
Roh rubah milik yi yang tiba-tiba saja datang melompat dan masuk kedalam kamar penginapan xuan. Rubah kecil itu mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan hingga tiba-tiba rubah malang itu harus dikagetkan dengan cengkraman sadis di lehernya dan pelaku utamanya adalah xuan.
Rubah itu memekik dengan suara geraman rendah dan tak berani bersuara lebih keras karena tatapan tajam xuan padanya.
"Apa yang kau bawa"desis xuan dingin.
Saat ini dirinya memangku tubuh so ah yang kini sedang tertidur lelap karena ia sudah mulai menyerap energi alam dari tubuhnya dan menyalurkannya ketubuh so ah.
Dan naasnya rubah yang datang itu tidak tahu hingga sedikit membuat keributan saat rubah itu masuk dari jendela penginapan, apalagi suara cicitan yang penuh dengan keluhan itu lebih dari cukup membuat xuan kesal karena ketenangan didalam ruangan ini terganggu.
Cicitan kecil yang seperti sedang ingin mengatakan sesuatu harus hilang, xuan yang secara tiba-tiba langsung menyerap energi inti dari rubah roh. Ia bisa mendengar yi menyampaikan sebuah informasi tentang konflik yang terjadi dikerajaan dunia bawah dengan hutan terlarang timur secara detail padanya.
Rubah yang awalnya lemas menyedihkan karena energi inti spiritualnya diambil paksa oleh xuan kembali lagi menjadi bersemangat karena xuan mengembalikan energinya dan memerintahkan rubah kecil itu untuk kembali kepada yi.
Dunia bawah.
Sayap mereka sudah terlalu besar.
Tapi, itu bukan masalah untukku.
Dan kemungkinan juga akan ada peperangan dimasa depan dan kedua dunia takkan bisa mengelaknya lagi.
Hahahaha bukan kemungkinan tetapi takdir berjalan lagi ke arah yang sama, pikir xuan sinis.
Xuan dengan santai membuat seekor burung kematian berwarna hitam dari kekuatan iblisnya dan memerintahkan burung itu untuk pergi menuju kedunia bawah untuk melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Ia memandang keluar jendela dari tempat penginapannya ini yang mengarah langsung ke salah satu sudut kota kerajaan, banyak manusia, banyak aktivitas, banyak keramaian dan juga banyak hal yang diam-diam sedang terjadi diantara para manusia itu.
Xuan bisa merasakan aura gelap itu berasal dari pusat kerajaan ini dan aura itu berasal dari arah istana, hal apa dan apa yang sedang diambil atau disembunyikan oleh para manusia serakah itu ia tak mau memikirkannya atau bisa jadi juga mahluk dari dunia bawah itu sedang mendapatkan sebuah perintah terselubung.
Xuan melihat para prajurit kerajaan diam-diam semakin banyak yang berada disekitar penginapan yang ia tinggali ini.
"Ehmm..."lirih so ah yang perlahan membuka matanya.
Ada rasa hangat didalam tubuhnya takkala ia bangun dan merasakan bahwa rengkuhan kuat tapi lembut itu membuatnya nyaman dan terlindungi.
Ia merasa bahwa dirinya masih berada didalam mimpinya sendiri tapi rasa hangat yang menenangkan ini terus merengkuhnya.
"Apakah masih sakit ?"tanya xuan, ia menyentuh lembut kepala so ah dan mengelusnya.
"Ti..tidak"jawab so ah lirih, ia masih sangat malu.
Ingatan-ingatan yang terasa semakin nyata membuat ia yakin bahwa hal yang terjadi beberapa hari yang lalu bukanlah sebuah mimpi. Tapi, bagaimana jika kemudian yuan datang kembali ?.. tanpa sadar pikirannya itu membuat bahunya gemetar takut.
"Tenanglah... apa yang kau takutkan ??"tanya xuan lembut, ia mulai sadar bahwa suaranya sedikit aneh baginya yang tak pernah membujuk seseorang ataupun berlaku lembut untuk orang lain. Tangan besi yang selalu berlumuran darah itu selalu memotong hal-hal yang ia rasa mengusik pikiran ataupun hatinya, tapi berbeda halnya dengan dia yang ada dihadapan so ah.
"Apa-apaan ini... kalian tau aku siapa hah !!!"bentak xi mei kasar pada para pengawal yang mengikatnya.
