The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 61



Hutan gelap yang mulai menggelap dengan kabut-kabut putih turun memenuhi setiap sisi bagian hutan. Burung-burung mulai berterbangan kembali pulang ke dalam sangkar mereka, melindungi diri dari malam.


Bayangan hitam yang terus melesat ditengah hutan itu terus melaju dengan kecepatan yang tak bisa diikuti oleh mata. Hewan-hewan yang merasakan akan sosok iti langsung menyingkirkan tubuh mereka karena takut. Sosok lelaki dengan rambut hitam panjang berantakan dan juga baju yang sedikit terbuka di bagian dadanya iti sedang mendecih kesal saat tau dirinya diikuti oleh beberapa mahluk dari dunia bawah.


"Apa mau kalian ??!!"tanya Dai Luan dingin, sang naga pelindung.


Mata sang naga pelindung itu menelisik para mahluk dunia bawah yang mengepungnya.


"Maafkan kami yang mulia tetapi raja kami ingin anda datang kepadanya"jawab mahluk dengan badan manusia dan separuhnya ular.


Dai Luan menaikkan alisnya dengan sombong. Ia hanya menatap para mahluk didepannya ini dengan tatapan tajam yang mengejek meremehkan.


"Cih hahahaha dasar mahluk hina.... kalian berani sombong didepan naga pelindung seperti ku heh dan lagi seorang raja dunia bawah berani-beraninya memerintahkanku ??!!"balasnya dengan nada mengejek.


"Tutup mulutmu !!!... tak seharusnya kau menghina raja agung kami !!!"balas lelaki setengah ular itu geram. Ia langsung memerintahkan seluruh pasukkan yang ia bawa untuk menyerang dai luan.


"Cih sialan"decih dai luan yang kesal karena setelah kebangkitannya dirinya selalu saja harus sial karena ada yang menyerangnya. Belum lah luka di punggungnya benar-benar sembuh dan sekarang ada cecunguk sampah yang menyerangnya.


Tunggu !!!...


Raja agung katanya ??!!...


Di semesta ini tak ada yang lebih pantas menyematkan nama agung itu daripada kaisar agung nya....


Cih dasar mahluk bodoh !!!...pikir dai luan kesal.


Ggrrrrr...


Grrrooaaarrrrr...


Geraman mengerikan terdengar dari hewan besar berbulu hitam yang terlihat sangat menjijikan dengan air liur yang terus menerus keluar menetes ditanah. Setiap tetesan air liur yang menetes itu terlihat asap yang mengepul menandakan bahwa air liur hewan menjijikan itu berbahaya tapi tidak baginya.


"Cih"decih dai luan.


Dengan di kelilingi semua mahluk-mahluk itu, dai luan bertarung dengan mereka.


So ah yang tertidur lelap tak terganggu dengan suara ledakan-ledakan yang keluar dari pertarungan dai luan dan para monster dunia bawah karena jarak yang sangat-sangat jauh dan hanya terdengar sayup-sayup membuat dirinya aman tanpa ia ketahui.


Disisi lain yuan masih mencari so ah di arah yang berbeda. Ia mencari so ah di desa-desa yang dekat dengan kekaisaran Qi karena mungkin saja so ah sudah bercampur bersama manusia-manusia di kawasan ini.


Dengan mata yang terus memeriksa semua orang, yuan hanya bisa menghela nafas frustasi.


Dimana istrinya !!!...


Tidak mungkin di hutan itu !!...


Hari demi hari terus ia lalu dengan mencari keberadaan so ah.


Tiap desa yang ia kunjungi bukannya memberikan titik terang melainkan hanya mengaburkan hawa keberadaan wanitanya.


Xuan yang ada didalam tubuhnya pun semenjak hilangnya so ah tidak menampakkan kehadirannya dan hal itu cukup membuat yuan sedikit merasa ambil pusing.


Sampai dikediaman Qi Rui Wang, yuan langsung memanggil mama Luo.


"Mama bagaimana kejadiannya ??!"tanya yuan dingin.


"Maafkan hamba wangye tetapi wangfei terus memasuki hutan sungai xilang yang penuh dengan hipnotis dan membuat wangfei berhalusinasi untuk masuk kedalam hutan... kami yang sudah melakukan pencarian tidak membuahkan hasil"jawab mama luo dengan suara yang sangat amat merasa bersalah karena tidak bisa menjaga wangfei.


Banyak dari para prajurit yang setelah keluar dari hutan itu yang menjadi gila karena tidak tahan akan besarnya halusinasi serta segala sesuatu yang berkaitan dengan fatamorgana mengerikan, ditambah lagi semakin masuk ke kedalam hutan ada hewan-hewan buas disana sangat banyak serta berbahaya.


