The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 152



Setelah mandi, so ah mencuci rambut panjangnya dengan bantuan rou shi. Seluruh tubuhnya terasa segar dan nyaman, ia yang sudah selesai mandi dan dengan hanya memakai hanfu tipis langsung memakai hanfu yang sudah disiapkan rou shi.


Sembarangan, so ah mengambil warna hitam yang menurutnya tidak mencolok bagi tubuhnya dan langsung memakainya.


Rou shi juga dengan cepat mengeringkan rambut panjang tuannya dan menyisir rambut milik tuannya itu dengan lembut.


Rou shi memperhatikan rupa tuannya bagaikan kecantikan surgawi, sangat langka. Bulu mata hitam yang menggantung lembut dimata phoenix  sayu tuannya yang berkedip, tanpa pemerah bibir, bibir tuannya ini walaupun tanpa warna tetap terlihat mempesona dengan ditambah wajah yang terlihat berwarna pucat pias masih menawan. Rou shi juga memperhatikan tanda lahir cinnabar merah tepat ditengah-tengah antara alis willow so ah, seperti api abadi yang berkobar dan mekar dengan indah. Warna kulit bersih tapi terlihat pucat itu seperti tumpukan salju putih, sangat kontras terlihat ketika tuannya memakain hanfu hitam.


Immortal surgawi, itu yang langsung dipikirkan rou shi.


Mungkin karena ia dan rou shu tidak memperhatikan dengan detail penampilan wanita manusia yang telah menjadi tuan baru mereka jadi keindahan ini sangatlah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kecantikan khas lotus milik Rou Chi dan entah kenapa rou shi sedikit merasa curiga dengan gerak gerik pemimpin roh spiritual mereka itu saat menatap tuan baru mereka.


Atau mungkin rasa cinta rou chi jie masih tersisa hingga ia membenci yang mulia permaisuri ??.. jika begitu, itu sangatlah tidak bermoral dan mengerikan jika sampai weida de tianghuang tahu, tapi itu hanya firasatnya saja sebab rou shi belum pernah melihat weida de tianghuang bertindak karena seorang wanita walau dulu pernah ada satu wanita yang hampir dekat dengan tuannya tapi tidak sampai ditingkat dimana wanita itu bisa dengan bebas keluar masuk ke tempat suci ini.


Setelah mengepang longgar rambut panjang tuannya dan membantu merapikan hanfu tuannya, rou shi membawa so ah kembali masuk kedalam kamar utama.


"Apakah xuan belum kembali ??"tanya so ah lembut pada rou shi.


Rou shi terdiam mendengar nama panggilan asing yang keluar dari permaisuri untuk weida de tianghuang yang sangat ditakuti oleh semua mahluk di tempat ini dengan mudahnya keluar dari mulut wanita mungil dan ringkih dihadapannya.


"Weida de tianghuang masih belum kembali yang mulia"sahut rou shi sopan.


"Hmm baiklah"sahut so ah.


Ia menatap ayunan ranjang sedang yang tengah bergerak lembut dengan bantuan dari peri-peri kecil bercahaya. Saat tahu mereka ditatap oleh so ah para peri itu tersenyum ceria hingga terdengar suara-suara gemerincing lembut dari mereka.


"Apakah mereka bertugas menjaga keduanya ?"tanya so ah pada rou shi.


"Ya, yang mulia"ucap rou shi.


"Hmm... apakah selama aku tertidur, keduanya menangis ??"tanya so ah lagi dengan suara sedih.


"Ti...tidak yang mulia ... tidak sama sekali"ucap rou shi gagap.


"Yang mulia Pangeran dan yang mulia putri sangat patuh, keduanya tidak menangis dan sangat tenang yang mulia"ucap rou shu lagi.


"Bisakah kau membawakan keduanya kehadapanku ??"tanya so ah.


Rou shi dan rou shu berkeringat dingin, mereka menatap kearah ayunan bayi dengan tatapan gugup dan so ah menangkap tatapan itu.


"Kalian kenapa ??"tanya so ah pada keduanya.


"Kami... kami... tidak bisa yang mulia"sahut keduanya secara bersamaan.


"Maafkan kami yang muliaa"ucap keduanya lagi secara bersamaan.


"Kenapa ??"tanya so ah bingung.


"Tapi, siapa yang membawa keduanya tidur di ayunan ??"tanya so ah bingung.


