
"Apakah kau bertemu dengan muqin !"desis zheng bai dingin.
Ia menabrakkan tubuh jing mei kedinding dan menghimpitnya dengan kasar, tangannya mencengkram dagu putih ratunya itu hingga ia bisa melihat cetakan merah jelas disana bercampuran dengan cap merah tangan yang baru saja ditorehkan jing chang xi dipipi wanita dihadapannya ini.
Jing mei yang berada didalam kendali zheng bai hanya diam menahan rintihan rasa sakit menyengat dipunggungnya yang menabrak dinding batu. Ia juga menggertakkan giginya, ikut menahan sengatan ngilu di dagu dan lehernya.
"Lepaskan"desis jing mei tajam.
"Apakah kau mempunyai hak untuk memerintahkan raja ini !!"desis zheng bai balik mengancam jing mei.
Mata berjaca-kaca jing mei menatap mata tajam keji milik zheng bai, disana ia bisa melihat pantulan menyedihkan wajahnya yang terpantul dimata zheng bai.
"Aku tidak pernah bertemu dengan yang mulia ratu terdahulu"sahut jing mei, ia berusaha menahan air matanya.
Zheng bai yang tanpa sadar mengalirkan kekuatan spiritualnya di cengkeraman tangannya itu kaget saat mendengar suara jing mei yang sedikit begetar.
Ia terdiam.
"Tak bisakah kau melepaskan aku dari kurungan ini ??"tanya jing mei tanpa emosi.
"Tidak akan !!"desis zheng bai dingin.
"Bahkan tiga kehidupan aku takkan melepaskan jiwa dan tubuhmu !!"desis zheng bai lagi dingin.
Jing mei hanya bisa menutup matanya dan saat ia merasakan cengkraman didagu serta lehernya mengendur dengan kasar ia menolehkan kepalanya menghindari tatapan tajam zheng bai.
Karena gerakannya yang tiba-tiba, kulit leher jing mei yang halus tanpa sengaja tergores kuku tumpul milik zheng bai yang menjadi tajam karena aliran kekuatan spiritual miliknya.
Darah perlahan mengalir menuruni kulit lehernya yang terluka, dan basah membasahi sedikit kerah pakaiannya.
"Kenapa kau tidak membiarkan pion mu ini mati saja"desis jing mei tanpa emosi.
"Apa untungnya kau mempunyai pion seperti ku"ucap jing mei lagi.
Zheng bai terdiam mendengar ucapan jing mei.
"Kau !!!... hahaha jika kau mati... abu mu tetap menjadi milikku segalanya bahkan hidupmu adalah milikku hahaha apakah kau sangat ingin mati heh ??.."ucap zheng bai tertawa dingin.
"Pikirkan lagi tentang orang-orang yang tengah kau jaga"desis zheng bai berbisik ditelinga jing mei yang menghantarkan hawa dingin penuh ancaman.
Zheng bai dengan angkuh pergi meninggalkan jing mei.
Tatapan mata jing mei kosong, perlahan tubuhnya merosot dan terduduk dilantai dingin.
Apa yang salah dengan hidupnya ??...
Siapa dia ??
Apakah ia akan terus berkorban untuk semua orang-orang yang ingin ia lindungi ??..
Sedangkan para tetua dan pemimpin klan jing tidak memikirkan nasib para bawahan mereka...
Apakah bisa ia bertindak egois ??...
Tapi, ia kalah...
Hatinya kalah...
Dan ia tetap bertahan, membusuk di jeruji emas penuh darah ini...
***
Zheng bai mendapatkan informasi dari cheng rou bahwa beberapa jenderal besar dunia atas kini tengah berada di dunia manusia dan tengah mencari sesuatu disana.
"Kira-kira apa yang mereka cari ??"pikir zheng bai dingin.
Ruangan gelap istana miliknya terasa suram dan mengerikan, ia hanya tetap diam duduk diatas kursi takhtanya.
"Apa lagi yang kau dapatkan ??"tanya zheng bai.
"Kaisar dunia atas memunculkan dirinya"sahut zheng rou.
"Apakah kau yakin itu dia ??"tanya zheng bai.
"Benar yang mulia"sahut cheng rou lagi.
Zheng bai diam.
Hal apa itu ??
Zheng bai yang penasaran dengan apa yang dicari sosok seperti kaisar dunia atas hingga bisa membuatnya turun tangan sendiri memerintahkan cheng rou untuk kembali memata-matainya didunia manusia.
Hal itu sangat menarik untuk dilewatkan, dan bisa jadi keberuntungan datang kembali kepadaku hahaha, pikir zheng bai senang.