Para pengawal itu hanya diam tak berkata apapun, mereka langsung meletakkan tubuh yang terikat tali dengan kepala ditutupi kain hitam kedalam kereta kuda sederhana.
Huang de duduk didalam ruang kamar yang sudah disiapkan untuk menginterogasi xi mei, ruangan itu sengaja ia buat remang dengan hanya mengandalkan satu cahaya lilin.
"Yang mulia pangeran, wanita yang anda perintah untuk kami tangkap sudah ada di depan kediaman"lapor prajuritnya dari luar pintu.
"Lempar dia masuk"ucap huang de santai.
Xi mei dilemparkan dengan kasar oleh para prajurit itu, tubuhnya yang terikat dan juga kondisi yang gelap membuat dirinya tak tahu hal apa yang sedang terjadi tapi ia bisa mendengar suara pria yang sudah sangat ia kenal itu.
"Apa-apaan ini !!"desis xi mei galak, sekarang ini tubuhnya masih tergeletak disudut meja. Sebagian dari tubuhnya mungkin saja sudah ungu lebam karena kasarnya para prajurit itu saat menangkap dan melemparkannya dikereta, ia hanya bisa menggertakkan giginya menahan amarah.
"Hahaha... karena kau aku kehilangan setengah dari prajurit elitku"jawab huang de dingin.
Xi mei yang mendengar nada bicara huang de terdengar sangat menakutkan baginya, ia yang tak bisa melihat apapun tersentak saat merasakan tangan kasar pria itu mulai menggerayangi tubuhnya. Sontak saja ada alarm berbahaya yang membuat ia sendiri mundur ketakutan hingga terpojok disudut ruangan.
"Kenapa kau takut mei-er"tanya huang de sembari berjalan santai kearah xi mei yang tergeletak menyedihkan seperti cacing kecil yang menggeliat berusaha melarikan diri.
"Tidak... apa yang kau mau !"desis xi mei berusaha membulatkan suaranya agar tidak terdengar ketakutan.
"Aku ?.. kau sudah mengelabuhiku dan berkata bahwa wanita hamil itu hanya wanita biasa dan sekarang pendeta suci memperingatkanku !!.. jika sampai tahkta kerajaan jatuh kepada adik perempuan ku, kau disini yang harus disalahkan !!"ucap huang de dingin.
"Bukankah kau yang sangat bernafsu untuk menangkap wanita itu hah !!"bentak xi mei marah.
Secara tiba-tiba, kain hitam yang menyelubungi kepalanya diangkat dengan kasar oleh huang de, ia yang masih belum terbiasa dengan keadaan sekitar mengedipkan matanya sebentar dan jantungnya langsung berdetak kencang karena kondisi ruangan yang serba remang ini. Xi mei berusaha untuk semakin beringsut kesudut lain ruangan tapi naas, tubuhnya langsung dihempaskan dengan kasar.
"Akkhh"pekik xi mei kesakitan saat huang de dengan kejam menjambak rambutnya.
"Apa-apa yang kau mau ?!"tanya xi mei dengan suara yang tersendat-sendat menahan sakit.
"Berikan detail yang lengkap tentang wanita itu besok !!... jika kau tak bisa mengingat detail sosok ****** itu kau harus mempertaruhkan lehermu untuk persembahan kali ini !!"ancam huang yang kemudian langsung melepaskan cengkramannya.
Xi mei hanya menatap penuh kebencian pasa punggung lebar milik huang de.
Selalu seperti ini !!... apakah karena ia berasal dari kalangan rendahan sehingga membuat lelaki itu kadang bersikap dingin dan kasar.
Semenjak dulu, lelaki itu sudah menjanjikan kursi selir kesayangan untuknya dan ia dengan bodohnya selalu bisa ditundukkan oleh lelaki itu.
Bagaimana tidak, diluar sana banyak para gadis bangsawan yang berlomba-lomba untuk mendapatkan kasih sayang dari pangeran kerajaan timur itu dan ia dengan mudahnya mendapatkan kasih sayang yang tak seberapa itu lagipula paha emas siapa lain yang lebih berkuasa setelah raja kalau bukan pangeran huang de itu sendiri, jadi ia hanya bisa menelan bulat-bulat rasa amarah dan terhina ini demi masa depan yang cerah.