
Xuan hanya terdiam menatap wanita yang ada didalam rengkuhannya ini. Wanita fana tetaplah seorang fana, ia yang telah diam-diam memasukkan sedikit darahnya sendiri merasakan rasa penyesalan kenapa tidak ia buat so ah menjadi mahluk abadi sepenuhnya ?!.. kenapa ia harus terjebak dalam permainan yang ia buat sendiri... dan sekarang ada rasa pahit asam yang ia rasakan...
"Tubuh permaisuri agung harus di netralkan dimata air kesucian yang mulia tapi hal pertama yang harus dilakukan adalah mengeluarkan keturunan anda"ucap dai luan.
"Tapi anda harus memilih diantara ketiganya, siapa yang harus hidup... dua atau satu itu pilahan anda yang mulia"ucap dai luan pelan.
Mata xuan menatap perut besar yang beberapa waktu lalu menunjukkan pergerakan seakan menyapanya dengan kehangatan dan sekarang ia harus memilih diantara ketiganya.
"Kita lihat di pemandian air kesucian"ucap xuan dingin.
Selalu ada hal yang tidak mungkin untuk menjadi mungkin dan ia harus bisa menyelamatkan so ah. Tapi ketika ia larut dalam pikirannya, so ah tiba-tiba saja bergerak.
So ah yang sedari lama sudah bangun semenjak kedatangan para prajurit yang membuat keributan didalam kamar penginapan harus menerima pil pahit karena mendengar semua yang dikatakan dai luan.
"Selamatkan kedua bayiku"ucap so ah lirih.
"Tidak... kau harus hidup bersama mereka"jawab xuan tegas.
Dai luan yang melihat interaksi antara keduanya merasakan perasaan yang aneh karena ekspresi yang baru ia lihat dari raut wajah kaisar agungnya.
"Tidak ada harapan bukan ??"ucap so ah lirih, air mata merembes keluar membasahi wajah nya yang pucat.
"Kau harus bertahan..."ucap xuan tegas pada so ah.
"Bagaimana jika yuan datang dan membunuh kedua bayiku ketika kau pergi lagi ??... kumohon hiks jaga mereka berdua hiks kumohon..."ucap so ah dengan suara terisak-isak.
Tangan xuan langsung membawa kepala so ah ke bahunya, ia memaksa so ah untuk tidak mengucapkan kata-kata yang mungkin saja akan membuat dirinya sendiri bertindak implusif.
"Dai pergilah... cari informasi mahluk dunia bawah yang ada di wilayah ini"ucap xuan pada dai luan.
"Baik yang mulia"jawab dai luan, ia langsung melesat pergi meninggalkan udara yang terasa berat didalam kamar itu. Walau ia juga tak ingin pergi akan tetapi ia tetap harus pergi.
Xuan memeluk so ah dengan erat, disisi lain so ah menangis dengan hebat, ia tak bisa menahan rasa sesak didadanya.
Ia membenci racun yang memaksanya pada situasi ini...
Ia hanya ingin melindungi bayinya yang sebentar lagi akan melihat dunia...
Keduanya hanya diam di ruangan temaram itu, tak ada suara dan hanya ada suara nafas rendah yang bersahutan satu sama lain.
Xuan mengelus lembut punggung so ah, ia berusaha menenangkan so ah walau disisi lain ia masih belum mengerti dengan perasaan ambigu yang terasa sedikit sesak sedang meliputi hatinya.
Disaat yang sama dikerajaan dunia bawah, zheng bai yang sedang bergumul mesra bersama beberapa wanita elok dengan kecantikan langka didunia bawah harus dikejutkan dengan kabar dari prajuritnya.
"Apa !!!"bentak zheng bai murka pada prajuritnya.
"Maafkan hamba yang mulia tetapi yang mulia ratu terjatuh dari tangga dan ia terlihat akan melahirkan sebelum waktunya"ucap pengawal itu ketakutan.
Sontak saja mendengar itu mata zheng bai terbuka lebar, ia langsung pergi mengabaikan para wanita yang sedang memekik kesal karena cemburu sekaligus malu.
