
Xuan mengambil yue er dari gendongan so ah, ia tak ingin istrinya ini membawa tubuh berisi anaknya. tubuh yue er kini berpindah tangan pada ayahnya. ia mendongak menatap wajah rupawan ayahnya dengan mata bulat jernihnya yang terlihat berkedip ingin bertanya.
"Fuqin, apakah yue er berat ?", tanya yue er penuh harap. sepertinya ia lupa seperti apa pertemuan pertamanya dengan ayahnya ini.
"putri fuqin, tidak berat, sangat ringan, hanya saja mungkin ge ge belum cukup kekuatan untuk menggendok mei me", jawab xuan lembut.
Xi yao yang merasa namanya disebut, ia hanya bergumam asal.
"xi yao, kemarilah", panggil xuan yang melihat putranya itu berada disisi lain so ah. kini satu tangannya yang lain menggendong ying yue dan satu tangannya yang kosong membawa xi yao ketengah-tengah antara dirinya dan so ah.
so ah tersenyum lembut melihat bagaimana xuan memperlakukan kedua anak mereka, dan tanpa membedakan satu sama lain. ia membawa tangan kecil putranya dan menggenggamnya.
"niang, aku sudah besarr", ucap xi yao pada ibunya.
so ah menyentil lembut hidung mancung putranya.
"tidak, putra tampan niang masih bayi berharga milik niang", sahut so ah tersenyum, pipinya terlihat kemerahan. ia begitu bahagia dan benar-benar bahagia, rasanya ia ingin menangis haru merasa bahwa apa yang ia alami ini hanyalah mimpi yang jika itu mimpi ia takkan ingin bangun.
xuan yang bisa merasakan apa yang so ah rasakan, tangannya yang kosong membawa so ah dalam dekapannya.
Bingkai keluarga hangat yang membuat seluruh mahluk ditempat itu merasakan iri dan iri.
Yi hanya diam melihatnya. ia merasa cukup hanya dengan melindungi tuannya.
Yi melihat dengan jelas bagaimana kemiripan dua sosok kecil itu, dan anak perempuan yang digendong kaisar agung seperti duplikat dari ibunya. walau ada sedikit hal yang mungkin berbeda.
"kalian semua, kembali lah pada tugas masing-masing, kami akan menuju ke kediaman kaisar", ucap xuan pada seluruh mahluk yang tengah menyambutnya dan so ah.
setelahnya mereka berjalan santai menuju kediaman yang xuan maksud. yue er yang telah turun dari gendongan ayahnya
"apakah benar ini rumah yang akan kita tempati dimasa depan ??", tanya so ah tak percaya.
"en", sahut xuan.
yue er yang telah turun dari gendongan ayahnya menatap takjub sekelilibg mereka. ia begitu senang, matanya berbinar. disisinya xi yao hanya diam tapi tidak dengan matanya yang juga sama berbinarnya seperti adik kecilnya.
so ah terdiam memperhatikan sekeliling mereka. xuan mendekat kearah istrinya.
"dan juga calon penerus lainnya", bisik xuan ditelinga so ah, ia dengan cepat menjilat telinga sensitif istrinya itu. saat ia ingin cepat-cepat melarikan diri, tapi wanitanya lebih cepat disaat-saat tertentu.
plakk..
Xi yao dan ying yue melihat kearah keributan disamping mereka.
"kenapa niang memukul fuqin ??", tanya yue er bingung. ia samar-samar mendengar ucapan ayahnya.
"calon penerus ??", tanya yue er lagi bertubi-tubi.
dan xuan dipukul so ah.
xi yao yang telah memahami bahwa kedua orangtuanya membutuhkan ruang mereka sendiri. ia membawa adik kecilnya untuk pergi berjalan-jalan disekitar kediaman baru mereka.
"istri, ampuni akuu~~", ucap xuan yang terlihat tersenyum senang karena berhasil membuat istrinya malu sekaligus marah.
"istrii~~", panggil xuan lagi.
"diam, dimana yuan, kenapa ia saja yang keluar hari ini", ucap so ah kesal, wajahnya kini terlihat memerah.
