The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 239



Ribuan pasukan dunia atas telah sampai di padang kematian yang menjadi perbatasan antara ketiga wilayah dunia.


Yuan diatas burung spiritual tunggangannya menatap dingin wilayah dunia bawah yang kini telah berkobar biru kemerahan dengan asap hitam yang membumbung tinggi bersatu dengan kegelapan malam, ia telah memerintahkan sebagian pasukannya untuk menyebar kebeberapa titik wilayah dunia bawah.


Serangan yang datang tanpa diundang dari pihak dunia atas telah membuat zheng bai murka.


Beberapa titik inti diwilayahnya kini telah hangus terbakar oleh kobaran api abadi milik kaisar agung dunia atas.


Serangan tiba-tiba yang tak bisa ia preksi ini menambah daftar kemarahannya.


"Kumpulkan semua pasukan !!!... bunuh semua prajurit dunia atas yang terlihat oleh mata !!!", desis marah zheng bai.


Ia bagaimanapun caranya harus menemukan jing mei. Sekarang, ia membutuhkan energi spiritual milik cheng rou atau mungkin sosok yang telah ia panggil sebagai ibunya itu.


.


.


.


Keadaan kacau terlihat jelas dikawasan milik kerajaan dunia bawah. Seluruh rakyat milik zheng bai kini berlarian tak tahu arah, mereka saling mengabaikan kedaan satu sama lain dan lebih memilih untuk menyelamatkan diri mereka sendiri menuju masuk kedalam lubang dimensi yang telah disiapkan zheng bau sebelumnya.


"TERUSS HUJANI DENGAN PANAH APIIIII", teriak salah seorang prajurit dunia atas yang berada di atas burung spiritual tunggangannya.


Slappp...


Slappp...


beberapa burung spiritual dengan prajurit pemanah yang berada dibelakang prajurit itu dengan cepat merespon perintah ketua mereka.


ratusan anak panah kembali menambah kobaran besar didalam kekacauan wikayah dunia bawah.


Bebrapa kelompok besar prajurit dunia atas berpencar dan terus menghujani panah dengan api biru abadi di ujung mata anak panah khusus ke wilayah dunia bawah. ratusan anak panah kembali menambah kobaran besar didalam kekacauan wikalah dunia bawah.


"ARRRGGHHHH", teriak sebuah suara kesakitan disalah satu kelompok prajurit pemanah dunia atas diikuti dengan burung spiritual tunggangannya yang jatuh masuk kedalam kobaran api biru dibawahnya.


Satu persatu burung-burung spiritual tunggangan para pasukan pemanah dunia atas berjatuhan dan masuk kedalam kubangan api biru abadi.


Ketua prajurit pemanah yang melihat puluhan anak buahnya mati dan diserang hewan buas terbang dari dunia bawah memerintahkan seluruh prajurit yang tersisa untuk berpencar dan waspada.


Raungan besar binatang buas spiritual lainnya mulai terdengar mengikuti ribuan pasukan dunia bawah yang telah bersiap penuh mengejar para pasukan pemanah dunia atas.


Batu besar yang entah datang dari mana terlempar cepat menuju kearah pasukan pemanah dunia bawah. Beberapa pasukan yang lengah terkena lemparan batu besar mengerikan itu, terjatuh dan menjadi makanan bagi hewan buas dibawah sana.


"MUNDURRRR" ucap ketua pasukan pemanah.


"CEPAATTTT !!!!", teriak ketua pasukan pemanah.


Tapi, terlambat. Seluruh pasukan yang ia bawa kini tak tersisa, seluruh pasukan miliknya telah habis terbantai oleh hewan-hewan buas peliharaan kerajaan dunia bawah.


Ketua pasukan pemanah dunia atas yang melihat tak ada kesempatan baginya untuk lolos dengan cepat melemparkan sinyal merah tanda bahaya keatas langit malam.