Zheng bai memakai jubahnya asal dan pergi menghilang menuju kediaman ratunya.
Jing mei menggigit kain yang ada dimulutnya, air mata meleleh keluar, ia tak sanggup menahan rasa sakit diseluruh tubuhnya seakan didetik itu pula nyawanya akan melanyang.
Seharusnya ia tak merasakan kesakitan seperti mahluk fana !!...
"Aagghh..."lirih jing mei dengan suara terendam.
Matanya tertutup tak sadarkan diri, perlahan-lahan warna kulitnya yang terlihat sedikit pucat segar itu berubah menjadi pucat layu.
"Apa yang terjadi disini !!!"bentak zheng bai pada para pelayan yang sedang membantu jing mei melahirkan.
"Ampuni kami yang mulia, akan tetapi yang mulia ratu meiji tidak sadarkan diri, kami... kami tak tau mana yang harus kami pilih yang mulia sedangkan disatu sisi bayi yang mulia ratu meiji sudah..."ucapan tabib wanita yang merawat jing mei melahirkan itu terputus, ia tak berani berkata-kata.
"Apa !!.."bentak zheng bai tak sabaran.
"Pangeran kecil sudah tiada yang mulia"ucap tabib wanita itu.
Zheng bai hanya diam mendengar berita yang cukup mengejutkannya, ia tak bisa berkata-kata dan bahkan hanya diam mematung dengan aura gelap disekelilingnya.
"Kalian semua akan kuhukum mati !!"desis zheng bai tajam.
"Yang mulia, mohon... mohon dengarkan penjelasan hamba yang mulia..."ucap tabib wanita itu ketakutan saat melihat mata zheng bai yang melotot garang.
"Ratu meiji dan pangeran kecil diracuni... yang mulia percayai ucapan hamba yang mulia"lanjut tabib wanita itu lagi dengan cepat ia berbicara, ia takut jika menyisakan satu detik saja kepalanya mungkin akan terlepas dari tubuhnya.
Zheng bai terdiam mendengar ucapan tabih wanita itu, ia menatap tubuh wanita yang sedang tergeletak lemah didalam tirai transparan hitam.
Zheng bai langsung berjalan menuju jing mei, ia dengan kasar menyibak tirai hitam transparan itu dan melihat perut jing mei masih mengembung besar.
Ia melihat wajah pucat jing mei yang tak sadarkan diri, rambut panjang wanita itu terlihat lepek dan rambut-rambut lembut yang terlihat menempel dikeningnya.
"Potong perutnya dan Ambil bayi ini"perintah zheng bai dingin tanpa belas kasihan ia melihat bagaimana mereka memotong perut jing mei dan mengeluarkan mahluk mungil tanpa kehidupan itu.
"Baik yang mulia..."ucap mereka mematuhi perintah zheng bai.
Saat bayi itu keluar dari dalam rahim jing mei, zheng bai bisa melihat kulit mahluk mungil yang hanya sebesar genggaman tangannya itu berwarna hitam legam.
"Brengsekkk !!!"desis zheng bai.
Ia tau siapa yang membuat racun ini, sangat-sangat tahu hingga rasanya ia ingin mendatangi si pembuat racun dan langsung memenggal kepalanya atau mungkin mencabik-cabik tubuh ****** itu.
"Bersihkan semua kekacauan ini"desis zheng bai dingin.
Ia langsung pergi menuju ruang takhtanya, disana ia duduk dan langsung meminum segelas anggur dengan kasar. Ada raut amarah yang terlihat jelas dari sorot matanya.
"Cih, wanita ****** !!.."desis zheng bai penuh amarah.
"bawa ling zhi padaku"desis zheng bai memberikan perintah pada tangan kanannya.
"Baik, yang mulia"ucap sosok itu dan langsung menghilang dalam kegelapan.
Zheng bai terus mengutuk wanita beracun itu, ia tangannya sangat bernafsu untuk menyiksa langsung wanita beracun itu dan mengambil alih kekuasaan ling zhi didaerah timur.