The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 240



Yuan melihat banyak binatang buas spiritual dunia bawah yang semakin dekat menyerang seluruh prajuritnya. Ia memerintahkan salah satu jenderal pasukan untuk memberikan perintah pasukan pemanah kekaisaran duni atas  bersiap pemuh.


jenderal yang yuan perintahkan segera mengerti perintah dan isyarat kaisarnya. ia bergegas melesat menuju para pasukan pemanah uang berada digaris samping, kanan dan kiri seluruh pasukan kekaisaran dunia atas.


Jenderal itu, terlihat memberikan aba-aba kepada seluruh pasukan pemanah. Tangan kananya terangkat penuh keatas dan ujung-ujung anak panah yang telah dilumuri dengan oleh racun mematikan tiba-tiba diliputi api biru keabadian milik kaisar yang  berkobar ganas.


Satu.


Dua.


Tiga.


TAMAT


(wakakakak canda kak🔥😂🤗🙏)


"Lepaskan", ucap yuan dingin bersamaan dengan jenderalnya yang menghempaskan tangan miliknya kearah depan.


Ribuan anak panah ganda berubah menjadi jutaan anak panah dengan api keabadian di ujungnya melesat secepat kilat menuju kearah gerombolan binatang buas spiritual di ujung padang kematian.


Slap.


Slap.


Slap.


Ribuan tubuh binatang buas dari dunia bawah tertancap panah-panah yang dibalut api keabadian. Burung buas yang tadinya terbang berputar diatas pasukan dunia bawah kini harus terjatuh dan menimpa para hewan buas dibawahnya. Sebagian binatang buas spiritual yang melihat daging segar berada di bawah mereka dan beberapa hewan buas spirutal yang lebih kuat memakan daging binatang lainnya tanpa memperdulikan api keabadian disekitar mereka.


Yuan yang melihat hal aneh dan asing itu ia mulai meningkatkan kewaspadaannya.


"Dimana raja dunia bawah ?", ucap yuan pada salah atau prajurit mata-mata miliknya.


"Kami belum melihat keberadaan raja dunia bawah, yang mulia", balas cepat prajurit mata-mata itu.


Yuan sedikit terdiam mendengarnya.


Tipuan apa yang akan dilakukan bajingan itu, pikir dingin yuan.


Gemuruh teriakan dan auman kesakitan terdengar memekakan telinga. Yuan hanya memandang dingin daging-daging yang telah berubah menjadi abu hitam karena api keabadian miliknya.


Api biru keabadian miliknya yang tadinya sempat menghilang, kini kembali lagi dan itu cukup memastikan bahwa xuan telah mati !..


Karena salah satu dari tiga api keabadian milik weida de tianghuang merupakan salah satu tanda keberadaan jiwa spiritual milik xuan, yuan sedikit senang karena api biru keabadian miliknya masih tetap bisa ia gunakan walaupun efek kehancurannya tidak sebesar saat ia menggunakannya dulu.


Yuan merasa bahwa zheng bai tengah mempermainkannya, dan mungkin saja lelaki itu tengah meremehkan kekuatan milik kekaisaran agung dunia atas.


"Bajingan sombong !!", desis yuan dingin.


Yuan terlihat mulai geram, kembali memerintahkan pasukannya untuk terus menembakkan lebih banyak anak panah ke arah pasukan dunia atas atau lebih tepatnya binatang-binatang buas itu. Karena kecepatan anak panah yang terus datang dan terus datang. kepulan asap hitam beserta api kebiruan mulai menambah kepekatan suram dikawasan padang kematian yang disisi lain juga, wilayah dunia bawah terlihat penuh dengan kabut asap tebal akibat serangan api yang membakar segalanya itu.


.


.


.


.


.


.


"Apa yang kau lakukan !!", bentak marah zheng bai. Matanya memerah ganas menatap jing mei.


Jing mei hanya terdiam dan menatap datar sosok lelaki dihadapannya ini. Pipinya terasa panas karena tamparan zheng bai, ia tak merasakan sakitnya lagi atau mungkin ia telah bosan dengan rasa sakit yang tak seberapa dibanding hari-harinya yang penuh dengan penghinaan. Lagi. Inti spiritualnya kembali berdenyut. Wajahnha memucat, ia tetap berusaha untuk tetap bertahan.


"Apa yang aku lakukan tidaklah salah, bukankah yang mulai telah sepakat atas bisnis yang telah aku berikan ?", ucap dingin jing mei.