"Persiapkan seluruh pasukan, lakukan rencana yang telah aku perintahkan", ucap yuan memberikan perintahnya.


Keheningan mengerikan telah memenuhi seluruh padang kematian. Yuan masih duduk kokoh diatas burung spiritual tunggangannya.


Disisi lain, keadaan wilayah kerajaan dunia bawah semakin kacau dan kacau. Mayat-mayat hitam yang terpanggang serta sebagian telah menjadi abu dan tak tersisa oleh api abadi kini memenuhi setiap sudut wilayah dunia bawah.


Yi yang telah berhasil meloloskan dirinya ditengah kekacauan besar berlari cepat menuju ke istama kerajaan dunia bawah.


Ia harus menyelamatkan permasuri !!!..


Setiap lorong yang ia lewati, banyak para penghuni dunia bawah yang panik dan ketakutan. Ia yang memanfaatkan keadaan dengan cepat beradaptasi dengan lingkungan disekitarnya. Yi dengan licik mengambil pakaian dari salah satu prajurit dunia bawah dan memakainya.


"Apa yang kalian lakukan disini !!!... keluar dan ikut berperamg !!!", bentak marah yi.


Beberapa budak yang tadinya ingin mengambil kesempatan untuk kabur harus mengurungkan niat mereka karena ucapan yi. Setelah melihat kondisi lorong kosong, yi kembali mencari keberadaan so ah.


"Disana !!" , ucap yi pada dirinya sendiri.


Saat ia merasakan aroma khas milik so ah, ia tanpa ragu membuka pintu dihadapannya.


PLAKKK.


Sebuah tamparan melayang diatas keoalanga.


"Apa yang dilakukan prajurit bodoh seperti mu di ruangan ratu ini", desis kesal jing mei.


"Pergi kesudut luar ruangan !.. jangan sampai raja melihatmu", ucap dingin jung mei pada yi.


Yi hanya bisa menuruti ucapan jing mei dan berdiri di samping sudut pintu. Sudut gelap menyembunyikan sempurna seluruh tubuhnya.


Saat ini, jing mei dengan cepat membersihkan tubuh so ah dengan kain lap basah di tangannya, ia hanya bisa mengganti hanfu rusak yang so ah pakai dengan pakaian miliknya, balutan-balutan perban yang sedikit memerah karena darah di pinggang dan membalut penuh kedua sisi tangan so ah membuatnya merasakan kesedihan. ia seharusnya tidak cerobah dan membuat so ah harus ikut bertarung melawan prajurit yang menyadari keberadaan mereka. alhasil, para prajurit itu tak berani melukai tubuhnya dan mereka lebih memilih menyerang brutal so ah.


ia begitu tertekan !!


Dirinya masih belum menyadari keadaan diluar kerajaan yang kini telah kacau balau. saat jing mei hampir selesai mengelap bagian wajah so ah, suara pintu yang terbuka lebar cukup membuatnya melompat kaget.


"Apa lagi yang kau lakukan !!", desis marah jing mei yang mengira prajurit tadi masih ingjn mengganggunya.


Tapi, ia tak mendapat respon apapun menjadi sedikit waspada. Saat dirinya menoleh tamparan keras mendarat dipipinya.


Diujung padang kematian, gemuruh tanah mulai terdengar dari tanah yang bergetar. Geraman besar mengancam yang tadinya terdengar sayup mulai jelas. menggetarkan.


Raungan-raungan mengerikan keluar dari beberapa mahluk buas yang berada dibarisan terdepan pasukan milik zheng bai.


Burung-burung buas mengerikan juga ikut, mengikuti seluruh hewan buas spiritual diatas mereka. Salah aatu dari burung buas itu kadang menyemburkan api dari mulut mereka dan kemudian terbang memutari pasukan dunia bawah seakan memberikan perlindungan untuk para pasukan yang berada di bawahnya.


Disisi lain, pasukan pemanah milik kekaisaran dunia atas telah bersiap siaga dengan panah mereka.