The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 133



Yuan melihat xuan yang memuntahkan banyak darah segar, matanya menyipit dingin. Ia dengan ganas kembali menyerang xuan, ia tak menyisakan satu ruang untuk lelaki itu bisa bernafas dengan benar. Saat ia sudah hampir sampai di depan xuan, tiba-tiba saja jantungnya berdenyut menyakitkan.


Deg.


Deg..


Jantung serasa diremas saat ia hampir mendekati xuan, yuan terhuyung kedepan dan hampir tersungkur tapi ia dengan cepat langsung menyeimbangkan dirinya dengan pedangnya. tapi ia tetap kesakitan dan terjatuh dilutut.


"Aagghhh..."desis yuan kesakitan.


"Coughh... coughhh"seteguk darah hitam meluncur keluar membasahi pakaian yuan.


Mata xuan menyipit dingin saat melihat lawannya juga berada diambang kematian. Xuan melihat kekuatan spiritual milik yuan mulai bertabrakan satu sama lain di dalam inti jiwa spiritualnya. Ia tidak menyangka bahwa racun ular kuno masih tetap bertahan di serpihan jiwa kekuatan spiritualnya yang sudah tercampur dengan kekuatan milik yang lain. Kekuatan asli dari jiwa yang xuan buat sebagai wadah kekuatannya mulai melawan balik kekuatan spiritual miliknya, saling menekan satu sama lain dan ditambah lagi dengan racun ular kuno yang kini mulai menekan serta mengacaukan segalanya. Jika terus dibiarkan bisa saja jiwa yuan meledak.


Criinggg...


Tak ada pilihan lain !!!...


Mata xuan langsung menajam, rambut yang tadinya sekelam malam kini berubah menjadi seperak rembulan, ia tak perduli dengan penampilannya yang tak seagung biasanya.


Ia kini sudah mempunyai alasan untuk hidup dan ia tak ingin mati konyol di dalam tubuh ini.


Rantai-rantai neraka berbalut api hitam yang tadinya terputus dan hancur di keluarkan xuan kembali. Rantai-rantai itu membelenggu jiwa yuan, mengikat erat pergerakan agresifnya.


"Coughh..."


"Couughhh..."


"Cih"desis xuan kesal saat ia terus terbatuk-batuk mengeluarkan darah merah pekat kehitaman dari tubuhnya.


Ia sudah terlalu banyak mengeluarkan kekuatan spiritualnya, seharusnya ia harus menunggu untuk mengekstrak kekuatannya yang lain agar keduanya saling seimbang, antara yin(hitam) dan yang(putih) yang belum sempurna didalam inti spiritualnya. Retakan yang terjadi dijiwanya ini juga terjadi karena ketidakseimbangan itu, ia terlalu banyak mengeluarkan kekuatan spiritualnya.


Yuan yang ada di jeratan rantai-rantai itu terus bergerak semakin liar, sisi warasnya mulai marah karena xuan dengan liciknya menyerap kekuatan spiritualnya lewat rantai-rantai ini.


"Coughh...."


"Couughh..."


"Agh..."


Darah merah segar terus menyeruak keluar dari mulut xuan. Ia dengan paksa menyerap seperempat yang ia bisa ambil dari jiwa kekuatan spiritual sucinya(yang) yang ada dijiwa yuan.


"Kauu...."


"Bedebah busuk !!!"teriak yuan gila.


Wibawanya sebagai seorang kaisar agung harus terputus dengan sadis saat ia berhadapan dengan sosok lain yang menyerupainya. Ia membuang wibawanya dan mengumpat dengan kasar.


"Haha ternyata jiwa dengan kekuatan spiritual yang didalamnya bisa mengumpat"cemooh xuan sinis.


Mata xuan tertutup rapat saat ia berbicara pada yuan.


"Bedebah sialan !!!"


"Apa yang akan kau lakukan !!!"desis yuan kasar.


"Haahhhh.... sayang sekali aku tak bisa melihat bagaimana keduanya lahir"desah xuan dengan suara tanpa intonasi.


Yuan yang merasa diabaikan semakin tersulut emosinya, dan saat xuan menatapnya ia menatap tajam penuh dendam pada lelaki yang serupa dengannya itu.


"Hmmm... sepertinya kau tak cocok..."desis xuan yang menoleh.


