
"sekarang kau sudah puas ?", ucap dingin zheng bai.
"apa yang ingin anda katakan, yang mulia", tanya balik jing mei.
"manusia itu, apa kalian merencanakan sesuatu", desis dingin zheng bai.
"tidak, untuk apa aku membantu manusia itu, tak ada untungnya untuk ratu ini", desis dingin jing mei.
zheng bai diam.
ia kemudian melangkah kesamping jing mei, membungkukkan tubuhnya dan dengan pelan jari jemarinya menyelipkan beberapa anak rambut ke telinga jing mei.
"melihatmu yang mulai banyak mengeluarkan kalimat demi kalimat untuk manusia itu sedikit menggetarkan raja ini", desis dingin zheng bai.
jing mei diam.
Apakah zheng bai terlalu jelas melihat perubahan hatinya ?!.. atau dia yang terlalu bahagia mengetahui bahwa dirinya mempunyai saudari lain dari kehidupan sebelumnya....
Jing mei kemudian terdiam pahit. kenyataan mengerikan telah menyadarkan pikirannya. mei meinya hanya seorang manusia dan ia seorang immortal.
Zheng bai melihat tatapan mata kosong jing mei, ia tak bisa melihat apa yang dipikirkan wanita dihadapannya ini. lagi.
Ia berbalik ingin pergi. tapi, tubuhnya terhenti karena panggilan jing mei.
"Zheng bai", ucap jing mei pelan.
Hening.
"bisakah kau membebaskan ku ?", tanya jing mei pelan.
"apa yang kau inginkan", desis dingin zheng bai.
"aku.. tidak menginginkan hal apapun.. aku hanya ingin itu", jawab jing mei.
Zheng bai terdiam.
"Jika kau ingin kebebasan, maka nyawa manusia itu akan kubuat mati dengan menyedihkan dihadapanmu", desis dingin zheng bai.
jing mei langsung terdiam. dan untuk pertama kalinya ia tak bisa menjawab apa yang seringkali ia ucapkan pada zheng bai.
"kenapa... aku harus berada disisimu ?.. aku sudah lelah..", ucap jing mei.
"lepaskan aku, atau bunuh aku dan lepaskan manusia itu", ucap jing mei lagi.
"bagus... sangat bagus... kau ingin raja ini melepaskanmu dan melihat mu bahagia hahahaha tidak !.. kau, jiwa dan tubuhmu bahkan abu kematianmu adalah milik raja ini !!", desis dingin zheng bai.
"tapi, kini sepertinya aku tahu apa kelemahan mu", desis zheng bai lagi sembari tersenyum dingin.
zheng bai meninggalkan jing mei dalam keheningan suram diantara mereka.
.
.
.
"Apa yang kalian temukan ?", tanya dingin zheng bai.
"dunia atas tidak menunjukkan pergerakan mereka, yang mulia", ucap cepat wan yu pada rajanya.
"formasi pelindung didunia manusia juga semakin menguat, bahkan pohon kuno tak bisa menembusnya, yang mulia", ucap wan yu lagi.
Zheng bai diam.
"Jika manusia-manusia itu tidak bisa dijadikan asupan untuk pohon kuno, kalian harus mencari sebanyak mungkin tubuh pengganti lain", desis zheng bai.
wan yu dan chen qu sangat mengerti apa yang dimaksud raja mereka tentang tubuh pengganti.
raja mereka ingin tubuh para immortal dunia atas yang menjadi asupan untuk pohon kuno miliknya itu.
"dalam beberapa hari, persiapkan seluruh pasukan dan para binatang buas", ucap zheng bai.
sedangkan itu, dususu lain so ah kini tengah tergsah-gesah pergi menuju ruangan milik ratu dunia bawah. entah bagaimana, ia mendapatkan sebuah pesan yang ditujukan untuknya dan itu berasal dari ratu.
"maafkan hamba karena terlambat untuk panggilan anda, yang mulia", ucap so ah pada jing mei.
"kemarilah, mei mei", ucap jing mei pelan.
