The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 188



Yuan merasa ada sesuatu yang aneh langsung pergi, ia terdiam saat melihat aura yi dan bingbing yang berada didaratan diamana kediaman para penatua berada. yuan dengan cepat menuju ke gunung dimana tempat para penatua berada.


Sunyi.


Dimana yi ??


Kenapa ada aura bing bing yang tersisa juga disini ??...


mereka hilang !


Yuan terus mengikuti aura yang tak sengaja ditinggalkan yi dan bing bing hingga ia sampai di ruang terdalam kediaman penatua agung.


Ketika yuan masuk kedalam ruangan itu, ia melihat penatua agung yang duduk diam seperti biasanya.


"Apa yang dilakukan kaisar agung di kediaman reyot ini ??"tanya penatua.


Yuan hanya diam, ia memperhatikan sekeliling ruangan dengan tatapan dingin.


Ada aura lemah familiar yang ia ketahui tapi dimana ??.. siapa ??.. aura asing ini terasa lemah, ia beberapa waktu ini terlalu banyak bertemu dengan aura lemah hampir sebagian waktunya ia membunuh mereka tapi dimana ia merasakan bahwa aura ini sangat membuat hatinya menjadi tidak stabil dan terasa digaruk dengan kasar, menyakitkan hingga terasa seperti amarahnya ingin meluap keluar. Ketika ia ingin terus mengingatnya isi kepalanya terasa seperti akan pecah.


so ah ?!


Aura ini terasa sangat tipis karena tercampur dengan orang-orang yang berada didalam ruangan ini. tetapi juga aura ini berbeda dengan aura yang dimilik so ah.


"Apa yang kalian sembunyikan"desis yuan.


Yi dan bingbing yang baru saja datang harus terkejut karena pertanyaan mendadak dari kaisar mereka.


"Maafkan kami yang mulia kaisar agung"ucap bingbing yang langsung cepat-cepat berbicara kepada yuan.


"Jenderal Yi terluka dan hampir sekarat karena energi spiritualnya hampir kering melindungi bagian istana kekaisaran yang terkena hujan api"ucap bingbing.


"Aku harus membawanya kedunia manusia karena disana ada tanaman yang bisa menyembuhkan kekuatan spiritual jenderal yi"ucap bingbing lagi.


Yuan hanya diam, ia melihat dingin keduanya.


"Apakah kau sudah tau siapa lawanmu"ucap yuan pada yi.


"Ya, yang mulia"ucap yi.


"Naga pelindung dari dunia bawah"ucap yi.


"Apakah itu tandanya dunia bawah ingin berperang melawan kekaisaran agung ini"desis yuan dingin.


Yuan berjalan kearah jendela dan diam menatap kearah dimana daratan mengambang kekaisarannya kini tengah mengepulkan asap hitam besar.


Kedua penatua tinggi hanya diam memperhatikan tingkah kaisar agung mereka begitu juga dengan yi dan bingbing yang sudah berkeringat dingin.


"Keh"desis yuan dingin, dan tak lama kemudian kedua bahunya bergetar karena tertawa.


Tawa yang tak pernah ia keluarkan dengan suara yang terdengar membawa terror kematian itu keluar dari mulut yuan. Ia tersenyum sinis.


"Hahahaha ternyata kalian berani berbohong pada kaisar agung ini ?!!"desis yuan dingin.


Yi dan bingbing terasa tertusuk dingin secara tak kasat mata karena ucapan yuan.


Hening.


"Apa yang kalian sembunyikan !!!"desis yuan dingin.


"Aura siapa yang kalian coba tutupi dari kaisar agung ini !!"desisnya lagi.


Yi dan bingbing serta kedua penatua hanya bisa terdiam.


"Maafkan jenderal ini, yang mulia kaisar agung..."ucap yi yang langsung menunduk hormat dihadapan yuan.


"Katakan !!"ucap yuan.


"Aura itu bukan karena kami menutupinya, aura itu adalah seorang prajuit kecil yang tak sengaja jenderal ini selamatkan dari hujan api dikekaisaran yang mulia, dan prajurit kecil itu juga yang membantu jenderal ini"ucap yi pada yuan.


"Dimana prajurit itu"tanya yuan dingin.


"Dia, ada didunia manusia dan prajurit itu kini tengah berada dalam perawatan Nyonya kediaman klan harimau"jawab yi.


Bingbing langsung terdiam karena ia bingung harus berkata apa lagi untuk menutupi keanehan yi yang tak ingin yuan mengetahui keberadaan wanita asing itu.


Pada akhirnya bingbing mengikuti ucapan yi.


Yuan yang mendengar penjelasan keduanya hanya diam.


Jlebb..


"Ughh"desis penatua saat pedang yuan menancap ditangannya.


