The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 179



Mata so ah masih terbelalak kaget, segala sesuatu bergerak begitu cepat melawan arus gravitasi dan menghantarkan tubuhnya yang terjun dengan bebas dari ketinggian jatuh kebawah.


Disisi lain, rou shi menahan terjangan demi terjangan yang menyerang tubuhnya, ia berusaha sekuat tenaga menahan serangan rou chi yang akan pergi membunuh tuannya.


"Jalang !!"decak kasar rou chi yang marah karena rou shi tetap keras kepala tak membiarkan ia menyerang so ah.


Tubuh roh spiritual teratai itu tetap berdiri walaupun lumuran darah tumpah keluar membasahi tubuhnya.


"Kau akan mati"desis rou chi gila.


"Tidak, aku tidak akan mati"jawab rou shi dengan suara serak menahan rasa sakit disekujur tubuhnya yang penuh dengan luka.


"Cih, tak akan ada yang menolong mu bodoh hahahaha dasar jalang bodoh"ucap rou chi arogan.


Sekali lagi pedang mereka saling beradu satu sama lain, walaupun keadaan sangat tidak seimbang antara ia dan rou chi tapi rou shi berusaha sekuat tenaga bertarung dengan mantan pemimpin roh spiritual teratai itu.


Clakk...


Trangg...


"Khhhaahh"teriak rou chi kesakitan.


"Apa yang kau lakukan !!"desis dingin sebuah suara berat maskulin yang penuh dengan penekanan disetiap kalimatnya.


Dai luan menatap dingin roh teratai dihadapannya yang kini tengah menahan rasa sakit itu dengan pandangan tajam merendahkannya.


"Weida de baohu long dai... tolong tolong permaisuri agung"ucap rou shi mengingatkan dai luan.


Dai luan menatap rou shi yang terlihat sangat menyedihkan dengan sekujur tubuhnya yang penuh dengan darah dan luka.


"Apa yang dia lakukan"tanya dai luan dingin.


"Dia, dia ingin membunuh yang mulia permaisuri"sahut rou shi.


Dai luan dengan cepat mengikat rou chi dengan tali pengikat roh spiritual miliknya dan ia langsung secepat kilat pergi meninggalkan keduanya dengan teriakan melengking milik rou chi dibelakangnya.


Tali roh spiritual milik dai luan yang kini telah dipenuhi duri tajam itu mengikat tubuh rou chi dengan kencang tanpa ampun membuat luka menganga mulai terbentuk di tubuh mantan pemimpin roh teratai danau keabadian itu.


Rou shi hanya bisa menatap penuh rasa prihatin pada seonggok daging hidup lain yang kini juga ikut mulai mengeluarkan darah sama sepertinya.


Rou shi mengalihkan pandangannya menatap kearah dimana weida de baohu long dai menghilang, rou shi sangat cemas. ia berharap agar weida de baohu long dai bisa dengan cepat menyelamatkan permaisuri.


Tapi terlambat.


So ah yang terjun dengan bebas dari ketinggian jatuh tepat didalam danau besar kekaisaran dunia atas.


krak...


Suara keras tabir pelindung yang xuan berikan pada so ah hancur terhantam dinding penghalang yang berada diatas istana kekaisaran dunia atas, lapisan terakhir dari tabir pelindung itu melindungi tubuh manusia so ah.


"Apa ituu ???!!!"teriak para prajurit yang melihat riak besar dari tengah danau.


"Apakah kita harus melaporkannya pada jenderal ??"tanya salah satu dari mereka.


Yi yang juga kebetulan tengah dalam perjalanan menuju kedalam paviliun naga milik kaisar agung melihat para prajurit yang tengah berkumpul dipinggir danau besar milik kekaisaran dunia atas kesal.


Kenapa mereka berbincang dan tidak menjalankan tugas !!!


Yi mendekati para prajurit penjaga itu dengan aura hitam dibelakang tubuhnya.


"Apa yang kalian lakukan !!"desis yi dingin.


Semua prajurit tersentak kaget karena suara salah satu jenderal agung tertinggi tengah berbicara dari arah belakang mereka.


"Maafkan kamii jenderal agung"ucap para prajurit itu langsung memberi hormat sembari ketakutan.


Yi hanya bisa menghela nafas gusar, ia sangat dalam kondisi "gila" sekarang ini karena ulah isi dekrit kekaisaran yuan serta tugasnya yang lain dan para prajurit ini malah bermain-main dipinggir danau dan tanpa dosa hanya meminta maaf kepadanya tanpa ada niat untuk langsung pergi.


