The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 230



Kehingan besar diwilayah dunia atas dan tabir-tabir pelindung di keempat wilayah besar milik kekaisaran dunia atas membuat wilayah daratan besar itu menjadi terlihat mengerikan.


Cheng rou yang kini berada diwilayah dunia atas menyipitkan matanya, setelah tadinya ia ingin menyelinap diam-diam masuk kedalam istana kekaisaran tapi rencananya itu gagal karena secara tiba-tiba seluruh pasukan milik dunia atas bergerak cepat kembali kewilayah mereka.


"Apa yang terjadi ?", pikir cheng rou dingin. ia memperhatikan keempat tabir besar di daratan dunia atas bukan tabir biasa, hampir sama seperti formasi spiritual pelindung kuno yang berada didunia manusia. tapi, ia melewati sesuatu kecil yang menjadi perbedaan antara kedua formasi itu.


"Hahahaha.... aku tahu sekarang siapa dalangnya hahahaha", tawa cheng ru dingin.


Ia melesat pergi dan bergerak lincah menghindari para prajusit dunia atas yang kini tengah berjaga. Lapis demi lapisan penjagaan prajurit ia lalui dengan hati-hati, sekarang mungkin ia bisa melawan mereka tapi ia tak bisa jika harus memikat perhatian mereka secara besar-besaran, tubuh yang ia pakai sekarang bukanlah tubuh yang sempurna untuk jiwanya.


Tapi, ia mengabaikan rencana awal saat masuk ke kawasan dunia atas, tiba-tiba dirinya sangat merindukan kekasihnya.


Cheng rou dengan senyum lebar diwajahnya yang pucat itu bergegas menyelinap satu demi satu penjagaan para prajurit untuk masuk kedalam istana kekaisaran.


"Udara ini", desisnya senang.


ia menghirup habis udara disekitarnya seakan takut bahwa apa yang ia hirup kini bukanlah sesuatu yang nyata.


"Huh, sudah begitu lama aku tak mengijakkan kaki ku di tempat ini", bisik cheng rou dingin.


Dimana kekasih ku, pikirnya.


Ia mengedarkan pandangannya dan berjalan cepat menuju kearah lain istana kekaisaran. Ia berjalan lembut, jari hemari ditangannya terlihat menyentuh bunga-bunga mekar ditaman kekaisaran dunia atas.


Disisi lain, yuan tak menyadari kehadiran sosok lain di kekaisarannya. ia masih berusaha untuk mencari cara agar so ah mau bersamanya. entah cara baik-baik atau buruk, ia terus memikirkannya !


Keheningan yang menyelimuti ruangan peristirahatan milik kaisar dunia atas itu hanya ada so ah dan yuan yang saling berdiri dengan jarak besar diantara mereka.


So ah bergerak pelan menuju kearah jendela.


Ia berusaha membuat segala sesuatu tak disadari yuan, tapi sayang pergerakannya diawasi dengan ketat oleh lelaki itu.


So ah merasa terancam hanya dengan tatapan yang berbeda memancar dari kedua mata yang pernah menatapnya lembut dan kini menatapnya dengan tatapan gelap, sangat berbeda dengan yuan lelaki yang pernah ia kenal dulu. So ah baru menyadari bahwa wajah yuan kini berbeda.


Entah apa yang terjadi tapi so ah bisa melihatnya !!.. paras lelaki dihadapannya ini masih tetap tampan tapi ada sesuatu yang lain dari penampilannya kini.


So ah dengan pelan mencari pengait jendela. Dari balik tubuhnya, tangannya bergerak perlahan.


Sreeeett..


Brukk..


"Apa yang kau lakukan !!", teriak so ah marah.


"Lepaskan aku !!..", ucap so ah dingin. so ah dengan kasar mengambil belati kecil yang menancap di meja sampingnya. entah kenapa benda tajam itu bisa berada disana, ia tak memperdulikannya. ia dengan cepat menghunuskan belati itu kearah yuan.


"pergi !", desis so ah dingin.


Tak ada jawaban apapun yang ia terima dari yuan, tapi segalanya berubah dengan cepat dan tubuhnya kini terikat kuat diatas ranjang. Tubuh so ah menggeliat, ia berusaha melepaskan jeratan tali dikedua sisi tubuhnya, terlihat pergelangan tangannya mulai memerah dan terluka.


Mata so ah yang berair melebar marah.


yuan hanya berdiri diam seperti patung saat menatap mata memerah berair milkk so ah. luka dalam yang ia terima dari so ah ia biarkan darahnya mengalir dari sana. ia tak perduli, karena hanya hitungan menit lukanya akan hilang dari tubuhnya.


Ia sengaja mengikat so ah dengan tali pengikat jiwa. Ia sangat takut jika nanti wanita itu pergi lagi dari hadapannya.


Keserakahan dalam jiwanya semakin membesar, ia bimbang.


"KAU BUKAN YUAN !!!... PERGI !!!... PERGI DARIKU !!!" Teriak so ah.


