
Sebagian besar wilayah kerajaan dunia bawah telah habis menjadi padang tandus hitam dengan asap tebal yang membumbungbtinggi bergabung bersama kegelapan malam. Hanya istana kerajaan dunia bawah yang masih berdiri kokoh terlindungi benteng besar spiritual disekelilingnya.
Tapi, tanpa dunia atas ketahui bahwa kini sebagian istana kerajaan dunia bawah telah hancur karena kekuatan zheng bai dan juga benteng kayu yang kini telah hilang keberadaannya itu.
Cheng rou yang masih berada diatas temlat tidur miliknya kini tengah mendesis penuh rasa sakit.
Ia membutuhkan lebih banyak lagi energi spiritual dari manusia-manusia itu, dan kini sumber energinya harus lenyap karena formasi sialan itu !!!..
"ARGGHHHH", geram marah cheng rou, hingga tiba-tiba matanya yang tadinya terlihat menahan sakit kini telah berganti.
Senyum kejam terlihat menghiasi bibir pucatnya, dan tawa mengerikan miliknya memenuhi ruangan itu.
.
.
.
Padang kematian.
Wan yu yang kini tengah menggantikan posisi zheng bai memimpin para mahluk dunia bawah menyerang pasukan dunia atas.
"Ck", decaknya saat melihat para mahluk buas saling memangsa satu sama lain dan hal itu digunakan pasukan dunia atas sebagai celah untuk membunuh lebih banyak pasukan yang kini ia pimpin.
Decakan kesal keluar lagi dari mulut lelaki klan iblis dunia bawah itu. Wan yu dengan kesal bersiul dan secara tiba-tiba ribuan ngengat hitam terbang menuju kawasan pasukan dunia atas.
Gelombang hitam besar terlihat dari arah kawasan kerajaan dunia bawah. Para pasukan dunia atas yang melihat hal itu hanya mengabaikannya mereka terus bergerak maju untuk membunuh sisa-sisa binatang spiritual buas milik dunia bawah.
Gelombang hitam yang bergerak cepat bagaikan segerombolan awan hitam itu menghujani pasukan pemanah milik kekaisaran dunia atas. dan didetik berikutnya ratusan pasukan dunia atas berteriak ngilu kesakitan saat tubuh mereka dengan cepat dikerubungi ngengat-ngengat hitam yang dengan cepat memakan daging para pasukan immortal itu.
"MUNDURR !!!... PASANG TABIR PELINDUNGGGGG !!!... UNTUK PASUKAN PEMANAH YANG TERSISA MASUK KEDALAM TABIRR !!!", Teriak pemimpin pasukan yang seketika itu tabir besar raksasa mulai terbetuk dengan cepat.
Wan yu yang melihat seluruh pasukan dunia atas mulai membentuk tabir besar pelindung hanya mendecih dingin. Ia acuh tak acuh berbalik arah pergi kesuatu tempat.
Ribuan pasukan dunia atas yang telah hampir kehabisan energi spiritual mereka kini dikagetkan dengan jumlah pasukan dunia atas yang ternyata berada dibalik tubuh para binatang buas.
Ribuan pasukan dunia bawah bergerak cepat menuju pasukan dunia atas. Pedang, kapak, dan senjata tajam lainnya saling beradu satu sama lain. Teriakan, dan saling memotong nyawa yang lengah tak terelakan menjadi pemandangan mengerikan dalam perang itu.
Genangan-genangan darah baru, mengalir pekat dibawah kaki para pasukan dari dua wilayah dunia yang berbeda itu.
Tak ada yang ingin mengalah satu sama lain.
Bertarung atau mati, mereka lebih memilih bertarung hingga salah satu dari mereka ada yang matk atau melarikan diri.
Kekaisaran dunia atas dengan kebanggaan akan keagungan wilayah mereka yang berada ditempat tertinggi diantara dua dunia lainnya terlihat mendominasi dengan baju perak perang khas kekaisaran dunia atas, mereka telah menghabisi hampir seluruh pasukan dunia bawah.
.
.
.
TAKKKKK...
.
.
.
.
Kilatan belati yang menancap tajam.
