
Hui dan bingbing langsung pergi menuju ke ruang utama kediaman klan harimau.
Ruang yang biasa digunakan untuk menerima tamu sekaligus untuk pertemuan para tetua kini terasa dingin pekat karena para tetua klan menatap hui dan bingbing dengan tatapan tajam saat keduanya duduk di kursi tertinggi pemimpin klan harimau.
"Apa yang sedang terjadi hingga para tetua memanggil ?"tanya Hui membuka suaranya, ia sedikit berbasa-basi untuk meredakan suasana tegang tapi seakan menghancurkan ekspentasinya, suasana diruangan ini semakin tegang.
"Apa yang telah terjadi pada kaisar agung ?"tanya salah seorang tetua pada hui.
Hui menaikkan sebelah alisnya.
"Kenapa para tetua klan yang biasanya lebih memilih menjauhkan diri dari kekaisaran agung kini ingin ikut campur dalam masalah kekaisaran ?"tanya hui dingin.
"Kenapa kau seakan menutupi tentang kesehatan kaisar agung ?!"jawab tetua itu marah.
"Kapan aku pernah mengatakan bahwa kaisar agung sedang tidak dalam kondisi yang baik ?!"tanya hui.
"Apakah para tetua klan ini ingin membelot dari kekaisaran agung ??!!!"lanjut hui lagi dengan suara tajam.
Bingbing langsung memegang tangan hui dengan lembut ia mengelus pelan punggung tangan suaminya, ia merasakan bahwa pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh para tetua seakan memojokkan posisi mereka.
"Apa yang ingin para tetua usulkan ?"tanya bingbing.
"Kami ingin kalian tidak membantu pemimpin klan rubah sialan itu dan lagi pemimpin klan kura-kura hitam sangat tidak cocok jika harus dekat dengan kalian, lebih cocok jika kalian membuat ikatan pernikahan antara Hui Lan dan putri pemimpin dari kediaman klan burung vermillion"ucap seorang tetua klan harimau.
"Mereka seperti penguntit yang terus ingin mengambil kerja keras kalian untuk kaisar"lanjut lelaki tua itu lagi.
"Dan lagi mereka seakan terus bersama kaisar agung dan kalian seperti lintah darah, parasit !!"ucap salah seorang tetua lagi.
Mata hui memelotot ganas saat mendengar ucapan demi ucapan tetua gila dari kediamannya ini.
"...."hui hanya bisa menahan decakan lidahnya, ia menahan kesal dengan ulah para tetua klan harimau yang seenaknya dalam mengambil keputusan.
"Apakah kalian sekarang sudah mulai pikun ?"tanya bingbing memecahkan suasana yang kian menegang antara para tetua dan suaminya.
"Apa yang ingin anda katakan, nyonya ??... kami hanya ingin memberikan hal terbaik bagi kediaman klan kita agar tetap terus kokoh"jawab seorang tetua klan, wanita tua dengan pemerah bibir yang berwarna sangat mencolok mata itu sangat tidak cocok dengan wajahnya yang sudah mulai berkeriput disana sini dengan sombongnya melanjutkan kata-katanya tanpa tau apa yang akan ia terima akibat perkataannya itu.
"Tak akan ada yang salah dengan perjanjian pernikahan yang akan kita buat, tuan muda Hui Lan akan tetap tumbuh dewasa dan putri pemimpin kediaman klan vermilion mempunyai kemampuan keabadian sama seperti kemampuan klan duyung, mereka takkan lebih cepat menua seperti klan kita...."ucapnya lagi.
"Rubah itu, kita juga harus berhati-hati dengan klan mereka apalagi rubah merah licik itu sudah berani membuat sebuah keputusan tanpa campur tangan kaisar bukankah hal itu sama saja rubah licik itu ingin menguasai kekaisaran agung ini"sahut salah seorang penatua.
"Jangan lupakan pemimpin klan kura-kura hitam, selama ini mereka memang belum menunjukkan tanda-tanda tertarik dengan kekaisaran tapi kedekatan antara keduanya harus kita waspadai"ucap penatua yang lainnya.
