The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 224



"KALIAN !!!... PERGI DAN KEJAR MAHLUK DARI DUNIA ATAS, BAGAIMANAPUN CARANYA AMBIL GULUNGAN SULUR YANG MEREKA BAWA !!!" ucap zheng bai yang setiap kalimatnya penuh dengan penekanan dingin.


"TIDAK, BAWA JUGA TUBUH MEREKA", desisnya lagi. Tepat perintah dari raja dunia bawah itu diturunkan, chen qu dan wan yu dengan cepat melesat mengejar immortal dunia atas.


Wan yu yang melihat bahwa mereka takkan bisa mengejar para immortal dunia atas itu, ia mengambil terompet kecil yang berada di pinggangnya.


Lengkingan bunyi terompet yang telah diisi dengan kekuatan spiritual membuat seluruh binatang buas spiritual serta beberapa mahluk buas kecil menghentikan aktivitas liar mereka.


Dan dibunyi terompet yang kedua, ratusan bahkan ribuan mahluk mulai berlarian menuju arah dimana tuan mereka berada.


Disisi lain, yi serta hui dan bungbing mulai merasakan sesuatu yang aneh.


"Apa yang terjadi ??", tanya bingbung.


"Cepat !!!... kita harus keluar dari wilayah hutan ini", perintah yi yang tanpa dua kali lagi tak menoleh kearah belakang mereka.


Aura kematian terlihat semakin pekat mendekati mereka.


DEG.


DEG.


Keheningan pekat mematikan penuh bahaya terus datang mendekati ketiganya. Yi berfikir bahwa mereka harus secepatnya sampai di bagian kerajaan barat milik manusia, dari rubah-rubah putih yang ia sebar. Ia mendapatkan informasi bahwa keempat kerajaan besar telah dilindungi oleh sebuah formasi pelindung kuno yang sangat kuat. Kemungkinan besar mereka bisa selamat jika bisa masuk kedalam kubah pelindung itu.


GGGRRRRRRRROOOAAAAA.....


.


.


GGGGAAAARRR....


.


.


Suara-suara mahluk mengerikan terdengar semakin mendekati mereka. Ketiga mahluk immortal itu tak mengeluarkan suara mereka, karena mereka tahu. Sedikit kesalahan, nyawa mereka disini yang dipertaruhkan.


"Ugh" desis bingbing.


"Istriku....", ucap hui kaget saat melihat istrinya memuntahkan darah segar.


"Aku tidak apa-apa", jawab cepat bingbing.


Mereka kembali melanjutkan melarikan diri. Disisi lain, bingbing merasakan tubuhnya sangat dingin dan mulai merasakan tanda-tanda kelemahan disetiap titik vital tubuhnya.


"Ugh", kembali, bingbing memuntahkan darah segar dari mulutnya. Hui yang memampah tubuh lemah istrinya itu bertambah khawatir. ia dengan cepat membawa istrinya kedalam gendongannya.


Bingbing dengan lemah menyandarkan kepalanya pada bahu suaminya, wajah nyonya pemimpin klan harimau itu terlihat pucat tanpa warna. Kekuatan spiritual miliknya telah terkuras habis, dan kini ia harus menerima fakta bahwa kekuatan spiritual gelap milik cheng rou telah mulai menggerogoti jalur energi spiritual di tubuhnya.


.


.


.


.


"HAHAHAHAHA.....", chen qu tertawa saat melihat gerombolan binatang buas spiritual mengerikan mulai mengumpulkan diri mereka sendiri menjadi satu kelompok.


"Hey bedebah, kenapa tidak kau gunakan terompetmu itu sejak awal heh !!!", ucap chen qu kesal karena wan yu lebih memilih menyusahkan pekerjaan mereka.


Wan yu hanya menatap datar chen qu. cih, bedebah itu tidak tahu seberapa banyak aku mengeluarkan energi spiritialku, pikir kesal wan yu.


Disisi lain, zheng bai tengah berdiri diatas sebuah batu besar tertinggi, dari semua tempat ia bisa melihat segalanya dari atas sini.


"Lihat domba-domba besar itu", ucap zheng bai dingin.


"Tidak sia-sia aku memberikan harta langka dan terbaik untuk wan yu gunakan", ucapnya lagi.


"Benar, yang mulia", jawab cheng rou yang berada dibelakang zheng bai.


Keduanya kini tengah melihat ratusan binatang spiritual buas dari dunia bawah yang berlarian dengan liar menuju kesatu arah dimana para mahluk immortal dunia atas itu berada.