Kini penampilannya sangat mengerikan, darah merah yang setengah kering dan setengah basah masih tercetak jelas di dagu hingga ke pakaiannya yang berwarna hitam itu. Rambutnya yang berwarna perak panjang berantakkan disisi kanan kiri wajahnya, ia tak perduli. Senyum malas dari bibir yang terolesi darah keringnya terlihat terpasang disana, entah itu terasa sakit ataupun tidak, musuh-musuhnya takkan tau apa yang tengah ia rasakan dari balik senyum malas dan wajah tanpa emosi disana.


"Dimana so ah !?"tanya yuan.


Xuan langsung menoleh menatap yuan, ia melangkahkan kakinya berjalan kearah yuan.


"Kau takkan bisa menemukannya"desis xuan santai, bibirnya yang merah karena darahnya sendiri menyunggingkan senyum angkuh penuh provokasi.


"Bajingan busuk !!!"ucap yuan penuh emosi.


"Hahahah aku memang bajingan busuk tapi tidak seperti kau"ucap xuan lagi.


"Apakah aku perduli ?"ucap xuan santai.


"Dia milikku sekarang"lanjutnya lagi.


"Fakta bahwa kau menemukannya lebih dulu karena kekuatanku yang memimpin dirimu kepadanya"ucap xuan datar.


"Dia sudah menjadi milikku dihadapan bumi dan langit !!!... kau sebagai orang ketiga sangat tidak tahu malu pada surga !!!"desis yuan dingin.


"Hahahaha fakta itu takkan bisa dibantah sampai mati... tapi janji suci keabadian milikmu tak tercetak jelas di tubuhnya... surga tak merestui kalian"jawab xuan dengan suaranya, mengejek yuan.


Yuan terdiam, ia tertampar fakta yang juga tak bisa ia bantah.


Ia terlalu implusif, tak berfikir panjang saat pedangnya menusuk tajam tubuh so ah.


Kini, ia mempertanyakan sendiri perasaannya terhadap so ah...


Apakah benar ia masih sosok yang berbudi luhur ?


Tapi, apakah benar ia bukan mahluk yang seharusnya ada didunia ini ??...


Apakah ia hanya digerakan dengan serpihan jiwa kekuatan yang dimiliki kaisar brengsek itu untuk menemui belahan jiwa yang ditakdirkan ??...


Tidak !!!...


Takdir so ah adalah menjadi permaisurinya...


Ia rela memberikan setengah dari setengah jiwa spiritualnya untuk xuan...


Tapi, tetap saja...


Kenyataan menamparnya dengan telak...


"Haha... Sekarang ia pasti sangat trauma akan kejadian itu..."ucap yuan tertawa hambar.


Xuan memandang jiwa didepannya ini dengan pandangan dingin, tak terlukis emosi diwajahnya yang datar.


"Takdir takkan bisa diputar kembali seperti yang kau mau..."desis xuan penuh arti.


"Dan lagi parabawahan mu yang dungu itu mungkin sekarang sedang tertipu mentah-mentah hmmm... atau sudah lama sejak ini berlangsung... kalian terlalu bersantai dalam menghadapi dunia bawah"desis xuab menghina.


"Ribuan darah manusia sudah dijadikan korban dan kau sebagai kaisar membiarkan para tikus itu tetap hidup !!!... para mahluk hina itu bahkan berani membuat milikku menjadi salah satu dari darah pengorbanan"desis xuan lagi, suara terdengar tajam dan tanpa ampun.


Seakan minyak yang diberi pematik api yang besar dan membunuh.


Mata yuan terbelalak tak percaya.


Terasa seperti di hantam telak sekali lagi.


Darah pengorbanan mahluk fana...


So ah masih seorang fana...


Dan so ah masih tetap mengandung anak iblis kejam weida de tianghuang !!...


Akal sehat yuan hancur, mulai saling tumpang tindih satu sama lain...


Kebenciannya semakin menyala menyelimutinya...


"Kauu !!!... bajingan... aku akan membunuh anak-anakmu !!!"desis yuan dingin.


Yuan dengan jiwa yang sekarat dalam jeratan rantai neraka berapi kelam bergerak gila, menghembuskan nafas kekuatannya. Ia tak perduli dengan darah yang terus menyeruak keluar dari dalam mulutnya, matanya melotot garang tak percaya dengan apa yang dikatakan xuan.


Tanpa menjawab apapun xuan langsung memundurkan dirinya sendiri, menjauhi yuan.


Bummm....


Bummm....


Blaarr.....