Cheng rou dengan cepat pergi menuju kedunia manusia sesuai perintah zheng bai, wanita yang kini berubah identitas menjadi seorang pria tengah menyembunyikan dirinya dan berbaur dengan para manusia.
Tak ada ekspresi yang bisa dilihat dari balik tudung jubah yang ia pakai. Ia berbaur dan perlahan mencampurkan aromanya dengan aroma manusia.
Cheng rou yang melihat ketiga jenderal dan seorang lelaki bertopeng yang ia yakini sebagai kaisar dunia atas memasuki sebuah rumah teh, dengan cepat berjalan berlainan arah menuju ke bangunan rumah disisi lain rumah teh besar itu.
Saat keempat mahluk immortal dari dunia atas masuk kedalam rumah teh, banyak pasang mata yang menatap keempatnya dengan pandangan kagum serta banyak dari para gadis pelayan dan gadis bangsawan yang kini tengah bersantai meminum teh meraka langsung tersedak dengan raut wajah memerah padam jatuh cinta dengan ketampanan keempat lekaki asing itu.
Pakaian hingga tingkah laku keempatnya sangat dingin dan tak tersentuh yang menandakan bahwa keempatnya mungkin lelaki bangsawan tinggi, atau mungkin para pangeran dari kerajaan lain.
"Kami memesan tempat paling bagus disini"ucap yi kepada pelayan yang mendatangi mereka.
"Baik, tuan..."sahut oelayan itu sopan.
Pelayan itu langsung mengarahkan keempatnya menuju ke atas ruang yang berada dikantai dua.
"Apa yang kalian temukan ??"tanya yuan dingin.
Mereka berempat kini tengah duduk diruangan pribadi lantai dua, langsung menghadap ke jalanan yang sudah dipenuhi para manusia.
"Ada jejak, dia lari ke kerajaan timur"ucap hui.
Long dan Yi hanya mengangguk tanda setuju.
"Tapi, yang mulia kita tidak bisa kesana"ucap yi.
"Ada apa ??"tanya yuan.
"Apakah anda tidak ingat bahwa disana waktu itu dunia bawah menyerang dari gunung ji selatan hingga ke bagian timur"ucap yi menjelaskan.
Yuan terdiam.
Jika waktu itu kemungkinan xuan yang tengah berada ditubuhnya dan ia tidak tau apa yang telah lelaki iblis itu lakukan.
bagian timur ??
"Apa yang terjadi ??"tanya yuan, dingin.
"Tidak, kita harus kesana sekarang... tapi sebelum itu musnahkan tikus pengintai ini dulu"ucap yuan dingin.
Diseberang sana cheng rou yang mendengarkan apa yang dikatakan kaisar dunia atas dengan cepat menghilangkan dirinya sendiri, dan bergegas kembali ke kerajaan dunia bawah.
Untuk sementara ini, ia harus menghindari konflik dengan mereka. Tapi, tidak untuk dikemudian hari.
"Dia pergi"bisik yi.
Sebelum cheng rou mengirimkan serangga pengintainya, yuan terlebih dahulu memasang ilusi disekitar mereka. Jadi, apa yang didengar cheng rou kini bukanlah kebenaran dan dia takkan tau kemana tujuan mereka.
Saat yuan datang ke gunung ji selatan, tempat itu masih sama semenjak terakhir kali ia hilang kesadaran karena tubuhnya diambil alih oleh xuan.
Sisa-sisa pohon tumbang dan tanah yang hancur berantakan masih tersisa dihutan ini.
Deg.
Saat yuan melihat keatas puncak gunung ji, ia mengingat bahwa disana terdapat rumah dimana so ah pernah tinggal dan tempat dimana ia menusuk wanita itu.
Ya, menusuknya, pikir yuan dingin dengan tatapan mata dalam menatap kepuncak gunung.
Yuan melangkahkan tubuhnya dan pergi melesat naik keatas gunung ji bersama dengan ketiga jenderalnya yang mengikutinya dari belakang.
Perlahan, ingatan demi ingatannya mengalir dengan deras.
"Ugh"desis yuan merasa kesakitan dan terhenti tepat didepan rumah kayu yang ia yakini dulu pernah ditinggali soah.
"Kalian tunggu disini"ucap yuan dingin.
Ia memberikan perintah kepada ketiganya dan berjalan masuk kedalam rumah yang kini telah ditumbuhi banyak sulur-sulur tanaman serta semak belukar disekelilingnya. saat ia menoleh kearah ujung lain tempat ini, ia bisa melihat reruntuhan gazebo kecil disana akibat ulahnya dan xuan.