The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 85



Selama beberapa waktu yuan memerintahkan semua prajurit untuk tidak bergerak. Ia ingin melihat pergerakan yang dilakukan zheng bai dengan mengirim beberapa ratus hewan pengintai. Sedangkan itu yuan juga memerintahkan yi untuk mengumpulkan semua raja klan di aula kekaisaran.


Yi memerintahkan semua raja dewa dari klan-klan dunia atas untuk mendatangi kekaisaran.


Semua yang hadir dalam pertemuan itu diliputi oleh tanda tanya besar. Kenapa tangan kanan kepercayaan sang kaisar agung memerintahkan mereka untuk hadir dalam sebuah pertemuan resmi di aula kekaisaran yang agung.


Dalam keheningan yang pekat yi datang dengan membawa sebuah gulungan ditangan kanannya. Ia berjalan ke arah singgasana kebesaran kaisar agung dan berdiri tepat beberapa meter didepan singgasana agung itu.


"Salam kepada semua semua para raja dari klan-klan dunia atas"ucap yi dingin dan tegas.


"Salam kepada yang mulia rubah agung, Zhou Tian Yi"ucap mereka serempak memberi salam kehormatan pada yi.


"Aku disini membawa sebuah surat dari yang mulia kaisar agung, He Lianyu"ucap Yi dingin.


"Maafkan aku yang mulia Tian Yi tetapi dimana yang mulia kaisar agung ??"tanya seorang raja dari klan duyung.


"Apakah aku mengizinkan kalian untuk bertanya dimana keberadaanku ??... atau mungkin kalian mengabaikan perintah yang kutugaskan kepada jenderal agung ku ??"tanya yuan tiba-tiba hadir di aula kekaisarannya dengan momentum gelap mengancam disekitarnya. Jubah kaisar kebesarannya membuatnya terlihat sangat agung dan berbahaya, aura malas yang biasa ia pancaran hilang lenyap digantikan dengan aura dingin mengancam yang membuat siapa saja enggan untuk dekat dengannya.


Selama beberapa hari hanya berbaring lemah di atas tempat tidurnya akhirnya yuan memutuskan untuk kembali menekan dengan paksa racun ular yang penawarnya masih belum ditemukan.


Waktu itu, Zhe ze dan Long yang diperintahkan untuk mencari artefak dari kediaman klan vermilion harus kembali dengan tangan kosong karena artefak yanh terbuat dari sebuah permata merah dengan tulisan-tulisan kuno bertinta emas di sekeliling kotak tempat berlian itu lenyap hanya menyisakan kotak kayu cendana yang tak ada artinya lagi dan hal itu baru diketahui setelah zhe ze meminta izin kakeknya yang merupakan kepala klan vermilion bird untuk memeriksa artefak klan.


Segala sesuatu terus menjadi tanda tanya didalam pikiran yuan, siapa yang berani mencuri artefak dari klan vermilion yang terkenal dengan kekuatan apinya yang sangat ganas itu walaupun baginya api dari klan vermilion bird hanya sekedar seperti gigitan serangga tapi bagi para musuh mereka itu merupakan hal yang sangat ditakuti.


Yuan yang duduk di singgasana keagungannya menatap semua raja klan yang hadir didalam pertemuan


"Aku tak pernah menolerir sebuah pengkhianatan"ucap yuan dingin mengancam.


"Apalagi jika aku mengetahui adanya tikus busuk pengkhianat diantara kalian"desisnya lagi.


Para raja dari klan dunia atas di buat bingung dengan pernyataan kaisar agung mereka pasalnya dilihat dari suasana yang terasa mencekik karena kekuatan sang kaisar yang menekan kekuatan mereka membuat mereka sendiri tak bisa bernafas dengan benar. Aura yang kaisar bawa juga lebih mengerikan dan berbahaya dari biasanya, seperti seorang monster yang tak ingin diusik.


"Yi, bacakan"ucap yuan dingin.


"Yang mulia kaisar agung memerintahkan kalian semua, para raja dari klan dunia atas untuk mempersiapkan diri karena perang antara dunia atas dan dunia bawah mungkin takkan bisa dihindari... dan kaisar agung juga memerintahkan untuk semua kalangan dari dunia atas tidak di izinkan turun ke dunia bawah tanpa izin, jika ada yang melanggar peraturan itu maka hukumannya adalah kematian !!!"ucap yi dengan suara yang menggema disetiap sudut aula.


