
Hui dan Long yang saat ini tengah membantu bingbing dan zhe ze mendengar panggilan dari yi.
"Apa yang terjadi ??"tanya bingbing.
"Yi menanggil kami"sahut Long yang dengan cepat bergegas mengambil jubahnya.
"Apakah ada sesuatu yang salah ??"tanya zhe ze.
"Tidak ada"ucap Hui.
"Kalian berdua beristirahatlah, hari sudah sangat larut"ucap Hui lagi mengingatkan istrinya dan zhe ze.
"Benar, apa yang dikatakan Hui... sekarang kalian istirahat saja"sahut Long.
Keduanya langsung pergi menuju dunia manusia.
"Apa yang terjadi disini ??"tanya Long kaget saat melihat beberapa pohon tumbang disekitar yi.
"Ikuti aku"ucap yi yang langsung melesat pergi kearah dimana benteng pertahanan spiritual itu berada.
Hui dan long yang tanpa mendapat jawaban dari pertanyaannya itu hanya bisa mengikuti yi hingga mereka sampai tepat dimana benteng pertahanan spiritual yang terbentuk sangat besar berada tepat didepan mereka.
"Jangan gila"ucap long berkeringat dingin hingga matanya tanpa sengaja menatap puluhan rubah merah yang tergeletak mati bersimbah darah.
"....", Yi dan Hui menatap long.
"Kenapa ekspresi mu sangat menjijikan"desis Hui dingin.
"Ck, bodoh !"bentak Long tak terima akan ucapan Hui.
Hui hanya menatap malas lelaki yang sudah berusia ratusan tahun sedikit lebih tua darinya yang masih bertingkah bar bar penuh emosi.
"Apa kau tau apa ini ??"tanya Yi pada akhirnya, ia menengahi dua kutub gila yang mungkin sebentar lagi akan berperang itu.
"Benteng pertahanan ini, bukan sembarang orang bisa membuatnya apalagi sekokoh itu"tunjuk yi pada benteng besar transparan jauh didepan mereka itu.
Hui dan Yi menatap Long dengan pandangan sangs, tak percaya akan ucapan lelaki itu.
"Ck, kalian membuatku kesal !!"bentak long dongkol.
"Kalian lihat tulisan kuno yang hanya akan terlihat samar itu hilang dengan cepat kemudian mucul lagi ?"tanya long malas.
"Ada apa dengan tulisan itu ??... dimana ?"tanya Yi dingin, tanpa ekspresi menatap long begitupula Hui.
"Hal wajar jika kalian yang tidak seperti kami klan kura-kura hitam, kami sejak kecil sudah dilatih untuk membentuk benteng atau tabir spiritual pelindung beserta tulisan kuno didalamnya, semakin tulisan kuno itu mempunyai banyak sekat satu sama lain antara tulisan satu dengan yang lain maka semakin kuat juga kekuatannya..."ucap Long.
"Kami terlahir dengan membawa bakat itu"ucap Long lagi.
"Tapi, kita tidak bisa menganggap remeh benteng besar didepan kita ini"ucap long serius.