Darah mengalir deras keluar dari tangan penatua yang tertancap pedang milik yuan, yi dan bingbing kaget saat melihat hal yang terjadi tepat dimana mereka.


"Ah, pedangku meleset"desis yuan dingin, ia tak membalikkan tubuhnya dan masih tetap melihat ke arah dimana istana kekaisarannya terbakar.


"Maafkan orang tua ini kaisar agungg"ucap istri penatua yang mulai panik.


"Diam !"ucap penatua yang berusaha menenangkan istrinya.


Jlebb..


Lagi, ditangan lainnya tertancap pedang lain yang yuan arahkan ketangan penatua itu.


"Argghhh"ucap penatua tertahan karena kedua pedang yang menancap dalam hingga tangannya menempel dilantai.


"Cih, kepada siapa kekuatan spiritual kalian berikan"desis yuan dingin.


Yi dan bingbing berkeringat dingin mendengarnya, begitu juga dengan kedua penatua kekaisaran.


Yi dan bing bing juga kaget saat mengetahui bahwa kedua penatua agung sudah tidak lagi mempunyai aura spiritual, mereka melihat kedua penatua dengan tatapan tak percaya.


"Yuan, apakah kau tidak keterlaluan !!"bentak bingbing pada yuan.


Yuan hanya diam tak menjawab ucapan wanita dibelakangnya itu.


"Yuan !!"bentak bingbing marah.


"Siapa kau berani membantah ucapan kaisar agung ini"desis yuan dingin.


Bingbing terdiam tak percaya atas ucapan yuan padanya, lelaki ini tak pernah berbuat sedemikian rupa hingga terlewat pada batasnya sebagai seorang kaisar agung. Jika dipikir ulang lelaki dihadapannya itu bukan lelaki yang dulu selalu menjaga nyawa agar tidak tumpah didaratan ini.


"Maafkan kami yang mulia kaisar agung"ucap kedua penatua itu meminta maaf pada yuan.


"Katakan siapa !!"desis yuan dingin.


Yi yang melihat kedua penatua itu akan mengatakan hal yang sebenarnya dengan cepat menebas leher keduanya.


Hening.


Bingbing terbelalak atas aksi yi yang diluar batas sebagai salah satu jenderal tertinggi milik


"Apa yang kau..."ucap bingbing tak percaya.


"Kedua penatua ini dari awal ingin berkhianat pada yang mulia kaisar agung, keduanya ingin pikiran anda terpecah"ucap yi.


"Apa maksudmu"desis yuan dingin, udara disekitarnya terasa mencengkam dan mengancam.


"Kekuatan spiritual kedua penatua ini diserap oleh prajurit kecil itu yang mulia kaisar agung kemungkinan besar keduanya dikendalikan oleh orang lain"ucap yi.


"Aku akan turun ke dunia manusia untuk mengambil nyawa prajurit tidak tahu malu itu"ucap yi lagi, suaranya yang seperti biasanya tanpa intonasi membuatnya terlihat tanpa celah ketika sedang menyembunyikan sesuatu.


Bingbing tetap terdiam dengan keadaan dihadapannya saat ini ia tetap berdiri didepan mayat kedua penatua kekaisaran yang kini telah menjadi mayat.


"Apakah sedangkal itu"desis yuan dingin.


"Ataukah kau mengira kaisar ini akan mengampuni perbuatanmu yang mendahului kaisar agungmu"desis yuan lagi dingin.


"Kau pergi tanpa sepengetahuan kaisar ini dan kau juga yang dengan bodohnya membuat prajurit kecil itu lolos, siapa prajurit yang kau katakan itu"ucap yuan dingin.


Yi terdiam mendengar ucapan yuan, kini posisinya dan bingbing sama-sama berbahaya.


"Ugh"desis yi yang secara tiba-tiba memuntahkan seteguk darah.


"Yii !!!"ucap bingbing panik.


"Tidak apa-apa bing jie, aku tidak apa-apa... ughh"ucap yi yang hampir goyah jika tidak di tahan bingbing.


Yuan yang telah terbalik melirik sekilas yi yang berada di hadapannya itu, ia bisa melihat energi spiritual milik jenderal tertinggi dikekaisaran dunia atas itu tengah tidak stabil.


Siapa yang kau lindungi hingga membuat kekuatan intimu menjadi menyedihkan hingga seperti itu. Apakah dia mahluk yang dicari naga pelindung itu ??... jika benar seperti itu mungkin lebih baik aku akan mengawasimu atau membunuhmu ??.. tidak, yi terlalu berharga jika harus di eksekusi sekarang, pikir yuan dingin.


"Akan ku bebaskan kau kali ini, tidak dengan yang kedua kalinya"ucap yuan dingin, dan ia menghilang.