
Keheningan besar menyelimuti hutan dimana kini so ah berada bersama dua mahluk immortal dari dunia bawah. Malam sunyi mencekam membawa kedinginan suram keseluruh mahluk hidup yang berada didalam hutan itu.
Geraman dan raungan mahluk buas dunia bawah yang semakin liar mencabik-cabik hewan lemah dibawahnta, kerakusan mahluk buas yang saling berebut makanan segar milik mereka hingga burung-burung pemakan bangkai yang tengah mengintai buruan mereka. dan bahkan bebeberapa burung telah ikut serta dalam memakan sisa-sisa tubuh bangkai para mahluk buas itu.
keempat kerajaan besar milik manusia, seluruh kediaman dan jalan-jalan yang setiap malamnya ramai akan lentera hidup kini gelap. sunyi senyap penuh kegelapan dan ketakutan.
Formasi lingkaran pelindung spiritual masih tetap kokoh berdiri, dan semakin kuat. dari sisi-sisi kegelapan diintai para binatang buas spiritual dari dunia bawah yang bersiap menyerbu masuk kedalam formasi pelindung. Daging segar tengah menunggu mereka didalam kandang, itu yang terlihat jelas dari tatapan liar para binatang spiritual buas yang tengah berada didalam kegelapan.
"Apa yang akan kita lakukan, yang mulia ??", tanya seorang jenderal pada raja Li.
"Tetap waspada, jangan biarkan satu kelengahan menghancurkan segalanya", ucap raja Li.
"Baik, yang mulia", jawab tegas jenderal itu pada rajanya.
"Apakah balasan surat dari kekaisaran telah datang ??", tanay raja.
"Belum, yang mulia", jawab cepat kasim disebelahnya.
"Ratu sangat khawatir dengan keadaan Qi Rui wangfei, tapi kenapa kekaisaran seakan menutup informasi tentang keadaan kediaman QiRui", ucap raja li dingin, pasalnya so ah telah diangkat menjadi saudari angkat dari ratunya dan itu secara otomatis so ah masih merupakan keluarga kerajaan Li.
"Hamba hanya mengetahui dari rumor terdahulu bahwa Qi rui wangfei serta kaisar dan permaisuri kerajaan qi pernah menghadapi pembunuhan mengerikan oleh sebab itu kemungkinan besar keamanan kediaman QiRui dan kekaisaran Qi diperketat, yang mulia", jawab kasim itu cepat.
"Benar, itu hanya kemungkinan dan kalian harus tetap mencari informasi tentang keadaan qi rui wangfei, walaupun itu hanya rumor", jelas raja li tegas.
"Baik, yang mulia", jawab seluruh orang yang berada dibawahnya.
Raja Li melihat kearah luar wilayah kerajaan miliknya, kegelapan aneh masih menyelimuti seluruh wilayah kerajaan miliknya terasa sangat panjang dan mencekam. Ia tahu kemungkinan besar di keempat wilayah kerajaan besar lainnya juga tengah merasakan hal yang sama atau mungkin lebih parah dari keadaan kerajaannya sekarang.
.
.
.
"A Niang, tahan", ucap zheng bai pada sosok cheng rou yang kini telah mempersiapkan cambuknya untuk menyiksa tubuh so ah.
"APA !!", desis marah cheng rou.
"Darah manusia ini berguna bagi kita jadi jangan disia-siakan", jelas zheng bai hati-hati.
"Persetan dengan darah !!... sekarang aku sangat marah !!", desis cheng rou dingin.
"A Niang tahan !!!... ingat rencana awal kita !!!", ucap zheng bai lagi.
Tubuh cheng rou langsung menegang mendengar ucapan zheng bai, dan akhirnya ia melemaskan dirinya sendiri.
"Cih, darah langka itu berada di tubuh hina milik manusia ini ??", desis cheng rou menatap sosok so ah yang tengah terpojok diantara mereka dan pohon.
Zheng bai diam.
"Bawa dia, masukan kedalam penjara pertunjukkan", ucap cheng rou dingin.
"Baik, niang", patuh zheng bai.
So ah melihat interaksi aneh diantara keduanya hanya bisa mengerutkan dahinya. Kenapa sosok yang dipanggil niang oleh lelaki ini terlihat sama mudanya dengan lelaki itu ?!.. So ah merasakan sesuatu yang tak beres, ia merasa bahwa sosok wanita itu sangat berbahaya. Ia juga merasa bahwa mereka pernah bertemu disuatu tempat yang entah kenapa tak bisa ia ingat dimana itu.
Kepalanya kembali berdenyut sakit, dan sekilas memori acak melewati pikirannya.
So ah tersentak, dan ia tak sadarkan diri.
