
Dai luan ingat semenjak pertarungannya yang terakhir kali itu ia merasa ditarik oleh aura yang keluar dari dalam perut so ah. Dan entah kenapa ada panggilan dari dalam hatinya untuk melindungi janin yang ada didalam perut itu. Dan sekarang ini ia dengan bodohnya bertanya siapa ayah dari janin yang dikandung so ah dan membuat wanita itu sedih karenanya.
Sekarang ini dirinya sedang turun dari gunung ji untuk membelikan wanita yang kini sudah menjadi adiknya itu manisan, sekaligus mencari informasi tentang Qi Rui Wang. Kenapa wanita mungil yang terlihat rapuh itu bisa tersesat sedemikian jauhnya hingga sampai di kawasan kekaisaran Qing.
Duduk dikedai teh dengan membawa kotak manisan, dai luan memesan teh. Telinga yang sensitif bisa mendengar semua gosip yang dibicarakan para manusia itu dan dari mereka ia tidak mendapat satu informasi yang berarti. Melambaikan tangannya pada salah satu gadis pelayan, dan ia langsung diam-diam menyodorkan satu ingot perak.
"Anda mau apa tuan ??"tanya gadis itu tersenyum senang.
"Aku ingin informasi"ucap dai luan dingin.
"Qi Rui Wang"lanjut dai luan lagi.
Sang gadis pelayan langsung membelalakan matanya dan melihat kesekeliling mereka kemudian ia berbicara lamat-lamat.
"Jika itu yang anda inginkan bisakah kita pindah tempat ??"tanya gadis itu sopan, gadis pelayan itu melihat bahwa pri didepannya ini bukan orang yang sembarangan bisa ia singgung.
Gadis itu berdiri dan membawa dai luan ke lantai dua kedai teh itu.
Dari lantai dua dai luan bisa melihat semua orang yang datang, matanya menatap awas setiap orang yang datang.
"Jadi ??"ucap dai luan dengan nada datar.
"Qi Rui Wang bukan seseorang yang bisa dibicarakan sembarangan tuan"ucap gadis pelayan itu sopan setelah memastikan bahwa tak ada yang mencuri dengar pembicaraan mereka.
"Jelaskan tentang dia padaku"ucap dai luan.
"Qi Rui Wang, jenderal hebat dari kekaisaran Qi. Dia bisa membunuh semua pasukan dalam sekali tebas dan keberadaannya pun sangat misterius tuan tapi beberapa bulan terakhir kisah cintanya bersama wanita dari kekaisaran Li sangat banyak diceritakan dari mulut kemulut"kata gadis pelayan itu lagi.
"Maksudmu Qi Rui Wangfei ?!"tanya dai luan.
"Ya, dia adalah wanita berani sekaligus wanita paling beruntung karena bisa meluluhkan dewa perang Qi yang terkenal kejam itu tapi sayangnya Qi Rui Wangfei dirumorkan buruk rupa sampai sebuah gelombang berita mengejutkan lagi datang yang mengatakan bahwa kecantikkan qi rui wangfei sangat-sangat berbahaya, dan sekarang ini aku dengar ada rumor yang beredar bahwa Qi Rui Wangfei menghilang atau mungkin beliau diculik oleh musuh Qi Rui Wang.."ucap pelayan itu serius sambil berbicara pelan.
Dai luan hanya bisa menghela nafas mendengarnya.
"Buruk rupa menjadi kecantikkan yang berbahaya ??..Jadi siapa Qi Rui Wangfei"tanya Dai luan.
Dai luan hanya terdiam mendengar ucapan gadis pelayan itu dan menyuruhnya untuk pergi. Matanya yang tajam melihat kebawah dan langsung menyipit takkala melihat beberapa orang pengawal yang memeriksa setiap pengunjung kedai teh. Ia memiringkan kepalanya takkala melihat mereka yang saling mengangguk satu sama lain.
"Titah dari kekaisaran Qing bahwa yang mulia kaisar akan mengadakan sebuah perjamuan besar untuk merayakan ulang tahun tuan putri Qing...."ucap pengawal itu.
