The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 221



Lembah Utara.


Dai Luan yang kini berada di dalam lembah utara melesat pergi menuju tempat terlarang ditempat itu. hanya ia dan weida de tianghuang yang mengetahui tempat ini.


Patung naga dengan mata merah terlihat mengancam saat ia datang mendekat. Dibelakangnya bunga kristal yang tadinya terlihat indah kini telah terwarnai oleh percikan merah darah, terlihat hidup dan siap menyerang.


"Segelnya rusak ?!", tanya dai luan pada dirinya sendiri.


Dai luan yang merasakan bahaya besar datang mendekatinya dari arah belakang, ia dengan cepat menghindar dan melihat beberapa kelopak bunga kristal runcing yang melesat cepat melewati tubuhnya.


Lagi.


Tidak sampai disitu beberapa batang dari bunga kristal telah membentuk jebakan besar. Kilatan merah darah besar seakan penuh dengan darah pengorbanan.


"Tuanku... apa yang telah aku lakukan ?!!", tanya dai luan yang kesal pada sosok yang ia panggil tuan.


Tak ada jawaban.


Dan bunga-bunga kristal disekelilingnya semakin gencar menyerangnya.


"Ck !!!", decak dai luan kesal.


Setelah ribuan tahun ia baru ingat bahwa beberapa hal disekitarnya ini adalah atas perintah weida de tianghuang ribuan tahun yang lalu. Tapi, harta berharga apa yang berada didalam sana ??!.. dan lagi dendam apa yang dimiliki kaisar agung ini padanya, tanya dai luan pada dirinya sendiri. Ia tak sadar bahwa sifat iblis bengis antara dirinya dan kaisar agung tidak jauh berbeda.


Kemungkinan besar ada sosok lain yang telah lebih dulu datang ketempat ini dan itu mungkin saja so ah mei.


Ia harus cepat memastikan isi dalam ruangan didalam sana karena ingatannya sedikit kabur akan hal yang berada didalam sana. Dan lagi, ia harus melindungi so ah. Tiba-tiba, Ia yang memikirkan wajah kecil manis yang sedih memikirkan ibunya membuat dai luan frustasi.


Brengsek !!!, umpat dai luan pada dirinya sendiri.


Disisi lain, so ah yang berada didalam kurungan bunga teratai masih tertidur, rou shi sedikit merasa lega merasakan luka tuannya  sedikit demi sedikit mulai pulih.


BAHAYA !!!!...


Insting rou shi bergerak liar, ia dengan cepat meloncat kesisi lain pohon yang sempat ia buat sebagai tempat berteduh.


BUMMM....


BUMMMM...


Ledakan yang menghancurkan pohon hingga menjadi serpihan debu membuat rou shi bertambah waspada. Jika tadi ia sedikit lengah mungkin mereka takkan selamat.


"Apa yang kau lakukan bodoh !!!", bentak chen qi pada wan yu.


"Ck, apa ??!", bentak balik wan yu.


"Kau memintaku untuk melumpuhkannya, dasar tidak tahu terima kasih", umpat wan yu kesal.


"Ck, kau lihat apa yang kau lakukan bodoh !!", bentak chen qi kesal.


"Lari", perintah chen qi cepat.


"Apa ??!!", tanya wan yu kaget.


DDDRRKKKKK....


DDDDRRRRKKK......


Sulur besar menghantam keras tubuh mereka, dan dengan cepat sulur-sulur hidup itu menangkap tubuh keduanya. Tapi, dengan mudah chen qi dan wan yu menghancurkan sulur miliknya.


"Siapa kalian !!!", ucap rou shi waspada saat sulurnya dengan mudah dilepaskan oleh keduanya.


"Ummm... kau kuat sekaliii", ucap chen qi dengan wajah berbinar senang.


Rou shi merinding mendengar pujian sosok asing diatasnya itu. Diam-diam rou shi mulai menyebarkan akar teratai yang ia miliki untuk melumpuhkan lawannya.


Aura yang sangat mengancam terus mendesak rou shi untuk melarikan diri secepatnya dari tempatnya kini. Entah bagaimana caranya, ia harus bisa melarikan diri dan pergi kegunung utara. Karena mereka kini telah terlampau jauh dari wilayah utara.


BRUAKKK...


DUMMMMMM...


Ledakan demi ledakan terus rou shi tunjukkan untuk kedua orang asing yang kini berada didalam lingkup wilayah akar teratainya yang beracun.