"Cih, lemah", desis kesal cheng rou.
Zheng bai hanya menatap dingin sosok manusia kotor yang kini tak sadarkan diri itu. Ia dengan jijik membawa so ah di bahunya, dan mereka menghilang menuju ke dunia bawah.
Dirinya sendiri tak yakin bahwa aroma darah itu berasal dari wanita ini, aroma itu tercium sangat samar. alasan dirinya memberhentikan cheng rou hanya karena saat melihat tatapan manusia ini ia langsung teringat pada sosok jing mei muda.
Tubuh ringkih so ah terlempar kesudut ruang kumuh, wanita itu masih diam tak bergerak hanya ditatap acuh tak acuh oleh zheng bai.
"Tidak ada satu mahlukpun yang mendekati wilayah penjara jni, jika ada yang melanggar tebas dan bunuh", desis zheng bai penuh perhitungan.
"Berikan tubuh mereka yang melanggar untuk diberi pada anjing penjaga di istana", lanjut zheng bai dingin.
Ia menghilang dalam asap hitam.
Seluruh mahluk yang mendengar ucapan raja mereka hanya bisa mendengus keras setelah kehadiran zheng bai terasa tak ada ditempat itu, mereja secara terang-terangan menatap penuh ***** dimana satu penjara yang berisi sosok manusia itu.
Daging dan darah manusia, begitu nikmat dan mereka ingin memakannya.
Disisi lain, zheng bai pergi memasuki istana miliknya. Ia mendengar bahwa jing mei hendak melihat siapa yang berada didalam penjara itu.
Sosok wnaita yang tengah duduk menatap kosong kearah taman istana membuat tubuh zheng bai berhenti diambang pintu masuk.
Bahu ringkih.
Sendiri.
Semenjak kematian bayi itu, tubuh kecil yang tengah duduk itu hanya memakai balutan hitam suram diseluruh bagian tubuhnya.
Ia tersenyum dingin dan mendekati jing mei.
Jing mei telah merasakan kehadiran sosok zheng bai hanya sedikit menoleh dan kembali memalingkan wajahnya. Jing mei dengan santai meneguk lembut teh hitam pahit miliknya.
"Kenapa ratu begitu tenang beberapa hari ini ??", tanya zheng bai dingin.
"Apakah alasan dari alasan harus aku jelaskan, yang mulia ??", tanya jing mei dingin.
"....", zheng bai hanya terkekeh mendengar jawaban yang terdengar menuntut dari jing nei.
"Aku membawakanmu hadiah menarik", bisik zheng bai sensual ditelinga jing mei.
Jing mei hanya menggeliat tak nyaman, ia berusaha menghindari sosok yang telah lama menjadi suaminya itu.
"Diam", desis zheng bai mengancam. Ia mengangkat jing mei kedalam pangkuannya dan memeluk kasar tubuh istirnya.
"Lihatlah", tunjuk zheng bai pada bola spiritual yang mengambang didepan mereka.
Jing mei terdiam melihat sosok bayangan menyedihkan disudut penjara pertunjukan milik kerajaan dunia bawah dan bagaimana tatapan seluruh mahluk buas yang terlihat ingin memangsa tubuh itu.
"APA YANG KAU LAKUKAN !!!", ucap jing mei marah.
"dia MANUSIA !!!", ucap jing mei lagi.
"LEPASKAN AKU !!!", ucap jing mei dingin.
"Kau ingin kemana ??... menyelamatkan mahluk hina itu ??... kau tau a niang sangat menginginkan tubuh manusia itu untuk tujuannya", bisik zhenh bai dingin.
Jing mei terdiam mendengar ucapan zheng bai, ia yang hanya sekilas melihat sosok lemah wanita itu disudut penjara dan ia bisa merasakan kedekatan yang akrab dihatinya.
"Kumohon, lepaskan wanita itu... kumohon... dia hanya manusia", ucap jing mei.
Zheng bai yang melihat perubahan drastis tanpa sebab dari sosok yang terlihat selalu dingin ini sedikit terkejut.
"Hooo.... apakah kau mengenal mahluk rendah itu ??", ucap zheng bai dingin.
"Tidak, aku tidak mengenalnya", jawab cepat jing mei.
"Lupakan", lanjutnya lagi seolah tidak pernah terjadi apapun.
Zheng bai hanya diam menatap penuh rasa curiga pada jing mei, didetik kemudian ia tersenyum dingin.
"Aku akan menikahi manusia rendahan itu, bukankah istana ini begitu sepi tanpa kehadiran sosok teman untuk mu, istriku~", bisik zhenh baj yang sukses membuat seluruh tubuh jing mei menegang kaku.