
Didunia bawah.
Jing mei kini tengah dikurung zheng bai didalam paviliun raja. Kedua kaki dan tangannya tak bisa bergerak karena zheng bai dengan kejam merantainya diatas tempat tidur.
Jing mei yang telah lelah karena terus berontak hingga membuat kulit tangan dan kakinya merembeskan darah dari luka gores yang sebagian telah mengering.
Jing mei hanya bisa diam diatas ranjang milik raja dari dunia bawah itu. Jika bukan karena ia bertemu dengan adik perempuannya mungkin hal ini takkan terjadi.
"Apakah kau sudah puas"desis zheng bai dingin.
Jing mei hanya diam.
"Jawab aku !!!"bentak zheng bai.
Brakk..
Zheng bai yang diliputi amarah menghantam dinding disamping atas jing mei hingga membentuk lubang mengerikan didinding itu.
"Aku harus menjawab apa ?!!!"tanya balik jing mei dengan matanya yang berkaca-kaca, disana ada air mata yang akan turun jatuh tapi ia tahan dengan sekuat tenaga. Ia lelah menghadapi sifat zheng bai tapi disisi lain hatinya menjerit bahwa ia harus bertahan hidup demi ribuan nyawa yang berada dibawahnya.
Zheng bai melihat dingin kearah jing mei, ia tahu bahwa wanita pelacur itu telah menjebak sekaligus mempermalukan jing mei ditaman tapi sialnya wanita licik itu dengan hebatnya melukai dirinya sendiri dan membalikkan segala sesuatu hingga ia harus ikut turun menghukum ratunya.
Disisi lain, hatinya sedikit tak senang melihat bagaimana wanita ini bisa berekspresi selain ekspresi dingin tanpa emosi yang selalu jing mei tampilkan padanya berubah kesakitan saat ia menekan luka gores yang berada dipipi jing mei, ada sedikit rasa amarah didalam hati zheng bai.
Apa yang ia miliki takkan bisa disentuh oleh orang lain selain dirinya dan mereka dengan berani meletakkan kuku mereka pada miliknya, bedebah busuk !!... sudah pasti mereka bosan hidup, pikir zheng bai mengerikan.
Jika bukan karena apa yang ia inginkan dari kediaman itu belum bisa ia dapatkan mungkin ia takkan ingin menjadi anjing dungu dan untuk sementara ini ia harus menuruti kemauan para anjing-anjing busuk itu.
Lihat saja, jika mereka melewati batas kekuasaan raja ini, akan aku pasang kepala mereka diatas dinding benteng istana dan akan ku kuliti tubuh mereka atau mungkin ku jadikan makanan anjing, desis zheng bai menahan amarahnya didalam hati.
"Makan ini"desis zheng bai dingin, ia memberikan satu sendok ramuan penyembuh kepada jing mei.
Jing mei tetap menutup mulutnya rapat.
Zheng bai yang sudah tidak sabar lagi dengan kesal menegak sembarangan ramuan pahit itu dan dengan paksa ia meminumkan ramuan itu kemulut jing mei.
"Hmmppttt"pekik jing mei tertahan karena ciuman paksa zheng bai sekaligus rasa pahit yang ia benci.
"Hah hah hah brengsek...!!! Bajingan !!!"desis jing mei marah.
Zheng bai hanya bisa diam mendengar semua cercaan yang keluar dari mulut manis wanita dihadapannya ini.
Ia tak perduli lagi.
Pikirannya terlalu berkabut karena mungkin ia sudah terlalu lama tidak mengecap rasa manis bibir murni dari wanita dihadapannya ini walau rasa pahit menyelimuti mulutnya tapi rasa manis itu tetap dominan memikatnya. Zheng bai tanpa memperdulikan apapun memaksa jing mei untuk memuaskan hasrat binatangnya.
Ia tidak tahu berapa lama hal itu terjadi tapi saat zheng terbangun dari tidurnya ia menyadari ada sosok lain disampingnya yang kini tengah meringkuk kedinginan.
