The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 104



Yi yang diperintahkan xuan untuk mengawasi diam-diam pergerakan dari para pasukan dunia bawah harus dikagetkan dengan keributan besar yang terjadi di hutan terlarang dari arah timur, ia tahu bahwa penguasa di hutan itu adalah seorang wanita cabul yang memilik keahlian racun di seluruh tubuh wanita itu, tapu kenapa para pasukan dari dunia bawah seakan ingin membawa seseorang dengan paksa. Yi yang melihat akan adanya pertarungan diam-diam bersembunyi diantara dedaunan hutan bersama dengan pasukan yang ia bawa.


"Ini penghinaan untukku !!!"desis ling zhi murka, tubuhnya memancarkan aura ungu gelap yang secara spontan mematikkan tanaman-tanaman disekelilingnya.


Wan yao, tangan kanan zheng bai menatap waspada ling zhi.


"Maafkan kami, tetapi ini perintah langsung dari yang mulia raja zheng dari dunia bawah dan jika kau tak ingin pergi terpaksa aku akan membawa dirimu secara paksa"ucap wan yao pada ling zhi.


Ling zhi bertambah murka karena mendengar ucapan wan yao padanya dan ia tidak diberi gelar kehormatan yang sebelumnya sudah dijanjikan zheng bai untuknya.


Bibir ungunya mendecih kesal, ia memerintahkan seluruh pasukannya yang sebagian besar adalah para lelaki dan juga beberapa monster beracun campuran untuk menyerang pasukan dari dunia bawah yang tak seberapa itu.


Darah.


Daging yang berceceran.


Teriakan nyaring dan mengerikan menyelimuti hutan terlarang bagian timur yang sudah lama dikuasai ling zhi hancur berantakan, pepohonan sudah tak lagi pada tempat yang seharusnya malah harus terkena imbas dari perang gila yang secara tiba-tiba terjadi itu.


Ling zhi duduk santai diatas batu besar, ia melihat bagaimana para pasukan dunia bawah yang di bawa wan yao tidak gentar sekalipun dengan pasukannya.


Wan yao yang terjebak didalam pertempuran berfikir bahwa jika mereka tetap bertarung dengan jumlah yang tak seimbang ada kemungkinan ia takkan bisa melaksanakan perintah yang mulia zheng bai untuk menangkap ling zhi.


Dengan mata berkilat penuh dengan tipu daya, wan yao diam-diam mengeluarkan kekuatan rahasianya dan hal itu tak luput dari perhatian yi.


"Kalian hati-hati dengan lelaki itu"ucap yi pelan pada semua pasukannya, dan langsung beri respon anggukan tegas dari para pasukannya.


Wan yao mengeluarkan sulur beracun dari dalam tanah dan membiarkannya diam-diam menyelinap kedalam tanah.


Braakkk...


Batu besar tempat ling zhi duduk bersantai hancur berantakkan karena besarnya cengkraman sulur beracun yang tiba-tiba saja datang menyerangnya. Karena terfokus pada sulur beracun yang terasa familiar baginya, ling zhi tidak memperhatikan bahwa pasukannya sudah terlilit oleh sulur-sulur beracun itu.


"Sulur kematian... hahaha ternyata itu kau hahahaha"desis ling zhi sinis sembari tertawa menggoda.


Sulur kematian ?!...


Yi yang mendengar ucapan wanita beracun itu langsung terhenyak, lelaki itu sudah pasti sangat berbahaya. Sulur kematian itu dipenuhi dengan racun hidup yang dengan hitungan detik bisa membunuh semua mahluk hidup kecuali para immortal kelas atas dan sudah dipastikan kekuatan lelaki itu tepat dibawah raja zheng bai sendiri.


Yi ingat dulu pernah ada pertempuran antara dunia bawah dengan para monster kuat dari utara dan hanya menyisakan sulur-sulur ungu gelap yang melilit tubuh-tubuh besar monster kuat itu hingga mereka mati dengan cara yang mengenaskan. Daging mereka busuk dan ada sebagian yang sudah meleleh keluar dari jalur yang seharusnya, selain itu banyak sekali jejak si sulur kematian yang identitasnya selalu menjadi misteri apalagi dunia atas juga sangat mewaspadai mahluk itu.


Yi menatap waspada lawan yang mungkin saja dimasa depan mereka mempunyai kesempatan untuk bertempur satu sama lain.


Wan yao dengan keji membunuh semua pasukan ling zhi dalam sekali kedipan mata, ia menatap ling zhi dari balik jubahnya.


