
Yuan yang sedang dalam perjalanan menuju gunung ji selatan dengan mata tajam dari balik topengnya yang terus menerus melihat kesegala arah. Ia harus secepat mungkin sampai di gunung ji sebelum sang bulan menampakkan dirinya.
"Couughhh..."
"Coouughh..."
"Akkhh..."
"Arrgg.. uhukk.."desis yuan yang merasa sangat kesakitan didadanya. Ia berhenti sebentar dan bersandar disebuah dahan pohon besar.
"Hah... hah..."desis yuan sedikit menahan sesak dan rasa kesakitan.
Xuan yang didalam tubuh yuan ikut merasakan efek dari racun ular kuno itu mulai mengernyit dalam.
"Bodoh"decih xuan yang terdengar yuan.
"Apa yang kau maksud !!"desis yuan balik.
"Hahaha kau pikir aku bisa mati hanya karena racun ini ?!... dirimu saja yang lemah dan sekarang kau ingin mengejar wanitaku ?!!"desis xuan lagi.
"Hahaha apa kau cemburu"balas yuan tertawa sinis.
Xuan hanya diam tak menjawab pertanyaan yuan. Apakah benar ini rasa cemburu ??... apakah benar ia tak mau berbagi pada siapapun bahkan dengan serpihan kecil kekuatannya ini sendiri ??!!... xuan yang terus berfikir apa yang terjadi pada dirinya sendiri mengabaikan ejekan yuan. Dan untuk pertama kalinya ia dengan kesal menutup komunikasi mereka dengan kubah pelindung samar, pembatas pikiran antara komunikasinya dengan xuan.
Darah yang terus menetes keluar dari mulutnya membuat yuan sedikit menyernyit menahan rasa sakit yang terus menghujam.
"Hah.... hah... hah..."desis yuan lirih.
Setelah merasa sedikit membaik, yuan langsung melanjutkan perjalanan. Entah bagaimana ia harus menemukan wanitanya sedangkan diposisi lain keadaan yang semakin genting membuat yuan harus menyelesaikan segalanya.
Ia yang sudah sampai dikaki gunung ji ketika akan terbang keatas gunung harus dihentikkan dengan kubah besar penghalang yang kuat terlihat kehitaman samar.
"Cih naga sialan !!"desis yuan kesal karena tau kubah pelindung kuat ini dibuat oleh dai luan.
Duuummm....
Dummm...
Bllaarrr...
Setelah berkali-kali yuan menghantamkan kekuatannya, kubah itu langsung hancur berkeping-keping.
"Yuan... bahayaa !!"ucap yi melewati sebuah hologram rubah kecil yang ia kirim dari dunia atas.
"Mereka menyerang dunia manusia !!... para pasukkan dunia bawah mulai menyerang secara brutal !!... sekarang para pasukan dunia bawah kami kirim ke padang kematian"ucap yi.
Alis yuan berkerut dingin dan ia tanpa basa basi langsung pergi melesat ke atas gunung. Semakin tinggi gunung yang ia lewati semakin tinggi pula barir pelindung yang dai luan buat dan hal itu sudah lebih dari cukup membuat tenaganya sedikit terkuras.
Wajahnya yang sedikit pucat, berusaha ia buat sedingin mungkin. Mata tajam yuan melihat kesegala arah dan memilih berjalan menuju kedalam rumah yang ada dihadapannya. Setiap sudut rumah ia periksa dan benar, ia menemukan aroma yang sangat ia rindukkan.
Mengikuti aroma yang bercampur dengan aroma bunga persik memabukkan itu membawa yuan kesebuah tempat kecil dengan sebuah gazebo di ujungnya.
Yuan dengan tenang berjalan kearah gazebo itu dan melihat sosok seorang wanita dengan rambut hitamnya yang terurai panjang.
"Tak usah mengagetkanku gege"ucap so ah dengan nada kesal tapi tidak terlihat kesal, yuan yang mendengar ucapan so ah sedikit merasa cemburu didalam hatinya.
Disisi lain so ah yang merasakan kehadiran sosok lain ditempatnya langsung sedikit waspada tetapi ketika ingat dulu, dai luan sempat bilang akan mengunjunginya sesering mungkin ia sedikit merilekskan bahunya yang tegang karena yang tau tempat ini hanya mereka berdua, itu kata dai luan dulu sebelum pergi jadi ia merasa aman.
So ah yang mengelus kandungannya dengan penuh kasih sayang dan ketika ia berbalik, ia harus kaget dengan penglihatannya sendiri.
Matanya langsung berubah sayu takkala melihat sosok tinggi berjarak beberapa meter didepannya itu.
Sosok yang ingin ia jauhi.
Sosok yang perlahan membuat ia ketakutan akan keberadaannya sendiri.
Tetapi juga sosok yang selalu ia bayangkan bagaimana bahagianya masa depan mereka karena kehadiran seorang anak ditengah-tengah kasih sayang mereka....