Semua orang yang mendengar hal itu saling berpandangan satu sama lain. Mereka kaget mendengar berita bahwa akan terjadi sebuah perang dan lagi kenapa mereka tidak diizinkan untuk pergi kedunia manusia padahal mereka sendiri sebagai kalangan dari dunia atas sangat tidak suka dengan para manusia.


"Yang mulia kaisar agung, bolehkan saya mempertanyakan sesuatu ??"tanya tiba-tiba seorang raja dari klan ular.


"Tanyakanlah"ucap yi karena yuan memberinya sebuah isyarat.


"Jika akan terjadi perang, kenapa kami tidak diperbolehkan untuk bergerak di dunia manusia ??"tanya raja klan ular itu.


"Mudah saja, bukankah masih ada pengkhianat yang belum di bersihkan"jawab yuan santai.


Mendengar jawaban dari kaisar agung yang seakan menyiratkan sesuatu padanya, raja dari klan ular itu langsung mengundurkan dirinya, kembali ketempatnya.


Setelah pertemuan yang penuh dengan para penjilat membuat yuan sangat muak, tujuan mereka yang sudah bisa ia tebak arahnya terus saja membuatnya merasakan itu hal yang menjijikan.


Yi yang melihat yuan hanya diam dengan tatapan dingin tanpa ekspresi itu sedikit berdehem untuk menyadarkan kaisar agungnya tetapi ia tak direspon karena sudah menunggu lama dan tidak mendapat respon apapun dari yuan, yi langsung berdiri menepuk bahu yuan.


"....."lirik yuan sembari mengangkat sebelah alisnya.


"Maafkan kelancangan hamba yang mulia, tetapi bagaimana dengan kediaman Qi Rui Wang ??"tanya Yi.


Yuan yang tersadar mendengar ucapan yi langsung melihat kearah lelaki rubah itu.


"Anda sudah berbulan-bulan tanpa kabar di kerajaan itu dan anda juga dinyatakan hilang karena mencari wangfei, yang mulia"jelas yi.


Hal itu sangat wajar mengingat perbedaan waktu mereka dengan dunia manusia sangat berbeda jauh.


Yuan yang mendengar ucapan yi hanya diam tak menjawabnya.


"Biarkan, aku sudah membuat mereka sedikit melupakan tentang keberadaan kami"ucap yuan dingin setelahnya.


"Prioritas kita sekarang hanya pada peperangan yang cepat atau lambat akan terjadi..."lanjut yuan lagi.


Yi hanya menatap punggung sahabatnya itu dengan ekpresi yang tidak terbaca. Ia hanya berfikir betapa rumitnya mempunyai seorang wanita disisinya melihat bagaimana yuan yang terus berusaha untuk membuat yang mulia permaisuri berada disisi sahabatnya itu dan entah bagaimana sekarang sepertinya yuan mulai membiarkan wanita agung disisinya.


Apa yang sebenarnya terjadi ??...


Lalu luka yang seharusnya bisa sembuh dengan cepat, kenapa tidak bisa sembuh dengan cepat..


Hal itu terus menjadi tanda tanya baginya dan juga bingbing, sebagai salah satu mahluk imortal yang darahnya bisa menyembuhkan berbagai racun dan luka , yi merasa bahwa naga pelindung dunia bawah itu bisa menjadi sangat berbahaya jika bergabung dengan kerajaan dunia bawah yang diperintah lelaki serakah kekuasaan seperti zheng bai.


Racun pembunuh immortal seperti itu seharusnya tak ada apa-apanya ditubuh yang agung, tetapi kenapa hal itu sangat berefek besar pada tubuh yang agung...


Otak jenius yi terus memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang tidak ia fikirkan...


Ia juga terus mengerahkan semua orang-orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan phoenix.


Tapi hasilnya selalu sama, mereka tetap saja tak menemukan setitik harapan yang terasa sangat tak nyata itu.


Lelaki rubah itu hanya bisa menghela nafas panjang dan kemudian menghilang pergi menuju kediaman klan rubah.