Disudut ruangan, yi yang melihat pergantian peristiwa secara cepat itu hanya bisa terhenyak kaget. Ia baru tahu bahwa sosok wanita yang sebelumnya ia rasa tak mengancam nyawa permaisuri karena bagaimana wanita itu dengan lembut merawat luka-luka milik permaisuri adalah ratu kerajaan dunia bawah yang terkenal sama bengisnya seperti raja kerajaan dunia bawah.


Rumor mana yang sebenarnya benar !!.. atau mereka yang telah mendengar rumor itu hanyalah mahluk dungu sama sepertinya yang juga percaya... bedebah !!... dan itu ternyata hanya tipu muslihat zheng bai agar ratunya yang terlihat berbanding terbalik dengan rumor gila diluar sana agar kekurangan dirinya sebagai raja di kerajaan dunia bawah tak ternoda.


Bajingan busuk !!!...


Tapi, saat ini yi hanya bisa memprioritaskan permaisuri diatas segala hal.  Bisnis yang bukan bisnis miliknya, ia takkan mengusik atau ikut campur didalamnya. Jadi, yi hanya bisa menahan diri disudut ruangan dan tidak menarik perhatian zheng bai.


"Ikut aku !!!..", desis marah zheng bai.


"Apa yang kau lakukan !!", sahut jing mei dingin.


"Ck, persetan dengan manusia menjijikan disana !!!... sekarang kau harus memberikan darah mu pada ibu suri !!", desis dingin zheng bai.


Seketika tubuh jing mei tegang, ia meremang kaku.


"Tidak !!!.. aku tidak mauu...", ucap marah jing mei.


"Lepas !!!.. lepaskan aku !!!", ucap jing mei lagi.


Zheng bai tak mengidahkan teriakan marah jing mei.


Jing mei yang tadinya berontak dan terus berontak melihat cengkeraman zheng bai padanya sedikit mengendur dengan cepat menghempaskan tangan lelaki itu.


"Bagus, bagus, disaat seperti ini kau berani melawan perintah raja ini", desis dingin zheng bai.


Jing mei tersentak mundur.


Tapi, ia kaget saat mendengar suara ledakan keras dari luar istana.


"Ck, bajingan !!", desis zheng bai kesal dengan suara ledakan diluar istananya.


Ia berjalan kearah jendela ruangan dan membukanya kasar hingga membuat salah satu dari jendela itu harus rusak karena kekuatan yang tak bisa ia kontrol, dan semua itu karena ia menahannya.


Disisi lain, jing mei yang berada dibelakang zheng bai terbelalak kaget. Warna merah telah memenuhi kegelapan didunia bawah, dan hal itu bukanlah hal yang bisa ia anggap remeh.


Sinyal bahaya berdering dikepala jing mei, ia mundur dengan cepat. Saat tubuhnya telah sampai di ambang pintu, matanya melihat tubuh so ah yang terbaring diatas ranjang, saat ia akan mendekati tubuh so ah. Tiba-tiba saja, matanya melihat sulur-sulur yang bergerak cepat menyerang zheng bai.


So ah terbangun !.. ia mendengar semua pertengkaran antara jing mei dan juga lelaki asing yang jing mei panggil zheng bai itu. So ah merasa bahwa dari suara jing mei yang sedikit bergetar itu tahu bahwa lelaki yang kini berada dalam satu ruangan ini sangatlah berbahaya.


"APA YANG KAU LAKUKAN !!!" , bentak marah zheng bai yang melihat jing mei melarikan diri dengan manusia itu.


"Ck !!", decak zheng bai. Ia sedikit kaget karena serangan tiba-tiba yang tak pernah ia sangka ini.


Sulur ah tidak akar sialan !!!... Akar yang mengurung tubuhnya yang ia pikir akar biasa ini ternyata adalah akar spiritual.


Zheng bai yang melihat jing mei dan so ah yang telah menghilang dari pandangannya. Ia dengan dingin menghancurkan akar spiritual yang mengurungnya dan bergegas pergu mengejar keduanya.


Zheng bai melihat siulet dua wanita yang tengah melarikan diri darinya. Ia terkekeh, berfikir bahwa ia belum pernah mengejar sosok dingin seperti jing mei. Tak menunggu lama, ia mengeluarkan kekuatan miliknya, ia membidik tubuh so ah.