Pepohonan yang tadinya berdiri tegak kini telah ambruk dan hancur tergilas akibat kebrutalan mahluk-mahluk buas itu. Berbagai jenis mahluk hidup yang mendiami wilayah hutan mulai ikut melarikan diri ketakutan akan dimangsa oleh predator yang lebih berkali-kali lipat besarnya dari tubuh mereka.


"Sesuatu yang sangat langka", jawab zheng bai sembari tersenyum dingin.


Hening.


"Bagaimana pergerakan dunia atas ??", tanya zheng bai.


"Mereka mulai bergerak, yang mulia", jawab cheng rou cepat.


"Bergerak ??", tanya zheng bai.


"Bukankah ini lebih cepat dari perkiraan raja ini ?", ucap zheng bai lagi.


"Hahahahaha... tapi itu merupakan hal yang baik", desisnya.


"Mereka terpojok !!", desis zheng bai penuh dengan kebengisan.


"Yang mulia, apakah kita masih akan menghancurkan formasi pelindung di keempat kerajaan manusia ??", tanya cheng rou pelan.


"Tabir pelindung ??!... benar, aku hampir melupakan hal itu, kita harus mencari cara agar tabir-tabir itu hancur", desis zheng bai kesal.


"Apa kau sudah menemukan siapa yang membuat tabir sialan itu ?!", tanya zheng bai.


"Hamba belum menemukannya yang mulia, tetapi yang pasti itu bukanlah sembarang formasi biasa", jawab cheng rou hati-hati.


"Dan lagi pembuatnya bukanlah para immortal dunia atas", ucap cheng rou yakin.


Zheng bai terdiam mendengarnya, melihat bagaimana keempat formasi pelindung raksasa itu hampir bisa membuat rencana yang telah ia susun dengan matang gagal. itu masuk kedalam perhitungannya.


Siapapun mahluk yang membuatnya itu sudah pasti tak sejalan dengan apa yang menjadi rencananya. dan berarti mahluk yang memasang itu adalah musuh yang harus ia waspadai.


Disisi lain, yi dan hui mulai terdesak. Kini mereka tengah berada didalam sebuah gua untuk menyembunyikan hawa keberadaan mereka dan sejenak mengambil nafas serta mengisi kekuatan walaupan tak berpengaruh banyak.


"Seberapa jauh ??", tanya yi pada hui.


"Sedikit lagi", ucap hui yang kini tengah menempelkan telinganya ditanah.


"Kita harus berpisah disini", ucap yi pada hui.


Kalimat yang langsung diucapkan itu, sontak saja membuat pemimpin dari klan harimau langsung menatap kearah yi.


"Apa yang kau maksud !!!", bentak hui tajam.


Lelaki dari klan harimau itu menatap pemimpin klan rubah agung dengan tatapan mata tak percaya.


"Jangan bilang kau ingin membuat konsentrasi mereka berpindah padamu ?!!", ucap hui dingin, seluruh tubuhnya ikut mendingin karena tebakan liarnya.


"Kau benar", ungkap yi dingin, matanya masih tetap datar tanpa emosi didalamnya.


"Kau !... bagaimana bisa kau memakai cara egois para manusia busuk itu !!!", ucap hui lagi.


Apa yang yi maksud adalah sama saja dengan bunuh diri, lelaki dihadapannya ini bermaksud ingin mengorban dirinya sendiri demi meloloskan nyawa mereka dan juga satu manusia yang telah menjadi dermawan mereka ini.


Ini sangatlah tidak masuk akal !!!..


Kenapa yi harus mengorbankan nyawanya demi manusia ini ?!!.. mereka juga telah menyelamatkan nyawa manusia ini !.. jadi, untuk selanjutnya bukankah mereka bisa mengorban manusia ini ?!... tapi, melakukan hal itu juga salah !..


Hui berfikir keras, tapi tetap saja ia berada didalam jalan buntu, tak mendapat jawaban apapun didalamnya.


"kenapa kau ingin mengorbankan dirimu ?!", tanya hui dengan setiap penekanan di tiap kalimatnya.


"Entahlah, tapi sepertinya hidupku akan berguna jika aku mengorbankan diriku ini pada yang mulia permaisuri agung", ucap yi.


Hui terdiam, begitu juga bingbing yang kini tak bisa berkata apapun.


Mereka telah berada diujung tanduk.


Tak ada jalan keluar kecuali pengorbanan diantara mereka.


"Apakah kau yakin pada manusia yang telah berkata bahwa ia bukanlah permaisuri agung dunia atas dan kau masih tetap berkorban demi wanita manusia ini ??", Sekali lagi, hui bertanya pada yi.


"....", tak ada jawaban atas pertanyaan hui.


Yi tetap pada pendiriannya.