
"Ugh", desis so ah kesakitan. ia melirik belati yang berada di ujung tempat tidur. perlahan, dengan bantuan kekuatan miliknya belati itu datang mendekat kearahnya karena bantuan dari sulur yang ia tumbuhkan. ia tak perduli pergelangan tangannya mulai tergores mengeluarkan darah, dirinya masih tetap berusaha untuk memotong ikatannya. karena kepanikannya, tanpa sadar so ah mengalirkan kekuatan spiritual miliknya yang masih berpendar lemah itu kebelati.
"sedikit lagi", pikir so ah.
"ayo !.. kumohon", bisiknya lagi.
.
.
.
.
.
"Kekasih ku", bisik cheng ru.
Ia berjalan cepat menuju kearah yuan, dari belakang ia bisa melihat punggung lekaki yang ia cintai selama ribuan tahun itu. disisi lain, Yuan masih tenggelam dalam pikirannya dan tak menyadari kehadiran sosok lain dibelakangnya.
Sedangkan itu, zheng bai telah diam-diam mengikuti cheng rou. Ia dengan pelindung kuat diseluruh tubuhnya bergerak cepat mencari keberadaan tubuh yang ditempati ibunya. Pelindung yang melindungi tubuhnya tak bisa terlalu lama berada didunia atas. Dan untuk pertama kalinya ia pergi menuju kedunia atas. wilayah menjijikan yang tak ingin sekalipun ia injak.
"Apa-apaan ini !!!", pikir zheng bai dingin.
Ia melihat keadaan kacau didunia atas, tabir pelindumg terlihat mengunci keempat daratan besar didunia atas. Tabir pelindung yang hampir sama seperti tabir pelindung yang berada didunia manusia, pada awalnya zheng bai terkecoh tapi setelah diperhatikan itu adalah dua tabir yang berbeda. sangat berbeda jauh !!.. mengabaikan fakta itu dibelakang kepalanya, ia harus cepat menemukam cheng rou.
Dimana dia !!!, pikir zheng bai kesal.
Ia bergerak dalam keheningan dan melewati para prajurit dunia atas. Tapi, saat melihat kondisi mencurigakan dari para prajurit zheng bai menghentikan langkahnya. ia memperhatikan tatapan mata kosong. Badan yang bergerak seperti bukan milik mereka sendiri.
Apakah mungkin dunia atas sedang dalam kondisi sekarat karena serangan wan yao ?!!... dan keempat jenderal besar juga tidak berada ditempat mereka, dan lagi satu diantaranya berada didalam genggamanku...
Zheng bai menoleh menatap kearah lain tabir pelindung.
Disana, ia melihat rakyat dunia atas tengah berusaha membuat sesuatu. atau memperjuangkan sesuatu ?!
Apa itu !!?.., ia memperhatikan dan didetik berikutnya ia tertawa bahagia saat melihat disisi lain tersisa pohon raksasa kuno milik wan yao.
"BAGUS HAHAHAHA... BAGUS HAHAHA... AKU MENDAPATKAN KARTU EMAS HAHAHA", ucapnya.
TAPI !, yang pertama, ia harus mencari keberadaan tubuh ibunya. Jika tak ada tubuh ibunya mungkin rencana besar miliknya takkan berhasil dan itu semua sudah menjadi perjanjian hitam antata ia dan sosok yang telah ia panggil sebagai niang itu. Zheng bai dengan cepat menyelinap masuk kedalam istana kekaisaran dunia atas yang telah menjadi tempat tanpa nafas kehidupan.
.
Selangkah
.
Selangkah
.
Demi selangkah, hingga cheng rou berada beberapa meter dari tempat dimana yuan berdiri menahan rasa sakit diseluruh tubuhnya. sudut-sudut bibir wanita itu tersenyum bahagia, ia sangat tak sabar untuk memeluk tubuh yang begitu ia rindukan. Obsesi besar terlihat dikedua matanya, tapi saat ia ingin mempercepat langkah kakinya sebuah tangan mengambil alih pergerakannya.
Yuan yang merasakan pergerakan dibelakanhnya, ia dengan cepay memvalikkan tubihnya.
"KAU !!", desis marah yuan saat melihat seorang penyusup masuk kedalam wilayahnya.
Hening.
Sebelumnya, zheng bai dengan cepat membawa tubuh cheng rou masuk kedalam ruang dimensi yang berada di cincin miliknya, bagaimanapun dunia atas harus tidak mengetahui keberadaan sosok cheng rou hanya untuk saat ini.
Zheng bai hanya diam, ia yang berada didalam balutan rapat jubahnya perlahan ingin mundur, melarikan diri. Jika mereka bertarung ditempat ini, secara otomatis ia yang akan dirugikan disini. Perlahan, zheng bai berusaha memberikan jarak besar diantara mereka.
"UGH", desis yuan saat seteguk darah keluar dari mulutnya.
Zhenh bai mengernyit, ia melihat kesempatan besar dihadapannya dengan cepat pergi dari hadapan yuan. Tapi, ada satu hal yang membuatnya tertarik, yaitu paviliun naga agung milik kaisar dunia atas !!...
Apa yang ia simpan disana.
Ia harus mengambil sesuatu uanh berharga disana untuk dijadikan salah satu koleksi miliknya !!, senyum licik terlihat menghiasi bibir zheng bai.
Ia mengambil kesempatan dari kelengahan yuan, berlari menuju kedalam paviliun paling besar diantara paviliun lain.