"Itu, saat itu kami dan weida de baohu long Dai datang untuk memeriksa anda yang mulia, tapi kami tidak diperbolehkan weida de baohu long dai untuk membangunkan anda jadi weida de baohu long dai yang membawa yang mulia pangeran dan putri kedalam ayunan mereka..."ucap rou shi sopan.


"Dan lagi kami di perintahkan untuk menjaga dan melayani anda hingga anda terbangun, yang mulia"ucap rou shu menambahkan.


"Sekarang dimana dai luan ge ?"tanya so ah.


"Kemungkinan weida de baohu long dai berada di taman kolam keabadian, yang mulia"jawab rou shi.


"Tunggu, bolehkan aku bertanya ?"ucap so ah pada akhirnya.


"Anda boleh memerintahkan kami yang mulia, apapun itu"jawab keduanya sopan.


"Weida de tianghuang dan weida de baohu long dai ?? Apakah itu sebuah gelar ?"tanya so ah, ia sangat penasaran saat melihat ekspresi keduanya setiap kali ia menyebut xuan dan dai luan dengan cara yang biasa saja berbeda jauh dengan dua dayang didepannya ini.


"Itu secara detailnya dayang ini tidak mengetahuinya yang mulia tetapi secara kasar dayang ini hanya tahu bahwa itu gelar untuk kaisar naga agung serta naga pelindung kaisar agung sejak ribuan tahun lalu"ucap rou shu menjelaskan.


"Weida de tianghuang He Jun itu adalah gelar lengkap dari yang mulia kaisar agung dan begitu pula dengan weida de baohu long dai"sahut keduanya sopan.


Mereka yang dengan santai menyebut dua nama mengerikan itu saja sudah cukup menahan rasa takut, dan sekarang mereka berdua diperintahkan untuk mengurai dengan detail asal usul nama yang memberikan teror ditiap sudut hati mahluk hidup yang pernah merasakan kejadian peperangan mengerikan itu. Bukankah sama saja mereka memanggil sang pemilik nama untuk datang dan mengubur diri mereka hidup-hidup ?!!...


So ah tak tahu harus tertawa atau menangis saat mendengar keduanya yang menjelaskan nama kebesaran xuan, suaminya dan dai luan gegenya dengan suara aneh yang jika didengarkan lagi suara mereka gemetar ketakutan.


Begitu mengerikannya sebuah nama itu ?? Atau sesuatu yang pernah mereka lakukan dari balik nama itu hingga membuat dayang-dayang ini ketakutan ?? Atau mungkin mahluk hidup lainnya ??... ribuan tahun ?... berapa tepatnya umur mereka ?.., pikir so ah dengan raut wajahnya yang sayu tak terbaca.


So ah berjalan pelan melihat dengan lembut kedua bayinya.


"Ayunan ini bisa disatukan bukan ??"tanya so ah.


Ia sedikit membuka pengait yang ada disisi kanan dan kiri ayunan bayi dan dengan santai menyatukan kaitan itu dengan erat tapi karena ia tak mempunyai tenaga kuat seperti biasanya, ia meminta bantuan rou shi dan rou shu.


Senyuman puas langsung tersemat dikedua sudut bibir so ah hingga dua lekukan kecil manis terlihat di pipinya saat melihat dua harta berharga miliknya tertidur pulas saling bersebelahan satu sama lain.


"Kalian bisa beristirahat"ucap so ah lembut pada keduanya.


"Terima kasih yang mulia, jika anda membutuhkan dayang rendahan ini... gerakan lonceng ini yang mulia permaisuri"ucap rou shi sembari memberikan lonceng berbentuk bunga teratai.


"Baiklah, terima kasih"jawab so ah lembut.


Kedua roh spiritual bunga lotus itu terhenyak kaget karena untuk pertama kalinya dalam hidup mereka, mereka merasa sangat dihargai oleh sosok manusia didepan mereka ini sangat berbeda jauh dengan pemimpin roh spiritial lotus mereka yang selalu membuat segala sesuatu menjadi begitu sulit. Setelah weida de tianghuang, mereka akan mengabdikan roh serta kekuatan mereka untuk permaisuri agung kekaisaran dunia atas. Weida de tianghuang tidak pernah salah dalam menemukan giok berharga dan itu merupakan hadiah langka dari surgawi.


Setelah dua dayangnya mengundurkan diri, so ah dengan lembut menyanyikan lagu yang sering dinyanyikan oleh perawat basahnya dulu sembari mengelus kedua bayinya secara bergantian.