The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 74



"Seranggg !!!!!......"perintah salah satu pemimpin klan dari dunia atas.


Semua yang mendengar hal itu langsung ikut bersiaga menyerang.


Xuan yang melihat ia akan diserang oleh banyaknya mahluk di sekelilingnya yang mungkin bisa jadi lebih dari sejuta itu hanya terdiam santai.


"Dai"bisik xuan.


Seakan seperti mantra, tiba-tiba awan hitam mengerikan disertai petir yang menyambar-nyambar mulai terbentuk dipadang kematian itu dan berpusat di xuan.


Dari kejauhan terdengar suara mengerikan yang berasal dari naga hitam raksasa, tubuh besarnya yang menyatu dengan awan hitam dan petir terlihat meliuk-liuk tanpa rasa takut diantara awan hitam.


Gggrroooaaaaa....


Suara mengerikkan yang membuat tanah bergetar mulai mendekati xuan. Dai luan yang berubah menjadi naga hitam raksasa itu meliuk-liuk terbang disekitar xuan.


Dengan satu tangannya, xuan menggerakkan tanah dan tiba-tiba tanah bergetar hebat disusul tanah yang berubah menjadi runcing terus menerus keluar dari dalam tanah, membuat semua pasukan yang dipimpin pemimpin klan dunia kaget dan banyak dari mereka yang mati tertancap tanah runcing itu.


"Bedebah !!!"desis Zheng Ji melihat pasukan itu yang hanya satu kedipan mata mati dengan sia-sia.


"Apakah ada lagi ??"tanya xuan santai.


Ia yang kini duduk di batuan tinggi yang ia buat sendiri dengan dai luan yang melilit batu itu dan bersandar disampingnya, ia hanya memegang dagunya dengan malas menatap semua mahluk dibawahnya sedangkan dai luan menatap nyalang para mahluk yang melihat tuannya dengan tatapan mata penuh kebencian dan kemarahan.


kaisar agung gila yang tak takut dikelilingi banyak musuh itulah deskripsi tentang diri xuan saat itu.


Mata tajamnya yang terlihat malas tapi dengan bersamaan membawa atmosfir mengancam yang pekat.


"Cih, kau memanggil naga itu hanya untuk melindungi dirimu sendiri bukan !!!"ucap marah seorang wanita.


"Siapa kau ??"tanya xuan santai tanpa menoleh, ia hanya memainkan gantungan gioknya dengan santai tanpa terganggu.


"Kalian terlalu berbasa-basi dan aku sudah sangat kebosanan disini"desis xuan mulai malas.


Zheng Ji yang merasa terhina karena ucapan xuan, ia dengan ganas memerintahkan seluruh pasukkannya untuk mulai menyerang weida de tianghuang dengan membabi buta.


Melihat ia yang akan diserang dari berbagai arah, xuan langsung mengeluarkan pedang hitamnya dan tiba-tiba api hitam besar mulai keluar disekelilingnya dan mulai melahap semua yang ada didepan mata.


Xuan dengan santai mulai berdiri dan pakaiannya yang berwarna hitam itu sangat kontras dengan mayat-mayat mengerikan disekitarnya.


Seakan tak pernah habis, semua mahluk mulai menyerang xuan dari berbagai arah. Xuan yang memang sudah lama tidak bertarung karena ia yang bersemayam di tempat suci itu bertarung layaknya iblis yang kehausan darah.


"Hahahaha lemahh !!!"tawanya bergema dengan mengerikan ditengah-tengah mayat mahluk-mahluk yang sudah ia bunuh.


"Dengan kekuatan ini kalian ingin membunuhku ???!!... hahahaha mimpi kalian terlalu tinggi hahaha lemahh !!!"ucap xuan dengan tawa yang bertambah mengerikkan menghantarkan rasa teror menakutkan disetiap hati para mahluk itu.


Sekujur tubuh yang memakai pakaian hitam itu penuh dengan lumuran darah segar. Tawa iblis yang mengerikkan itu membuat para bawahan Zheng ji kesal sekaligus marah, mereka merasa dihina habis-habisan.


Xuan yang terus bertarung sendirian dengan rasa haus darahnya untuk terus berperang dan membunuh hingga ia membasahi pakaiannya sendiri dengan darah kotor mereka, ia tersenyum seperti iblis ketika makin banyak darah yang terciprat dipakaiaannya. Bilah pedang hitamnya yang sudah tidak berwarna hitam lagi membuat xuan bertambah tertawa mengerikkan.


Dai luan yang melihat tuannya mulai tertawa seperti itu hanya bisa diam dan terus bertarung. Ia tau tawa yang tuannya keluarkan adalah tawa ironis karena mahluk-mahluk ini yang tanpa tau terima kasih telah menghianati tuannya dan membuat tuannya menjadi kambing hitam.


Gggrroooaaarr


Dumm..


Crakk...


Dumm... dumm..


Brakk...