Dai luan langsung pergi tanpa mendengar lanjutan dari ucapan pengawal itu karena ia tau itu hanya menghabiskan waktunya sia-sia.
So ah yang merasa bosan kerana hanya berdiam diri didalam rumah memutuskan untuk pergi berjalan-jalan disekitar halaman rumah yang ia tempati ini.
Kicauan-kicauan burung menyambut indera pendengarannya. Ia terus berjalan menikmati udara sejuk pegunungan ji, banyak tanaman-tanaman yang tumbuh liar disekitar halaman rumah yang ia tempati ini. Ketika matanya tak sengaja melihat hamparan batang-batang bambu, kaki nya langsung berjalan ke arah batang-batang bambu rimbun itu. Jembatan kayu yang ada di tengah-tengah bambu-bambu hijau itu terbagi menjadi dua jalur.
So ah terdiam sebentar memilih jalan mana yang akan ia ambil akhirnya memutuskan mengambil arah kanan.
Semakin ia berjalan masuk kedalam hutan bambu itu ada sedikit perasaan tenang di hatinya. Samar-samar bisa ia dengar suara air yang mengalir.
"Siapa yang pernah tinggal disini ??"batin so ah bertanya-tanya ketika melihat ada kolam buatan yang terlihat indah dengan satu gazebo di ujung jembatan kayu itu.
Semakin ia berjalan ke arah gazebo kecil itu, semakin ia melihat banyak hal yang sangat menakjubkan terlihat oleh matanya.
Daun-daun kuning maple yang melayang jatuh di hembuskan angin, ditambah dengan keadaan yang tenang membuat so ah sedikit menghilangkan beban dihatinya. so ah melihat pohon bunga persik yang sedang bermekaran indah, aroma wanginya yang terhembus dibawa angin membuat ia tersenyum lembut seakan menemukan harta karun yang berharga ditempat ini, karena terhalang danau ia hanya bisa melihat pepohonan yang rimbun berwarna merah jambu segar itu dari sisi lain danau. Ketika matanya menelusuri danau, ia melihat banyak teratai yang tersebar dibeberapa titik kolam ini. Warna-warna yang khas dari bunga teratai itu terlihat mencolok diatas air kolam bersih didepannya.
Air yang mengalir dari kolam ternyata bersumber dari air terjun yang ada di puncak gunung ji. So ah melihat aliran air yang melewati bebatuan didepannya itu hingga ke atas air terjun yang berada dikejauhan. Melihat keadaan sekitarnya, sejauh mata memandang hanya dominan dengan warna hijau segar dan banyak pohon-pohon persik yang bunganya bermekaran indah.
"Apakah kau merindukan ku ??"bisik so ah sedih ketika melihat guguran bunga-bunga persik yang bermekaran itu diterbangkan angin karenanya ia teringat pada suaminya.
"Apa kah ini jalan yang terbaik ??"tanya so ah lemah pada udara hampa didepannya.
Segala hal yang ia lihat sangat indah dan menenangkan tapi tidak cukup membuat luka dihatinya mereda. Salah satu ruang dihatinya masih terasa sangat hampa atau mungkin bertambah hampa.
Setelah melihat-lihat keadaan disekitarnya, so ah memutuskan untuk membersihkan tempat ini. Setelah membersihkan dedaunan yang mengumpul diatas lantai gazebo, Ia kemudian mencoba berkah yang ia dapat waktu didalam hutan itu. Kekuatan yang entah bagaimana bisa ia dapatkan membuat so ah merasa bahwa itu adalah berkah untuknya. Hanya dengan membayangkan apa yang ada dipikirannya, semua tumbuhan akan langsung tumbuh dan mematuhi serta mengerti apa yang ia katakan.
Ia dengan santai menumbuhkan beberapa pohon-pohon cantik disekitar gazebonya dan membuat sebuah pagar tanaman yang hidup.
so ah hanya berusaha menikmati pemandangan yang ada dari sedikit hasil kerjanya mengubah tempat ini.