
Zheng Bai memerintahkan semua pasukkannya untuk terus mencari keberadaan permaisuri agung dan Naga pelindung dunia bawah. Didalam ruang tahta, Mata abu-abunya berkilat tajam dalam kegelapan dengan ekspresi tajam dan kaku diwajahnya.
Ketika wanita beracun itu, Ling Zhi datang ekspresi zheng bai langsung berubah sedikit melunak.
"Ada apa ??"tanya zheng bai pada wanita itu.
"Aku merindukanmu hmm"desisnya berbisik sensual ditelinga zheng bai sembari menjilat telinga zheng bai.
Ia dengan berani duduk mengangkang dipangkuan raja dunia bawah itu. Tangannya terus bergerilya menelusuri lekuk tubuh dibalik pakaian kebesaran raja dewa dunia bawah dan berhenti tepat memainkan rambut zheng bai.
"Hmm kapan kau akan membuka cincin-cincin ini ??"tanya Ling Zhi manja. Jemarinya mengelus lembut cincin-cincin yang ada diantara rambut zheng bai.
"Hmm entahlah..."sahut zheng bai asal.
"Ukh kau tau kekuatanmu membuatku sangat dan lebih menginginkanmu"desis ling zhi yang langsung mencium bibir zheng bai agresif.
Brakk....
Terdengar suara keributan dari arah luar ruang tahta dunia bawah membuat zheng bai yang sedang bermesraan dengan ling zhi mendecih terganggu. Dengan kekuatannya zheng bai membuka pintu besar istananya, dan menatap tajam sosok yang berani mengganggu waktunya. Matanya sedikit melembut tapi hanya sekilas kemudian berubah mengerikan takkala melihat wanita bergaun hitam.
"Apa"tanya zheng bai malas.
"Apa yang kau lakukan !"ucap wanita itu marah pada zheng bai.
"Hahaha bukan urusanmu, tugasmu hanya menjadi permaisuri yang baik"ucap zheng bai santai sembari mengelus tubuh ling zhi tepat didepan mata wanita itu.
Mata permaisuri Jing Mei memerah menahan air mata yang akan meruak keluar dari matanya ketika melihat kelakuan bejat dari suaminya. Jika bukan karena keluarganya yang gila kedudukan mungkin dirinya akan memilih pergi dari dunia bawah dan ditambah lagi ia juga dalam posisi yang sulit karena ancaman lelaki didepannya ini, yang mengancam akan membunuh semua anggota klannya yang disatu sisi mereka, anggota klannya tidak tau bahwa mereka sedang diiming-imingi kedudukan beracun yang mungkin saja jika ia tidak menjadi seorang permaisuri, nyawa-nyawa mereka akan lenyap seperti hembusan angin.
Menahan suaranya agar tidak goyah, Jing Mei menatap tajam Zheng Bai.
"Ya benar dan sebagai permaisuri bukankah aku harus tutup mata yang mulia"ucap Jing Mei dengan suara lembut.
"Awalnya aku akan memberikan kabar gembira tapi seperti itu bukan kabar yang baik bagimu jadi hamba mohon undur diri yang mulia"ucap Jing Mei dan langsung mengundurkan dirinya.
Zheng bai yang melihat punggung ramping wanita itu hanya mendecih kesal tapi ia sedikit penasaran kabar apa yang akan disampaikan wanita itu padanya.
"Apa yang kau pikirkan ??"tanya Ling Zhi merengut kesal karena diabaikan Zheng Bai.
"Tidak ada... jadi bagaimana dengan rencana kita ?"tanya zheng bai langsung pada ling zhi.
Ling Zhi langsung menjelaskan semua yang diperintahkan zheng bai. Zheng bai yang mendengar semua berjalan sesuai rencananya tersenyum mengerikkan.
"Baiklah sekarang kau boleh pergi ling zhi"ucap zheng bai yang langsung berdiri dari singgasananya.
"Kau mau kemana ??... kita belum bersenang-senang"kata ling zhi dengan raut muka kesal.
"Lain kali saja"balas zheng bai singkat dan ia langsung berjalan meninggalkan ling zhi di ruang tahtanya.
Ling Zhi menatap punggung lelaki itu dengan kesal dan ganas. Jika bukan karena hasratnya pada lelaki itu begitu besar mana mungkin sudi dirinya diperlakukan seperti ini.
Zheng bai berjalan melewati lorong-lorong gelap, mata abu-abu bersinar tajam membuat semua bawahannya tak berani menatap mata mengerikan tuan mereka. Mereka tau tuan mereka sedang tidak dalam kondisi yang baik.
"Apa yang kau lihat ?"bisik zheng bai yang sekarang ini tepat berada dibelakang Jing Mei.
Jing Mei tersentak kaget karena kedatangan tiba-tiba zheng bai. Ia hanya memilih diam dan langsung memalingkan mukanya kemudian berjalan menghindari lelaki itu.