"Hahaha ohh tunjukkan wajahmu padaku"ucap ling zhi dengan suara menggoda, ia perlahan sudah membuka sebagian jubah tipis menggoda dari tubuhnya.


Wan yao hanya diam melihat bagaimana wanita beracun itu yang ingin menjatuhkannya dalam kenikmatan dunia fana.


Ling zhi yang melihat wan yao tetap diam bagaikan sebongkah batu langsung menyeringao kejam, bibirnya yang ungu itu hanya bisa mendesah dan ia mulai berjalan menuju kearah wan yao tanpa memperdulikan mayat-mayat dari para pasukannya.


Kaki jejang sepucat mayat itu terbuka seiring dengan langkah kaki ling zhi yang mulai dekat dengan wan yao, ia sengaja mempertontokkan kaki jejangnya itu pada wan yao yang tetap seperti sebongkah batu sangat kontras dengan para pasukannya yang mulai tergoda pada tiap gerakan ling zhi.


Ling zhi yang dengan licik sudah menabur bubuk perangsang ketika wan yao dan para pasukan itu datang menemuinya tapi ketika ia melihat hanya wan yao yang dapat bertahan dari bubuk buatannya ia merasa sangat terhibur dan dengan senang menambah dosis dari setiap langkahnya menuju wan yao.


Ya, tubuhnya penuh dengan racun dan ia sudah terbiasa hidup dengan racun, setiap jengkal tubuhnya adalah racun dan setiap langkah yang saat kakinya menginjak tanah adalah racun.


Ling zhi sangat bangga akan kelebihannya itu dan sekarang ia dihadapkan dengan ahli racun.


Ia sangat bergairah ingin menikmati setiap jengkal tubuh lelaki didepannya ini dan kemudian membunuhnya untuk dijadikan santapan yang sangat bergizi.


Wan yao mengeluarkan sulur beracun dari dalam tanah dan disaat yang bersamaan ling zhi mengeluarkan belati hitam dikedua tangannya.


Belati itu bergerak cepat dan tajam saat sulur-sulur beracun mulai menyerang tubuh ramping ling zhi, ia dengan gila dan tanpa tahu malu memotong setiap sulur yang menyerangnya, pakaian yang sengaja ia biarkan seadanya itu sedikit melorot mempertontonkan payudaranya yang juga terdapat urat-urat ungu mengerikan.


"Hahahaha... apakah hanya ini kemampuanmu ??!!"ucap ling zhi tertawa mengejek.


Ling zhi dengan cepat membunuh semua pasukan dari dunia bawah yang masih tersisa itu hanya dengan dua belati yang ada di kedua tangannya. Wan yao yang sedikit kaget dengan gerakan gesit dari wanita beracun itu langsung menghindar dengan cepat, tapi ia sedikit terlambat dan menyebabkan ling zhi dapat merobek jubah yang ia pakai.


Jubah itu robek hingga ia dengan enggan membuangnya, sosok lelaki tampan yang sayangnya disisi lain wajahnya terdapat luka menganga yang mungkin saja takkan bisa disembuhkan dan hanya meninggalkan bekas luka yang menodai ketampanan wajah itu.


"Ahhh... sayang sekali..."desah ling zhi ketika melihat wajah cacat milik wan yao.


Wan yao tidak terpengaruh dengan ucapan ling zhi, ia dengan cepat menggerakkan sulur-sulur beracunnya kearah ling zhi.


Pertempuran mereka sungguh sangat keras dan intens, ling zhi cukup puas saat ia berhasil merobek lengan wan yao tapi semua itu hanya harus dibayar dengan tubuhnya sendiri.


Ia diikat dengan kejam oleh sulur beracun milik wan yao. Tubuhnya mengeliat hebat takkala sulur beracun itu mulai berubah menjadi sulur yang mengeluarkan duri-duri hingga menusuk setiap titik ditubuhnya.


"Aakhhh..."desis ling zhi mulai kesakitan.


"Kauu !!... akkhh... coughh.. coughh"lanjutnya lagi yang terputus karena ia merasakan tubuhnya sendiri kejang dan memutahkan darah hitam menjijikan.


Licik.


Ya, wan yao sangat licik dan penuh perhitungan dan karena itulah ia dipilih sebagai salah satu dari tangan kanan tuannya, zheng bai.


Wan yao dengan kejam menggeret tubuh ling zhi yang sudah dipenuhi dengan darah dan racun milik sulur beracunnya.