Zheng bai menatap lama sosok indah disampingnya itu hingga ia tersadar akan gumaman jing mei yang tidak nyaman dengan ikatan rantainya.
"Persetan dengan rantai !!!", pikir zheng bai marah.
Jika ia tidak bisa mengambil mutiara hitam itu dengan baik-baik, seperti biasanya begitu banyak jalan, pikir zheng bai sadis.
Jing mei yang telah sadar jauh sebelum zheng bai sadar tersentak saat ikatan rantai di keempat bagian tubuhnya lepas dan ia lebih merinding lagi saat tubuhnya yang kedinginan ditarik kedalam pelukan zheng bai.
Hangat.
Sejak kapan ada kehangatan didunia ini ??, pikir jing mei yang mulai tenggelam dalam kegelapan hampa.
***
Zheng bai yang kini telah duduk diatas kursi takhtanya memerintahkan wan yao dan chen qu untuk pergi ke kediaman klan jing.
"Ambil mutiara hitam itu, jika ada yang menghalangi bunuh !!"desis zheng bai dingin.
"Baik, yang mulia"sahut kedua orang tangan kanannya itu.
Wan yao dan chen qu yang pergi dengan perasaan senang karena mereka telah dibebaskan dari hukuman menjaga tempat pembuatan senjata perang diujung lain wilayah istana kerajaan dunia bawah ini. Sekarang, mereka takkan mengecewakan raja mereka lagi.
Lihat saja, si busuk penjilat itu, cheng rou akan aku buat kesal hingga mati, pikir chen qu penuh dendam.
Kedatangan keduanya membawa berita buruk bagi kediaman jing. Wan yao dan chen qu tanpa basa basi langsung meminta mutiara hitam milik klan itu, tapi dengan tegas pemimpin klan jing tidak memberikannya.
"Mati atau berikan"desis sebuah suara dari arah belakang cheng qu dan wan yao.
Mereka bisa melihat ada sosok lain di belakang dua bajingan sadia yang terkenal didunia bawah itu. Sosok itu membawa aura spiritual yang menekan mereka.
"Atas dasar apa kau memerintahkan kami untuk menyerahkan harta pusaka milik kediaman klan ini"desis pemimpin klan jing.
"Kalian ingin menghianati raja bukan"desis sosok itu.
"Ck, jangan terlalu berbelit-belit keh cepat serahkan"bentak chen qu tak sabaran.
"Bajingan busuk tanpa moral seperti kalian berani menyentuh mutiara suci milik klan terhormat ini cih lancang"ucap jing chengru yang keluar dari dalam rumah kediaman besar milik pemimpin kediaman atau milik ayahnya ini.
"Hahahaha sangat bagus melihat sosok munafik menbicarakan hal munafik"desis sosok itu dingin.
"Lancang !!!"bentak seorang kepala prajurit pada sosok berjubah itu.
"Ck, hentikan sandiwaramu, cheng rou cepat tunjukkan taringmu"ucap wan yao yang dengan dingin memotong pembicaraan.
Hening.
Tak ada yang berani berkata-kata saat nama cheng rou diucapkan dengan santai oleh wan yao.
Anjing setia milik raja dunia bawah, si kejam tanpa perasaan. Cheng rou !!!...
Anjing setia yang telah menjadi tangan lain bayangan kejam milik sang raja dari dunia bawah, anjing setia cheng rou itu pernah membantai satu kediaman paling berpengaruh didunia bawah atas perintah tuannya yang ia patuhi. Dan segala suatu tugas yang berbau kekotoran paling menjijukan serta kebusukan paling busuk dikerjakan oleh tangan dingin itu. Senyap dan mematikan, hingga ada rumor yang mengatakan bahwa cheng rou lah yang membuat semua hewan buas tunduk dan patuh menjilat kakinya.
Jadi, sekarang kenapa harus mahluk ini yang datang ke kediaman jing !!!...
Semua anggota kediaman klan jing berkeringat dingin dan berwajah pucat.