The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 200



Zheng bai yang memerintahkan wan yao untuk mencari informasi tentang dunia atas, Ia merasa bahwa pergerakan kekaisaran dunia atas terlihat sangat mencurigakan.


"Apa yang kau dapatkan ??"tanya zheng bai dingin.


"Hamba tidak bisa mendapatkan informasi apapun, yang mulia"jawab wan yao menunduk.


Hening.


Zheng bai terdiam, ia mengetuk dingin pada kursi takhta kerajaan yang ia kuasai ini. Bahkan mata-mata yang ia taruh dibeberapa titik dunia atas tak memberikan informasi apapun yang mereka dapatkan, apa yang dunia atas rencanakan ?!, pikir zheng bau dingin.


"Dimana chen qu ??"tanya zheng bai.


"Dia sedang berada di gudang persenjataan, yang mulia"sahut wan yao.


"Kau pergi kedunia manusia, dan biarkan chen qu tetap mengawasi tempat para prajurit kerajaan ini"ucap zheng bai dingin.


"Perintah seluruh prajurit dan para budak itu untuk menghasilkan lebih banyak lagi senjata !!"ucap zheng bai dingin.


Wan yao mengangguk dengan penuh rasa hormat.


"Dan kau cari informasi apapun itu !!... jangan biarkan para bedebah dunia atas bisa dengan mudah melawan kerajaan agung ini"desis zheng bai penuh dengan nada gelap penuh ancaman.


Setelah kepergian wan yao, zheng bai dengan dingin menanggil cheng rou kedalam ruang takhta kerajaannya.


"Apa yang kau dapatkan"ucap zheng bai dingin.


"Dunia atas"sahut cheng rou tersenyum menggoda.


Zheng bai mengangkat alisnya, dan tersenyum miring.


"Katakan" ucap zheng bai.


"Pemimpin klan rubah merah dan juga nyonya pemimpin klan harimau datang kedunia manusia, mereka membawa tubuh manusia dari dunia atas"ucap cheng rou.


Zheng bai langsung tertawa terbahak-bahak saat mendengar ucapan cheng rou.


"Hahahahahahah.... apa yang kau katakan itu benar ??!!" tanya zheng bai lagi.


"Benar yang mulia"sahut cheng rou.


"Hahahahaha... bagus... bagus sangat baguss... hahahaha dewa keberuntungan berpihak padakuu"ucap zheng bai dengan suara gelap penuh dengan ambisi serakahnya.


"Darah manusia itu terasa sangat manis, sama seperti aroma darah yang anda perintahkan kami untuk mencarinya"ucap cheng rou lagi.


"Dimana mereka ?"tanya zheng bai.


"Hamba tidak mengetahuinya yang mulia, sepertinya telah terjadi sesuatu antara pemimpin klan rubah itu dengan kaisar dunia atas"ucap cheng rou, mata wanita itu berkilat.


"Sesuatu ?..."desis zheng bai yang mulai tidak sabaran ingin mendengar informasi menyenangkan yang dimiliki bawahannya itu.


"Hamba kehilangan jejak manusia itu, tetapi fakta menariknya pemimpin klan rubah dan beberapa mahluk immortal dengan kekuatan tingkat tinggi tengah bertarung dengan para prajurit dunia atas"ucap cheng rou menjelaskan.


"Pertempuran mereka membuat sebagian wilayah didunia manusia hancur dan sebagian gunung utara meleleh"ucap cheng rou.


"Meleleh ?"tanya zheng bai, jika daratan gunung utara bisa meleleh itu bukanlah pertempuran palsu ataupun jebakan busuk. Zheng bai terdiam, dan ia kemudian tersenyum dingin.


"Apakah kau melihat mahluk buas turun mengikuti pertarungan itu ?"tanya zheng bai.


"Benar yang mulia, srigala dengan kekuatan spiritual ikut menyerang mereka"sahut cheng rou.


"Hahahahaha... bagus bagus"jawab zheng bai tertawa senang.


"Tapi, hamba tak melihat lagi keberadaan para mahluk dunia atas itu, segalanya habis termakan api besar yang datang secara tiba-tiba"ucap cheng rou.


Zheng bai terdiam.


"Apakah kau yakin ?"tanya zheng bai lagi.


"Benar yang mulia, tak ada satupun yang tersisa... hanya bekas pertempuran itu saja yang terlihat"ucap cheng rou.


Zheng bai mengetuk pegangan tangannya, ia terlihat berfikir.


Setelah cheng rou pergi, zheng bai masih duduk diam diatas kursi tahtanya. Gunung utara, gunung salju abadi dan kecil kemungkinan bisa cair hanya dengan kobaran api. Tapi, dimana mahluk-mahluk itu ?, pikir zheng bai dingin.