"Aku tidak meminta permintaan maaf"desis yi kesal.


Para prajurit penjaga itu saling berpandangan satu sama lain dan mereka saling menyenggol siku hingga pada akhirnya prajurit yang bertubuh paling kecil diantara prajurit lainnya maju kedepan yi.


"Katakan"ucap yi yang menunduk dan menatap prajurit bernyali ini penuh ancaman.


"Itu... itu didanau ada sesuatu yang jatuh dari atas sana"ucap prajurit itu takut-takut karena tatapan buas dan mengancam milik jenderal agung mengerikan tepat dihadapannya itu.


Yi langsung terdiam, ia melihat keatas dan memandang area disekitar mereka, dengan cepat bersamaan hembusan angin dirinya menghilang.


Yi terbang tepat diatas danau, Ia langsung masuk kedalam danau besar itu. Para prajurit saling berpandangan satu sama lain karena tingkah aneh yang tak pernah jenderal agung sekaligus pemimpin klan rubah dan juga tangan kanan kaisar agung mereka bertingkah seperti itu.


Riak air besar terlihat saat tubuh yi yang diselimuti kekuatan spiritual masuk kedalam danau.


Tubuh.


Yi melihat tubuh yang jatuh tenggelam hampir memasuki kedalaman danau. Ia dengan cepat menangkap tubuh yang tak sadarkan diri itu keatas daratan dengan kekuatan spiritualnya.


"Apa-apaan ini !!"desis yi dingin.


Sosok yang ia ingat jelas sebagai Qi Rui wangfei dari kekaisaran Qi sekaligus permaisuri agung dari kekaisaran dunia atas hampir sekarat dan berada didalam danau ini. sosok yang selama ini kaisarnya cari.


Semua prajurit saling berpandangan satu sama lain saat jenderal mereka mengeluarkan tubuh seseorang dari dalam danau itu. Mereka tak bisa melihat dengan jelas karena yi yang dengan cepat kembali menerbangkan tubuh so ah dengan kekuatan spiritualnya.


Ia melihat wanita ringkih yang berada di hadapannya ini dengan pandangan aneh, jika manusia biasa kemungkinan tubuh ini akan hancur terburai.


Wajah so ah terlihat sangat pucat, sepucat mayat. Pakaian yang awalnya penuh dengan bekas darah kini telah tercuci bersih karena air danau kekaisaran yang menelan tubuhnya, so ah yang berada di ambang batas kesadaran bisa merasakan bagaimana panasnya tanda kuno di dadanya mulai bersinar merah menyakitkan dan kesadarannya pun perlahan mulai menghilang sedikit demi sedikit saat air mulai memenuhi paru-parunya.


Kenapa akhirnya begitu menyedihkan, apakah ia akan mati tanpa sempat bertemu dengan suaminya ??...


Jika dirinya masih hidup, ia bersumpah akan menampar habis wajah tampan suaminya itu karena telah menelantarkannya beserta dengan kedua harta berharganya...


Apakah kedua harta berharga kecilku akan rindu niangnya ??...


Kebahagiaan, sebentar ia merasakannya...


Hingga kegelapan merenggut kesadarannya, so ah hanya tersenyum kecil pasrah akan takdir benang merah yang mengikat kehidupannya...


"Kau, kemari"ucap yi kepada prajurit yang bertubuh kecil itu.


"Ba..baik, jenderal agung"sahut prajurit kecil itu bergegas terbang pergi menuju jenderalnya.


"Ikuti aku"ucap yi dingin.


Prajurit itu dengan cepat pergi mengikuti jenderalnya bersama dengan tubuh yang masih belum ia ketahui siapa itu.


Bummm...


Bummm...


Krakk...


Krakk...


Blarr...


Bola api merah pekat meluncur dengan cepat dan jatuh dari atas menghantam daratan kekaisaran dunia atas terutama tepat dimana yi berada.


Yi yang waspada karena sinyal bahaya mendekati mereka, ia dengan cepat membangun portal besar khas klan rubah yang menyerap habis bola api besar itu dan membuangnya dilautan terlarang.


Bumm...


Bummm...


Bumm...


Semakin yi menyerap bola-bola api itu dan membuangnya ditempat lain, semakin bertambah pula luncuran hujan bola api menghantam daratan kekaisaran.


"Apa ini ??"tanya para prajurit panik.


Semua prajurit langsung dengan cepat pergi dan memukul lonceng tanda bahaya.