"Yang mulia kaisar juga sudah mengerahkan semua kekuatan untuk mencari keberadaan wangfei diseluruh pelosok penjuru kekaisaran qi wangye"lanjut mama luo.


Yuan hanya terdiam mendengar ucapan mama luo, jika di setiap penjuru kekaisaran sudah dikerahkan para prajurit dan so ah tidak ditemukan berarti besar kemungkinan wanitanya sedang dalam bahaya.


Tapi dimana dia ??!!...


Bahkan ia tak bisa merasakan keberadaan istrinya...


Hari terus berganti menjadi minggu dan sudah genap dua minggu keberadaan so ah menjadi tanda tanya besar bagi yuan. Dirinya sudah seperti orang gila yang kesetanan mencari keberadaan so ah. Hatinya tak tenang, pikirannya sangat kacau.


Disisi lain, so ah sedang berada di sebuah rumah sederhana di bawah kaki gunung Ji. So ah juga secara tak sengaja bertemu dengan dai luan yang kala itu terluka sangat berat. Dengan berbekal keyakinan bahwa lelaki yang penuh dengan cucuran bekas darah merah bercampur hitam itu tidak berbahaya untuk kehidupannya, so ah membawa pria asing itu dan merawat lukanya.


Setelah sadar dari komanya, dai luan baru sadar bahwa wanita yang merawat dirinya ini bukan wanita biasa karena apa yang wanita itu kandung membawa energi yang sangat kuat serta sangat menggoda bagi para mahluk gaib.


Dai luan yang tak ingin menanyakan apapun karena so ah yang seakan menutup rapat mulutnya dari balik cadar penutup wajahnya itu hanya memilih diam hingga wanita itu mau berbicara apa yang telah wanita itu lalui. Dai luan jugalah yang membawa so ah untuk berlindung di bawah kaki gunung ji, Ia dengan kekuatannya membuat kubah pelindung yang kuat sehingga para mahluk gaib takkan bisa mencium bau dari janin yang wanita itu kandung sehingga mahluk yang kekuatan di bawahnya takkan bisa melihat keberadaan so ah apalagi mencium wangi janin dan diri wanita itu. Dan karena hal itu lah sampai sekarang semua prajurit kekaisaran qi belum menemukan keberadaan so ah.


"Dai luan apakah aku boleh menetap disini ??"tanya so ah pada dai luan yang duduk didepannya.


"Ya terserah anda"jawab dai luan seadanya lagipula ia tak butuh tempat tinggal didunia manusia.


"Tapi apakah suami mu tak mencari mu nyonya ??"tanya dai luan tiba-tiba, entah kenapa ia sangat penasaran dengan janin itu yang bahkan mata naganya tak bisa menentukan dari kasta manakah janin itu. Kekuatan yang di pancarkan janin so ah masih tampak lembut tetapi membawa beberapa tekanan yang kuat walau samar ia merasa sangat familiar dengan kekuatan yang terasa menekan itu.


"Dia takkan mencari ku"jawab so ah sembari menatap kosong halaman rumah sederhana ini yang penuh dengan dedaunan kering.


"Maafkan saya"kata dai luan.


"Tidak apa-apa... dan apakah tuan akan segera pergi ketika luka tuan telah sembuh ??"tanya so ah sembari melihat dai luan.


"Entahlah nyonya.... diriku ingin sedikit memulihkan kondisiku dan akan bergegas mencari tuan ku"jawab dai luan lagi.


"Semoga kau cepat dipertemukan dengan tuan mu karena sepertinya kau sangat setia padanya"jawab so ah sembari tersenyum lembut dari balik tabir penutup wajahnya.


"Ya memang benar"jawab dai luan tanpa intonasi tetapi ada rasa bangga didalam suaranya yang ia sembunyikan dengan baik.


Jika beribu tahun yang lalu, yang mulia kaisar agung tidak menyelamatkannya dari pembantaian mengerikan itu mungkin ia takkan bisa berada di sini hingga sekarang ini. Dan lagi setelah beberapa ratus tahun yang lalu perang antara ketiga dunia pecah dan yang mulia kaisar agung harus dipaksa untuk tidur abadi karena banyak yang mengkhianati kaisar agungnya. Memikirkan hal itu saja membuat dai luan cukup murka apalagi mengingat bagaimana untuk terakhir kalinya sang kaisar memerintahkan ia untuk melindungi sebagian serpihan jiwa kekuatan itu yang diam-diam dicuri seseorang saat ia tidur dalam keabadian.