"biarkan sajaa, hari ini adalah giliran kaisar agung ini~~", jawab xuan masih dengan nada menggoda.
"kami sudah sepakat untuk malam nanti hahahah", ucap xuan dengan wajah penjahatnya.
so ah bertambah kesal dan malu, ia menghentakkan kakinya dan pergi. xuan masih dengan santai mengejarnya dari belakang tubuhnya.
"pohon ini", tanya so ah pada xuan yang ada dibelakangnya.
pohon persik besar yang sama seperti dilembah utara, kini berada di tempat ini tapi dengan ukuran yang berbeda. tapi, so ah bisa merasakan energi spiritual yang sama.
"ada dua pohon, satu di tempat para tetua dan satu lagi dilembah utara, aku sudah menggabungkannya karena didua pohon itu tersisa energi spiritual milikku dan milik yuan", jawab xuan dari belakang tubuh so ah.
ia memeluk lembut tubuh istrinya itu.
so ah terdiam. kebahagiaan yang dulu terasa begitu sulit untuk ia gapai kini terlihat begitu hangat.
pelukan xuan dibelakang tubuhnya terasa semakin erat dan menenangkannya.
dua jiwa dalam satu tubuh suaminya kini telah berdamai satu sama lain, walau kadang so ah tahu keduanya sering bersitegang tapi ia telah menerima keduanya sebagai bagian dari jiwanya.
kurang atau lebih.
lebih atau kurang.
ia begitu bersyukur mendapatkannya.
.
.
.
.
Kediaman milik kaisar agung terlihat dibangun dengan sederhana, dan walaupun sederhana ditempat itu terasa nyaman dan hangat.
kediaman sebagai pohon persik yang menjadi pusatnya itu dibangun dengan banyak pertimbangan oleh xuan dan yuan.
Keduanya sengaja membuat kediaman mereka ini dari daratan kecil yang lain, dan jika ingin masuk kedalam kediaman khusus milik kaisar mereka harus melewati jembatan putih antar daratan.
Di keempat sisi kediaman, terdapat empat pohon di keempat musim, dan dibelakang pohon itu terdapat aliran sungai jernih yang mengalir tumbuh berbagai warna bunga teratai. ikan-ikan terlihat berlalu lalang disana.
setiap sudut atap juga telah terpasang lentera merah cerah. xuan juga memasang formasi pelindung di kediaman miliknya, itu sebagai perlindungan ganda untuk keluarga kecilnya ini.
.
.
.
.
Acara besar penyambutan kaisar agung dunia atas telah membawa warna-warna cerah diseluruh daratan dunia atas.
seluruh mahkul dunia atas yang awalnya akan berbalik menyerang kaisar mereka, kini terlihat mengurungkan niat mereka saat tahu dari para prajurit dunia atas bahwa kaisar terdahulu telah tiada dan kaisar yang berada didepan mereka saat ini adalah weida de tianghuang.
tubuh mereka gemetar hebat saat mengetahuinya, dan harusnya mereka lebih cepat mengetahuinya saat kaisar agung mengangkat dan membuat kembali serpihan daratan yang hancur.
Hal yang mungkin saja tidak bisa dilakukan oleh kaisar-kaisar terdahulu.
kini dai luan berada didaratan dunia atas. lelaki berkulit eksotis itu memasuki istana kekaisaran dunia atas.
ia dengan santai menuju ke kediaman milik kaisar.
"dimana kaisar ?", tanya dai luan santai.
"siapa kau ?!", tanya para prajurit yang baru pertama kali melihat dai luan.
"aku ?.. aku..", ucapan dai luan terpotong saat ia melihat sosok kecil yang berlari cepat kearahnya.
YING YUE !!!..., teriak dai luan pada dirinya sendiri.
spontan, tubuhnya mundur.
"luan geeee, aku merindukanmu", panggil ying yue pada dai luan.
dai luan terdiam.
ini siksaan kejam untuknya.
disisi lain, xuan tersenyum iblis melihat wajah weida de baohu long dai frustasi dan tertekan.
"bagus... mundur dan pergilah kedunia bawah", ucap xuan yang didetik kemudian digantikan yuan.