"Jadi, entah bagaimanapun caranya kita harus mengamankan posisi klan kita dengan mengajukan permohonan pernikahan kepada putri pemimpin klan vermillion dengan begitu kekuatan kita takkan bisa digoyahkan dengan apapun"sahut wanita tua dengan bibir merah menjijikannya yang berkilat penuh rasa serakah.
Jangan lupakan, permohonan pernikahan antar klan !!... itu merupakan hal yang konyol saat membayangkan anak lelaki mereka yang masih lucu harus menikahi gadis dewasa yang lebih cocok dipanggil bibinya.
Brakkkk...
Brakkkk....
"Wanita tua gila ?!!!... kau pikir aku suka dengan anak ingusan ini hah !!!"bentak sebuah suara diambang pintu ruang pertemuan klan, suara itu terdengar penuh emosi.
Suara pintu yang terbuka kasar sekaligus suara galak yang mengikutinya membuat para tetua klan harimau menoleh kearah sumber keributan.
Disana berdiri seorang gadis muda tengah menggendong sesosok anak kecil di pelukannya, dan di belakang kedua sosok itu mengikuti dua sosok tinggi.
Sinar yang menghalangi sosok-sosok yang tak diundang membuat beberapa tetua klan mendengus kesal, hanya bayangan hitam kabur yang mereka lihat karena cahaya dari luar ruangan.
"Sejak kapan aula pertemuan klan menjadi tempat untuk menunjukkan ketidaksopanan hah !!... pengawal tangkap lelaki sialan itu !!"ucap arogan tetua wanita klan harimau.
"Ohhh... jangan lupakan seret para sialan dibelakangnya !!!"ucap lagi tetua wanita itu.
Jari keriputnya menunjuk sosok-sosok yang tengah berdiri di pintu masuk aula pertemuan.
"Cih, dasar tua bangka biadab !!"decak long kasar.
Zhe ze memelototi kekasihnya itu dengan pandangan tajam, ia sedang berusaha keras menahan kedua telinga Hui Lan agar tidak mendengar ucapan tidak senonoh yang keluar dari mulut kotor kekasihnya itu.
"Kau !!!... apakah kau tidak tahu siapa aku !!!"bentak tetua klan itu tajam.
"Kalian hanya sekumpulan anjing tua yang sudah siap untuk di turunkan tapi sayang, kenapa klan besar ini harus mempunyai anjing-anjing dungu sangat menghabiskan sumber daya huh sia-sia"sahut long santai.
Wajah para tetua klan harimau langsung memerah padam hingga hitam seperti arang akibat perkataan tidak senonoh yang keluar dari mulut sosok kurang ajar didepan mereka itu.
"Pengawal tangkap mahluk kurang ajar itu sekarang juga !!!... bawa ia padaku !!!"bentak tetua itu marah.
Para pengawal yang berada di luar aula pertemuan klan tidak berani mendekati sosok Long, meraka langsung merasa terancam akibat peringatan yang diam-diam long gunakan.
Para tetua klan tidak tahu siapa lebih tepatnya sosok yang mereka hina, hanya karena mereka jarang keluar dari dalam kediaman klan setelah sekian lama dan lagi sosok-sosok kuat yang berada disamping kaisar agung sangat misterius hingga untuk selembar lukisannya saja mereka tak bisa mendapatkannya.
Mereka, para tetua hanya mengetahui ciri-ciri yang disebutkan oleh mata-mata mereka dan itupun hanya berdasarkan rumor atau dari mulut ke mulut. Para mata-mata yang mereka perintahkan untuk mencari detail lengkap tentang sosok yang berada disamping kaisar agung yang juga termasuk sebagai keempat jenderal besar agung kekaisaran dunia atas harus lebih dulu mati saat menginjakkan kaki mereka ke istana kekaisaran saat memasukinya secara diam-diam.
Alhasil para tetua klan harimau hanya mengetahui bahwa sosok pemimpin klan kura-kura hitam adalah sosok penuh keriput tua dengan penampilan berantakan menjijikan sangat berbanding terbalik dengan sosok muda yang kini tengah ada di hadapan mereka.