Ia harus menguras lebih banyak racun dari akar miliknya dan hampir menghabiskan sebagian besar kekuatan spiritual roh miliknya.


Jiwanya hampir merasa jatuh disaat bersamaan, ia merasakan bahwa sulur yang ia gunakan sebagian tempat untuk menyembunyikan tuannya sedikit terungkap karena ledakan yang ia buat dan lagi disisi lain dua orang asing itu masih berdiri ditempat mereka !!!...


Sinyal bahaya terus berdering dipikiran roh spiritual kuno itu. Jika benar apa yang ia pikirkan, dua orang diatasnya itu sangat kebal terhadap racun.


"Ugh", seteguk darah keluar dari mulut rou shi.


Disisi lain, wan yu melihat rou shi dengan pandangan penuh kewaspadaan. Yang mereka hadapi kini roh spiritual langka atau mungkin sangat langka keberadaanya, jika ia terlambat beberapa detik saja mungkin kini tubuh mereka sudah dijadikan pupuk kandang oleh sulur-sulur yang ada disekitarnya.


Hening.


Kepulan asap tebal perlahan-lahan menghilang, menunjukkan kekacauan yang telah dibuat rou shi.


"Racun kuno", bisik wan yu dingin.


Chen qi yang mendengar ucapan wan yu langsung menoleh dan memastikan calon peliharaannya. Darah merah berkilat hijau emerald itu berkilau dibawah sinar matahari, dan sontak saja chen qi yang melihatnya menjadi bertambah senang.


"Jangan bilang, peliharaanku ini adalah roh spiritual kuno ???", tanya chen qi senang.


"Kau tau tentang itu ??", tanya balik wan yu.


"Hahahahaha, sepertinya keberuntungan tengah datang ke kerajaan dunia bawah dan seluruh penghuninyaa....", jawab chen qi tertawa girang, tawanya terdengar seperti setan gila.


"Kau tau, bukankah para roh kuno sangat diburu karena kemungkinan besar mereka tau dimana weida de tianghuang berada !!!... hahahaha aku tidak sabar membawanya dan hal itu juga kita bisa menghindar dari kemarahan tuan", ucap chen qi lagi.


Rou shi yang mendengarnya terbelalak kaget. Apa yang tengah dunia bawah rencanakan dengan mencari keberadaan weida de tianghuang ??!!...


Rou shi semakin waspada. Ia yang melihat keduanya sibuk berbicara dengan cepat mundur dan membuat kembali akar beracun teratai.


"Jika aku tertangkap dan mati, yang mulia harus bisa selamat entah bagaimanapun caranya, begitu juga dengan keberadaan hal-hal yang seharusnya ia ketahui", pikir rou shi dengan penuh tekad.


Dibawah kepulan asap tebal yang sengaja rou shi buat, ia memerintahkan tanaman-tanaman kecil buatannya untuk membawa tubuh tuannya menjauh. Setelah merasa bahwa tubuh tuannya dengan cepat menjadi lebih jauh dan jauh, rou shi mengawasi dengan waspada sekelilingnya.


"Apa yang berusaha kau buang jauh ??", tanya wan yi dingin. Dari sana ia bisa merasakan sesuatu yang menarik.


".....", rou shi hanya diam.


Sedangkan itu, yi yang kini bersama dengan hui dan bingbing dari kejauhan tengah menyembunyikan diri mereka. Mereka melihat dari awal hingga akhir bagaimana seorang roh spiritual kuno berjuang bertarung melawan mahluk dari dunia bawah.


"Aku yakin roh itu yang menemani permaisuri !!!", desis yi.


"Apa yang kau katakan ?!!", bisik bingbing tak percaya.


"Bulatan hijau itu !!!... disana ada tubuh permaisuri !!!", bisik yi lagi.


"Kita harus menyelamatkannya !!!", ucap yi lagi.


"Sejak kapan kau menjadi begitu ingin melindungi manusia ?!... dan kau tau sendiri atas ucapan manusia itu, dirinya bukan lagi permaisuri dunia atas", ucap hui tegas.


Hening.


"Setidaknya kita harus menolong dermawan kita, suamiku", ucap lembut bingbing pada suaminya.


Dan hui hanya mengangguk menanggapi ucapan istrinya.


Disisi lain, terlihat sosok berjubah hitam yang berada di depan sulur teratai milik rou shi.