"apa yang anda inginkan, yang mulia", tanya cepat so ah. pada awalnya ia ingin nekat menjadikan ratu dihadapannya ini sebagai ancaman untuk ia bisa keluar dari tempat ini. tapi, ia berubah fikiran saat mengetahui kebaikan hati milik ratu dunia bawah.
"pergilah, dan bawa ini", ucap jing mei pada so ah. ia memberikan pedangnya pada so ah.
"ta.. tapi, bagaimana dengan anda, yang mulia ?", tanya so ah.
"aku tak bisa, jika kau bisa selamat dari tempat ini aku akan sangat berterima kasih pada dewa kehidupan", ucap santai jing mei sembari tersenyum lembut.
so ah terdiam, ia tak tahu mengapa ratu kerajaan dunia bawah begitu berbaik hati padanya. apa yang diinginkan ratu ini ?!..
"ikut aku", ucap jing mei.
mereka berdua diam-diam memakai jubah hitam dan pergi berjalan keluar. lorong-lorong gelap remang dan langkah kaki cepat dari keduanya mengisi lorong itu.
"yang mulia, bolehkan aku menanyakan sesuatu ?", tanya so ah pelan.
"apa itu ?", tanya jing mei.
"kenapa anda begitu baik pada manusia ini ?" tanya langsung so ah dan jing mei tertawa pelan.
"entahlah, tapi kau mengingatkan ku pada sosok mei mei kecil ku", sahut jing mei sembari tersenyum hangat.
Ia tak mengetahui seperti apa kehidupannya yang lalu.
Tapi, mengingat tawa hangat dari tiga sosok asing itu sudah cukup membuat hatinya hangat.
jika ia mati sekarang, ia takkan menyesal karena kini ia sedikit mempunyai memori berharga itu dipikirannya.
walaupun, ia tak mengetahui seperti apa dan bagaimana rupa fuqin serta muqinnya.
Zheng bai tengah berada di ruangan rahasia miliknya.
"Niang, niang", panggil zheng bai yang berjalan mendekati tempat tidur kuno penuh dengan ukiran-ukiran aneh. ukiran-ukiran itu bukanlah sembarang ukiran untuk pemperindah melainkan sebagai wadah energi spiritual agar diekstrak menjadi energi murni.
Tak mendapat respon, Ia perlahan mendekati tubuh cheng rou. Setelah kembali dari dunia atas tubuh yang kini ditempati oleh ibunya telah melemah. Zheng bai tahu karena walaupun tubuh cheng rou termasuk tubuh immortal dunia atas tapi karena ribuan tahun tubuh wanita jni telah mati dan rusak didunia bawah, secara otomatis energi dunia bawah telah tercampur kental disetiap pembuluh nadi tubuh ini.
"Di..mana, wanita itu !", bisik dingin cheng rou.
Zheng bai langsung mengangguk paham atas pertanyaan ibunya itu. Ia langsung menghilang menuju ke kamar raja mencari keberadaan jing mei.
"Dimana ratu !", desis zheng bai dingin.
Seluruh pelayan yang mendengar pertanyaan raja mereka langsung mundur dengan ketakutan.
"Budak ini tidak mengetahui keberadaan yang mulia ratu, yang mulia raja", jawab mereka penuh rasa ketakutan.
"Tak berguna !!!", bentak emosi zheng bai.
Kekacauan terjadi di istana karena kini raja mereka telah kehilangan ratunya.
Zheng bai murka.
Berani-beraninya manusia itu ikut membawa jing mei !!..
"Cari dan temukan ratu !!.. CEPATT !!", desisnya murka.
Jing mei yang merasakan kekacauan mulai terjadi disekitar mereka. ia dengan cepat berbaur dengan para dayang setelah sebelumnya memakai ilusi diseluruh tubuhnya dan tubuh so ah. kini mereka terlihat sama seperti para dayang istana.
Cahaya malam masih membungkus kegelapan dunia bawah.
.
Roda takdir menggerus waktu.
.
Melerai benang merah rumit.
.
Menghantarkan hal yang terkatakkan.
.
Tiga kehidupan.