Tapi ia berubah menjadi sosok yang ingin menyakiti buah hatinya sendiri....
Secara naluriah, so ah memegang perutnya dengan erat seakan tak mau lelaki didepannya itu menyetuh perutnya.
"So ah"bisik yuan, ia tak bisa mengatakan apapun kepada wanita didepannya ini.
Segala tentang wanita itu yang ia rindukkan harus berubah karena keberadaan janin itu. Yuan yang melihat kedua tangan giok cantik itu seakan memegang erat perut yang mulai membuncit besar itu dengan erat melindungi sesuatu didalamnya..
"Pergii pergi dari hadapankuu hikss kenapa kau bisa ada disini ??!!..."Kata so ah ketakutan dengan suaranya yang terlihat tak percaya.
Wajah wanita yang ia cintai itu terlihat memucat pasi dan tubuh ringkih yang terus gemetaran hebat itu membuat yuan hanya terdiam, dalam hatinya ia merasa sangat tak berdaya.Ia berusaha menjelaskan semua kondisinya pada so ah, ia berusaha membuat istrinya mengerti bahwa anak itu anak xuan bukan anaknya.
"Siapa xuan ?!!"ucap so ah dengan nada suara goyah, hal yang ia takutkan benar-benar terjadi dan itu adalah sekarang.
Benar, yuan tidak suka janinnya karena lelaki itu. Tapi selama ini ia tak berhubungan atau bertemu dengan lelaki lain selain suaminya sendiri.
"So ah dengarkan aku !!!... xuan berbahaya untukmu dan dunia ini !!!... keturunannya, anaknya juga berbahaya bagi kita semua !!!... mereka iblis"ucap yuan dingin tanpa sadar mengeratkan genggamannya pada gagang pedangnya, kemarahannya sudah sampai pada puncaknya hingga pikirannya pun ikut kacau. Ia tak bisa lagi menahan sisi lain haus darah yang ada di nalurinya atau mungkin ini sisi yang memang di miliki lelaki iblis itu !!... tapi tetap saja ia tak mau mengakuinya.
So ah hanya memandang yuan tanpa emosi dimatanya, pandangannya hanya menatap kosong lelaki didepannya ini. Ia bisa melihat tangan yuan yang memegang erat gagang pedang di sebelah pinggang lelaki itu.
"Apa salah mereka ??"tanya so ah lemah, mata sayunya berkaca-kaca manahan air matanya.
"Bayiku tak berdosa !!... Kau hiks kau yang membuatku seperti ini hiks kau egoiss !!! Jika kau tak ingin bayiku kau hiks kau bisa pergi meninggalkan diriku hikss !!!... dan hiks..."teriak so ah untuk pertama kalinya.
"Diaammmm !!!!"potong dan bentak yuan pada so ah.
Yuan mengeratkan pedang peraknya, menahan emosi.
"Hiks hiks disini kau yang ibliss !!!... hewan buas saja takkan mau memakan anaknya sendiri dan kauu !!!... apakah kau punya hati nurani pada mahluk yang tak berdosa dipikiran mu !!!???... jika kau tak sudi melihat anak yang ku kandung... lepaskan aku hiks aku aku akan mencari xuan hiks hiks.... dimana ??... dimana xuan ???"ucap so ah dengan air mata yang tak bisa lagi ia bendung.
Yuan dikuasai emosi gelap karena so ah yang lebih memilih melepaskannya dan memilih ******** itu.
Yang pertama harus ia musnahkan adalah bayi didalam perut so ah !!...
Yuan memandang perut buncit so ah dengan pandangan gelap. Tatapan dimatanya sudah berubah menjadi dingin dan kejama, matanya menatap perut buncit so ah dengan penuh kebencian, dan secara tiba-tiba tangan kanannya yang memegang pedang perak ia hunuskan dengan hawa membunuh tepat kearah perut so ah dengan cepat dan ketika so ah melihat hal itu sudah terlambat untuk menghindarinya, ia hanya bisa mundur kebelakang untuk menghindari pedang itu tapi pedang yang akan menusuk perut buncit itu tetap melukai so ah tepat merobek sisi perutnya, mata so ah terbelalak kaget dengan apa yang dilakukan yuan.
"Cough" so ah terbatuk dan seteguk darah mengalir keluar dari mulutnya, tangannya menyangga pada pilar disampingnya dan ia mulai mengernyit kesakitan.
Inikah wujud lelaki yang ia cintai ?? Inikah lelaki yang selalu memberinya kasih sayang dan memanjakkannya ???... Kenapa yuan bisa melakukan hal ini padanya...pikir so ah tertegun tak percaya.
Darah yang mulai berlumuran keluar dari sisi perutnya dan merembes mengenai pakaiannya yang putih mulai menetes di membasahi lantai kayu gazebo mulai semakin banyak hingga membentuk genangan darah merah pekat disana.