Kemungkinan besar ada sosok lain yang melindungi mereka, atau mungkin sesuatu yang besar telah terjadi tanpa sepengetahuanku ?, pikir zheng bai.


Ketukan suara lonceng pemberitahuan mengalihkan pikirannya, ia melihat satu orang prajurit dari paviliunnya lari tergopoh-gopoh menghadapnya.


"Salam kepada yang mulia raja dunia bawah"ucap prajurit itu memberikan hormatnya pada zheng bai.


"Katakan"desis zheng bai.


"Yang mulia ratu jing kembali memberontak"ucap prajurit itu.


Zheng bai terdiam, ia langsung menghilang dari ruang tahtanya meninggalkan prajuritnya yang terduduk bingung.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN !!!"bentak zheng bai.


Ia melihat tubuh jing mei yang tengah diikat dengan kencang, wanita itu tengah meronta-ronta diatas lantai karena perlakuan tidak sopan para dayang serta prajurit kerajaan dunia bawah.


Semua dayang dan prajurit yang sadar dengan kedatangan tiba-tiba raja mereka langsung ketakutan, mereka pikir perbuatan mereka ini takkan ketahui mengingat jarak antara ruang takhta dan juga paviliun raja.


Jing mei yang tak melihat apapun karena kain hitam yang membungkus kepalanya tersentak kaget saat merasakan tubuhnya diangkat seseorang, ia tak mendengar apapun karena tawa besar para prajurit dan dayang yang menertetawakannya, hingga segala sesuatu disekitarnya hening. Jing mei terdiam.


Apa yang tengah terjadi ??, pikirnya.


Jing mei menggeliat liar saat tubuhnya diangkat paksa oleh zheng bai, lelaki itu dengan cepat melepaskan kain yang menutupi kepala jing mei.


Ia memang sengaja untuk beberapa waktu meninggalkan wanita ini dalam pengawasan para dayang dan prajurit paviliunnya untuk memberikan peluang bagi jing mei merenungi kesalahannya, tapi bukan berarti orang lain bisa dengan mudah menggertak dan menyiksa wanita ini !!!... hanya ia yang boleh membuat wanita ini menderita !!...


Jing mei yang secara tiba-tiba merasakan silau cahaya karena zheng bai melepaskan kain hitam yang menutup lama pandangannya cepat-cepat menutup matanya.


Crakk...


"Ampuniii... ampuniii dayang iniii yang muliaaa"ucap seorang wanita yang secara tiba-tiba mengagetkan jing mei.


Jangan-jangan !!!, pikir jing mei dengan kening berkerut panik. Tangannya bisa merasakan panasnya dada bidang sosok yang tengah menggendongnya ini.


"Apa hak kalian untuk berani menaruh tangan kotor itu diatas tubuh ratu kerajaan ini !!!"desis zheng bai dingin.


Ia menyiksa semua orang yang berada didalam ruangan kamarnya yang mungkin beberapa waktu ini tak ia kunjungi semenjak malam itu. Debu-debu telah meninggi dibeberapa sudut furniture kamarnya.


"Bajingan !!!..."


"Bedebah"


"Mati kalian !!!"umpatan demi umpatan keluar dari dalam mulut zheng bai.


Ia masih terus menyiksa dengan kejam dayang dan prajurit dibawah kakinya itu.


Jing mei yang tak tahan lagi mendengar suara teriakan demi teriakan menyedihkan dan menyakitkan yang terdengar sangat jelas ditelinganya, tubuhnya sedikit bergetar karena merasakan lagi bagaimana kejam dan bengisnya sosok asli yang tengah menggendongnya ini.


Zheng bai tanpa ampun menghancurkan paviliun miliknya sendiri bersama dengan semua bawahannya yang telah merendahkan jing mei dan ada satu informasi yang membuatnya murka.


Jing Chengru lah dalang kenapa sebagian dari para bawahannya membelot arah.


Wanita jalang !!!...


Lihat saja akan ku cincang tubuh busukmu !!!...


Zheng bai tak tahu mengapa ia sangat tersulut emosi, tapi yang pasti ia tak ingin barangmya di sentuh oleh orang lain.


Siapapun itu !!!...


Jing mei adalah miliknya !!!...


Dan yang bisa membuat wanita itu menangis memohon kematian hanyalah dia !!!...


Karena ia yang berhak atas segala hal tentang jing mei !!!...


Ia tak menyadari bahwa dirinya telah begitu terobsesi dengan jing mei hingga pada tahap yang mengerikan dengan sikapnya yang bengis dan kejam itu.