Yuan yang tadinya akan mendekati so ah terhenti, apa yang dikatakan wanitanya ?.


ia tetap yuannya.


Suaminya !!..


Tubuh so ah bergetar ketakutan, saat yuan semakin mendekatinya dan naik keatas tubuhnya. So ah semakin berontak keras, ia semakin ketakutan.


Beban yang terasa diantara pahanya membuat tubuh so ah panas dingin menahan rasa takut yang mulai meneror dirinya. Yuan terdiam lama menatap kearah bagian baju so ah dibagian sobek, pinggang wanita itu kini telah tersikap.


Tangan lelaki itu bergerak kearah pakaian atas so ah, dan melihat wanita dibawahnya mulai berontak keras yuan kesal.


"Lepaskan aku", desis so ah dengan ekspresi wajah memerah malu sekaligus menahan amarah dan hina diwajahnya.


"Hahaha, bukankah ini juga yang dilakukan xuan padamu", desis yuan dingin. tangannya turun kebawah dan berhenti tepat diperut so ah. Ia mengelusnya lembut dan lembut, penuh hasrat.


"Disini", desisnya.


"Disini, sebentar bayi kita akan bertumbuh", bisiknya lembut di telinga so ah.


Tubuh so ah bergetar hebat.


"kau GILA !!", bentak so ah marah.


"Diam, ****** !!!", bentak yuan yang mulai tersulut amarah lain dalam dirinya. Lelaki itu menampar pipi so ah hingga pipi yang tadinya bersih berubah menjadi merah biru tercetak disana. bibir so ah ikut terkoyak.


Racun ular didalam tubuhnya mulai kacau, begitu juga dengan pikirannya yang saling tumpang tindih menjadi satu.


Ia mendesis berat disamping telingan so ah.


So ah yang mendengar umpatan yuan padanya, terkesiap kaget. Rasa denyut sakit sekaligus perih disisi pipinya ia bisa merasakannya bahkan rasa perih dibibirnya yang mengeluarkan darah segar, ia tahan.


Sebegitu hinakah dirinya ini ?!..


Ia yang tak tahu apa yang terjadi, siapa suaminya yang sebenarnya, dengan siapa ia membentuk ikatan pernikahan ??..


Salahkah dirinya ini ??...


Apakah benar ia ****** seperti yang dikatakan yuan padanya ??...


Xuan yang telah ia pikir sebagai suaminya dan berfikir bahwa lelaki itu akan datang menyelamatkannya serta melindungi kedua buah hati mereka...


Dimana lelaki itu ??..


Mimpi aneh yang ia alami...


Siapa dia ??!!...


Ia hanya manusia yang terjebak didunia yang tak mungkin seharusnya dimasuki oleh seorang manusia fana !...


Tapi ia merasakan ikatan dengan dunia tempatnya berada... bahkan ikatan kuat antara dirinya dan xuan... aneh, perasaanya begitu ambigu !


Yuan menatap mata kosong so ah, dan ia kembali mengumpat kasar.


Tangan kanannya dengan gila merobek pakaian luar milik so ah. Suara robekan keras terdengar didalam ruangan utu, dan yuan tertegun melihat tanda ukiran di dada sebelah kanan milik so ah yang berada tepat diatas jantung wanita itu.


Jiwa wanita ini terikat dengan bajingan itu !


Bajingan !!!...


Ekspresi yuan sontak saja meradang penuh amarah, dan ia dengan gila mulai menyentuh tubuh milik so ah. Saat tangannya akan menyentuh kulit dalam milik so ah sontak saja kejutan energi spiritual mementalkan tubuhnya.


BRAKKK...


BRAKKK...


"UGH", desis yuan, darah segar keluar dari mulutnya.


"Apa yang terjadi ?!", pikirnya dingin. Kembali. ia mencoba hal yang sama dan lagi tubuhnya semakin terpental jatuh. Kekuatan spiritual miliknya terasa kacau dan itu mulai menyakitinya dari dalam.


Bajingan itu ternyata memperhitungkan segalanya hingga sedalam ini, cih !!!, pikir yuan dingin.


Ia dengan dingin pergi keluar dari dalam ruangan miliknya. ia harus memikirkan cara lain agar so ah mengandung bayinya.


So ah mendengar suara benturan keras pintu, dan ia membuka matanya.


Apa yang terjadi ???, pikri so ah bingung tapi ia bersyukur sepertinya lelaki itu berubah pikiran.


Tapi, ia juga ketakutan. Jika yuan kembali dilain waktu mungkin saja dirinya takkan selamat. So ah memikirkan kedua buah hatinya, ia tak ingin kedua buah hatinya mengalami hal yang tidak adil dan memalukan untuk keduanya dikemudian hati. Ia takut jika mereka mengetahui bahwa ibu mereka ini banyalah seorang ****** seperti apa yang dikatakan yuan padanya.


Cukup dirinya yang menanggung beban itu. tapi, tidak dengan kedua harta berharganya itu.