Bibirnya kelu. Matanya basah.
Jing mei hanya bisa menatap punggung zheng bai yang membelakanginya dengan tatapan tak percaya.
"Apa yang kau inginkan", ucap jing mei yang masih terisak-isak.
Zheng bau masih terdiam, ia melirik wajah jing mei yang terlihat memerah terasa sangat panas dan menggodanga. Ia kemudian menatap belati tajam ditangannya yang kini telah menancap tajam disisi lain altar.
Ia membelakangi jing mei.
"Aku... aku akan memberikan darahku", ucap jing mei lagi.
"Aku... aku.. aku mulai sekarang akan patuh padamu", ucap jing mei yang sedikit terbata pada setiap kalimatnya.
Zheng bai menyukai suara yang terdengar asing baginya itu. Tapi ia masih diam tak bergeming.
Ruangan asing yang berisi keheningan itu membawa tekanan liar.
Suara ledakan dan teriakan mengerikan dari kejauhan menambah teror didalam ruangan yang kini membuat zheng bai merasakan kekesalan lain didalam dirinya.
Persetan dengan semua hal !!!... yang harus ia bangkitkan kini harus bangkit !!..
Zheng bai dengan dingin menarik tubuh jing mei kearahnya. Wajahnya kembali dingin, ekspresi gila iblis serakah kembali menguasai dirinya.
Bruk.
Tabrakan keras antara tubuh jing mei dan tubuhnya tak membuat dirinya bergerak. Ia hanya diam, seakan tubuhnya ini tiang. Dirinya dengan dingin mencabut kembali belati yang ia tancapkan itu dengan kekuaran spiritual miliknya.
Segalanya yang bergerak cepat membuat jing mei tak bisa melihatnya. Matanya yang masih buram karena sisa air mata menghalangi penglihatannya hingga rasa sakit yang menyengat terasa di salah satu lengannya.
Lengannya telah dilukai oleh belati hitam milik zheng bai.
Darah merah yang sedikit membawa aroma memikat itu jatuh dengan deras menuju kebawah dan menyebar keseluruh altar.
Altar pengorbanan.
Altar kuno dengan ukiran rumit dibawah kaki mereka yang telah dengan susah payah dibuat oleh zheng bai dari sebuah naskah kuno terlarang dari berbagai tempat mengerikan itu hanya untuk membangkitkan kembali pohon kuno raksasa.
Zheng bai ingin membangkitkan pohon itu hanya untuk peperangan antara dunia atas dan kerajaannya. Dan karena terjadi beberapa hal, ia selama beberapa ratus tahun tak bisa membangkitkan pohon raksasa itu hingga beberapa waktu terjadi insiden yang membuat jing mei harus mengeluarkan darahnya di atas altar ini hingga pohon yang ia anggap sebagai kegagalan itu bangkit dan tumbuh.
Energi spiritual.
Darah.
Dan pengorbanan secara paksa.
Hal itu yang diinginkan pohon raksasa kuno.
Ia harus berterima kasih kepada wan yao yang mau menjadi inang pohon kuno sekaligus salah satu senjata rahasia miliknya tapi karena insiden di dunia atas, senjatanya harus berakhir sia-sia.
Ah, tidak sia-sia tapi sedikit berguna. Zheng sedikir tersenyum mengejek saat mengetahui bahwa pohon kuno telah membuat salah satu dari daratan dunia atas telah runtuh.
Kini, hanya tinggal beberapa pohon lagi yang harus ia bangkitkan dan segalanya akan berakhir seperti apa yang ia rencanakan.
Senyum dingin tercetak jelas di bibir zheng bai. Jing mei yang ia tahan berada didalam dekapannya kini telah merosot lemah karena kehilangan banyak darah dan energi spiritual.
"Le..paskan manusia itu", bisik lemah jing mei.
Hening. Tak ada sahutan dari zheng bai melainkan senyum dingin terpancar disana.
Jing mei yang tau akan makna dari senyuman itu sontak saja penuh dengan kemarahan. Ia memukul tajam dada zheng bai, tapi bagi lelaki iblis seperti zheng bai, itu hanyalah gigitan serangga.