Suara-suara mengerikan akibat pertarungan itu membuat ketiga dunia menjadi tidak seimbang. Pertarungan yang hanya mengikuti kehendak hati yang egois membuat mahluk lain yang tak bersalah harus terkena imbasnya.


Tumpukkan-tumpukkan mayat yang tak bisa dihitung jumlahnya terlihat menumpuk di padang kematian, sesuai namanya padang kematian itu adalah tempat dimana mereka yang berperang akan mati disana tanpa kuburan mereka sendiri.


Pertempuran mengerikkan itu memakan waktu hampir berhari-hari dan membuat siapa saja yang melihat pertempuran itu lebih memilih mati dari pada hidup dalam ketakutan yang mencekam selama sisa hidup mereka sendiri.


Dalam hati setiap mahluk itu mereka seakan-akan sudah tak punya keberanian lagi untuk melawan weida de tianghuang, mereka berfikir jika pasukkan yang berjumlah jutaan mahluk ini bisa menang melawan weida de tianghuang tapi nyatanya disini mereka yang seakan seperti mengorbankan nyawa mereka sendiri dengan sia-sia.


"Ampuni kamii weida de tianghuang !!!... ampuni kamiii"ucap mereka memohon ampun.


"Mengampuni kalian ??!!"kekeh xuan tertawa sinis.


Mereka mulai ketakutan karena ucapan weida de tianghuang. Mereka melihat sosok yang penuh dengan banyak bekas darah dan juga sayap hitam besar dibelakang punggung lelaki itu serta pedang hitam yang bilahnya sudah tertutupi juga dengan darah. Darah segar yang menetes di ujung pakaian xuan dan pedangnya membuat penampilan itu menjadi teror menakutkan bagi mereka.


"Apa yang kalian lakukan ??!!!"sentak Zheng Ji marah.


"Dia takkan mengampunimu dan kalian sendiri yang sudah masuk kedalam kubangan itu !!"ucap zheng ji kesal.


"Kauu... jika bukan kau yang mengelabuhi kami... mana mungkin kami bisa terbujuk oleh tipu muslihatmu"ucap seorang pemimpin dari klan serigala. Wajahnya sudah pucat ketakutan takkala dari kejauhan weida de tianghuang mulai berjalan santai mendekati mereka, tetesan-tetesan darah beserta api hitam mulai mengikuti weida de tianghuang dan membakar habis apapun yang ada didekat api itu termasuk mayat-mayat itu.


Mereka menggidik ngeri, bagaimana jika itu sekutu mereka yang masih hidup terkena api itu dan mereka sendiri sudah melihatnya dengan mata kepala mereka bagaimana api hitam itu yang tak bisa padam itu perlahan membakar hidup-hidup sekujur tubuh sekutu mereka yang tak menyisakan apapun. Jeritan rasa sakit itu masih terngiang dipikiran mereka dan itu menambah rasa ketakutan.


Xuan yang melihat mahluk-mahluk didepannya itu yang saling menyalahkan satu sama dengan egois hanya menyipitkan mata birunya bosan.


"Itulah mahluk hidup... bodoh... serakah... egois..."desisnya dalam hati.


Hingga ia sampai berhenti berjalan dan mendengar semua yang mereka perdebatkan perlahan terpatri senyum sinis mengejek dari bibirnya.


Ia bisa melihat raja dunia bawah yang ia yakini sebagai dalang dari semua kakacauan ini sedang berusaha untuk menggunakkan kata-katanya sebagai bumerang untuk dirinya sendiri.


"Hahaha terlambat walaupun kalian memohon ampun padanya semua itu tetap sama... sekarang aku akan mengeluarkan kartu pentingku..."ucap zheng ji sombong.


Di sisi lain, dai luan yang sudah hampir sekarat ditangan seorang wanita misterius merasa bahwa tuannya mungkin harus tau tentang hal ini. Tapi seakan tau apa yang dipikirkan dai luan, wanita misterius itu terus membuat dai luan terpojok dan mulau melemah karena kehabisan separuh energinya,l akhirnya memaksakan dirinya untuk pura-pura kalah dan berusaha menghilangkan hawa kehidupannya.


Wanita misterius itu yang melihat naga besar itu ambruk dengan bunyi bedebum yang besar dan membuat lubang besar ditanah hanya tersenyum sinis.


"Kupikir kau adalah naga pelindung yang kuat tapi ternyata kau hanya naga lemah hahaha mungkin sama seperti weida de tianghuang atau mungkin bisa aku sebut tuanmu hahaha jika kau masih hidup mungkin kau bisa kujadikan bawahanku yang penurut ck ... sayangnya kau lemah cih dan mati membusuk disini dai luan"desisnya lalu pergi menghilang.


Setelah kepergian wanita misterius itu, dai luan merubah wujudnya menjadi manusia dengan sekujur tubuh penuh luka gores berdarah. Siapa dia ?!!...,pikir dai luan yang kaget karena identitas yang hanya diketahui tuannya diketahui oleh orang lain..