Jing mei duduk dan mulai menyajikan kudapan untuk zheng bai.
"Pemandangan"sahut jing mei setelah keheningan yang begitu kaku diantara mereka.
Mata Zheng Bai menatap tajam wanita didepannya.
"Apa yang mau kau katakan ?!"tanya Zheng Bai dingin. Ia sudah bosan untuk berbasa-basi dengan wanita didepannya ini.
"Tidak ada yang istimewa.... tetapi keturunan mu sedang hidup didalam perutku"ucap jing mei datar, tatapan matanya kosong dan mulutnya terasa asam saat mengucapkan kalimat itu.
"Bagus... bukankah itu berita bagus haahaha"ucap zheng bai yang langsung menegak habis anggur merahnya.
Jing Mei hanya diam tak bisa berkata-kata. Apa yang lelaki ini inginkan darinya ?.. cinta ?! Itu perasaan yang tidak mungkin dari lelaki ehosi yang hanya memikirkan cara memuaskan hasratnya dan kedudukannya sendiri.
Ling Zhi yang diam-diam mengikuti zheng bai dan dari balik pintu karena ada tabir pelindung yang mengedapkan suara pembicaraan mereka ia hanya bisa mendengar zheng bai samar-samar tertawa mulai dibakar emosi. Cih dasar permaisuri ****** !!... ia sebagai seorang ahli racun merasa dilecehkan karena wanita ****** itu, seharusnya zheng bai hanya tertuju padanya. Tapi ia bisa merasakan bahwa zheng bai tertawa karena wanita itu mengandung keturunan zheng bai. Bibir ungu Ling Zhi langsung tersenyum jahat takkala sebuah rencana memasuki pikirannya.
Di dunia atas, yuan masih terbaring diatas ranjangnya. Jiwanya yang juga melemah ada di ruang dimensi dimana xuan berada. Mata birunya menatap tajam xuan yang sedang kini tidak lagi berada di dalam paviliun besar.
Xuan yang sedang memejamkan matanya dan merasa ditatap tajam yuan, ia hanya membuka matanya malas.
"..."satu alis xuan terangkat dengan malas dan mata hitamnya menatap yuan dengan bosan.
"Kau tau apa obatnya ?"tanya yuan.
"Tidak tau... itu racun ular kuno mematikan setelah racun yang kau berikan pada dirinya dan setahuku tak ada obatnya kecuali dua darah gabungan Naga putih suci dan Phonix"jawab Xuan santai.
"Kenapa kau memberitahuku ??"tanya yuan.
"So ah... bukankah kau ingin bertemu dengannya"balas xuan dengan nada mengejek.
"Sekarang mungkin anakku sedang bertumbuh semakin besar"balas xuan lagi dengan mata menatap jauh ruang dimensi yang tak memiliki ujung.
Yuan yang mendengar perkataan xuan langsung merasa sangat marah sekaligus terhina. Ia menggengam erat tangannya menahan emosi yang mulai memuncak takkala mendengar kalimat terakhir xuan.
"Apa kau tau, darahnya yang berceceran dan mengering dengan tubuh ringkih pucatnya yang hampir menyerupai mayat... aku tau hmm dan tatapannya yang penuh dengan berbagai macam emosi... aku tau hahaha jadi apa yang kau tau tentangnya ?? Ahh aku ingin mengelus perutnya yang lembut itu dengan penuh kasih sayang"ucap xuan santai, bibirnya tersenyum miring mengejek.
Setiap kalimat dan kalimat yang terus xuan ucapkan seperti panah yang menohok tepat di jantungnya. Ia yang mengikrarkan janji bahwa so ah adalah pengantinnya tetapi jiwa pria ini yang sekarang terikat dengan jiwa so ah, jika ia tak lemah mungkin sekarang posisi mereka akan berbeda dan janin itu takkan tumbuh seperti apa yang dikatakan xuan. Mata biru yuan berkilat penuh dengan kebencian dan hal itu tak luput dari penglihatan xuan.
"Jangan membuat jiwa kekuatanku yang suci menjadi buruk karena kebencianmu"ucap xuan yang dengan santainya menutup kembali matanya, ia berusaha sebanyak mungkin untuk menyerap energi di ruang dimensi ini.
"Hahahaha cih aku tidak selemah itu.... kebencianku akan anak yang dikandung so ah tetap sama sebagaimana aku membenci dirimu yang hidup sebagai parasit dalam ditubuhku !!"desis yuan yang langsung menghilang.
"..."xuan hanya memiringkan sudut bibirnya mengejek.
Bao Bao yang secara tiba-tiba tertidur dan tak bisa dibangunkan lagi akibat pasca pertempuran yang dilakukan para monster dunia bawah waktu itu tetap tak bisa dibangunkan karena diam-diam xuan menyerap energi baobao karena energi yuan yang secara tak sengaja diserap baobao waktu itu.