Paviliun naga agung.
Dari papan tulisan yang bertaburan emas mulia itu terlihat gagah dan memimpin membuat zheng bai yakin bahwa ini merupakan paviliun milik yuan.
Disisi lain, yuan merasakan kesakitan diseluruh bagian tubuhnha. Darah merah hitam semakin banyak keluar membasahi hanfunya.
Ia menjentikkan jarinya, dan secara tiba-tiba keempat sosok berdiri dihadapannya.
"Pergi dan perintahkan seluruh prajurit untuk memperkuat penjagaan, siapapun yang terlihat mencurigakan, BUNUH !! dan jangan biarkan penyusup itu lolos", desis yuan dingin.
Keempat sosok dengan tatapan mata kosong dan dingin langsung memberikan hormat mereka dan menghilang dengan cepat.
Setelah memastikan beberapa orang yang ia perintahkan pergi, yuan berjalan pergi menuju ke paviliun miliknya.
Kini, sosok kaisar dunia atas terlihat sangat mengerikan. Bekas darah pekat disepanjang leher hinnga dadanya dan ia tak menunjukkan tanda emosi apapun dari wajah seorang kasiar dunia atas itu.
"BAJINGAN !!!", desis yuan yang melihat pintu paviliun miliknya terbuka lebar.
BRAKKK...
Yuan menendang habis pilar besar yang berada dipintu gerbang paviliunnya hingga hancur menjadi serpihan.
"Wah, wah, wah", ucap sebuah suara yang terkekeh geli.
"Siapa kau !", desis yuan mengancam.
"Hahaha apakah kaisar kini begitu idiot ?", tanya balik zheng bai dari balik tudung jubahnya.
"Katakan !!!", tekan yuan dingin.
"Hahaha... kenapa harus ???... tapi, kaisar agung mempunyai hobi yang sangat bagus diatas rajang bukan ??", ucap zheng bai santai.
"lihat kulit mulus, dan luka dikedua pergelangan tangan teratai ini", desis santai zheng bai.
Ia melihat tangan so ah yang terikat dikedua sisi tiang tempat tidur. Dan bagaimana wanita itu menggeliat berusaha melepaskan diri, kecantikan surgawi.
Benar !!!, pikir zhenh bai senang akan sebuah ide yang tiba-tiba keluar dari pikirannya.
So ah yang melihat kehadiran sosok lain didalam ruangan yuan, semakin memberontak. So ah merasa tak ada hasil dari usahanya untuk melepaskan diri dari rantai dikedua sisi tubuhnya hanya bisa terdiam memperhatikan sekitarnya dengan waspada.
Apa yang harus ia lakulakn !.. dirinya masih terlalu mentah jika berhadapan dengan hal-hal diluar pemikirannya sebagai manusia. Saat dirinya merasakan putus asa, entah kenapa tubuhnya seperti bergerak dan didetik berikutnya terdengar suata retakan kecil di besi yang membelunggu pergelangan tangannya.
"Apa ini ?", bisik so ah pada dirinya sendiri, ia merasa familiar. beberapa ingatan dengan cepat melintas di pikirannya.
Dan lagi, dirinya berusaha menarik sesuatu yang mengalir di jantungnya sama seperti bagaimana ia menumbuhkan tanaman-tanaman itu dan benar saja retakan demi retakan semakin melebar. So ah memperhatikan sekelilingnya dan melihat kedua orang yang masih berdebat dingin mengabaikan keberadaannya, melihat kesempatan besar. Ia menarik keras besi belenggu dikedua tangannya.
Bunyi dentingan keras menyadarkam zheng bai dan yuan.
Keduanya melihat sosok wanita yang berlari menuju ke jendela.
"TIDAKKK !!!!", teriak yuan murka.
"Bajingan kau !!!... bedebah !!!.. minggir", bentak yuan marah pada zheng bai yang menghalangi jalannya.
"Hahaha... dia mangsaku !!!", desis dingin zheng bai.
Yuan mengeluarkan pedangnya, ia yang telah kembali kehilangan akal sehatnya karena kendali racun ular kuno dialiran spiritualnya bergerak liar. Zheng bai melihat pergerakan lain dari kaisar agung yang tak biasa semakin dalam mengernyitkan dahinya.
"Hahahaha... tidak sia-sia aku menyelinap ketempat busuk menjijikan ini", desis zheng bai senang.
Ia tertawa gila dan dengan kuat menangkis serangan yuan. Zheng bai yang senang dengan situasi kaisar agung dari kekaisaran dunia atas bergerak keluar diikuti yuan dibelakangnya, kaisar agung mengejar dirinya. Tapi, karena pelindung yang ia pakai diseluruh tubuhnya hampir mencapai batasnya, ia harus bergerak cepat memberikan sebuah hadiah bedar untuk kaisar agung.
Ayo kejar !!!, pikir zheng bai.
Ayo, terus mendekatlah, Cepat !... cih sedikit lagi, pikirnya.
Wajah datarnya yang terlihat jelas mendapatkan sebuah tangkapan besar itu sangat serius. Dan ia secara tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari cincin dimensi yang tertanam di helain rambut miliknya.
Dan.
BUMMMMMM....
.
.
.
Ledakan besar dari kekuatan milik zheng bai menghantam keras salah satu dari keempat daratan dunia atas yang masih melayang itu.
Daratan utama milik kekaisaran, telah runtuh sebagian.